Leo membawa Shena ke sebuah salon terbesar yang ada di kota ini. Ia langsung menyeret paksa Shena supaya mau masuk ke dalam dan mendudukkannya di kursi depan kaca salon.
“Bereskan dia!” ucap Leo pada salah satu pegawai salon yang sangat ia kenal.
“Siap Bos ... plus plus yei ....” jawab pegawai salon itu menjetikkan jarinya dengan gaya lemah gemulai. Meski jenis kelamin aslinya adalah cowok, tapi penampilannya tidak kalah menarik dengan cewek. Rata-rata pegawai di sini memanglah waria yang sudah terlatih dan terampil.
“Oke! Tapi inget ya, Des ... aku ingin dia sempurna.” Leo menatap Shena yang terlihat kesal.
“Percaya pada Eike. Emang dia sangat jelek sih, tapi dengan jari jemari eike, eike bakal bikin si jelek ini jadi cinderella.” pegawai yang bernama Desy itu melenggak lenggokkan tubuh dan tangannya.
Leo langsung mencengkeram kerah Desy dengan kemarahan yang tak terkendali. Bahkan matanya memerah saking kesalnya. “Elo bilang apa tadi?” suara bariton Leo bergetar.
Desy dan pegawai lainnya ketakutan, melihat orang yang dia panggil bos itu murka. “Emangnye ... eike bilang ape, Bos?” Desy melihat tatapan tajam Leo.
“Jangan pernah lo ngatain cewek gue ini jelek! Kalau sampai lo bilang gitu lagi, gue pecat lo dari sini. Paham, Lo!” Leo melepaskan cengkeramannya setelah pegawai itu menganggukkan kepalanya.
“Iyei, iyei ... eike paham, Bos! Sorry ....” Desy merapikan lagi bajunya.
“Sekarang bereskan! Gak pakek lama! Aku akan menunggu di sini.” Leo duduk di sebuah kursi VIP sambil mengotak atik ponselnya. Sesekali ia melirik Shena yang wajahnya masih cemberut akut.
“Siap, Bos!” ucap Desy sambil mengangkat tangan layaknya orang yang sedang hormat pada upacara bendera.
Desy memerhatikan Shena dengan gaya khas lekongnya. Awalnya, Shena hanya diam dan pasrah tanpa bisa berbuat apa-apa. Sebenarnya ia agak terkejut setelah tahu kalau salon ini milik keluarga Leo. Sekaligus juga geram karena Leo bisa juga bersikap kasar pada pegawainya sendiri. Padahal hanya karena masalah yang sepele. Jelas sekali kalau Leo memiliki sifat yang temperamen. Hal itu wajar sekali mengingat dia adalah seorang anak sultan yang paling terkenal di kota ini.
Aku harus segera mencari cara supaya aku bisa terbebas dari jeratan b4jingan itu. Jika tidak, maka nyawaku bisa dalam bahaya. Sama pegawai aja kayak gitu. Dasar buaya darat!
“Yei ikut eiy, yeee ...” tukas Desy setelah beberapa menit mengamati penampilan Shena.
“Mau ke mana?” tanya Shena dengan wajah penuh curiga, takut kalau dia bakal di siksa.
“Permak seluruh tubuh Yei, yuk ... capcus!” Desy menarik paksa Shena untuk masuk ke dalam suatu ruang VIP.
Di dalam ruang itu, Shena di permak habis-habisan mulai dari ujung rambut hingga ujung kuku, mulai dari kepala hingga kaki. Shena mendapat perawatan ekstra layaknya pengantin yang sebentar lagi akan menikah.
Tidak banyak yang bisa Shena lakukan selain pasrah dirinya dijadikan boneka percobaan pegawai Leo. Jika sampai ia melawan atau memberontak, Leo pasti akan melakukan tindakan di luar nalar yang bisa membuat Shena kehilangan nyawa. Mengingat kejadian tadi pagi, membuat Shena jadi lebih berhati-hati dalam bertindak.
Sebenarnya Shena sangat tertekan dengan statusnya yang menjadi pacar Leo. Ia seolah dituntut untuk menuruti semua kemauan Leo tanpa peduli Shena menyukainya atau tidak. Gadis itu sedang berusaha keras untuk mencari jalan keluar supaya ia bisa segera terlepas dari belenggu Leo, meskipun ia tahu itu kecil sekali kemungkinannya. Shena tidak akan mudah lepas begitu saja dari Leo, hal-hal seperti ini akan jadi makanannya sehari-hari, dan Shena harus bersiap-siap menghadapi semua hal yang lebih mengejutkan dari ini. Untuk sementara, Shena harus mengikuti dan menuruti semua kemauan Leo sampai ia bisa menemukan jalan keluarnya.
Selama satu jam lebih Shena di makeover. Tak lupa gaun yang menawan disematkan juga di tubuh Shena menambah sempurna kecantikannya bak seorang bidadari yang turun dari langit. Tidak diragukan lagi, jari jemari Desy memang bisa membuat Shena berubah dari gadis desa menjadi seorang putri raja. Di tambah lagi dengan gaun indah yang membalut tubuh Shena menambah sempurna kecantikannya. Kini gadis itu berubah 360 derajat. Kecantikannya yang paripurna terlihat lebih natural setelah dipermak habis-habisan oleh Desy.
Shena, si gadis tomboy sederhana yang tidak terlalu memerhatikan penampilannya, kini berubah menjadi gadis anggun yang cantik, menawan, dan mempesona layaknya seorang putri yang berkelas. Siapapun tidak akan ada yang mengenali Shena bila berpenampilan seperti ini.
“Nah, cus ... yei, ternyata cakep juga. Wajar aja si bos suka sama yei, dari sekian banyak ceweknya yang pernah ia bawa kemari, cuma yei yang kacantikannya begitu alami,” komentar Desy setelah mengamati penampilan Shena yang sekarang.
Apa lekong ini bilang? Sekian dari banyak cewek? Gila? Banyak amat?
Shena hanya bisa menelan salivanya membayangkan sudah berapa ratusan wanita yang pernah dipacari Leo, dan sudah berapa banyak wanita yang jadi korban keganasan playboy gila ini. apa saja yang mereka lakukan dan apa saja yang sudah Leo perbuat pada semua gadis-gadis yang malang itu. Sebab, mantan terakhir Leo yang pernah Shena dengar, nekat melakukan aksi bunuh diri di kamar kosnya.
Kebetulan kosnya juga dekat dengan tempat kos Shena sehingga gadis itu tahu apa yang terjadi pada mantan Leo pasca putus dari Leo.
Malangnya, Shena sama sekali tidak menyangka bahwa dirinyalah yang kini jadi korban selanjutnya, dan yang paling ia sesali saat ini adalah ia sama sekali tidak memiliki kekuatan apapun untuk melawan Leo. Apalagi melepaskan diri dari belenggunya. Rasanya itu sangat mustahil.
“Des, udah belum?” teriak Leo dari luar, ia sudah tidak sabar ingin melihat seperti apa Shena setelah di permak habis-habisan.
“Oke ... sebentar lagi!” teriak Desy sambil merapikan tali gaun Shena yang terikat di pinggangnya. “Sip beres ... yuk kita ke luar, sepertinya bos udah nggak sabar ngeliat kecantikan yei yang menakjubkan ini.” Desy serasa bangga pada dirinya karena sudah berhasil mengubah itik buruk rupa menjadi angsa. Ia bahkan berpikir bakal dapat bonus dari bosnya.
Shena hanya diam sambil menghela nafas panjang. Tidak ada yang bisa ia perbuat selain pasrah. Shena memang harus siap berperang menghadapi ini semua meski dalam hati ia tidak ingin melakukannya. Shena memerhatikan penampilannya saat ada di depan cermin.
Gila ... ini aku? Aku baru tahu kalau aku bisa secantik ini?
Untuk sesaat Shena mengagumi dirinya sendiri yang memang terlihat sangat berbeda dari biasanya. Bahkan teman-temannya, tidak akan mengenali Shena yang sekarang ini. Sebab, biasanya Shena hanya berpenampilan sederhana saja. Meski terpaksa menggunakan make up, ia hanya menggunakan make up minimalis saja.
Perlahan, pintu mulai terbuka. Leo sudah menunggu Shena di depan pintu. Begitu ia melihat Shena, Leo langsung terpana. Matanya langsung terbelalak melihat kecantikan Shena yang sempurna.
“Wauuwww ... kau cantik sekali ....” Leo langsung memuji kecantikan Shena. Tapi gadis itu tidak bergeming sama sekali. Ia malah terkesan tidak peduli apapun komentar Leo.
“Sudah eike bilang, kan ... jari jemari Desy ini memang luar biasa,” ucap Desy sambil meniupi kuku-kuku panjangnya yang seperti kuku harimau.
“Itu bukan karena elo Des, tapi karena memang Shena sudah cantik dari sononya.” Kilah Leo yang membuat Desy agak sensi karena usahanya sama sekali tak di hargai.
Selama ini Leo sudah menduga bahwa Shena sebenarnya adalah gadis yang sangat cantik. Wajahnya saat ini mengingatkannya pada acara 17 Agustusan tahun lalu, di mana setiap fakultas mengadakan kompetisi menari untuk memeriahkan acara puncak dalam memperingati hari kemerdekaan yang diadakan kampus setiap tahun.
Saat itulah Leo melihat Shena pertama kali. Mereka sama-sama mengikuti acara untuk berpartisipasi dalam memeriahkan acara. Penampilan Shena begitu memukau dan menakjubkan karena ia menari dengan sepenuh hati tanpa polesan make up yang berlebihan seperti penari-penari lainnya. Selain itu, diantara para penari itu, hanya Shena yang bersikap cuek padanya. Sedangkan yang lainnya, mati-matian berusaha mendekati dan mencari-cari perhatiannya.
Karena itulah Leo sangat tertarik dengan Shena, selain ia jatuh cinta dengan tariannya, ia juga jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat kesederhanaan Shena yang begitu natural. Sejak saat itu, ia selalu mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan Shena. Begitu data terkumpul, Leo langsung bergerak dan bertindak cepat untuk menyusun rencana besar yang bisa membawa Shena bersedia menjadi kekasihnya walaupun harus dengan terpaksa, dan rencana itu berhasil. Kini, Shena sudah menjadi kekasihnya.
Itulah Leo, ia akan melakukan segala macam cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Termasuk Shena, gadis sederhana yang polos dan bersahaja yang kini menjadi pacar paksaan Leo.
“Ayo kita pergi!” Leo menggamit tangan Shena.
“Kita mau ke mana?” Shena berusaha menolak karena ia tidak ingin di bawa Leo kemana-mana.
“Nanti kamu akan tahu.” Leo menggamit tangan Shena. Awalnya gadis itu menolak, tapi Leo langsung menghujani tatapan tajam padanya sehingga gadis itu langsung menjadi jinak dalam hitungan detik.
“Tapi ....”
Sebuah ciuman manis langsung mendarat di bibir Shena sehingga gadis itu tidak bisa lagi berkata-kata. Matanya terbelalak karena terkejut dengan aksi Leo yang menciumnya tanpa izin.
“Apa yang kamu lakukan?” Shena mendorong tubuh Leo dengan keras. Ingin sekali ia menggampar cowok yang ada di depannya ini karena sudah berani kurang ajar padanya. Apalagi cowok yang paling Shena benci sudah merenggut ciuman pertamanya dan di saksikan banyak orang.
“Itu hukuman buat kamu karena terus saja membantahku. Jika kamu bersikap kooperatif, maka kamu aman dan aku tidak akan melakukan hal-hal ekstrim padamu. Tapi kamu, terus saja menolakku. Asal kamu tahu, aku tidak suka penolakan.” Leo tersenyum sambil menggigit bibirnya. “Aku suka ciuman tadi, sering-seringlah membantahku, maka aku pun akan sering menciummu.” Leo menatap tajam mata Shena yang terpana.
Shena sangat syok dan tidak pernah mengira Leo bisa melakukan hal serendah ini demi mendapatkan apa yang dia inginkan. Ingin rasanya gadis itu mengumpat dan mengeluarkan seluruh nama binatang yang ada di kebun binatang. Namun, ia tidak sanggup mengeluarkan kata-kata itu.
Leo tidak memedulikan apa yang ada di pikiran Shena, tapi ia tahu kalau gadis yang kini jadi pacarnya ini pasti berpikiran yang bukan-bukan tentangnya. Namun, Leo tetap saja memaksa Shena supaya ikut dengannya. Mereka akhirnya meninggalkan salon dan melesat pergi ke suatu tempat.
****
jangan lupa untuk klik like dan comennya ya ...
Baca juga "Putra Raja" kisah fantasi romantis yang terjadi antara Refald dan Fey yang harus dihadapkan dengan berbagai hal menakjubkan. Kisah kekonyolan keduanya dan masih banyak lagi hal seru lainnya..
salam manis dari penulis😄😄🌹🌹🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 220 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Astaga Leo,, Shena belum mandi juga tuh 🤣🤣😜
2023-05-30
0
Mara
Jadi kasian sama si Desy 😂
2023-04-22
0
Mara
Padahal Sasa itu salah satu sahabat kamu😢apa karena ingatannya sudah di hapus kah🤔
2023-04-22
0