Alunan musik bernuansa romantis tiba-tiba terdengar mengiringi dua pasangan sejoli yang sedang berlomba-lomba memadu kasih. Leo mengakhiri ciuman lembutnya dengan satu kalimat yang membuat hati Shena jadi semakin bergetar.
“Kamu milikku, hanya milikku, tidak akan ada yang boleh memilikimu selain aku. Ingat baik-baik kata-kata itu, oke!” Leo berkata dengan lembut sambil mengajak Shena berdansa.
Shena sendiri tidak mengerti dengan dirinya yang sama sekali tidak menolak ataupun marah saat Leo menciumnya untuk kesekian kalinya di depan banyak orang. Padahal beberapa waktu yang lalu, ia sangat kesal jika Leo tiba-tiba menciumnya seperti pada acara pertunangan sehingga memaksanya pergi ke toilet untuk bisa meluapkan amarahnya. Namun kali ini berbeda, Shena tidak marah, ia malah senang karena Leo bisa seromantis ini padanya.
Ada apa denganku? Tidak mungkin aku mulai terlena dengan sikap Leo yang sok romantis ini. tidak ... tidak! Ini pasti karena aku terlalu terbawa suasana. Semua wanita yang dekat dengan Leo, juga pasti diperlakukan seperti ini. Bukan hanya aku saja, itu lah kenapa semua wanita jadi bucin dengan Leo. Aku tidak boleh terlena oleh rayuan mautnya. Itu hanya ciuman, semua orang pasti juga pernah berciuman dengan siapapun.
Shena meyakinkan dirinya sendiri untuk tidak terlarut dalam emosi. Ia berusaha menata hati kembali dan bersikap seperti biasanya.
“Ada apa?” tanya Leo yang daritadi memerhatikan Shena.
“Ehm ... tidak ada apa-apa.” Shena berusaha tersenyum untuk menyembunyikan ketegangan yang merasuki hati Shena.
“Ayo, kukenalkan pada sepupuku dari China,” ajak Leo.
Mereka berdua berjalan mendekati Wei wei dan pasangannya yang sedang berdansa mesra.
“Xiao nai, kenalkan, ini tunanganku, Shena. Aku sudah bertunangan sekarang, jadi jangan meledekku lagi!” Leo tersenyum pada sepupunya yang bernama Xiao nai lalu beralih menatap Shena yang berdiri di sampingnya. ”Shena, ini Xiao nai, sepupuku. Dia adalah GM perusahaan Zhi Yi yang bergelut di bidang game online. Dia lulusan IT terbaik di universitas Qing Beijing, dia sama sepertiku, sangat populer di kampusnya, dan yang di sebelahnya itu juga tak kalah populer darinya, dia termasuk salah satu wanita tercantik di kampusnya, sama sepertimu, dia adalah ...,”
“Bei Wei Wei, nona Wei wei.” Shena langsung memotong kata-kata Leo karena ia sudah berkenalan lebih dulu dengan Wei wei.
Pria yang bernama Xiao nai itu tersenyum, “Lebih tepatnya adalah, Nyonya Xiao nai.” Xiao Nai memeluk Wei wei yang ternyata adalah istrinya sendiri. Mereka saling pandang sambil saling melempar senyum.
“Oh, maaf, Nyonya Xiao nai tidak memberitahuku kalau dia sudah menikah, tapi aku sangat senang bisa bertemu dengan kalian berdua. Kalian benar-benar pasangan yang serasi.” Shena terlihat sangat antusias saat mengatakannya sehingga membuat Leo agak sedikit bingung dengan sikap Shena yang langsung berubah drastis tidak seperti sebelumnya.
“Kalian berdua juga pasangan yang serasi,” ujar Wei wei dan beralih menatap suaminya. “Bagaimana menurutmu, Sayang?” tanya Wei wei.
“Aku merasa Leo sama sepertiku yang dulu, bedanya aku tidak suka gonta ganti pacar seperti Leo. Cuma kamulah satu-satunya cinta pertama dan pacar pertamaku.” Kata-kata Xiao nai memukul telak Leo.
“Kamu benar, Suamiku, tapi Shena mirip sepertiku. Dia cantik, kan? Mudah mudahan dia betah dengan sikap Leo yang palyboy.” Wei wei tersenyum menatap Shena yang langsung tersipu malu karena disanjung oleh wanita cantik berkelas seperti Wei wei. Sedangkan Leo tidak terima karena dia merasa di cap sangat jelek sekali.
“Oh ... jadi kalian sudah saling kenal dan bekerjasama meledekku, ya?” tanya Leo yang terkejut karena Shena sudah tahu Wei wei. Bahkan pasangan suami istri itu mulai memihak pada Shena.
“Kami bertemu di toilet dan nyonya Xiao nai menolongku,” jelas Shena pada Leo.
“Menolongmu? Apa yang terjadi denganmu?” Leo mulai bingung dengan penjelasan Shena.
“Ada beberapa wanita bodoh yang mencoba membullynya, aku ingin memberi mereka pelajaran tetapi mereka sudah kabur duluan saat melihatku.” Wei wei menjelaskan sedikit kronologi kejadian yang menimpa Shena saat berada di toilet.
Shena melihat tangan Leo mengepal kuat sambil menahan amarah, ia langsung memanggil salah satu anak buahnya dan membisikkan sesuatu. Anak buah Leo pun mengangguk dan langsung pergi meninggalkan tempat untuk menjalankan perintah Leo.
“Apa yang kamu perintahkan padanya?” tanya Shena pada Leo.
“Memberi pelajaran seperti yang ingin dilakukan Wei wei pada orang-orang yang berusaha mengganggumu.” Leo tersenyum licik, jiwa gengsternyapun mulai ke luar.
Mereka berempat saling berbicara dengan akrab dan menikmati pesta pertunangan dengan meriah. Para tamu undanganpun juga ikut menikmati pesta dan pemandangan dua pasang sejoli paling serasi dalam pesta ini.
“Lihatlah para anak-anak muda mudi itu, mereka berempat sama bersinarnya, bagai dua pangeran dan dua putri kerajaan,” komentar salah satu pengusaha dari teman ayah Leo.
“Kita semua yang ada di sini juga dulu seperti mereka,” tukas yang lainnya.
“Ah ... iya benar, tak terasa masa muda kita telah lewat dan berganti dengan anak-anak generasi penerus kita, hahaha ...”ujar yang lainnya lagi.
“Mr. Pyordova pasti sangat bangga hari ini, tapi di mana beliau? Kenapa kita tidak melihatnya?”
“Mereka pasti sedang mengadakan rapat keluarga, kita tunggu saja sampai mereka semua ke luar dan berbaur dengan kita untuk menikmati pesta ini.”jelas yang lainnya.
“Mari bersulang!” seru tamu yang lainnya dengan riang dan disambut teriakan para tamu undangan yang lainnya pula.
Leo yang melihat sekumpulan pengusaha teman ayahnyapun ikut tersenyum melihat keceriaan mereka dalam berpartisipasi pada acara pertunangannya dengan Shena. Leo menatap Shena dan menawarkan minuman anggur padanya.
“Ini ....” Leo menyodorkan satu gelas minuman yang berisi anggur merah pada Shena.
“Apa ini?” tanya Shena penuh waspada.
“Minumlah, kamu pasti ketagihan setelah mencicipinya,” jelas Leo.
Shena agak ragu antara mau menuruti Leo apa tidak. Ia tidak pernah meminum minuman seperti itu selama ini. Kata ‘anggur merah’ hanya pernah ia dengar di cerita atau di televisi.
“Ini adalah anggur merah atau yang biasa dikenal sebagai red wine,” Wei wei membantu Leo menjelaskan pada Shena.
Wauw jadi seperti inilah minuman yang dinamakan red wine.
Shena mengambil gelas berisi red wine dari tangan Leo, ini pertama kalinya ia melihat salah satu minuman berkelas ala orang Eropa.
“Minuman hitam pekat ini sangat terkenal dengan segudang manfaatnya,” lanjut Wei wei, “Yaitu mencegah penuaan dini, menurunkan resiko penyakit jantung, mencegah kanker dan yang paling umum adalah menjaga kesehatan mental, hal itu sudah terbukti setelah adanya penelitian yang dilakukan oleh beberapa universitas di Spanyol. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa mengonsumsi anggur dapat mengurangi risiko depresi. Mereka yang berusia 58 tahun dan minum segelas minuman beralkohol per hari mempunyai kesempatan 20% masa tua yang lebih baik. Mereka tidak memiliki penyakit berat dan keterbatasan fisik. Selain memiliki pencernaan yang bagus, mereka yang mengkonsumsi wine juga memiliki kesehatan mental yang bagus. Tentu saja, jangan terlalu berlebihan mngkonsumsinya karena tidak baik juga untuk kesehatan.” Wei wei menjelaskan panjang lebar mengenai red wine yang ada di tangan Shena.
“Kenapa? Bukankah manfaatnya ternyata banyak sekali?” Shena mencoba mencicipi minuman anggur yang terlihat nikmat itu. Ia terkejut karena rasanya benar-benar lembut di mulut. “Wauw ... lembut sekali,” komentar Shena dengan senang, sekali teguk saja, langsung membuat Shena ketagihan.
“Jenis anggur yang kamu minum saat ini adalah Lindeman’s 40 Merlod Red Wine yang terbuat dari merlot dengan aroma redberry, itulah sebabnya cita rasanya sangat lembut bila diminum. Tapi jika kamu mengkonsumsinya terlalu berlebihan, kamu bisa mabuk karena kandungan alkoholnya.” Wei wei mengajak bersulang Shena.
Keduanya melakukan tos dan meminum red wine nya sampai habis.
Shena sangat kagum dengan Wei wei yang memiliki wawasan luas dalam segala hal, ia juga sangat baik dan ramah. Sikapnya yang tenang dan keibuan membuat kesan elegan pada seorang istri dari GM perusahaan game terbesar di China terlihat natural tanpa dibuat-buat.
Dia wanita yang sempuran untuk suami yang sempurna juga. Batin Shena.
“Wah, sejak kapan kalian jadi akrab begini?” Leo pun mengajak Xiao nai bersulang juga. “Kakak, istrimu pintar sekali, pantas saja kalian berjodoh,” tukas Leo.
“Aku juga berdoa untuk kalian, semoga hubungan kalian lancar sampai jenjang pernikahan. Aku terkesan, Wei wei bisa langsung akrab dengan seseorang yang baru saja dia kenal. Itu karena tunanganmu juga sama sepertinya.” Xiao nai mengecup kening Wei wei yang tersenyum padanya.
Shena merasa tersanjung karena disamakan dengan wanita secantik Wei wei oleh Xiao nai. Baru kali ini ia merasa nyaman berada di sisi Leo dan di kelilingi oleh orang-orang terdekat Leo sampai-sampai ia sendiri lupa bahwa sebenarnya ia tidak menginginkan pertunangan ini. Apalagi menikmati pestanya. Ini di luar dugaan, Shena bisa bertemu orang-orang sekeren Wei wei dan Xiao nai.
Tak terasa hari sudah semakin malam dan Shena terlihat sedang mabuk berat akibat kebanyakn minum red wine. Padahal dia sudah diperingatkan agar tidak mengkonsumsinya berlebihan, tapi cita rasanya yang lembut membuat Shena semakin ketagihan untuk menghabiskan banyak red wine yang di hidangkan sampai ia lupa daratan.
Akhirnya terpaksa Leo membawa Shena ke kamar Leo yang ada di lantai lima. Gadis itu tertidur pulas di gendongan Leo karena terlalu banyak minum.
“Kamu benar-benar cantik Shena, bahkan ketika mabuk pun, kecantikanmu tidak berubah,” gumam Leo saat berjalan di koridor yang menuju ke kamar Leo.
“Aku membencimu, Leo. Kenapa kamu menjadi playboy dan menyakiti banyak wanita? Tidak bisakah kamu hanya jadi milikku saja, ha? Kenapa kamu harus jadi playboy duluan? Aku membencimu, sangat-sangat membencimu,” racau Shena dalam gendongan Leo.
Leo membuka pintu dan merebahkan Shena di tempat tidur. Cowok itu langsung menghujamkan ciuman di seluruh wajah Shena tanpa henti sehingga membuat Shena semakin mendesah.
“Meski kamu membenciku, tapi aku sangat mencintaimu,” bisik Leo dan melanjutkan aksi nakalnya.
****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 220 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Oh udah nikah mereka,ku pikir masih pacaran atau tunangan juga..
2023-05-30
0
Mara
Langsung kena ke hati ciuman Leo yang satu ini ya Shen...mungkin rasanya sama kaya waktu dulu kamu kerasukan ✌️
2023-04-27
0
Ari Mulyati
weyyy itu para kemarin drachin kesukaan akuu uyy,,,,,
2022-12-06
0