Melihat Shena yang bersikap menggebu-gebu menjadi hiburan tersendiri bagi Leo. Jika biasanya dia selalu dirayu, digoda, disanjung-sanjung, bahkan dipuja bagai dewa, kali ini ia mendapat perlakuan yang sebaliknya dari Shena, yaitu diumpat, dibenci dan yang lebih parah lagi adalah ... ditolak mentah-mentah oleh gadis sederhana yang tidak punya apa-apa seperti Shena.
Leo tersenyum manis menatap amarah Shena yang masih saja belum reda. Cowok itu menggenggam erat tangan Shena dan menyeretnya ke luar untuk menghadiri pesta pertunangan mereka yang segera berlangsung di hadapan para tamu undangan keluarga besar Leo.
Shenapun tidak bisa melawan lagi. Segala macam umpatan dan sikap kasarnya pada Leo tidak berpengaruh apa-apa pada Leo. Padahal ia sangat berharap cowok playboy itu akan beralih membencinya jika ia terus-terusan mengumpatinya dengan kata-kata kasar yang sebelumnya tidak pernah Shena ucapkan.
“Bersiap-siaplah, aku tidak akan melarangmu marah atau membenciku, semakin besar kebencianmu, semakin besar pula cinta yang nanti bakal kamu rasakan padaku. Tapi jika hari ini kamu membuatku kesal di hadapan semua tamu undangan, maka mereka akan langsung menyerbumu dan menghukummu secara sosial dan moral alias di bully habis-habisan. Jika kamu tidak ingin itu terjadi, tetap tersenyumlah seolah kamu bahagia bersamaku. Roy ada di depan kita, jika dia melihat kamu membuat masalah dan mengacaukan acara ini, maka tanpa menunggu perintah dariku, dia akan memulai membuat Laura menderita di hari ini juga. Silahkan buktikan jika kamu tidak percaya.” Leo tersenyum menang melihat ekspresi Shena kembali menegang tanpa bisa berbuat apa-apa.
“Siapa yang kamu maksud dengan ‘mereka’?” tanya Shena sebelum pintu yang ada di depannya terbuka.
“Kamu akan tahu sebentar lagi,” jawab Leo penuh dengan teka teki.
Ancaman Leo yang ditujukan pada Shena sukses membuat Shena yang tadinya bernyali besar untuk melawan Leo kini tiba-tiba berubah menjadi ciut karena saat ini ia tidak punya apapun yang bisa membantunya melawan ambisi Leo. Modal tekad yang kuat, ternyata tidak cukup.
Mau tidak mau, setuju tidak setuju, Shena harus menerima pertunangan ini meski dalam hatinya ia menolak. Untuk saat ini tidak ada yang bisa dilakukan Shena selain menuruti semua keinginan Leo seluruhnya. Ia bahkan tidak punya keluarga yang bisa diandalkan untuk menolongnya. Hari ini, memang hari yang sial bagi Shena.
Saatnya mengucapkan selamat tinggal pada hari-hariku yang baik dan selamat datang hari-hariku yang buruk. Batin Shena.
“Mari kita sambut, pasangan fenomenal yang akan segera melangsungkan pertunangan!” Saat pintu ruangan terbuka, terdengar suara seorang laki-laki yang terlihat seperti MC pemandu acara pertunangan Leo dan Shena. “Tuan muda Leopard Bay Pyordova dengan nona Shena Maililiani. Tepuk tangan dan selamat untuk mereka.” Teriak MC itu dengan lantang dan langsung disambut heboh oleh semua tamu undangan yang ada di depan mereka.
Shena dan Leo berjalan beriringan ke depan dan melewati karpet merah yang sudah disiapkan khusus untuk mereka. Sebelum acara pertunangan dimulai, Leo dan Shena harus memberikan penghormatan kepada tamu undangan istimewa keluarga Leo yang semuanya tergolong dari kalangan papan atas.
Sepanjang berjalan di karpet merah, Leo dan Shena melambaikan tangan ala Pangeran William dan Putri Kate Midleton saat mereka melangsungkan pernikahan beberapa tahun silam yang lalu. Bedanya, Leo dan Shena tidak menaiki kereta kencana seperti yang dilakukan oleh pangeran dan putri kerajaan besar di Inggris. Shena dan Leo hanya berjalan di atas karpet merah yang digelar untuk menyapa beberapa tamu yang berdiri menunggu kedatangan mereka.
“Wah cantik sekali, pantas saja tuan muda Leo memilihnya sebagai tunangannya. Pasti dia seorang putri.” Komentar salah satu tamu undangan yang ada di barisan depan. Kebanyakan dari mereka adalah para putri konglomerat yang keluarganya juga menghadiri acara pertunangan ini.
“Gaunnya bagus sekali, aku sangat iri .... “ ada beberapa cewek yang langsung berteriak histeris saat melihat Leo dan Shena ke luar beriringan dan saling berpegangan tangan.
“Kenapa mereka terlihat serasi sekali? Padahal aku sudah membeli gaun yang limited edition tapi tetap saja aku merasa tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan gadis itu, siapa dia?” tanya salah satu wanita paling depan kepada teman-temannya yang berdiri disampingnya.
“Tidak ada yang tahu siapa tunangan tuan muda Leo, semua yang ada di sini juga tidak ada yang tahu, Tuan muda memutuskan bertunangan begitu saja." Salah satu teman wanita tadi ikut memberikan penjelasan.
“Meski begitu, aku tetap iri pada gadis itu, harusnya aku yang pantas bersanding dengan tuan muda Leo.”
“Sadar diri dong, wajah mirip Dora begitu, mana ada yang mau denganmu? Katak aja juga kagak mau!” komentar salah satu temannya membuat gadis yang iri tadi jadi marah dan mereka berakhir kejar-kejaran seperti Tom and Jerry.
Shena yang tanpa sengaja mendengar celetukan para gadis-gadis yang menggunjingnya jadi tidak enak hati. Ingin sekali ia berteriak dan meminta pada gadis-gadis itu agar mau membantunya terlepas dari jeratan Leo. Namun, sekali lagi Shena teringat ancaman yang di tujukan Leo padanya tadi sehingga niatnya membuat kehebohan ia urungkan.
Sebenarnya, berita pertunangan putra konglomerat yang terkesan mendadak sangat menghebohkan publik. Para wartawan langsung bergegas mengabadikan momen langka ini supaya tidak ada yang terlewat sedikitpun.
Shena yang tidak biasa diperlakukan bak seorang artis jadi kikuk saat banyak sekali wartawan yang memotretnya. Mata Shena bahkan tiba- tiba tidak bisa melihat dengan jelas akibat banyaknya kamera yang dijepretkan ke arahnya.
Shena menutupi matanya dengan lengannya agar bisa kembali melihat apa yang terjadi di depannya, tapi ia tetap tidak bisa melihat apa-apa karena wartawan-wartawan itu terus saja memotretnya tanpa henti.
“Nona? Bisakah anda menjelaskan siapa anda dan bagaiman anda bisa menjadi tunangan Tuan muda?” tanya salah satu wartawan yang paling dekat dengan Shena.
“Sejak kapan kalian menjalin hubungan dan dari mana anda berasal?” tanya wartawan yang lainnya.
“Bagaimana menurut keluarga anda tentang pertunangan ini? di mana mereka? Apakah mereka hadir juga di sini?”
Pertanyaan demi pertanyaan terus diserbukan pada Shena. Selain itu, jepretan kamera juga terus saja menyerang Shena sehingga gadis itu tidak bisa fokus dengan pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan. Ia sangat terganggu dengan para wartawan ini.
Apakah kata 'mereka' yang dimaksud Leo tadi adalah para wartawan ini? pikir Shena sambil berusaha beradaptasi dengan jepretan kamera yang terus menjepretnya.
Tiba-tiba sosok tubuh berbadan tegap berdiri dihadapannya untuk melindungi Shena dari jepretan para wartawan yang sejak tadi tidak mau berhenti.
Shena sangat terkejut ternyata orang itu adalah Leo. Para pengawal Leo langsung sigap menjauhkan para wartawan dari Leo dan Shena supaya mereka bisa sampai ke panggung pertunangan mereka.
“Ayo.” Leo mengulurkan tangannya dan bersikap sok sweet pada Shena. Shena yang langsung tahu bahwa semua itu hanya sandiwara menyambut uluran tangan Leo degan senyuman manis yang sengaja dibuat-buat.
Para wartawan itu penasaran seperti apa gadis pilihan Leo sehingga cowok yang disebut sebagai 'tuan muda' itu memutuskan untuk secepat ini bertunangan.
Selama ini, Leo terkenal playboy dan suka gonta ganti pacar, tapi tidak pernah ada yang dianggap serius oleh Leo. Sedangkan bersama Shena, malah sebaliknya. Belum genap 24 jam mereka jadian sampai membuat drama menegangkan segala, kini Leo memutuskan untuk kembali memaksa Shena agar mau menjadi tunangannya. Meski ini terdengar seperti cinta gila, Leo tetap saja melakukannya sehingga mengundang banyak sekali tanda tanya besar yang penuh dengan kontroversi.
Saat ini yang menjadi pusat perhatian Shena adalah pendapat orang tua Leo yang menyetujui acara dadakan ini. bahkan ini tergolong sangat meriah untuk sekedar sandiwara. Sampai detik ini Shena masih tidak habis pikir dengan sikap keluarga Leo yang menyetujui pertunangan mereka tanpa syarat apapun.
Pasti ada sesuatu di balik semua ini, tapi aku tidak tahu apa sesuatu itu.
Dengan perlahan, Shena dan Leo naik ke atas panggung yang sudah ditunggu oleh keluarga Leo. Termasuk kedua orang tua Leo.
Ada banyak orang yang berdiri berjajar di panggung. Shena bahkan tidak bisa membedakan yang mana ayah Leo. Mereka semua terlihat sama karena memakai setelan jaz yang hampir sama pula. Secara otomatis Shena juga tidak bisa menebak yang mana ibu Leo, karena para wanita yang ada di sini terlihat seumuran dan berkelas semua. Pakaian yang mereka kenakan juga terlihat anggun dan elegan. Mereka semua bagai pinang di belah dua. Tidak bisa dibedakan.
“Kami datang, Ayah,” ucap Leo pada seseorang yang berada di tengah-tengah jajaran para konglomerat ini.
****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 220 Episodes
Comments
Mara
Pasrah aja deh Shena 😁....
2023-04-26
0
Erni Fitriana
😘😘😘😘😘😘
2022-11-02
0
Erni Fitriana
enak bangettttt shena
2022-11-02
0