“Apa kalian berdua sudah siap?” tanya seseorang yang Shena yakini sebagai ayah Leo. Pria paruh baya itu tampak gagah dengan setelan jaz blezer warna hitam. “Apa dia yang bernama Shena?” tanya pria itu sambil menatap Shena lurus tanpa ekspresi.
“Benar, Ayah.” Leo mengangguk pelan, lalu ia menoleh ke arah Shena. “Shena, kenalkan, Ayahku, Byon Pyordova.” Leo memperkenalkan ayahnya pada Shena. Gadis itu langsung membungkuk untuk memberi hormat pada calon mertuanya.
“Cantik, pantas saja kau tergila-gila dengannya!” ayah Leo memerhatikan Shena dengan seksama, “Lanjutkan permainan kalian, begitu acara ini selesai, ada pertemuan keluarga. Datanglah,” ucap pengusaha yang bernama Byon itu. Setelah menatap Shena sejenak, pria itu pergi ke belakang dan bergabung dengan seluruh keluarganya yang lain tanpa mengucap sepatah kata pun pada Shena.
Permainan? Ayah Leo menganggap acara pertunangan ini hanya sebagai permainan? Wah luar biasa. Syukurlah kalau memang kami tidak benar-benar bertunangan.
“Baik, Ayah,” tandas Leo penuh percaya diri, sedangkan Shena yang berdiri di belakang Leo hanya bisa menggigit bibirnya karena terlalu gugup melihat sikap ayah Leo yang tak kalah dingin dari anaknya.
Ayah dan anak sama saja, mereka berdua tidak jauh beda. Benar juga apa kata paribahasa yang menyatakan bahwa buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Sikap ayah Leo begitu dingin. Apa dia sudah tahu asal usulku? Haruskah aku melakukan semua ini? Apa mungkin aku sudah mengambil keputusan yang salah? Bagaimana bisa aku mau saja bertunangan dengan playboy br3ngsek ini? Lihat aja seluruh keluarganya? Mereka tidak ada yang welcome sama sekali. Apa aku harus mundur? Tapi tidak mungkin bisa ... jika sampai aku mundur sekarang, maka Laura dalam bahaya besar.
Shena berperang dengan pikirannya sendiri. Gadis malang itu merasa bahwa keputusan yang sudah dia ambil ini adalah keputusan yang salah. Tapi nasi sudah jadi bubur, tidak mungkin bisa dikembalikan lagi seperti semula.
Shena harus siap sedia menghadapi segala macam rintangan yang sebentar lagi menghantamnya tanpa ampun. Menjadi pacar Leo saja sudah banyak menimbulkan masalah, apalagi setelah menjadi tunangannya. Shena yakin, pasti banyak hal yang akan menimpanya.
“Mari kita mulai saja acara intinya, inilah cincin pertunangan yang akan mereka ikatkan satu sama lain sebagai bukti bahwa mereka sudah resmi bertunangan.” Teriak MC yang di susul dengan datangnya wanita cantik membawa baki yang berisi cincin pertunangan Shena dan Leo.
Wah ... permainan Leo ini benar-benar sempurna, Leo bahkan sudah menyiapkan cincin pertunangannya tanpa sepengetahuanku.
Wanita cantik pembawa baki yang berpakaian super duper seksi dengan belahan dada rendah berdiri di antara Leo dan Shena. Tingkah laku wanita itu benar-benar menggelikan. Di detik-detik acara tukar cincin pertunangan, wanita itu sempat menggoda Leo dengan bahasa tubuh seksinya. Lucunya, Leo sama sekali tidak tertarik ataupun tergoda, Leo bahkan tidak pernah menganggap wanita itu ada. Ia hanya menatap Shena dan mengambil salah satu cincin lalu menyematkannya di jari manis Shena sebelah kiri.
“Leo,” bisik Shena pada Leo untuk yang pertama kali setelah gadis itu menyematkan cincin pertunangan di jari manis Leo di sebelah kanan.
Tepuk tangan dan sorak sorai tamu undangan menggema di seluruh ruangan. Apalagi setelah melihat Leo dan Shena yang semakin tampak akrab layaknya pasangan sejoli yang sedang kasmaran.
“Apa, Sayang ... kamu gugup? Ini pertunangan kita, rileks saja.” Leo terlihat sangat bahagia. Dia tak henti-hentinya menebar senyuman di mana-mana.
“Bukan itu b0doh!” Shena jadi kesal juga pada Leo. “Aku rasa pertunangan ini agak sedikit aneh, tidak ada satupun keluargaku yang datang ke mari, bagaimana kalau mereka menanyakan di mana keluargaku sekarang?” Shena khawatir kalau permainan Leo dan keluarganya ini bakal jadi bumerang dalam hidup Shena.
“Oh, itu ....” Leo masih saja terlihat tenang tanpa mengkhawatirkan apapun.
“Apa maksudmu dengan ‘oh, itu’? para wartawan itu tadi menanyakan di mana keberadaan keluargaku?” Shena tidak percaya Leo masih bisa tenang dalam situasi seperti ini.
“Keluargamu ada di sini. Bersama kita!” Leo tersenyum manis pada Shena.
Shena terpaku menatap Leo karena tidak mengerti apa maksud kata-kata Leo.
Keluargaku ada di sini? Di mana?
Shena mencari-cari keluarganya ke segala arah tapi tidak menemukan siapapun yang ia kenal.
Dasar pembual!
"Di mana? Aku tidak menemukan siapapun yang aku kenal?" Shena sudah tidak bisa sabar lagi.
"Nanti akan aku jelaskan! Sekarang tersenyumlah karena banyak pasang mata yang sedang memerhatikan kita." Leo menatap Shena dan mencubit pipi Shena supaya gadis itu mau tersenyum.
Leo dan Shena terus saja mendapat pujian dari semua para tamu undangan karena mereka terlihat sangat serasi. Tidak ada yang tahu kalau kedua pasangan yang dianggap pasangan paling romantis itu sedang bersitegang satu sama lain.
“Sebenarnya apa sih rencanamu? Tidak ada satupun keluargaku yang datang ke mari, sejak kecil aku hanya tinggal dengan bibiku yang serakah, dan aku tidak melihatnya di mana-mana.” Shena mencari sosok bibinya yang mungkin saja ada di antara kerumunan para tamu undangan.
Leo mendekatkan wajahnya pada Shena, “Sayang, yang ada di belakang kita, mereka semua adalah keluargaku dan keluargamu juga.” Leo menatap Shena dengan lembut lalu mencium gadis itu tepat di depan umun supaya Shena tidak banyak bicara lagi.
Adegan romantis itu disaksikan para tamu dan diabadikan oleh jepretan kamera seluruh wartawan yang hadir di pesta pertunangan mereka.
Shena terlalu shock sehingga tubuhnya langsung menegang dan tidak bisa bergerak seketika. Tanpa rasa malu, Leo mencium Shena di depan umum begitu acara penyematan cincin tunangan di jari masing-masing selesai.
Suara teriakan dan tepukan tangan para tamu kembali terdengar hingar bingar di telinga. Siapa yang menyangka bahwa putra satu-satunya konglomerat mengadakan pesta pertunangan meriah dengan adegan romatis sehingga membuat siapapun yang melihatnya pasti iri dan jadi beper.
Banyak yang menyanjung Shena adalah gadis yang sangat beruntung karena mendapatkan pangeran seperti Leo. Semua wanita lajang dan single yang ada di pesta itu sangat iri pada Shena yang bisa meluluhkan hati Leo tanpa harus bersusah payah. Padahal, Leo sudah terkenal akan perilakunya yang suka gonta ganti pacar dan sulit sekali untuk ditakhlukkan.
“Wah aku iri sekali melihat mereka ....” komentar salah satu wanita yang berdiri paling depan dekat dengan Shena dan Leo.
“Aku juga ...,” ucap salah satu wanita yang berdiri di sebelah wanita yang iri tadi.
“Padahal aku jauh-jauh datang kemari berharap bisa menakhlukkan hati pangeranku, tak tahunya lagi-lagi aku di bodohi dengan pesta pertunangan yang tidak masuk akal ini. Siapa sih cewek itu? Bagaimana bisa ia merebut Leo dariku?” wanita itu terlihat sangat kesal.
“Memang Leo siapamu?” tanya wanita yang lain karena penasaran dengan ucapan wanita tadi.
“Aku pacarnya!” aku wanita tadi dengan jutek.
“Aku juga pacarnya!” teriak wanita yang lain ikut mengaku-ngaku.
“Aku juga!” yang lainnya juga tidak mau kalah.
"Aku!"
"Enak aja! Sejak kapan Leo jadi pacar kamu, ha?"
"Sejak kemarin! Kenapa? Nggak terima?" tantang wanita yang lainnya.
Semua wanita yang ada di sini juga jd terprovokasi untuk mengaku-ngaku sebagai pacar Leo. Padahal, mereka semua bukanlah siapa-siapa Leo, jangankan pacar, kenal aja juga nggak.
“Kalian semua pacarnya! Tapi gadis itu sekarang adalah tunangannya,” ucap wanita yang paling depan tadi sehingga membuat para wanita yang berebut sebagai pacar Leo berhenti berdebat. Semua wanita yang ada di pesta itu menatap Shena dengan tatapan penuh dendam kesumat. “Aku penasaran gadis seperti apa dia itu, kenapa ia bisa semudah itu merebut hati Leo dan keluarganya. Pasti ada apa-apanya.”
“Entahlah, tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal-usul gadis itu. Harusnya aku yang mendapat ciuman itu,” gerutu wanita yang lain.
“Huh, silahkan ngimpi!” ledek yang lainnya.
Para wanita-wanita cantik yang masih lajang menatap iri Shena yang mendapat bonus ciuman maut dari Leo.
“Selamat untuk tuan muda Leo dan nona Shena, semoga hubungan kalian langgeng sampai ke jenjang pernikahan! Beri tepuk tangan untuk pasangan sejoli ini!” teriak MC yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari semua para tamu undangan.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 220 Episodes
Comments
Mara
Ada pepatah lain juga Shena....tak kenal maka tak sayang 😁 jadi mulailah mengenal keluarga baru mu🥰
2023-04-27
0
Erni Fitriana
lhaa orang yg tunangan diatas panggungggggg...yg dibawah panggung pada brantem yak😁😁😁😁
2022-11-03
0
Najwa Ani
mantul
2022-01-03
0