“Ba-bagaimana bisa, kamu ... ada di sini?” tanya Shena dengan gugup.
Shena terkejut melihat Leo sudah ada didepannya. Tidak dapat dipungkiri kalau ada sedikit kelegaan di hati Shena. Tanpa sadar gadis itu jadi merasa aman karena bisa bertemu dengan Leo di saat-saat genting seperti ini.
“Karena aku selalu bisa menemukanmu kemanapun kamu pergi, bahkan jika kamu melarikan diri ke ujung dunia sekalipun, aku pasti bisa menemukanmu,” tandas Leo sambil menyunggingkan senyumnya.
Shena hanya bisa diam, tidak ada yang bisa ia katakan saat ini. melihat mata Leo yang memerah karena marah membuat Shena jadi kembali ketakutan. Ia takut Leo akan melakukan tindakan yang mengejutkan lagi dan lebih parah dari tadi pagi.
Apa hanya ini jalan takdirku? Kalau tidak di kepung penjahat ya di makan serigala seperti Leo? Malang banget nasibku ini. Oh Ibu, dosa apa yang sudah aku perbuat sehingga aku harus dihadapkan dengan hidup yang berat seperti ini? batin Shena.
“Di sini kau rupanya, ha? Mau lari ke mana kau?” tiba-tiba para preman itu sudah berdiri di belakang Shena.
Leo yang melihat preman-preman tak dikenal itu bertanya pada Shena, “Siapa mereka?” tanyanya penasaran.
Shena hanya menggeleng, “Aku tidak tahu, mereka ingin menangkapku dan akan menjualku kepada para lelaki hidung belang yang tak ku kenal, tapi aku berhasil kabur sampai kemari sebelum mereka bisa membawaku lebih jauh lagi.” Shena berbalik badan menghadap para preman itu dan melangkah mundur agar bisa sejajar dengan Leo. Secara tidak langsung, gadis itu meminta perlindungan dari Leo.
“Mundurlah ke belakang, dan jangan kabur lagi. Jika kau melanggar lagi maka, aku akan membunuhmu, “ tegas Leo.
Tanpa diancampun Shena memang tidak akan berniat kabur lagi dari Leo, meski Leo sebelas dua belas dengan mereka, tapi cowok itu masih bisa membuatnya aman meski kadang ia di buat ketakutan olehnya. Karena itulah Shena mengangguk menuruti kata-kata Leo untuk pertama kalinya secara sukarela tanpa dipaksa.
“Aku akan tetap di sini, aku janji,” ucap Shena tak kalah tandas juga dari Leo.
Leo diam tanpa suara, tangannya mengepal dan tatapannya sangat menakutkan. Meski saat ini Leo terlihat sangat marah, entah mengapa di mata Shena, sikap Leo terlihat berbeda dari biasanya.
“Bawa gadis itu kemari!” perintah salah satu preman pada preman lainnya.
“Beraninya kalian mengusik kekasihku! Mau cari mati, ha? Dasar B4jingan” teriak Leo menggelegar.
Para preman itu tak gentar dengan teriakan Leo. “Siapa kau! Jangan ikut campur urusan kami, minggir kau dari situ jika kau masih sayang nyawamu!” teriak salah satu preman yang berbadan gempal.
“Langkahi dulu mayatku, itupun jika kalian bisa!” Leo menatap para preman itu satu persatu dengan penuh amarah. Aura membunuh dalam diri Leo pun keluar.
“Dasar bocah ingusan! Mau sok-sok an di sini, ha?” preman itu mengarahkan teman-temannya untuk segera membantai Leo.
Ada sekitar tujuh sampai sepuluh orang yang menyerang Leo bersamaan, tapi tidak ada satu pun dari mereka yang berhasil melukai Leo. Dengan sigap Leo selalu menangkis setiap serangan yang diarahkan kepadanya. Leo masih tetap berdiri kokoh di tempatnya tanpa mengalami luka-luka. Padahal ia sedang di serang secara bertubi-tubi. Ia bahkan tidak beranjak dari posisinya semula. Sedangkan para preman itu sudah kualahan menghadapi Leo yang selalu lolos dari serangan mereka.
“Kenapa berhenti? Apa kalian sudah lelah?” Leo tersenyum sinis. “Hanya seginikah kekuatan kalian? Aku bahkan belum melakukan apa-apa, tapi kalian semua sudah kelelahan, padahal kalian menyerangku bersamaan. Dasar cemen!” Leo semakin membuat para preman itu naik pitam. Ia sengaja mengolok-olok para preman yang sudah mencoba menyakiti kekasihnya.
“Diam kau bocah tengik, beraninya kau menghina kami.” Teriak salah satu preman dengan napas ngos-ngosan.
“Kau yang diam, bodoh! beraninya kalian mengganggu kekasihku. Aku tidak akan mengampuni kalian semua! dasar brengsek!” teriak Leo menggelegar. Cowok itu berlari ke arah semua preman dan langsung menghujani pukulan mematikan pada para preman itu satu persatu.
Preman pertama yang mendapat hadiah bogem dari Leo adalah preman yang bertubuh gempal. Sekali tampol, preman itu langsung terpental jauh dan pingsan begitu mendarat mulus di tanah.
Preman yang lainnya pun ikut menyerang bersamaan, dan semuanya mendapat tendangan beruntun dari kaki besi Leo yang tepat mengenai wajah mereka. Kepala mereka semua bahkan mengalami patah leher akibat tendangan Leo. Semuanya terlempar jauh dari posisi mereka sebelumnya. Dalam hitungan detik, mereka sudah tidak bisa berdiri lagi. Beberapa diantara mereka langsung tidak sadarkan diri, sedangkan sisanya merintih kesakitan.
Ada salah satu preman yang fisiknya lebih kuat dari yang lainnya sehingga preman itu mencoba berdiri dan melarikan diri. Leo hampir saja berlari mengejarnya, tapi suara Shena yang memanggilnya membuatnya berhenti melangkah,
“Leo ...,” teriak Shena. “Hentikan! Jumlah mereka sangat banyak. Jangan cari masalah dengan mereka. Sebaiknya kita lapor polisi saja.” Shena serius saat mengatakannya. Gadis itu khawatir kalau Leo akan di keroyok oleh para preman yang jumlahnya bejibun jika Leo mengejar preman yang melarikan diri itu.
Leo membuat para preman yang masih sadar ketakutan dan langsug berlari tunggang langgang layaknya baru saja bertemu dengan setan. Mereka semua meninggalkan teman-temannya yang masih terkapar karena pingsan.
Leo menatap Shena yang berdiri dengan rasa cemas yang amat sangat. Ia membiarkan para preman itu meninggalkan tempat ini. Ia mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.
“Ini aku ... aku berada disebuah perkampungan kumuh ... selidiki tempat ini dan lakukan satu hal untukku ... tidak, aku baik-baik saja, aku ingin kau menemukan seseorang ... iya, kau benar. Cepatlah! Aku ingin tahu siapa mereka ... aku tunggu kabar darimu.” Leo menutup sambungan teleponnya, setelah berbicara dengan salah satu anak buah Leo.
Perlahan, Leo mendekati Shena yang terlihat sangat berantakan. Cowok itu bisa membayangkan apa yang terjadi pada gadis yang di cintainya itu. Shena pasti mengalami kesulitan menghadapi komplotan para preman yang baru saja dihajarnya.
Shena terlihat gemetar ketakutan, Leo menatap nanar mata Shena dan menyayangkan dirinya yang tidak bisa datang lebih cepat untuk menyelamatkan Shena.
Sial, apa saja yang sudah dilakukan preman itu pada kekasihku sehingga ia jadi kacau gini?
“Kau tidak apa-apa?” Leo memegang pipi Shena yang basah karena air mata.
Shena hanya mengangguk tanpa bicara, ia menatap Leo untuk pertama kali sejak mereka bertemu. Shena menjadi bingung sekarang, harusnya Leo memarahinya karena sudah berusaha melarikan diri darinya. Tapi cowok yang ada di depannya ini malah mengkahwatirkan keadaanya bahkan terlihat jelas di matanya kalau Leo seakan bersalah padanya.
Tiba-tiba saja Leo memeluk Shena dengan erat. Cowok itu bisa merasakan tubuh mungil kekasihnya masih gemetar ketakutan. Leo berusaha membuat Shena tenang dengan memeluknya.
“Jangan takut, mereka tidak akan pernah bisa menyakitimu lagi. Aku akan buat perhitungan dengan mereka semua karena sudah membuatmu seperti ini.” kata-kata Leo memang berhasil membuat Shena sedikit tenang.
Shena sangat senang melihat aksi Leo saat menghajar para preman tadi. Ia mirip dengan Steven Chou yang berlaga di film Kungfu Hustle. Dalam hatinya, ia merasa sedikit kagum akan gelar gengster Leo. Tidak salah jika dia dijuluki sebagai mafia kampus. Sebab, Leo memang jago sekali berkelahi.
“Kenapa kamu cuma diem aja? Apa mereka sudah menyakitimu?” Leo masih merasa cemas.
“Tidak, aku bisa menjaga diriku sebelum mereka benar-benar menyakitiku. Karena itulah aku bisa kabur,” terang Shena malu-malu.
“Oh iya? Apa yang kamu lakukan sama mereka?” Leo jadi penasaran, keberanian seperti apa yang bisa dilakukan gadis polos ini untuk menghadapi para preman itu.
“Aku menendang alat vital mereka sehingga pedangnya mungkin tidak akan pernah bisa bangun lagi. Kalaupun bisa, pasti membutuhkan waktu lama.” dengan bangganya Shena menjelaskan hal agak intim pada Leo tanpa sadar, bahkan ia melepaskan pelukan dari Leo saking semangatnya.
“Pedang? Pedang apa?” tanya Leo sambil mengerutkan dahinya karena tidak mengerti arti kata-kata Shena.
Ups, sepertinya aku salah bicara. Aku lupa sedang bicara dengan siapa.
“Bukan apa-apa, lupakan saja.” Shena meringis dan berjalan membelakangi Leo. Ia malu sendiri karena sudah keceplosan bicara.
“Berhenti! Kamu harus jelaskan pedang apa yang kamu maksud barusan! Jangan membuatku penasaran. Katakan! Pedang apa?” paksa Leo.
Shena berbalik arah menghadap Leo. “Ehm ... itu adalah semacam gagang.” Shena bingung harus menggunakan bahasa apa.
“Gagang apa?” Leo masih saja tidak mengerti.
“Sosis, aduh apa ya ... pisang!” Shena masih memutar bola matanya untuk memikirkan kata-kata yang tepat untuk Leo.
“Kau ini lapar atau apa? Apa hubungannya pedang dengan sosis dan pisang?” Leo semakin bingung dengan jawaban Shena.
Shena sudah tidak tahu istilah apalagi yang harus ia gunakan supaya Leo bisa mengerti maksud kata-katanya. “Etalibun!” ceplos Shena.
Leo terdiam sejenak, tiba-tiba saja ia menggamit lengan Shena dan menyeretnya pergi. “Sepertinya otakmu sudah kongslet, aku sama sekali tidak mengerti bahasa apa yang kamu gunakan itu. Aku akan membawamu ke rumah sakit jiwa supaya kamu bisa kembali waras.”
Shena mau mengomel, tapi Leo sudah mengancamnya lebih dulu sehingga gadis itu tidak jadi bicara.
“Diam dan jangan protes jika kamu tidak ingin aku cium di sini.” Leo terlihat serius saat mengatakannya.
****
Jangan lupa komen, vote dan like ya ... terimaksih ...
Happy reading ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 220 Episodes
Comments
Abinaya Albab
playboy kelas berat istilah² begitu gk ngerti ya Shen 🤭
2023-09-19
0
Qaisaa Nazarudin
Maaf thor,Harusnya cerita kamu ini menyeramkan dan sadis Tapi sorry aku hanya bisa ngakak dan ketawa mulu dr tadi bacanya,aksi kekonyolan Shena,gemes juga dgn tingkah Shena..🤣🤣🤣🙏🏻🙏🏻
2023-05-30
0
Mara
Hadir kembali setelah lebaran....eh langsung ngomongin etalibun🤣🤣🤣
2023-04-25
0