Dok dok dok ....
Shena dikagetkan dengan bunyi ketukan pintu kontrakan dari luar. Sebenarnya, ia masih ingin bermalas-malasan di tempat tidur, tapi suara ketukan pintu itu terus saja mengganggunya. Dengan mata masih setengah terpejam ia memeriksa jam di ponselnya.
“Masih jam 06.00 pagi. Siapa sih yang ganggu waktu tidurku? Nggak tahu apa kalau aku masih pengen hidup di dunia mimpi lebih lama?” Shena masih berusaha bangun untuk membuka pintu, dan ingin mengomeli orang yang mengganggu waktu tidurnya. Meskipun sebenarnya, ini sudah bukan jam tidur lagi, apalagi untuk anak kuliahan seperti Shena.
Dok dok dok ....
Suara ketukan pintu terdengar lagi.
“Ia sebentar! Nggak sabaran amat sih jadi orang.” Gerutu Shena sambil berjalan gontai mendekati pintu.
Gadis itu memutar kunci pintu kontrakannya dan membuka pintunya dengan mata setengah tertutup. Ia ke luar ruangan dengan baju berantakan dan rambut yang masih acak-acakan. Shena menguap di depan orang yang di bukakan pintu tanpa menyadari siapa yang ada di depannya.
Orang itu adalah Leo. Awalnya cowok itu terkejut melihat pacar barunya tampak awut-awutan karena baru saja bangun tidur. Namun, rasa terkejutnya itu menghilang digantikan dengan senyum mengembang setelah menyadari bahwa pacarnya itu tidak tahu kalau dirinyalah lah yang datang.
Sebelum Shena sadar dan melarikan diri darinya, Leo langsung menggenggam tangan Shena dan menyeretnya pergi meninggalkan kontrakannya tanpa peringatan apa-apa.
“Eh ... eh! Mau di bawa ke mana aku? Enak aja main seret-seret! Siapa kamu? Mau nyulik aku, ya? Lepasin nggak? Atau aku teriak nih!” Shena yang baru setengah sadar langsung terkejut saat tiba-tiba tangannya di tarik oleh orang yang ternyata adalah pacarnya sendiri, Leo.
“Diam dan ikuti saja aku kalau kamu masih sayang sama nyawa kamu!” gertak Leo yang risih mendengar cricisan Shena.
Mendengar suara bariton Leo, Shena terkejut dan juga syok. Seketika matanya langsung terbuka lebar. Ia tidak menyangka bahwa orang yang ada di hadapannya ini adalah Leo. Langkahnya terhenti untuk memastikan bahwa yang dia lihat itu benar dan bukan mimpi.
“Elo, eh ... kamu? Kenapa bisa ada di sini?” tanya Shena yang masih belum bisa percaya dengan apa yang sedang terjadi.
Leo hanya menyeringai nakal tanpa mau menjawab pertanyaan Shena. Sebelum gadis itu berteriak dan bertindak nekat, ia menggendong cewek mungil yang baru semalam menjadi pacarnya itu masuk ke dalam mobil jeep canvas warna hitam miliknya.
Shena berusaha melawan dan memberontak, namun usahanya gagal total karena Leo punya tubuh tinggi atletis yang kekar dan sangat kuat. Tidak mungkin ia ditumbangkan dengan mudah oleh cewek mungil seperti Shena. Apalagi si Leo ini dijuluki sebagai gengsternya mafia.
“Mau kemana kita?” tanya Shena begitu ia di dudukkan di bangku kursi kemudi oleh Leo.
“Geser!” bentak Leo. Bukannya menjawab pertanyaan Shena, Leo malah menyuruh gadis itu menggeser tempat duduknya yang berada di balik kemudi.
Shena berniat tidak bergeming dari tempat duduknya. Ia menatap tajam Leo yang memaksakan tubuhnya agar Shena mau bergeser.
“Jadi kamu nggak mau geser? Oke, fine ... kamu yang minta. Aku hanya menuruti kemauanmu, aku juga tidak keberatan kalau kamu pengen melakukannya di sini. Yah, meskipun sebenarnya aku ingin meresmikan hubungan kita beberapa tahun lagi. Kalau dipikir-pikir, nggak ada salahnya sih, mau dilakukan sekarang atau nanti.” Leo mulai menanggalkan jaketnya, lalu membuka kancing kemejanya satu persatu dan memamerkan dada bidangnya yang lebar.
Shena bingung dengan maksud perkataan Leo. “Ini orang maksudnya apa sih? Ngapain dia buka baju, coba?” pikir Shena dalam hati.
“Ayo! Buka baju kamu!” Leo menatap Shena dengan tajam penuh amarah.
“Hah? Elo ... eh, kamu gila, ya? Ngapain kamu nyuruh aku buka baju di sini?” Shena masih bingung dengan apa yang diucapkan Leo.
“Kan kamu sendiri yang nggak mau geser, Sayang ... aku akan menyetir sambil memangkumu, sekaligus kita bisa melakukannya sambil berkendara. Itu kan yang kamu minta?”
“Apaaaa?” teriak Shena. Ia baru ngeh setelah Leo melepaskan kemejanya dan melemparkannya tepat di wajah Shena. “Kamu bener-bener br3ngsek, ya? Kamu nggak mikir apa? Ini tempat apa? Bisa-bisanya kamu bicara seperti itu!” Shena mulai meluapkan emosinya.
Bagus, sekarang kayaknya aku sudah mulai terbiasa mengumpat gara-gara cecunguk gila ini.
“Memang kenapa? Kamu kan yang minta?” Leo masih bersikap lembut pada Shena meski gadis itu terlihat marah.
“Nggak!” bentak Shena langsung.
Leo mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Shena yang langsung membuat gadis itu gemetar ketakutan. Leo mengurung Shena dalam rentangan kedua tangannya dan menatap wajah kekasihnya seolah ingin mencium bibir gadis itu. Shena yang malang hanya bisa berpaling tanpa bisa berkutik.
“A-apa ... yang akan ... ka-mu ... lakukan? Ini adalah tempat umum.” Shena merasa gugup dan berusaha menghindar dari dekapan Leo.
“Memangnya kenapa kalau ini tempat umum? Aku tidak peduli.” Leo terus mendekap tubuh mungil Shena. Gadis itu berkeringat ketakutan, dada bidang Leo menempel erat dengan dadanya. gadis itu ingin menangis dan berteriak, tapi jika ia melakukanya, Leo akan melakukan aksi yang lebih nekat lagi dari ini.
Harusnya aku tadi tidak membangunkan singa yang sedang tidur. Nyesel banget aku!
“Aku akan menggeser tempat dudukku, ku mohon ... lepaskan aku,” ucap Shena dengan nada gemetar.
“Kenapa nggak daritadi? Tapi ini sudah terlambat. Aku sedang ingin melakukannya di sini. Sekarang!” bisik Leo di telinga Shena. Gadis itu bergidik ngeri karena Leo tidak mau berhenti mendekatkan tubuhnya pada Shena. Dekapan Leo malah semakin menguat membuat Shena jadi kesulitan bernapas.
Shena sangat malu sekali, karena sudah banyak orang yang berlalu lalang menyaksikan apa yang mereka lakukan, bahkan mereka semua menatap jijik sambil melontarkan kalimat pedas yang menyakitkan telinga bila mendengarnya.
“Dasar gak tahu diri! Pagi-pagi sudah bikin mata emosi!” ucap salah satu ibu-ibu yang baru saja pulang berbelanja.
“Ck ck ck ... anak muda zaman sekarang emang nggak tahu malu, ya? Bisa-bisanya mereka melakukan hal gila seperti itu di tempat umum.” ucap ibu-ibu yang lainnya.
“Mungkin mereka nggak tahan kali ....” tambah yang lain.
“Bisa jadi mereka nggak punya uang buat nyewa hotel, kasian amat.” ibu-ibu yang satu ini terdengar nyelekit omongannya.
Mendengar komentar terakhir dari ibu-ibu yang bergunjing di belakang, membuat wajah Leo jadi memerah karena marah. Sepertinya ia sangat tersinggung kalau dikatai tidak punya uang. Padahal Leo adalah ‘anak sultan’ yang paling terkenal di kampus. Ayahnya saja merupakan salah satu orang terkaya di negara ini.
Leo langsug melepaskan pelukannya dari Shena dan berjalan mendekati kerumunan ibu-ibu yang berdiri di belakangnya.
“Kalian semua nggak ada kerjaan lain apa? Urus saja rumah tangga kalian sendiri sana? Jangan ikut campur urusan orang lain!” bentaknya.
“Eeehhh ... dasar anak nggak tahu diri! Bukannya belajar malah melakukan perbuatan terlarang.” Balas salah satu ibu-ibu itu.
“Suka-suka gue dong ... elo semua bukan emak gue! Ngapain lo ngatur-ngatur hidup gue! Liat aja ntar! Suami-sauami elo bakal gue bikin kehilangan pekerjaan supaya elo nggak sibuk ngurusin urusan orang lain,” ancam Leo dengan nada kesal sehingga ia memakai bahasa yang kurang sopan.
Para ibu-ibu rempong itu melengos begitu saja meminggalkan Leo yang terlihat kalap.
Leo mendekati Shena lagi dan gadis itu langsung bergeser cepat dari kursi kemudi tanpa menunggu perintah dari Leo. Shena tidak ingin kejadian intim tadi terulang lagi. Meski agak kesal dengan komentar nyinyir ibu-ibu di belakang, tapi Shena sangat berterimaksih pada mereka, karena berkat mereka pula Leo mau melepaskan Shena.
Kali ini aku selamat. Syukurlah!
Brakkkk!
Leo menutup pintu mobil dengan kencang sampai terdengar bunyi yang keras. Kalau saja mobil ini bukan mobil mahal, mungkin pintu itu sudah langsung patah akibat pemiliknya menutup pintu itu terlalu kasar.
Wajah Leo sangat kesal sewaktu ia menyalakan mesin mobil dan membawa Shena pergi entah ke mana. Saat ini, Shena harus lebih hati-hati saat bicara dan bertindak, karena jika ia melakukan sedikit kesalahan seperti tadi, ia pasti bakal dalam bahaya besar. Leo, playboy yang terkenal l*kn*t ini bisa memakan Shena hidup-hidup dan itu artinya ia juga akan berakhir seperti mantan-mantannya yang lain.
“Bisa antar aku pulang ke kekontrakan lagi? Aku tidak ingin ke kampus dengan memakai baju tidur seperti ini. Aku juga harus mengambil buku-bukuku,” ucap Shena lirih, ia tidak ingin merusak suasana hati Leo lagi.
Sepertinya setelah ini aku harus pindah kontrakan agar Leo tidak bikin onar lagi. Ibu-ibu yang tadi, pasti bakal menggunjingku setiap hari jika aku masih berada di situ.
Leo melirik pacarnya sekilas. “Siapa bilang kamu akan pergi kuliah. Kita akan ke suatu tempat. Kamu sudah cantik meski hanya memakai baju tidur. Aku baru tahu, kamu lebih mirip anak ayam jika rambutmu awut-awutan begitu?” Leo mulai tersenyum. Sepertinya suasana hatinya sudah mulai kembali baik berkat seseorang yang kini sudah jadi pacarnya walaupun dengan cara di paksa.
“Kamu bilang aku cantik ? tapi kamu juga bilang aku mirip anak ayam. Mana ada wanita cantik mirip anak ayam?” Shena mulai protes.
Leo tertawa. “Kamu benar, meski kamu mirip anak ayam, kamu tetaplah cantik. Itu maksudku. Terima kasih sudah bisa membuatku tertawa lagi.” Leo kembali fokus menyetir.
Shena tidak bisa berkata apa-apa, ia merutuk dirinya sendiri karena harusnya, semalam ia ikut Laura saja pulang kerumahnya sehingga ia tidak perlu bertemu dengan Leo lagi. Ia sudah berniat untuk melarikan diri dengan berusaha menghindar dan tidak bertatap muka langsung dengan Leo. Tapi ternyata prediksinya salah, ia lupa kalau Leo adalah orang yang suka bertindak nekat. Mendapatkan alamat kontrakan Shena adalah hal yang sangat mudah baginya.
“Kamu akan membawaku kemana?” tanya Shena mulai sedikit khawatir kalau Leo akan melakukan hal gila diluar dugaan.
“Kita akan jalan-jalan, Sayang ... untuk merayakan hari jadian kita. Semalam aku tidak bisa merayakannya denganmu, karena kamu masih syok. Jadi aku biarkan kamu sama Laura sementara. Tapi hari ini, kamu milikku. Hanya milikku ... oke!”
“Tapi kan aku harus kuliah dan aku nggak mau bolos kuliah. Buang-buang waktu tahu, nggak?” Shena berusaha membantah.
“Karena itu aku ingin kali ini kamu bolos kuliah demi aku, oke! Karena aku juga bolos kuliah demi kamu.” Leo masih bisa bersikap tenang.
Shena tidak berani membantah lagi, dia takut Leo akan melakukan hal gila kalau dia sampai menentangnya.
Dia benar-benar tidak waras. Apa yang harus aku lakukan supaya dia mau melepaskanku!
Shena memikirkan cara supaya ia bisa terbebas dari Leo. Namun saat ini, pikirannya sedang buntu sehingga ia tidak bisa menemukan cara apapun.
Tiba-tiba Shena teringat sesuatu. “Boleh aku bertanya?” Shena mulai penasaran saat mengingat kejadian tadi pagi.
“Apa?” Leo hanya fokus menyetir.
“Apa kamu serius ingin membuat pengangguran para suami ibu-ibu yang tadi?”
Leo hanya diam, pandangannya lurus ke depan. “Kita lihat saja nanti,” ujarnya.
****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 220 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Ceritanya bagus thor aku suka, Shena harus di beri peran gadis yg tegas dan kuat,gadis yg gak bisa ditindas,Apa lagi sama Leo yg notabene nya playboy cap kadal..
2023-05-30
0
Mara
Pakai jaringan mafianya nih si Leo buat selesain nasib emak emak lemes
2023-04-22
0
Siti Rohmah
wahh sena knp kmu
2023-01-03
0