Ternyata Leo membawa Shena ke sebuah acara festival yang sangat meriah. Festival itu diadakan di sebuah lapangan yang sangat luas tidak jauh dari pusat kota. Banyak sekali hal-hal yang bisa disaksikan dalam festival ini. Ada basar, rumah hantu, kuliner, pentas seni, berbagai jenis perlombaan dan masih banyak lagi. Semua itu diadakan jadi satu di festival ini.
Begitu keduanya sampai, Shena bingung sekaligus heran, mengapa Leo mengajaknya ketempat seperti ini. Shena tidak tahu apa alasan Leo mengajaknya kemari dan bukannya mengantarkan dia pulang kembali ke kosnya.
“Tempat apa ini?” tanya Shena saat Leo memarkirkan mobilnya di parkiran. “Kau membuatku bolos kuliah dan membawaku ke tempat seperti ini?” Shena tidak percaya dengan apa yang dilakukan Leo padanya.
Cowok yang kini terpaksa jadi pacarnya itu memaksanya bolos kuliah hanya untuk datang ke tempat yang tidak biasa Shena datangi. Gadis itu pikir bakal diantar pulang setelah di permak habis-habisan di salon yang ternyata salon itu merupakan salah satu milik keluarga Leo. Ia benar-benar terkejut setelah tahu alasan ia harus bolos kuliah hanya karena datang ke tempat yang menurutnya hanya akan membuang-buang waktu saja.
“Kenapa? Kau tidak suka?” Leo mulai memasang wajah menyeramkan yang membuat Shena jadi gugup dan tidak berani menatap wajah Leo.
“Bukan begitu ... aku pikir kau akan mengantarku pulang.” terang Shena dengan memasang wajah sepolos mungkin.
“Aku membawamu ke salon bukan untuk pulang kembali ke tempat menyebalkan itu, Sayang, tapi memang ada hal yang lebih penting dari pada kuliah sekarang.” Leo menyeringai nakal.
Ia mulai mendekatkan wajahnya pada Shena seolah-olah ingin menciumnya. Shena pun spontan menghindar sampai bersandar ketakutan di samping pintu mobil.
Mata tajam Leo terus menatap gadis malang yang sedang ketakutan itu. Bibir Leo sengaja ia dekatkan ke bibir Shena yang berwarna merah delima. Shena mencoba berpaling tapi Leo dengan sigap memegang lehernya sehingga gadis itu tidak bisa bergerak.
“Ma ... mau ap-apa kamu?” tanya Shena dengan gemetar ketakutan. Ia sangat tahu Leo selalu bisa mencuri-curi kesempatan.
Apa yang akan dia lakukan di tempat ini? apa cowok ini benar-benar tidak waras?
“Aku ....” wajah Leo semakin dekat dan terus mendekat. Sedangkan Shena sudah tidak bisa mundur lagi karena tubuhnya sudah mentok berada di sandaran pintu mobil Leo.
“Tunggu Leo!” tangan Shena menjulur ke depan menghalangi tubuh Leo yang semakin mendekat.
Sayangnya tangan mungil itu langsung ditangkap dalam genggaman erat tangan Leo. Shena semakin panik. Ia benar-benar ketakutan karena mengira Leo akan melakukan hal gila di tempat keramaian seperti ini.
“Apa yang akan kau lakukan? Kau mengajakku bolos kuliah hanya akan melakukan hal nekat seperti ini? tidakkah kau punya hati nurani? Apakah kau tidak tahu malu?” teriak Shena mulai merasakan kepanikan yang sudah memuncak.
Kalau sampai ia melakukan sesuatu yang buruk padaku, aku bersumpah akan mati bunuh diri dan balas dendam padanya dengan cara menghantuinya seumur hidup. Supaya cecunguk ini juga mati ketakutan!
Leo sama sekali tidak menggubris kicauan Shena. Leo terlihat tenang dan santai tanpa peduli dengan pandangan orang-orang yang ada disekitarnya. Cowok itu malah terkesan menikmati kepanikan yang dirasakan kekasihnya.
“Aku ... “ suara bariton Leo semakin menyiksa Shena. Gadis itu terus bergidik ketakutan dan ngeri membayangkan apa yang akan segera terjadi selanjutnya.
Jika berteriak, apakah ada yang mau membantuku? Tapi mereka semua sepertinya terkesan cuek pada apa yang terjadi saat ini? Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Kenapa bisa aku harus menghadapi hal mengerikan seperti ini?
“Leo! aku mohon, jangan lakukan ini!” Shena sudah ingin menangis. Tapi ia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Berteriak juga rasanya percuma, karena ia tidak mengenal siapapun yang ada di sini.
Leo terus mendekat, dan terus saja mendekat, semakin dekat dan dekat ... Shena memejamkan matanya sambil sekuat tenaga menahan tubuh Leo yang jauh lebih kuat darinya.
“Shena ... aku ... “ suara Leo yang terdengar jelas di telinga Shena membuat gadis itu menangis dalam diam karena ketakutan. “Aku ... “
“Hentikan!” teriak Shena. Namun Leo tetap saja maju tanpa pantang mundur.
“Aku ... mau ... aku ... ingin melepaskan sabuk pengamanmu.” ucap Leo lirih di telinga Shena.
Cowok itu langsung tertawa terpingkal-pingkal melihat Shena yang sudah gemetar ketakutan sambil melepas sabuk pengaman yang masih terpasang di tubuh Shena.
Shena tertegun melihat tawa Leo yang sangat keras. Ia benar-benar kesal setelah sadar bahwa Leo hanya mengerjainya. “Apa itu lucu bagimu?” tanya Shena dengan marah.
Apa maksudnya ini? dia sengaja membuatku terlihat bodoh? Dia mengerjaiku? Dasar playboy nggak ada ahklak!
“Beib .... wajahmu itu sangat lucu. Apa aku semenakutkan itu? kau benar-benar gemetar ketakutan? Apa yang kau pikirkan, ha? Aku tidak akan memakanmu! Tidak untuk saat ini. otakmu benar-benar jelek tentangku, ya?” ujar Leo masih dengan tertawa. “Harusnya kau lihat seperti apa wajahmu tadi. Aku sampai tidak bisa berhenti tertawa melihat ekspresimu yang terlalu berlebihan seperti itu. Kau seperti habis melihat hantu saja. Apa kau pikir aku akan menyakiti orang yang aku cintai? Yang benar saja?” Leo masih saja tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Kau itu memang setan bodoh! Setan beneran saja takut denganmu. Masih nggak merasa juga. Dasar buaya darat!
Shena memonyongkan mulutnya karena menahan kesal yang amat sangat. Ia juga sangat malu karena mengira ia akan habis di sini. Ia bahkan berpikir bunuh diri seperti apa yang akan dia lakukan begitu ke luar dari tempat ini. Namun ternyata ia hanya dikerjai oleh playboy l*kn*t ini.
“Ayo turun! Kita harus ke sutau tempat.” tanpa Shena sadari Leo sudah berdiri di luar sisi mobil tepat di sebelah Shena. Gadis itu hanya melirik Leo saja. Ia masih sangat kesal.
“Kau tidak mau turun?” Leo membuka paksa pintu mobilnya, karena Shena mulai menunjukkan aksi berontaknya. Sepertinya insiden tadi pagi belum cukup membuat Shena jera agar tidak bertingkah.
Shena masih saja diam seribu bahasa dan enggan bergerak. Ia tidak ingin kemana-mana. Satu-satunya hal yang paling ia inginkan saat ini adalah secepatnya menghilang dari hadapan Leo.
Seandainya aku punya jurus hiraishin milik Minato seperti yang ada di anime naruto, pasti aku sudah kabur dari sini! Sayangnya aku tidak punya.
Leo sendiri juga sudah tidak bisa lagi bersabar, dengan cekatan Leo langsung menggendong tubuh Shena dalam pangkuannya. Tentu saja gadis itu terperanjat dan tidak menduga aksi ngambeknya menjadi petaka baginya. Shena sungguh lupa kalau Leo bisa melakukan apa saja jika keinginannya tidak segera diikuti.
“Turunkan aku! Apa yang kau lakukan? Apa kau sudah gila? Banyak orang melihat kita?” Shena berusaha berontak tapi ia sama sekali tidak bisa bergerak karena kalah kuat dengan cengkeraman Leo dalam pelukannya.
Leo sendiri tidak menggubris ocehan kekasihnya. Ia terus berjalan dengan tegap menggendong Shena ke suatu tempat dan hal itu membuat mereka berdua menjadi pusat perhatian banyak orang terutama yang ada di acara festival itu.
“Turunkan aku! Cepat!” bentak Shena.
Sekuat tenaga gadis itu berusaha kuat agar bisa melepaskan diri dari gendongan Leo. Namun, usahanya tidak membawakan hasil karena Leo sama sekali tidak bergeming dan semakin mempererat pelukannya.
“Leo! aku mohon! Tolong lepaskan aku!”Shena sudah kelelahan, ia tidak punya tenaga lagi untuk melawan kekuatan otot Leo.
“Harusnya kau menuruti kata-kataku tadi, but it’s oke ... aku malah menyukai hal-hal yang semacam ini. Lain kali buatlah kejutan yang lebih menyenangkan lagi, Sayang. Semakin kau melawan, aku semakin terkesan padamu dan akan melakukan hal yang lebih gila dari ini bahkan bisa jadi tidak pernah terbayangkan olehmu.” terang Leo dengan sikap yang sok cool dan tanpa rasa bersalah karena sudah membuat mereka menjadi pusat perhatian banyak orang.
Shena sungguh malu dan tidak tahu harus berbuat apa. Ia hanya pasrah akan tindakan bodohnya.
Harusnya aku tadi langsung turun ... kau bodoh sekali Shen ... kau tahu orang seperti apa Leo itu? dan lihat sekarang, kau sudah seperti ditelanjangi olehnya di depan banyak orang.
Shena menenggelamkan wajahnya dalam pelukan Leo. Ia tidak berani menunjukkan mukanya di depan banyak orang yang mulai menggunjingkan apa yang dilakukan Leo pada Shena.
Sedangkan Leo sendiri menikmati suasana yang menurutnya sangat menghibur ini. Ia sangat mencintai gadis ini. Tapi ia sama sekali tidak bisa memberikan toleransi apapun jika ada pemberontakan yang tidak sesuai harapan dan keinginannya.
Untuk sementara, Leo akan membiarkan Shena merasakan momen ini bersamanya dengan harapan kedepannya ia tidak akan membuat ulah lagi.
Sebenarnya Leo tahu, bahwa gadis yang sudah berhasil dipaksa menjadi pacarnya ini pasti merencanakan banyak hal agar bisa lepas darinya. Untuk itu hari ini, Leo akan mengikat gadis ini dalam sebuah ikatan yang mungkin akan sulit untuk dilepaskan. Yaitu bertunangan dan setelah itu, menikah.
****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 220 Episodes
Comments
agustin puspita
jgn terlalu benci shena,,,
2023-11-12
0
Qaisaa Nazarudin
😱😱😱😱Astaga nekat banget Leo,,,
2023-05-30
1
Mara
Somplak bener deh si Leo 🤣🤣🤣
2023-04-23
0