“Akhirnya ketangkap juga kau! Mau jadi jagoan, ya?” ledek preman yang lainnya.
“Siapa kalian? Untuk apa kalian menangkapku seperti ini? lepaskan aku! Aku tidak punya urusan dengan kalian!” Shena masih saja berontak minta dilepaskan, tapi pitingan preman yang memitingnya mencengkeram lengan Shena semakin kuat.
Para preman itu kompak tertawa dan saling bertatapan. “Harusnya kami yang bertanya padamu gadis kecil, beraninya kau datang kemari, ha?” ucap salah satu preman yang dipenuhi dengan tato dan tindikan di seluruh tubuhnya. Dari gayanya bicara, preman itu adalah ketuanya.
“Aku tidak tahu di mana ini? Aku tersesat!” Shena berkata jujur, tangan Shena masih terkunci oleh preman yang ada di belakang Shena. Bau asap minuman keras dan rokok menusuk hidung Shena.
Ketua preman itu mengelus-elus janggutnya dan memerhatikan tubuh Shena mulai dari atas sampai bawah.
“Bos, sasaran empuk nih.” Bisik anak buah ketua preman itu yang tadi sempat ia tendang pedangnya.
Shena merasa ada yang tidak beres di sini, ia segera memutar otak untuk bisa lepas dari mereka. Kodisi Shena saat ini memang tidak menguntungkan. Baru beberapa saat lalu Ia senang karena bisa terlepas dari belenggu Leo, tapi kini ia malah terjebak dalam cengkraman para preman yang sepertinya, sangat berbahaya.
Mereka semua terlihat sangat menyeramkan. Tidak ada satupun yang terlihat kinclong di antara mereka. Mereka sangat bengis dan tatapan mata mereka sangatlah buas. Shena ingin menjerit minta tolong tapi niat itu ia urungkan karena gadis itu tahu, tidak akan ada yang kan mendengar teriakannya.
“Dengar, aku tidak tahu siapa kalian, tapi jika kalian melepaskan aku, maka aku akan melakukan apapun yang kalian minta.” Shena mencoba bernegosiasi dengan para preman itu.
“Melepaskanmu?”tanya ketua preman itu. “Apa untungnya bagi kami? Apa yang bisa kau lakukan untuk kami, ha?” tanya ketua preman itu.
“Memang apa yang kalian dapat dari orang sepertiku?” tanya Shena balik. Ia masih mencari cara untuk bisa lepas dari para preman itu, tapi sampai detik ini otaknya tidak bisa berpikir dengan jernih karena kepanikan dan ketakutan yang semakin memuncak. Namun, Shena berusaha menyembunyikan perasaan itu dari preman-preman yang ada di depannya agar tidak menjatuhkan mentalnya.
Ini adalah pertama kalinya Shena berhadapan langsung dengan preman yang sangar-sangar. Sebelumnya, ia tidak pernah bertemu dengan penjahat jenis apapun, satu-satunya penjahat yang dianggap Shena hanyalah Leo, tapi ternyata Leo bukanlah apa-apa bila dibandingkan dengan mereka semua yang ada di sini. Tiba-tiba saja Leo mendadak alim di mata Shena.
Ketua preman itu semakin mendekat ke arah Shena. Ia mencoba menyentuh dagu Shena, gadis itu menolak dan menggeleng-gelengkan kepalanya tapi preman itu tetap memaksa menggerak-gerakkan wajah Shena ke kiri dan ke kanan. Shena baru sadar bahwa penampilannya saat ini sangat menggiurkan, apalagi ia lebih mirip seorang putri daripada orang biasa.
“Kau pasti berasal dari keluarga kaya, ya? Lihat pakaianmu, ini semua unlimited. Pasti kau ini sangat menguntungkan. Wajahmu juga lumayan cantik. Jika aku menjualmu ke lelaki hidung belang, berapa harganya, ya? Pasti aku akan sangat untung besar.” Ketua preman itu terlihat senang dan tertawa keras.
Sialan mereka! Apa mereka semua segila ini? menjual semua wanita yang mereka temui secara paksa? Mereka benar-benar binatang!
“Gyus ... kita dapat mangsa yang luar biasa. Kita akan untung besar hari ini, bawa dia!” perintah ketua preman itu sambil menyeringai ganas. Sedangkan yang lainnya berseru setuju.
“Kalian salah! Lepaskan aku, tidak akan ada yang mau menebusku!” Shena meronta-ronta minta dilepaskan.
“Wah, bagus itu, berarti aku bisa menjualmu ke orang-orang berduit tanpa mengkhawatirkan apapun. Cepat bawa dia!” jawab ketua preman itu tanpa memedulikan komentar Shena lagi.
“Apa?” Shena tidak tahu harus berbuat apa. Tidak mungkin ia meminta tolong Leo untuk menebusnya. Ia tidak mau berhutang budi pada monster seperti dia, tapi Shena tidak punya pilihan lain yang harus ia pilih jika memang ingin selamat dari tangkapan preman ini.
Sudah terlihat jelas dari cara karakter mereka semua. Pasti mereka semua adalah komplotan para penculik dan perampok kelas kakap, atau bisa jadi mereka adalah komplotan bandar narkoba dan juga perdagangan manusia. Dari obrolan mereka saja, Shena bisa mengerti. Mereka semua bukanlah penjahat biasa, dan Shena terjebak dalam lubang hitam mereka.
Apa yang harus aku lakukan sekarang? Siapa yang bisa menolongku saat ini? pikir Shena hati.
Laki-laki yang mengunci tangan Shena, terus mendorong paksa tubuh Shena supaya mengikuti langkah mereka pergi ke suatu tempat yang tidak diketahui Shena tempat apa ini. Gadis itu hanya menduga, pasti saat ini dirinya sedang di bawa ke salah satu markas para komplotan penjahat ini. Sambil berjalan, Shena berusaha mencari kesempatan supaya ia bisa melarikan diri lagi. Namun sepertinya tidak mudah, karena posisi Shena sekarang sedang berada di tengah-tengah dan di kawal para preman di sekelilingnya.
Aku sudah tidak bisa lagi melarikan diri. Aku benar-benar sial kali ini. Apa yang akan terjadi padaku setelah ini?aku tidak mau berakhir di sini. Aku bukanlah wanita lemah. Pasti ada cara, apapun itu.
Shena mencoba meyakinkan dirinya supaya ia tidak ketakutan dan bisa menemukan cara agar bisa kabur dari sini.
Saat Shena berjalan mendekati jalan utama, Shena melihat ada sedikit celah untuk melarikan diri karena beberapa preman yang ada di belakangnya beralih posisi. Ia segera mengumpulkan sisa tenaganya untuk menggunakan kesempatan itu dengan menendang pedang berharga preman yang membawanya. Seketika genggaman tangan preman itu terlepas dan ia mengerang kesakitan. Dengan sigap, Shena memukul kepala preman itu lalu berlari menjauh dan menendang pedang preman lain yang berusaha menghadangnya. Preman yang terkena tendangan Shena di bagian pedang berharganya pun langsung jatuh tersungkur.
Shena menggunakan kesempatan itu untuk berlari menjauh dari para preman ini. Sayangnya beberapa preman lain tidak tinggal diam, mereka berlari juga menyusul Shena. Baru beberapa meter melarikan diri, Shena sudah kelelahan, ia membungkukkan badannya untuk mengatur kembali napasnya. Ia memerhatikan sekeliling untuk mencari arah yang tepat supaya ia bisa menemukan orang yang bisa dimintai tolong. Namun terlambat, para preman itu sudah semakin dekat sehingga membuat Shena berlari lagi ke sembarang arah tanpa peduli mana jalan yang benar. Akhirnya ia tiba di sebuah tikungan yang mengarah ke kanan. Shena lansung berbelok ke tikungan itu dan tanpa sengaja ia menabrak seseorang.
“Aduh ....” Shena dan orang yang ia tabrak sama-sama jatuh tersungkur sehingga membuat seluruh pakain bagusnya menjadi kotor. “Maaf, aku tidak sengaja,” ucap Shena sambil membersihkan pakaiannya. Ia sama sekali tidak menoleh pada orang yang di tabraknya.
Tiba-tiba saja orang yang ditabrak Shena itu menjulurkan tangan untuk menawarkan bantuan pada Shena supaya gadis itu bisa berdiri.
Tanpa ragu Shena menerima uluran tangan itu dan berdiri dengan ditarik oleh orang yang di tabrakanya.
“Terima kasih.” Shena menoleh pada orang yang membantunya berdiri. Ia benar-benar terkejut begitu tahu siapa yang membatu menarik tangannya tadi, seketika ia lepaskan pegangannya dan berdiri menjauh dari orang itu. “Le ... Leo.” Shena benar-benar tidak percaya bahwa kini orang yang ada di depannya ini adalah Leo.
“Hai, Sayang ... kita ketemu lagi.” Leo menyeringai geram. Ia menatap Shena dengan tatapan tajam.
****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 220 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 Capek capek lari dan berkelahi,Akhirnya ketemu lagi,Seakan menyerah diri,, Hadeeuuh 😂😂😂😂
2023-05-30
0
Mara
Keluar dari lubang buaya masuk ke lagi ke lubang leopard 🤣🤣🤣
2023-04-25
0
🍾⃝ͩ sᷞuͧ ᴄᷠIͣ Hiatus🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
jiaaah jodoh mah gk keman yaa khaan,,
2023-01-02
0