Shena terbangun di pagi hari dengan kondisi sangat berantakan. Gadis itu meliuk-liukkan tubuhnya di ranjang berukuran besar milik Leo. Berulang kali Shena menguap karena matanya susah sekali untuk di buka. Namun, ia ingin bangun dari tempatnya terbaring agar bisa mengetahui ada di mana dia sekarang.
“Di mana, aku?” Shena memerhatikan seluruh ruangan yang bernuansa klasik. Banyak lukisan dinding bergambar raja-raja Eropa zaman dahulu yang tidak diketahui pasti kapan mereka berkuasa, semuanya terpajang rapi di setiap sisi dinding ruangan ini.
“Aduh, kepalaku pusing sekali,” keluh Shena yang berusaha bangun tetapi kepalanya masih terasa berat.
“Kamu sudah bangun, Sayang?” terdengar suara yang tidak asing lagi bagi Shena. Pemilik suara itu adalah Leo.
Shena menoleh ke arah sumber suara itu, gadis itu terkejut melihat Leo berdiri tegak di depan jendela sambil membawa cangkir berisi kopi. Shena bisa tahu dari aroma kopinya yang menyengat.
“Kamu? Kenapa ada di sini? Tidak sopan sekali masuk ke dalam kamar cewek?” bentak Shena.
“Ini kamarku, Sayang ... bagaimana bisa pemilik kamar tidak sopan berada di kamarnya sendiri?” Leo berbalik menghadap Shena dan berjalan mendekati Shena.
“A-apa? Ini kamarmu? Bagaimana bisa?” Shena langsung shock menyadari dirinya ada di dalam kamar Leo. Pikirannya jadi kacau karena kepalanya masih terasa sangat berat akibat mabuk semalam.
“Pakai dulu bajumu, Sayang ... apa kamu ingin aku yang memakaikannya?” mata Leo mulai nakal memandangi tubuh Shena yang terbalut selimut.
Shena sendiri langsung terperanjat mendapati dirinya tidak memakai pakaiannya dan hanya berbalut selimut putih tebal.
“Apa yang terjadi? Di mana pakaianku?” Shena mulai terlihat panik karena saat ini kondisinya sedang telanjang di kamar Leo. Tatapannya nanar dan serasa ingin pingsan jika membayangkan betapa bodohnya ia sampai harus terjebak dalam jebakan Leo selama ia tidak sadar alias mabuk.
Tidak! Tidak mungkin aku melakukan hal itu dengan Leo? Pasti aku sudah gila! Ini hanya mimpi. Saat aku bangun, aku tidak akan berada di sini.
Shena menepuk-nepuk kedua pipinya dan lumayan terasa sakit juga. Itu artinya yang terjadi pada Shena saat ini bukanlah mimpi, tapi kenyataan.
Tidak mungkin! Ini sungguh tidak mungkin.
Leo hanya diam membisu melihat Shena yang bergelut dengan dirinya sendiri. Cowok itu sengaja tidak ingin merusak mood kekasihnya yang paling dicintainya ini.
“Apa yang kamu lakukan sama aku semalam? Katakan? Kita tidak melakukan apa-apa, kan?” teriak Shena mulai marah. Ia kesal tapi bingung harus ia luapkan pada siapa.
Leo duduk di sebelah Shena dan menatap wajah gadis itu lekat-lekat. Spontan Shena langsung mengeratkan selimut yang menutupi tubuhnya.
“Jika kita tidak melakukan apa-apa, bagaimana bisa saat ini kamu tidak memakai baju sehelaipun,” jawab Leo dengan tenang dan berwajah serius. Sama sekali tidak ada candaan di sana seolah-olah bahwa apa yang ditakutkan Shena memang benar terjadi.
Shena semakin shock, ia masih belum bisa memercayai semua ini.
“Kenapa kamu harus melakukannya padaku, ha? Kamu bisa ke luar kan? Kenapa kamu tidur di sini juga? Dasar br3ngsek kamu!” teriak Shena menggebu-gebu.
“Sayang, semalam kita berdua sama-sama mabuk, apa yang kita lakukan itu tidak sadar. Kenapa kamu mesti marah, kita sudah bertunangan, aku sangat tidak keberatan jika kita menikah hari ini juga!” Leo mencoba mengusap pipi Shena tapi tangan gadis itu langsung menepisnya kuat-kuat.
“Dasar brengs3k kamu, Leo! Kamu pikir aku cewek apaan, ha?” kali ini Shena benar-benar sangat marah. Ia sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya yang selama ini ia pendam.
“Kamu adalah tunanganku Shena, kamu milikku sekarang. Apa salahnya jika kita melakukannya sekarang atau nanti, toh tidak ada bedanya, kan?” Leo masih saja bersikap tenang.
“Tapi aku sama sekali tidak mencintaimu! Justru aku sangat membencimu! Bagaimana bisa kamu membuatku melakukan hal itu sementara aku sangat membencimu!” teriak Shena.
“Aku tidak peduli!” Leo balas berteriak. “Apapun perasaanmu padaku, kamu adalah milikku. Selamanya! Berhenti berdebat denganku dan pakai saja pakaianmu! Atau kamu ingin kita mengulangi adegan bulan tertusuk ilalang seperti yang terjadi semalam?” Leo mulai sedikit terpancing kemarahan Shena.
“Brengs3k kamu!” teriak Shena sampai menangis saking marahnya. Ia ingin melempar semua benda yang ada di dekatnya tapi Shena tidak bsia bergerak leluasa karena kedua tangannya ia gunakan untuk menutupi seluruh tubuhnya agar tidak terlihat oleh Leo meski ia sudah pasti melihatnya semalam. “Aku nggak nyangka kamu bakal melakukan sejauh ini, Leo. Kamu membuktikan padaku bahwa kamu memang bener-bener b4jingan tengik!” Shena mengusap air matanya.
Shena turun dari ranjang dan nyelonong pergi sambil membawa selimut yang menutupi tubuhnya.
“Mau ke mana kamu?” tanya Leo yang juga ikut berdiri.
“Cari tempat untuk benuh diri supaya bisa menghantui kamu seumur hidup!” jawab Shena dengan ketus.
“Ayolah, Sayang ... jangan seperti itu ....” bujuk Leo sambil menahan tawa.
Shena ridak memedulikan apa yang dikatakan Leo, dia langsung masuk ke kamar mandi dan menutup pintunya dengan keras sehingga menimbulkan bunyi hentakan keras yang mengagetkan Leo.
Brakkkk!
Leo hanya bisa tertawa melihat aksi konyol Shena yang berlebihan. Suara jerit tangis Shena terdengar kencang dari dalam kamar mandi sehingga membuat Leo jadi semakin gemas pada Shena. Tiba-tiba dari luar terdengar suara ketukan.
Tok tok tok!
“Masuk!” perintah Leo. Tidak lama kemudian terlihat seorang wanita yang memakai seragam ART masuk sambil membawa beberapa makanan dan satu set pakaian untuk Shena.
“Tuan muda, Tuan besar memanggil anda!” ujar wanita tadi setelah meletakkan makanan untuk Shena di meja dan merapikan pakaian Shena di tempat tidur.
“Baiklah, aku akan ke sana. Urus Shena dengan baik! Jangan biarkan dia ke luar dari sini tanpa seizinku!”
“Baik, Tuan.” Wanita itu menunduk memberi hormat pada Leo.
Leo menghampiri pintu kamar mandi yang sudah mulai sepi, sepertinya Shena mendengar apa yang dikatakan Leo pada ART nya.
“Sayang, aku turun dulu, setelah kamu membersihkan diri dan sarapan, cepat turun ke bawah. Aku punya kejutan untukmu! Jangan bunuh diri dulu sebelum kamu melihat kejutannya, karena nanti kamu pasti jadi arwah gentayangan karena terlalu penasaran dengan kejutanku,” tukas Leo sebelum pergi meninggalkan kamarnya sambil tersenyum.
Dasar br3ngsek, beraninya dia mengejekku seperti itu.
Begitu mendengar pintu kamar tertutup, Shena membuka pintu kamar mandi dan mengawasi sekeliling ruangan yang kini hanya terdapat ART Leo yang sedang merapikan tempat tidur.
Shena memberanikan diri ke luar dan mengambil pakaian yang sudah disiapkan oleh ART tadi.
“Pergi ke mana, Leo?” tanya Shena pada ART itu.
“Menemui Tuan besar Nona.” ART itu menatap Shena sambil tersenyum simpul.
Apa terjadi sesuatu? Ah sudahlah, hidupku sekarang jauh lebih penting, aku sudah ternodai oleh si br3ngsek itu! untuk apa aku memikirkannya!
“Nona,” panggil ART tadi sehingga membuyarkan lamunan Shena.
“Hah, iya ... ada apa?” Shena menoleh pada ART yang terihat seperti ibu-ibu.
“Maaf jika saya lancang, tapi ... bolehkan saya minta tolong?” ART itu menatap Shena penuh harap.
“Apa yang bisa saya bantu .... “ Shena bingung harus memanggil ART ini dengan sebutan apa.
“Panggil saja bibi, Non ...” terang ART itu seolah tahu kalau Shena sedang bingung bagaimana harus memanggilnya.
“Baik, Bibi ... tapi panggil saja saya Shena jika tidak ada orang lain di sini. Sebab, Bibi lebih tua dari saya, tidak baik jika Bibi memanggil saya dengan sebutan nona.” Shena tersenyum ramah pada wanita yang ingin dipanggilnya bibi itu.
“Terimakasih, Non ... eh maaf Shena. Anda sangat baik sekali.” ART itu memberi hormat pada Shena dengan membungkukkan badannya.
“Sama-sama Bi, apa yang bisa saya bantu, Bi?” Shena balsa dengan mengangguk pelan.
“Ehm ... begini, Shena. Tuan muda Leo dari semalam belum tidur, dia mengurus banyak hal di luar sana dan baru kembali tadi pagi. Jika nanti dia kembali, bisakah anda memintanya untuk tidur sejenak? Saya khawatir dia bisa sakit karena kelelahan,” terang ART itu dengan ekspresi penuh cemas.
Shena terkejut mendengar permintaan ART Leo yang satu ini. Wanita yang mungkin seusia dengan ibunya itu terlihat sangat mengkhawatirkan Leo. Shena berpikir, pasti bibi ini adalah pengasuh Leo sejak kecil sehingga ia sangat dekat dengan Leo dan mengkhawatirkan kesehatan Leo.
Tunggu, kalau begitu, berarti semalam ... tidak terjadi apa-apa antara aku dan Leo? Jadi dia berbohong padaku? Aish .... dasar Leo br3ngsek! Bisa-bisanya dia membuatku bertingkah bodoh seperti itu.
Shena tidak menyahut apa yang dikatakan ART Leo, gadis itu menyabet pakaiannya dan masuk lagi ke kamar mandi dengan wajah dan perasaan campur aduk.
Tingkah laku Shena membuat ART Leo jadi bingung atas apa yang membuat Shena tiba-tiba kesal seperti itu.
Sekali lagi, pintu kamar mandi tertutup dengan sangat kencang sehingga menimbulkan bunyi yang tak kalah keras dari sebelumnya.
Brakkk!
“Aku akan menyuruhnya tidur nanti, Bi! Tenang saja!” teriak Shena dari balik kamar mandi.
“Dan akan aku buat kamu tidak bisa bangun lagi! Dasar bocah tengik! Berani-beraninya dia mengerjaiku sampai seperti itu!” gumam Shena sambil membersihkan dirinya.
****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 220 Episodes
Comments
yeonjunlope
ngakakkk 🤣🤣🤣
2024-01-24
0
Qaisaa Nazarudin
Kok kesannya aku jadi ngakak sih, Hadeh Shena apa kamu ada merasakan perubahan pd dri mu,Atau nyeri di bagian inti mu??kalo emang sakit berarti benar Leo udah membobol mu, gampang kan,gak usah buang2 energi utk marah2,😂😂😜
2023-05-30
0
Mara
selamat anda kena prank🤣🤣🤣
2023-04-27
0