episode 2 Terpaksa

"Ikut aku!" ucap cowok yang bernama Leo itu dengan pelan tapi tandas begitu lampu senter terarah padanya.

Setelah memastikan Shena mau mengikutinya, ia berbalik badan dan melangkah menaiki tangga tanpa menghiraukan raut ekspresi Shena yang dipenuhi dengan sejuta macam pertanyaan.

Anehnya, begitu Shena mengikuti Leo, semua lampu kembali menyala dan keadaan kembali menjadi terang. Namun, kondisinya tetap sama, sangat sepi dan tidak ada siapa-siapa, hanya ada mereka berdua.

Meski masih bingung dan tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini, Shena tidak punya pilihan lain, ia harus tetap mengikuti Leo yang entah membawanya ke mana.

Bagaimana caranya ia ada di sini? Pikir Shena.

Shena ingin mencari tahu ada apa di balik peristiwa aneh ini, dan hilangnya Laura yang secara tiba-tiba tanpa ia ketahui bagaimana caranya.

"Kenapa kamu ada di sini? Mana yang lainnya?" Shena mulai bertanya untuk mengurangi rasa penasarannya.

Leo tidak menjawab, Ia terus melangkah maju tanpa berbicara sepatah katapun. Ia juga tidak menoleh sedikitpun, pandangannya tetap lurus menatap anak tangga yang terus naik menuju lantai atas. Entah sekarang sudah sampai di lantai berapa.

Shena mengenal sangat siapa laki-laki ini. Dia adalah sahabatnya Roy yang terkenal playboy dan suka gonta ganti cewek. Karena itu, sebisa mungkin Shena menghindari cowok ini dan jangan sampai berurusan dengannya. Namun tidak disangka, sekarang ia malah terjebak dengannya, di gedung ini, hanya berdua.

Shena cuma bisa berharap semoga tidak ada hal buruk yang akan menimpanya mengingat saat ini ia sedang bersama dengan Leo, si buaya darat yang paling terkenal di kampus ini.

"Kita mau ke mana? Kamu lihat Laura, kan? Kamu tahu di mana dia, kan?" Shena masih saja penasaran.

Tetap tidak ada jawaban. Meski begitu, Shena terus mengajukan pertanyaan sampai Leo mau menjawabnya walaupun ia tahu kalau usahanya itu hanya akan sia-sia.

Shena baru bisa berhenti bertanya ketika Leo membuka sebuah pintu yang terbuat dari kaca. Begitu pintu tebal itu terbuka, udara dingin mulai menyerang tubuh Shena. Meski ia sudah memakai jaket tetap saja ia menggigil karena kedinginan. Setelah melewati pintu, barulah Shena sadar, ada di mana dia sekarang, mereka berdua ada di atap teras gedung paling atas, tepatnya di lantai tujuh.

"Ngapain kita ke sini?" Shena mulai bertanya lagi. Sebenarnya Shena merasa takjub karena atap gedung ini sangat menarik. Dari atas sini Shena bisa melihat bulan dan bintang-bintang yang bersinar terang. Namun, ia tidak bisa menikmati suasana ini karena Leo masih saja tidak mau bicara dengannya.

Leo masih juga belum menjawab. Ia berjalan lurus menuju pagar pembatas teras, berbalik badan lalu menatap Shena dengan tajam. Jarak keduanya hanya sekitar 5 meter saja.

Shena sendiri tidak mengerti dengan apa yang di lakukan Leo. Ia memandang sekeliling tempat itu dan betapa terkejutnya ia setelah melihat semua teman-teman sekelasnya berkumpul jadi satu di suatu tempat di pojok pinggir bibir lantai sebelah kanan.

Sekali lagi Shena memastikan penglihatannya dengan mengusap-usap matanya, berharap bahwa apa yang ia lihat hanyalah khayalannya saja, tapi kali ini ia benar-benar yakin, mereka semua adalah teman kuliah yang sekelas dengan Shena. Tidak hanya itu, yang ada di sana bukan hanya teman-teman sekelasnya saja, tetapi juga bersama orang lain yang wajah-wajah mereka juga tidak asing lagi bagi Shena. Mereka semua adalah anak-anak teknik, dan mereka semua menyandera teman sekelas Shena dengan mengikat tangan mereka menggunakan tali tambang manila, sedangkan mulut mereka di sumpal dengan kain. Mereka juga menyandera Laura.

Apa aku tidak salah lihat? Anak-anak teknik itu menyandera semua teman-temaku? gumam Shena dalam hati.

Apa yang ada dalam pikiran Shena memang benar. Anak-anak teknik itu menyandera semua teman-teman Shena yang satu kelas dengannya, tanpa ada satupun yang terlewat. Bahkan yang terlihat sedang sakit pun ikut tersandera juga.

"Apa yang kalian lakukan?" Shena hendak melangkah menghampiri teman-temannya, tapi langkahnya dihentikan oleh Leo.

"Berhenti,” cegah Leo. “Kalau kamu melangkah sedikit saja, maka teman-temanmu akan mati!" teriak Leo yang tetap bersandar di pagar pembatas gedung dengan santai. Seketika itu Shena menghentikan langkahnya dan mengurungkan niatnya untuk maju. Ia bergeser menghadap Leo dan menatap cowok itu dengan penuh kemarahan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.

"Apa maksudnya ini?" Shena mencoba menahan emosi. Suaranya sampai bergetar saking marahnya.

"Maksudnya baik?" Leo menjawab kemarahan Shena dengan tenang dan masih saja santai seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

"Baik? Kamu bilang yang kamu lakukan ini, baik? Ini kriminalitas, tahu? Kamu gila, ya? Untuk apa kamu menyandera mereka?" bara api dari suara Shena terdengar menggelegar.

Shena tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang, tapi ia berusaha menerima kenyataan ini dengan kepala dingin, ia tidak ingin negatif thinking dulu sebelum ia tahu, apa maksud dan tujuan Leo melakukan semua ini.

"Gila? Mungkin juga." Leo melangkah mendekati Shena dengan cepat. "Dan itu semua gara-gara kamu," ujarnya tepat di depan wajah Shena.

"Aku? Kenapa denganku?" Shena berusaha bersikap tenang meski ia sendiri terkejut bahwa yang menyebabkan Leo menyandera teman-temannya ini adalah dirinya. Shena tidak mau bertindak gegabah, ia tahu benar, dalam situasi yang seperti ini, jika ia melakukan sedikit kesalahan maka teman-temannya bisa dalam bahaya besar, karena itu sebisa mungkin ia tidak boleh terbawa emosi. Shena berusaha meredam amarahnya sambil menghembuskan napas berat.

Aku tahu siapa Leopard, ia tidak akan pernah main-main. Menyandera, memaksa, bahkan membunuh juga mungkin bisa saja dilakukannya.

"Iya, semua yang aku lakukan ini gara-gara kamu. Kamu tahu, kenapa? Itu karena ... aku mau ... kamu ... jadi pacar aku! Se-ka-rang! Titik dan nggak pakek koma." Leo menjawab pertanyaan Shena dengan lantang.

Deg ... jantung Shena berdetak dengan kencang mendengar alasan Leo di balik aksi gilanya ini.

"Apa? Elo ... eh, kamu gila, apa? Kamu nggak lagi mabok, kan? Kamu melakukan ini cuma pengen aku jadi pacar kamu? Nggak salah? Ini nggak mungkin, elo ... eh kamu pasti cuma bercanda. Ini sama sekali nggak lucu." Kali ini Shena tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya lagi sampai nada bicaranya jadi tidak karuan. Begitu juga dengan teman-temannya yang sedang disandera.

“Iya, dan aku tidak mau jawaban ‘tidak’!” tandas Leo. Cowok itu terlihat sangat serius saat mengatakannya.

Ternyata, tujuan Leo menyandera semua teman-teman sekelasnya hanya untuk memaksa dirinya agar mau menjadi pacarnya. Benar-benar tidak bisa dipercaya.

"Kamu bener-bener gila atau apa, sih? Untuk apa kamu melakukan semua ini? Hanya supaya aku mau jadi cewek kamu? Kamu buta, ya? Kamu nggak liat banyak cewek-cewek di kampus ini yang jauh lebih pantes jadi pacar kamu? Kenapa kamu paksa aku dengan cara konyol seperti ini, ha? Pakai acara penyanderaan segala, asal kamu tahu, ya ... aku sama sekali nggak suka sama kamu. Dasar buaya darat yang nggak punya perasaan! " Shena tidak bisa lagi menahan emosinya. Ia terpaksa harus mengeluarkan kata-kata kasar seperti itu meskipun sebenarnya ia tidak terbiasa mengatakannya.

"Iya! Aku memang nggak punya perasaan! Mau tahu kenapa? Karena buaya darat ini pengen kamu yang jadi pacarku, bukan yang lainnya, dan kalau aku minta kamu baik-baik, kamu nggak akan pernah mau. Jadi, hanya ini satu-satunya cara supaya kamu mau jadi pacarku, karena kalau tidak, kamu tahu sendiri akibatnya." nada suara Leo terdengar seolah mengancam.

"Kamu ...." Shena ingin sekali mengumpat untuk melampiaskan emosinya. Tapi ia tidak bisa mengeluarkan kata-kata kasar seperti itu. "Ini pemaksaan tahu, dan ini juga pengancaman!"

"Pintar, kamu suka aku atau nggak, itu urusan belakang, yang terpenting sekarang adalah ... jawab secepatnya!” teriak Leo yang mengagetkan semua orang termasuk Shena juga. “Aku nggak mau semaleman ada di sini. Udara di sini dingin banget dan juga banyak dedemitnya. Kecuali kalau kamu ingin menyaksikan teman-temanmu loncat dari sini satu persatu untuk jadi teman mereka!" Leo menatap Shena dengan tajam dan menunggu jawaban dari gadis yang sudah berhasil merebut hatinya.

Shena masih terdiam. Air matanya mengalir menahan emosi. Ingin rasanya ia menghajar cowok yang ada di depannya ini, tapi ia tidak bisa melakukannya, sebab nyawa teman-temannya bisa melayang begitu saja.

Leo ini, selain terkenal playboy juga sangat berani dan nekat. Menolaknya, sama saja dengan bunuh diri.

“Apa kamu sadar dengan tindakan yang kamu lakukan ini? Kamu bisa di penjara atas tuduhan penculikan, pemaksaan dan juga pengancaman ... sadar nggak, sih?” teriak Shena sambil menangis saking marahnya.

"Sadar,” jelas Leo sambil masih terus menatap Shena. “Tapi aku nggak peduli, saat ini yang kamu cemaskan bukan aku, tapi teman-temanmu ini. Nyawanya ada di tangan kamu, gimana? Mau mulai pertunjukannya sekarang?"

Shena tetap bungkam. "Dasar curang, orang gila! Nggak waras!" gerutunya.

Leo sudah tidak sabar menunggu jawaban dari Shena. Ia hanya tersenyum kecut mendengar gerutuan gadis yang berdiri kaku di depannya. Ingin sekali Leo memeluk gadis itu dengan erat, namun hasrat itu ia tahan karena ada banyak sekali orang yang melihat mereka.

"Bran!" Leo memanggil salah satu temannya. "Bawa Laura!" Brandon menyeret Laura ke pinggir loteng. Gadis itu menjerit menolak dan berusaha berontak.

“Eh ... eh ... elo mau ngapain? Lepasin! Jangan pegang-pegang!” sumpalan mulut Laura terlepas sehingga ia bebas berteriak saat tubuhnya tiba-tiba di seret paksa oleh Brandon menuju bibir loteng. Sayangnya, gadis itu tidak bisa berbuat apa-apa karena kalah tenaga dengan Brandon yang berbadan gempal.

Satu hal yang membuat Laura bingung adalah tidak ada seorangpun yang bisa menolongnya, bahkan Shena dan teman-temannya yang lain juga tidak bisa berbuat apa-apa. Sekarang, hanya tinggal menunggu keputusan dari Shena saja.

Laura memberi isyarat kepada sahabatnya dengan menggelengkan kepala agar Shena tidak menuruti kemauan Leo dengan anggapan semua ini hanya sekedar ancaman belaka. Namun, Shena tidak bisa membaca isyaratnya.

Satu-satunya yang menjadi harapan Laura adalah Roy segera datang menolongnya. Namun, kekasihnya itu tidak terlihat di sini sejak dirinya di bawa ke mari.

Ada di mana Roy sekarang? Apa ia juga terlibat dalam kospirasi ini? Laura mencemaskan di mana Roy sekarang.

"Apa yang kamu lakukan?" Bentak Shena yang tidak terima melihat Laura di seret mendekati bibir lantai. Pandangan Shena memang terpusat pada Laura tetapi pikirannya tidak.

"Makanya kamu jawab sekarang!" Leo balas membentak. "Atau kamu bakal jadi saksi temen kamu sebagai tamu penghormatan pertama pertunjukan ini!"

“Tapi dia pacarnya, Roy! Temen kamu sendiri? Masa elo ... eh kamu tega sama dia?” Shena ingin sekali menjerit saat mengatakan itu.

“Aku nggak peduli! Mau dia pacar temen atau saudara, yang penting adalah apa yang aku inginkan terwujud bagaimanapun caranya.” Leo menatap tajam mata Shena.

Leo? Kau sungguh sudah tidak waras? Ada, ya? Manusia gila sepertimu? Dasar psikopat! jerit Shena dalam hati.

Shena menatap sekilas wajah-wajah sahabatnya yang ketakutan. Ingin rasanya ia menggampar cowok yang ada di depannya ini karena sudah menyakiti teman-temannya, tapi ia tidak bisa melakukannya. Tidak ada pilihan lain selain menuruti kemauan Leo.

Sudah tidak ada jalan lain lagi, juga sudah tidak ada waktu lagi. Shena mulai menyerah agar teman-temannya tidak terluka karena dirinya.

"Oke ... oke, lepasin dia, aku mau ... aku mau jadi cewek kamu, aku mau." Shena menunduk lesu dan pasrah.

Hatinya benar-benar sakit dan semakin benci melihat Leo. Ia tahu sudah tidak ada pilihan lain lagi baginya. teman-temannya jauh lebih penting dari apapun.

"Bagus. Mulai detik ini, kamu resmi jadi cewekku. Sampai di sini dulu, Sayang. Sampai ketemu lagi, oke! Dan saat kita ketemu nanti, kamu harus lebih siap dari ini." Leo mengecup kening Shena yang membuat gadis itu bergidik mundur darinya.

Leo hanya tersenyum sinis melihat aksi cewek barunya itu, ia lalu memberi syarat pada Brandon dan pasukannya untuk melepaskan Laura dan teman-temannya. Setelah itu, Leo dan komplotannya, meninggalkan tempat ini tanpa bicara apa-apa.

“It’s oke kalau kamu bersikap kasar seperti ini. Aku paham, tapi lain kali ... tidak ada toleransi!” bisik Leo di telinga Shena.

****

Visual ada di episode 66 ...

mohon dukungan untuk like, rate bintang 5, vote dan komentarnya ya ... trimakasih🙏

Terpopuler

Comments

yeonjunlope

yeonjunlope

hahaa harus bgt nyandra gitu 🤣

2024-01-24

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Kalo gitu Shena kamu kasih aja syarat ke Leo,Kalo dia mau kamu jd pacarnya dia gak boleh pacaran sama cewek mana pun,gak holeh ada hubungan apapun,Gimana,liat aja dia setuju apa gak,secara dia kan playboy,mana bisa dia hidup dgn satu cewek,,

2023-05-30

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Harusnya kamu turun aja,ngapain bego ngikutin dia..kalo diapa apaiin siapa yg nolongin kamu,udah tempatnya sepi lagi ck🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️

2023-05-30

0

lihat semua
Episodes
1 episode 1 Kejutan
2 episode 2 Terpaksa
3 epidode 3 Amarah
4 episode 4 Tamu tak Diundang
5 episode 5 Itik Buruk Rupa yang Berubah jadi Angsa
6 episode 6 Salah Langkah
7 episode 7 Kabur
8 episode 8 Terjebak
9 episode 9 Ketemu
10 episode 10 Aksi laga Leo
11 episode 11 Dipaksa Menikah
12 episode 12 Pesta
13 episode 13 Rencana Besar Leo
14 episode 14 Fakta Mencengangkan
15 episode 15 Tantangan dan Kesepakatan
16 episode 16 Karpet Merah
17 episode 17 Pertunangan
18 episode 18 Pasangan Paling Serasi
19 episode 19 Ada Apa dengan Shena
20 episode 20 Bulan Tertusuk Ilalang
21 episode 21 Cinta dan Amarah
22 episode 22 Berita Heboh
23 episode 23 Cinta Ditolak Amarah Bertindak
24 episode 24 Shena vs Putri
25 episode 25 Sadis tak Kenal Ampun
26 episode 26 Ada Hati yang Dijaga
27 episode 27 Bidadari dari Surga
28 episode 28 Tuduhan Palsu
29 episode 29 Penculikan
30 episode 30 Peti Kemas
31 episode 31 Cinta dan Dendam
32 episode 32 Baku Hantam
33 episode 33 Akting Leo
34 episode 34 Pengorbanan Shena
35 episode 35 A
36 episode 36 Darah yang Bersatu
37 episode 37 Putus
38 episode 38 Kekasih yang Terbuang
39 episode 39 Kalah untuk Menang
40 episode 40 Situs Forum
41 episode 41 Rencana Pernikahan
42 episode 42 Balas Dendam Dimulai
43 episode 43 Petir di Siang Bolong
44 episode 44 Jatuh Tertimpa Tangga
45 episode 45 Selesai
46 episode 46 Penyesuaian
47 episode 47 Rencana Shena
48 episode 48 Permintaan Shena
49 episode 49 Gadis Berhati Malaikat
50 episode 50 Jurus Pengendalian Diri
51 episode 51 Heboh
52 episode 52 Kawin Lari
53 episode 53 Kejadian tak Terduga
54 episode 54 Will You Marry Me
55 episode 55 Siapa wanita itu?
56 episode 56 Balasan yang Setimpal
57 episode 57 Misteri Cinta Pertama
58 episode 58 Cinta Pertama Leo
59 episode 59 Persiapan
60 episode 60 Moment Spesial
61 episode 61 Leontopodium Alpinium
62 episode 62 Hamburg
63 episode 63 Bertemu Mertua
64 episode 64 Aku Mencintaimu, Leo
65 episode 65 Patah Hati
66 episode 66 Jinak-jinak Merpati
67 episode 67 Di mana Shena
68 episode 68 Nomor tak Dikenal
69 episode 69 Tekad Leo
70 episode 70 Cinta Shena dan Leo
71 episode 71 Dugaan Leo
72 episode 72 Kenangan Masa Lalu Shena
73 episode 73 Drama Keluarga
74 episode 74 Pernyataan Rega
75 episode 75 Kenangan Terlupakan
76 episode 76 Bertemu Lagi
77 episode 77 Kisah Cinta Arga
78 episode 78 Kenangan akan Bayu
79 episode 79 Pemilik Baru
80 episode 80 Bayangan Leo
81 episode 81 Aku datang, Shena!
82 episode 82 Misi 1 Leo
83 episode 83 Misi 2 Leo
84 episode 84 Misi 3 Leo
85 episode 85 Misi 4 Leo
86 episode 86 Misi Selesai
87 episode 87 Bertemu Evan
88 episode 88 7 cm
89 episode 89 ZILDJIAN MALIK AZKARA
90 episode 90 Talkshow
91 episode 91 Kencan yang Seru
92 episode 92 Playboy Jatuh Cinta
93 episode 93 Kartu AS
94 episode 94 Pertunjukan akan Dimulai
95 episode 95 Misi Penyelamatan
96 episode 96 Dahsyat
97 episode 97 SIDANG PUTUSAN
98 episode 98 Penjelasan 1
99 episode 99 Penjelasan 2
100 episode 100 Berpisah
101 episode 101 Menikah 1
102 episode 102 Menikah 2
103 episode 103 Menikah 3
104 episode 104 Sah
105 episode 105 Insiden Kecil
106 episode 106 Tertunda
107 episode 107 Bersiap
108 episode 108 Pertunjukan 1
109 episode 109 Pertunjukan 2
110 episode 110 Pertunjukan 3
111 episode 111 Pertunjukan 4
112 episode 112 Pertunjukan Selesai
113 episode 113 Getaran Cinta
114 episode 114 Indah
115 episode 115 Pengalaman
116 episode 116 Masa Lalu
117 episode 117 Masa Lalu 2
118 episode 118 Masa Lalu 3
119 episode 119 Perasaan Leo
120 episode 120 Sandera
121 episode 121
122 episode 122 Nyonya Shena Bay Pyordova
123 episode 123 Trending Topic
124 episode 124 Aksi Roy
125 episode 125 Telepon dari Shena
126 episode 126 Ayo Menikah
127 episode 127 Sekali Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui
128 episode 128
129 episode 129 Royyyyy!
130 episode 130 Kalap
131 episode 131 Lega
132 episode 132 Persahabatan Leo dan Roy
133 episode 133 Tak Sengaja
134 Episode 134 Dokter Sintal
135 episode 135 Salah Paham
136 episode 136 Bahagia
137 episode 137 Tamu Spesial
138 episode 138 Anak Perempuan
139 episode 139 Aksi Konyol Leo
140 episode 140 Fakta Baru
141 episode 141 Red Bar
142 episode 142 Bikin Onar Red Bar
143 episode 143 Bikin Onar Red Bar 2
144 episode 144 Cemburu
145 episode 145 Lubang Sumur
146 episode 146 Undangan
147 episode 147 Sosok Misterius
148 Episode 148 The Ivy
149 episode 149 Mual
150 episode 150 Nutrisi
151 Episode 151 Perjanjian
152 episode 152 Iseltwald
153 episode 153 Berbadan Dua
154 episode 154 Mi Ayam
155 episode 156 Dordogne
156 episode 156 Pacuan Kuda
157 episode 157 Pacuan Kuda 2
158 episode 158 Pacuan Kuda 3
159 Episode 159 Sisi Lain Shena
160 episode 160 Finish
161 Episode 161 Berkas
162 episode 162 Panggilan
163 episode 163 Mengunjungi Leo Junior
164 episode 164
165 episode 165 Rencana
166 episode 166 Berita Bahagia
167 episode 167
168 episode 168
169 episode 169 Pangeran Leo tak Putus dengan Cinderellanya
170 episode 170 Berita
171 episode 171
172 episode 172 Kabar Buruk
173 episode 173 Amarah
174 episode 174 Misi Penyelamatan
175 episode 175 Harga yang Harus Dibayar
176 episode 176 Insiden tak Terduga
177 episode 177
178 episode 178 Aksi Nekat Roy
179 episode 179 untuk Laura
180 episode 180 Sah 2
181 episode 181 Amarah Leo
182 episode 182 Rencana Laura
183 183 Intimidaisi Leo
184 184 Berhasil Kabur
185 episode 185 Buat Onar
186 episode 186 Bagai Pinang Dibelah Dua
187 episode 187 Kembar tapi Tak Sama
188 episode 188 Penjelasan Shena
189 episode 189 Akhir yang Bahagia
190 episode 190
191 episode 191 Tamparan
192 episode 192 Wauuuuw
193 episode 193 Isi Ulang Nutrisi
194 episode 194 Bantuan
195 episode 195 Jiwa Gengster Kembali
196 episode 196 Tahap Pertama
197 episode 197 Tahap Kedua
198 episode 198 Tahap Kedua part. 2
199 episode 199 Tahap Kedua Part. 3
200 episode 200 Siro
201 Episode 201 Shock
202 episode 202 Tanda Tangan
203 203 Setuju
204 episode 204 Konser
205 episode 205 Cinta Sejati Leo dan Shena Berakhir Bahagia
206 episode 206
207 episode 207 Spesial Imlek dan valentine part 1
208 episode 208 Spesial imlek dan Valentine part 2
209 episode 209 Spesial imlek dan Valentine part 3
210 PENGUMUMAN!
211 PENGUMUMAN NOVEL CETAK PLAYBOY JATUH CINTA
212 PENGUMUMAN 2 NOVEL BARU
213 PENGUMUMAN GIVE AWAY
214 PENGUMUMAN NOVEL CETAK PUTRA RAJA
215 PENGUMUMAN NOVEL BARU PUTRA KE-2 REFALD DAN FEY
216 BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU, PUTRA KE-2 LEO
217 PENGUMUMAN NOVEL BARU
218 PENGUMUMAN NOVEL BARU BYON DAN BIYANCA
219 PENGUMUMAN NOVEL BARU
220 PENGUMUMAN NOVEL BARU
Episodes

Updated 220 Episodes

1
episode 1 Kejutan
2
episode 2 Terpaksa
3
epidode 3 Amarah
4
episode 4 Tamu tak Diundang
5
episode 5 Itik Buruk Rupa yang Berubah jadi Angsa
6
episode 6 Salah Langkah
7
episode 7 Kabur
8
episode 8 Terjebak
9
episode 9 Ketemu
10
episode 10 Aksi laga Leo
11
episode 11 Dipaksa Menikah
12
episode 12 Pesta
13
episode 13 Rencana Besar Leo
14
episode 14 Fakta Mencengangkan
15
episode 15 Tantangan dan Kesepakatan
16
episode 16 Karpet Merah
17
episode 17 Pertunangan
18
episode 18 Pasangan Paling Serasi
19
episode 19 Ada Apa dengan Shena
20
episode 20 Bulan Tertusuk Ilalang
21
episode 21 Cinta dan Amarah
22
episode 22 Berita Heboh
23
episode 23 Cinta Ditolak Amarah Bertindak
24
episode 24 Shena vs Putri
25
episode 25 Sadis tak Kenal Ampun
26
episode 26 Ada Hati yang Dijaga
27
episode 27 Bidadari dari Surga
28
episode 28 Tuduhan Palsu
29
episode 29 Penculikan
30
episode 30 Peti Kemas
31
episode 31 Cinta dan Dendam
32
episode 32 Baku Hantam
33
episode 33 Akting Leo
34
episode 34 Pengorbanan Shena
35
episode 35 A
36
episode 36 Darah yang Bersatu
37
episode 37 Putus
38
episode 38 Kekasih yang Terbuang
39
episode 39 Kalah untuk Menang
40
episode 40 Situs Forum
41
episode 41 Rencana Pernikahan
42
episode 42 Balas Dendam Dimulai
43
episode 43 Petir di Siang Bolong
44
episode 44 Jatuh Tertimpa Tangga
45
episode 45 Selesai
46
episode 46 Penyesuaian
47
episode 47 Rencana Shena
48
episode 48 Permintaan Shena
49
episode 49 Gadis Berhati Malaikat
50
episode 50 Jurus Pengendalian Diri
51
episode 51 Heboh
52
episode 52 Kawin Lari
53
episode 53 Kejadian tak Terduga
54
episode 54 Will You Marry Me
55
episode 55 Siapa wanita itu?
56
episode 56 Balasan yang Setimpal
57
episode 57 Misteri Cinta Pertama
58
episode 58 Cinta Pertama Leo
59
episode 59 Persiapan
60
episode 60 Moment Spesial
61
episode 61 Leontopodium Alpinium
62
episode 62 Hamburg
63
episode 63 Bertemu Mertua
64
episode 64 Aku Mencintaimu, Leo
65
episode 65 Patah Hati
66
episode 66 Jinak-jinak Merpati
67
episode 67 Di mana Shena
68
episode 68 Nomor tak Dikenal
69
episode 69 Tekad Leo
70
episode 70 Cinta Shena dan Leo
71
episode 71 Dugaan Leo
72
episode 72 Kenangan Masa Lalu Shena
73
episode 73 Drama Keluarga
74
episode 74 Pernyataan Rega
75
episode 75 Kenangan Terlupakan
76
episode 76 Bertemu Lagi
77
episode 77 Kisah Cinta Arga
78
episode 78 Kenangan akan Bayu
79
episode 79 Pemilik Baru
80
episode 80 Bayangan Leo
81
episode 81 Aku datang, Shena!
82
episode 82 Misi 1 Leo
83
episode 83 Misi 2 Leo
84
episode 84 Misi 3 Leo
85
episode 85 Misi 4 Leo
86
episode 86 Misi Selesai
87
episode 87 Bertemu Evan
88
episode 88 7 cm
89
episode 89 ZILDJIAN MALIK AZKARA
90
episode 90 Talkshow
91
episode 91 Kencan yang Seru
92
episode 92 Playboy Jatuh Cinta
93
episode 93 Kartu AS
94
episode 94 Pertunjukan akan Dimulai
95
episode 95 Misi Penyelamatan
96
episode 96 Dahsyat
97
episode 97 SIDANG PUTUSAN
98
episode 98 Penjelasan 1
99
episode 99 Penjelasan 2
100
episode 100 Berpisah
101
episode 101 Menikah 1
102
episode 102 Menikah 2
103
episode 103 Menikah 3
104
episode 104 Sah
105
episode 105 Insiden Kecil
106
episode 106 Tertunda
107
episode 107 Bersiap
108
episode 108 Pertunjukan 1
109
episode 109 Pertunjukan 2
110
episode 110 Pertunjukan 3
111
episode 111 Pertunjukan 4
112
episode 112 Pertunjukan Selesai
113
episode 113 Getaran Cinta
114
episode 114 Indah
115
episode 115 Pengalaman
116
episode 116 Masa Lalu
117
episode 117 Masa Lalu 2
118
episode 118 Masa Lalu 3
119
episode 119 Perasaan Leo
120
episode 120 Sandera
121
episode 121
122
episode 122 Nyonya Shena Bay Pyordova
123
episode 123 Trending Topic
124
episode 124 Aksi Roy
125
episode 125 Telepon dari Shena
126
episode 126 Ayo Menikah
127
episode 127 Sekali Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui
128
episode 128
129
episode 129 Royyyyy!
130
episode 130 Kalap
131
episode 131 Lega
132
episode 132 Persahabatan Leo dan Roy
133
episode 133 Tak Sengaja
134
Episode 134 Dokter Sintal
135
episode 135 Salah Paham
136
episode 136 Bahagia
137
episode 137 Tamu Spesial
138
episode 138 Anak Perempuan
139
episode 139 Aksi Konyol Leo
140
episode 140 Fakta Baru
141
episode 141 Red Bar
142
episode 142 Bikin Onar Red Bar
143
episode 143 Bikin Onar Red Bar 2
144
episode 144 Cemburu
145
episode 145 Lubang Sumur
146
episode 146 Undangan
147
episode 147 Sosok Misterius
148
Episode 148 The Ivy
149
episode 149 Mual
150
episode 150 Nutrisi
151
Episode 151 Perjanjian
152
episode 152 Iseltwald
153
episode 153 Berbadan Dua
154
episode 154 Mi Ayam
155
episode 156 Dordogne
156
episode 156 Pacuan Kuda
157
episode 157 Pacuan Kuda 2
158
episode 158 Pacuan Kuda 3
159
Episode 159 Sisi Lain Shena
160
episode 160 Finish
161
Episode 161 Berkas
162
episode 162 Panggilan
163
episode 163 Mengunjungi Leo Junior
164
episode 164
165
episode 165 Rencana
166
episode 166 Berita Bahagia
167
episode 167
168
episode 168
169
episode 169 Pangeran Leo tak Putus dengan Cinderellanya
170
episode 170 Berita
171
episode 171
172
episode 172 Kabar Buruk
173
episode 173 Amarah
174
episode 174 Misi Penyelamatan
175
episode 175 Harga yang Harus Dibayar
176
episode 176 Insiden tak Terduga
177
episode 177
178
episode 178 Aksi Nekat Roy
179
episode 179 untuk Laura
180
episode 180 Sah 2
181
episode 181 Amarah Leo
182
episode 182 Rencana Laura
183
183 Intimidaisi Leo
184
184 Berhasil Kabur
185
episode 185 Buat Onar
186
episode 186 Bagai Pinang Dibelah Dua
187
episode 187 Kembar tapi Tak Sama
188
episode 188 Penjelasan Shena
189
episode 189 Akhir yang Bahagia
190
episode 190
191
episode 191 Tamparan
192
episode 192 Wauuuuw
193
episode 193 Isi Ulang Nutrisi
194
episode 194 Bantuan
195
episode 195 Jiwa Gengster Kembali
196
episode 196 Tahap Pertama
197
episode 197 Tahap Kedua
198
episode 198 Tahap Kedua part. 2
199
episode 199 Tahap Kedua Part. 3
200
episode 200 Siro
201
Episode 201 Shock
202
episode 202 Tanda Tangan
203
203 Setuju
204
episode 204 Konser
205
episode 205 Cinta Sejati Leo dan Shena Berakhir Bahagia
206
episode 206
207
episode 207 Spesial Imlek dan valentine part 1
208
episode 208 Spesial imlek dan Valentine part 2
209
episode 209 Spesial imlek dan Valentine part 3
210
PENGUMUMAN!
211
PENGUMUMAN NOVEL CETAK PLAYBOY JATUH CINTA
212
PENGUMUMAN 2 NOVEL BARU
213
PENGUMUMAN GIVE AWAY
214
PENGUMUMAN NOVEL CETAK PUTRA RAJA
215
PENGUMUMAN NOVEL BARU PUTRA KE-2 REFALD DAN FEY
216
BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU, PUTRA KE-2 LEO
217
PENGUMUMAN NOVEL BARU
218
PENGUMUMAN NOVEL BARU BYON DAN BIYANCA
219
PENGUMUMAN NOVEL BARU
220
PENGUMUMAN NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!