“Kamu jangan bercanda, Leo! Ini bukan lelucon, sampai saat ini aku masih belum bisa terima sepenuh hati atas apa yang kamu lakukan padaku dan juga teman-temanku. Kamu melibatkan mereka semua demi memaksaku menjadi pacar kamu, lalu sekarang apalagi?” Shena terlihat marah kaena ia masih saja di paksa melakukan hal-hal yang tidak ingin ia lakukan.
“Kamu akan tahu setelah ini.” Leo kembali menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya dengan cepat. Dalam hitungan menit mereka sudah sampai di depan salon, kali ini salonnya berbeda dengan salon yang pertama kali saat Leo membawa Shena tadi. Pegawai salonnya juga berbeda karena semuanya terdiri dari wanita dan pria tulen.
“Bos, kenapa baru datang? Banyak yang nyariin.” salah satu pegawai pria langsung menyongsong kedatangan Leo dan Shena begitu mereka masuk ke dalam salon.
“Ada sedikit masalah, cepat rapikan dia,” perintah Leo.
Shena yang berdiri di belakang Leo langsung di seret masuk ke ruangan VIP tanpa bisa berkutik. Dengan cepat mereka mengubah Shena kembali menjadi putri yang anggun, lebih anggun dari sebelumnya. Hal itu karena gaun yang dipilihkan pegawai salon di sini jauh lebih elegan dari sebelumnya.
Siapa sangka si itik bisa berubah jadi angsa yang elegan, siapapun yang melihat Shena saat ini pasti terkesima akan kecantikan Shena yang alami dengan polesan make up natural.
Shena terlihat sangat cantik memakai long dress, perpaduan sulaman manik-manik berwarna silver pada bagian dada dengan korset, membuat long dress tanpa lengan berwarna baby lavender yang di kenakan Shena terlihat anggun. Motiv sederhana dengan bahan dasar embroider menambah kesan luxury yang sangat kental. Meski tak banyak tambahan aksesoris gelang bulat tebal berwarna senada dan anting lavender, Shena sudah tampil cantik maksimal.
“Wauuuuw amazing, kamu benar-benar terlihat cantik, Sayang ....” Leo yang juga sudah berganti pakaian pesta terkagum-kagum begitu melihat Shena keluar dari ruang VIP.
Untuk pertama kalinya, Shena melihat Leo berpakaian resmi. Biasanya Leo hanya berpakaian ala preman kampus pada umumnya. Berbeda dengan sekarang, Leo terlihat sangat tampan saat memakai perpaduan antara kemeja dan double breasted suit, crops pants dan memakai loafer shoes. Semuanya merupakan pilihan yang tepat untuk seorang Leo. Dengan perpaduan setelan yang ia pakai mulai dari atas sampai bawah, sangat menandakan bahwa Leo memang merupakan putra salah satu orang terkaya di negara ini.
Leo mengulurkan tangannya ke arah Shena dan bersiap masuk ke ruang pesta termewah yang pernah ada.
“Leo, apa kamu yakin mengajakku kemari?” Shena gugup saat berada di depan pintu masuk.
“Tentu saja Sayang, kamu tidak perlu cemas.” Leo sangat bahagia karena Shena bersedia ikut bersamanya datang ke acara pesta ulang tahun pernikahan papa dan mamanya yang sudah di rayakan seminggu lebih di tempat ini.
Nyali Shena menjadi ciut, ia tidak PeDe berjalan bersama Leo disampingnya, ia menggamit lengan Leo dan berjalan pelan menuju ruang pesta.
“Jangan lupa tersenyum, Sayang. Kamu sangat pucat seperti mayat jika kamu bermuka masam seperti itu,” bisik Leo pelan.
Shena meringis memaksakan senyumnya. “Apa seperti ini?” tanya Shena.
“Ini bukan ajang pencarian bakat memamerkan gigi, Sayang ... untuk apa kamu memamerkan gigimu seperti itu?” Leo ingin tertawa melihat Shena seperti robot berjalan. “Rileks saja oke, dan nikmati saja pestanya. Aku akan pergi sebentar.” Leo melepaskan tangan Shena yang menggamit lengannya.
“Kamu mau ke mana? Kenapa aku ditinggal di sini sendiri?” Shena panik karena tidak ada seorang pun yang ia kenal di pesta ini.
“Para pengawalku akan menjagamu, mereka ada di mana-mana. Jika ada yang mengganggumu mereka pasti akan melindungimu, kamu jangan khawatir, Oke.” Leo menepuk bahu Shena lalu pergi dan langsung diikuti oleh dua orang yang memakai setelan jas hitam senada. Mereka adalah pengawal Leo.
Shena tidak bisa berkata apa-apa, ia benar-benar kesal tapi tidak bisa melawan. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya di tengah-tengah orang berkelas yang sedang menikmati pesta orang tua Leo.
“Anda mau minum apa Nona?” tanya pelayan yang membawa beberapa jenis minuman di atas nampan yang ia bawa.
Shena melihat-lihat minuman yang di tawarkan pelayan padanya dan tak satupun Shena tahu, minuman apa saja yang di bawa oleh pelayan itu, karena Shena baru pertama kali ini melihatnya. Agar tidak terlihat memalukan, Shena asal mengambil saja satu minuman yang disajikan, dan bodohnya ia mengambil Hurricane salah satu jenis koktail yang dicampur dengan sedikit alkohol manis di buat dengan rum, jus buah dan sirup buah markisa atau grenadine. Biasanya minuman ini adalah minuman Favorit pebisnis tinggi perusahaan, terutama milik keluarga besar Pyordova yaitu keluarga Leo.
Saat mencicipinya, Shena mengernyitkan mata saking enaknya. Lama-lama ia pun ketagihan dan tanpa sadar sudah menghabiskannya. Shena ingin mencoba minuman itu lagi namun pelayan tadi sudah pergi. Shena mencari pelayan tersebut ke segala arah tanpa memedulikan orang-orang yang memandanginya dengan penuh tanda tanya.
Tidaka lama, Shena menemukan pelayan yang dicarinya dan Shena langsung terkejut saat tahu siapa orang berikutnya yang di tawari minuman oleh pelayan yang di cari Shena. Orang itu adalah Roy.
“Roy?” Shena terkejut melihat pacar sahabatnya, yaitu Laura, ada di sini dengan dikelilingi banyak wanita cantik.
Yang lebih mengejutkan lagi adalah Roy tampak sangat bersenang-senang dengan para wanita itu tanpa Laura disampingnya. Padahal Laura sedang kelimpungan mencarinya kemana-mana. Dan gara-gara hilangnya kampret ini juga, Shena jadi terpaksa mau menjadi pacar Leo.
“Dasar cowok nggak tahu diri, berani beraninya dia ketawa ketiwi di sini sementara Laura gelisah mencarinya ke sana kemari.” Shena meremas gelas kosong yang ada di tangannya dan langsung berjalan cepat menuju ke arah Roy yang masih belum tahu kalau ada Shena di depannya.
Belum juga Shena sampai di depan Roy tiba-tiba saja ada yang menarik tangan Shena menjauh dari Roy yang sedang asyik bersenda gurau dengan para wanita.
Shenapun terkejut karena yang menarik tangan Shena adalah sahabat dekat Roy sendiri, Leo.
“Apa yang kamu lakukan?” tanya Shena marah. “Kenapa kamu menarikku kemari, aku ingin melabrak si kampret itu, beraninya dia bersenang-senang seperti itu tanpa Laura,” cerocos Shena.
“Diam dan ikuti aku!” bentak Leo, Shena pun menuruti kemauan Leo. Cowok itu mengajak Shena ke suatu ruang yang berdekorasi klasik modern dan dipenuhi banyak buku dan hiasan klasik serta lukisan-lukisan yang terkenal, bahkan salah satu karya Leonardo Da Vinci juga ada dan terpampang rapi di salah satu dinding ruangan ini.
Sayangnya bukan saatnya Shena mengagumi apapun yang ada di ruangan ini. Ada banyak hal yang ingin ia tanyakan pada Leo termasuk alasan kenapa Roy tiba-tiba saja ada di sini setelah beberapa waktu lalu menghilang tanpa jejak.
***
jangan lupa komentar, like dan votenya ya ... supaya penulis bisa lebih semangat lagi..
jangan lupa baca juga karya penulis yang lain, PUTRA RAJA
trimakasih😄
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 220 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Kalo Leo playboy,Sudah pastinya Roy juga seorg playboy,mana ada cowok yg setia dgn satu cewek,,
2023-05-30
0
Qaisaa Nazarudin
Astaga berarti Leo benar2 nekat nih mau tunangan sama Shena..😍😍
2023-05-30
0
Mara
Bantai aja Shen si cecunguk Roy....jadi kepo sama kisahnya Roy 🙈
2023-04-25
0