Sang penyelamat

Serra tercengang melihat seorang wanita paruh baya turun dari mobil nya. Wanita itu berjalan sembari membawa tongkat baseball. Ia mengarahkan tongkat itu pada masing-masing bodyguard. Reflek, mereka memundurkan wajah mereka karena merasa takut dengan perlakuan Nessa. Ingin melawan, tapi mereka tahu jika Nessa adalah ibu dari tuan muda mereka.

"Berani menghalangi putraku? Tongkat ini akan membuat kalian pindah alam, minggir gak!"

Menurut, para bodyguard itu menyingkir. Mereka memberi Nessa jalan. Mendapat jalannya, Nessa kembali melanjutkan langkah nya. Tatapannya jatuh pada sang menantu yang masih tercengang melihatnya. Ia tersenyum lebar dan berniat menghampiri Serra, tetapi dirinya lebih dulu menatap ke arah Nicholas yang sedang menatapnya.

"Ternyata kamu masih sama saja, selalu menyiksa putraku! Terserah putraku dia mau menikah dengan siapa, apa urusanmu huh? Putraku aku didik agar tidak jadi seperti mu, jadi jangan hancurkan didikanku Pak tua." Omel Nessa.

"Pantas anaknya gak sopan, mamanya aja tidak punya sopan santun. Cih," ledek Alma sembari melipat tangannya di depan d4da.

"Eeehhh ...." Nessa berjalan menghampiri Alma dan menodongkan tingkat baseball yang ia bawa tepat di depan mulut Alma.

"Kira-kira, kalau ku hantam mulutmu pake tongkat ini, masih bisa ngomong kamu besok? Jaga bicaranya yah, aku sudah rela mengalah bukan berarti aku rela putraku di tindas manusia kayak kamu."

Mendadak, Alma langsung melipat bibirnya. Takut, jika perkataan Nessa ada benarnya. Memastikan Alma yang diam, tatapan Nessa beralih menatap Nicholas yang berdiri di sampingnya. Tatapan pria itu terlihat dingin, kedatangan Nessa tak membuatnya mengambil keputusan untuk menghentikan wanita itu.

"Jangan kekang putraku karena keinginanmu. Dia sudah mau membantumu di perusahaan Arkatama. Urusan percintaannya, jangan juga kamu arahkan seperti robot. Aku membiarkan kamu mengatur Dean semaumu untuk perusahaan sebagai baktinya pada mu. Jika menyangkut urusan pernikahannya, aku tidak akan tinggal diam."

Nicholas menyeringai dalam, "Aku bisa berbuat apapun Nesaa, sepertinya ... kamu lupa siapa diriku."

"Lupa? Nicho, bagaimana aku bisa melupakanmu? Pria yang suka sekali memerintah." Tatapan Nesaa beralih menatap putranya.

"Dean, bawa istri dan putramu masuk ke mobil." Titah Nesaa dengan tegas.

Dwan merangkul Serra dan membawanya masuk ke dalam mobil. Nessa memastikan ketiganya masuk ke dalam mobil sebelum kembali menatap ke arah Nicholas. Entah mengapa, pria itu selalu tak berdaya jika berhadapan dengan Nessa. Saat ini, Nicholas justru terdiam dan mengamati wajah wanita di hadapannya itu.

"Nessa, bagaimana kalau kamu kembali denganku lagi?"

"Heuh?" Nessa dan ketiga istri Nicholas syok mendengarnya.

"Mimpiiii! Ogah, ih." Nessa mengelus lengannya, seolah ada ulat bulu yang menempel di tubuhnya.

"Mas! Ngomong apaan sih kamuuu!" Kesal Alma, ia menguncang lengan suaminya guna menyadarkannya.

"Tuh, jaga suaminya." Ucap Nessa sebelum masuk ke dalam mobilnya.

.

.

.

Nessa menyetir mobil dengan hati-hati, ia sungguh merasa senang saat ini karena dapat bertemu dengan menantunya. Matanya melirik ke arah putranya yang tengah terdiam sembari memandangi sesuatu. Lalu, tatapannya beralih menatap spion tengah mobilnya dilihat Serra dan Chio yang tertidur pulas di kursi belakang.

"Apa saja yang pria tua itu inginkan?" Tanya Nessa.

"Dia ingin aku kembali ke perusahaan dan menceraikan Serra. Entah siapa yang mengatakan padanya keinginan Serra tentang Childfree." Jawab Dean, tatapannya belum juga beralih. Ia masih memandang lurus kedepan menatap ke arah jalan.

"Pria tua itu semakin semena-mena. Hais, kamu gak bilang tentang masalah yang ada di tubuhmu?"

Dean menggeleng pelan, "Tidak, aku begitu emosi tadi. Jadi lupa tentang hal itu." Lirih Dean.

"Syukurlah, tidak ada yang perlu tahu tentang hal itu. Nanti Alma makin besar kepala,"

Perkataan Nessa membuat Dean bingung, pria itu menatap sang mama dengan tatapan tak terima. "Kalau Papa gak tahu tentang aku yang mandul, dia akan terus-terusan menyalahkan Serra Ma! Padahal, yang paling bermasalah sebenarnya aku, bukan Serra!"

"Mama tahu, mama tahu Dean ... tapi ... kalau kamu mengatakan kekuranganmu, Alma akan terus menjatuhkan mu dan membuat posisimu rendah di keluarga Arkatama. Kamu harus mengerti dong maksud mama."

"Mama ingin aku mendapatkan kedudukan pewarisan kan?" Tebakan Dean membuat Nessa gugup.

"Bukan begitu maksud mama dean, Mama hanya ingin yang terbaik untukmu. Mama ingin kamu dapat hakmu, itu saja." Dean tak ingin mendengarkan penjelasan Nessa. Ia memilih mengalihkan pandangannya ke luar jendela dan enggan kembali berbicara.

Sampai di rumah Nesaa yang bergaya minimalis itu, Serra dan Chio masih tidur. Dean pun berniat akan menggendong Chio, tetapi niatannya terhenti saat Nessa justru mencegahnya.

"Sudah, biar Mama saja. Kamu gendong istrimu saja, sepertinya dia sangat lelah." Pinta Nessa.

Dean menurut, ia membiarkan sang mama membawa Chio sementara dirinya menggendong Serra dan membawanya masuk ke dalam Rumah. Tubuh Serra memang tak gendut, tapi lelah juga harus naik tangga dengan menggendong tubuh wanita itu.

"Apa dia sapi, kenapa berat sekali." Gumam Dean. Jika saja Serra bangun, pasti wanita itu sudah meneriakinya.

"Dean, di sini kamar hanya ada tiga. Kamar satunya sedang di renovasi, kamu pakai kamar ujung sana saja." Unjuk Nessa pada kamar yang ada di paling pojok.

"Chio biar tidur sama Mama."

"Hah? Enggak, enggak usah. Chio biar tidur sama aku dan Serra aja." Pinta Dean sedikit khawatir.

"Udah, sama mama aja. Mama juga ingin dekat dengan cucu mama. Lagian, ranjang di sana kecil. Kasihan kalau desak-desakan." Setelah mengatakan itu, Nessa membawa Chio ke kamanrya. Meninggalkan Dean yang panik dan tak terima dengan keputusan wanita paruh baya itu.

"Maa! Mamaa! Ck, masa tidur cuma. berduaan sama Serra sih. Kenapa gak bawa menantunya aja ini." Gerutu Dean.

Dean lalu membawa Serra ke kamar, ia menutup pintu dengan kakinya dan bergegas membawa tubuh wanita itu ke ranjang. Tak sengaja, Dean menginjak sesuatu yang tajam di karpet. Kakinya merasa sakit, dia menarik kakinya yang mana membuat tubuhnya tak seimbang.

BUGH!!

Srek!

"Aaaww!"Dean menjatuhkan kasar tubuh Serra ke atas ranjang. Hal tersebut, menyebabkan kepala Serra tak sengaja membentur kepala ranjang. Pastilah, Serra terbangun dan memegangi kepalanya.

"Sakit ...." Serra mengusap kepala belakangnya, penglihatannya masih belum jelas. Selang beberapa saat, ia baru menyadari wajah Dean tepat ada di depan wajahnya. Pandangan keduanya bertemu, kedua mata mereka tak juga berkedip. Jantung keduanya berdebar kencang, entah mengapa keduanya merasa perasaan yang aneh.

Cklek!

"Dean mama minta ...." Nessa syok melihat pasangan pasutri baru itu tengah saling tindih menindih.

"Eh, ma-maaf ... maaf. Mama lupa kalau kamu udah nikah, maaf. Maaf mengganggu kegiatan kalian! La-lanjutkan!" Nessa yang panik pun segera menutup pintu kembali.

Serra dan Dean reflek menunduk, keduanya melihat kancing kemeja Serra yang terbuka hingga memperlihatkan bagian yang selalu ia tutupi. Mata Dean membulat sempurna, begitu pun dengan Serra. Bergegas, Dean menarik dirinya dan mengangkat kedua tangannya.

"Bu-bukan aku, a-ku enggak ...,"

"DEAAAAN! GORONG-GORONG MES*UUUM!" Teriak Serra sembari menutup kembali bajunya yang sempat tersingkap.

Dwan menutup telinganya, suara cempreng Serra sungguh membuat telinganya sakit. "Lagian juga satu sama kita! Impas! Kan kamu udah lihat ularku, aku cuman sedikit lihat punyamu loh! Lagian kan masih ketutup! Tepos juga, kamu kira aku nafsu?"

BUGH!!

"DEAAAN!"

"ARRGHH! SAKIT SERRAA! SAKIIT! JANGAN DI GIGIT, ARGHHH!"

Sementara di luar kamar, Nessa mendengar teriakan keduanya. Ia menutup mulutnya lantaran syok mendengar teriakan pasutri baru itu. Matanya terbelaalak lebar, rasanya ia sedang senam jantung saat ini. Namun, Nessa langsung merubah ekspresinya dan tersenyum penuh arti.

"Namanya juga pasangan muda, wajar saja. Tinggal, aku cari tahu penyebab Dean bisa di diagnosa mandul. Apa masih ada harapan, kalau masih bisa di obati ... aku bisa punya cucu!" Gumam Nesaa dengan yakin.

Terpopuler

Comments

Alistalita

Alistalita

Rasanya Dean gak m4ndul deh.
Soalnya bapaknya juga suburr🤣🤣 bisa jadi ada konpirasi soalnya di part berapa tante Alma gk mau keduluan sama Dean, Makanya tuh c Congcorang langsung nanam saham duluan🤦‍♀️🤣🤣

Widihh ternyata mama Nessa bar2 and garang, sebelah dua belas sama menantunya.
Bisa2nya malh diajak rujuk lagi sama pak tua, sampai ketiga istrinya shokk beratt untung gak pada kena serangan jantung🤦‍♀️🤣🤣

Terimaksih up empat babnya kak ra, semanga🤗

2025-01-11

43

Sindy Sintia

Sindy Sintia

kayaknya hasil pemeriksaan Dean ke tuker sama org lain deh, semoga aja.tinggal serra yg aku harap akan brubah pikiran dan mau punya anak sendri. lha Nicholas bukan mau keturunan doang , klw hnya keturunan udah ada Eric knpa nikah lg coba smpe ada istri ke 4..memang doyan pempek nicholas

2025-01-12

6

Salim S

Salim S

bisa mama nesha, dean ngga mandul kok dia cuma lagi hibernasi aja /Grin//Grin//Grin/nanti kalau pawangnya udah mau di sentuh bakalan jadi cucu mu,juga adiknya chio /Tongue//Tongue//Tongue/

2025-01-12

5

lihat semua
Episodes
1 Dua keinginan yang berbeda
2 Keinginan yang sama
3 Kita nikah aja deh!
4 Hadiah untuk mama
5 Bocah pemikat hati
6 Keluarga heboh
7 Pengangguran premium
8 Kekesalan Serra
9 Pertanyaan mama mertua
10 Hati yang berdebar
11 Aku mendapatkan kebahagiaan ku
12 Pembalasan Dean
13 Tuan Muda pertama
14 Jangan dekat dengan siapapun disini!
15 Keterkejutan Serra
16 Tidak ada yang boleh menghiina istriku!
17 Tak sengaja
18 Cangcorang gatal
19 Pilihan saya menikahinya
20 Sang penyelamat
21 Ingin mencintaimu
22 She's My Wife!
23 Apa aku boleh memintanya?
24 Pembelaan Mama Nessa
25 Kedua Mama yang heboh
26 Jamu rahasia
27 Malam panjang
28 Terima kasih sudah menjaganya untukku
29 Harapan mama Nessa
30 Kecewa dalam harap
31 Mas suami
32 Cemburunya Dean
33 Pesona istri Tuan muda pertama Arkatama
34 Ini bukan soal cinta
35 Asal ketakutan Serra
36 Gara-gara si kambing
37 Godaan Serra
38 Suami saya bau duitnya kenceng yah?!
39 Hak waris
40 Tentang kehilangan
41 Cucu kesayangan
42 Kakek celaaaaam!
43 Bayi malang
44 Salahku?
45 Aku ingin kamu malam ini!
46 Keputusasaan Dean
47 Lepaskan!
48 Kemarahan Dean
49 Keanehan Serra
50 Semakin aneh
51 Dean sakit?
52 Dua garis merah
53 Aku tidak mau hamil!
54 Permohonan Dean
55 Perjuangan membujuk istri
56 Keterlaluan?
57 Kehamilan simpatik
58 Nasehat baik Mario
59 Cangcorang gatal
60 Kekhawatiran Tara
61 Mood ekstrim bumil
62 Tawa yang sulit terulang kembali
63 Mana ci kambing?!
64 Tetangga Eror
65 Malam yang manis
66 Darling!
67 Siapa?
68 Jangan salahkan dia
69 Perhatian suami idaman
70 Kedatangan Nicholas
71 Chio mau pindah ke cebelah Oma!
72 Jangan menangis sayang!
73 Si gembul
74 Cerita Papa mertua
75 Jangan usik milikku!
76 Pulang
77 Kemarahan Nicholas
78 Celaaaam!
79 Tendangan buah hati
80 Sulit di artikan
81 Bahagia nya Dean
82 Kehebohan Jenia
83 Akibat yang di dapat
84 Kehancuran Eric?
85 Kehebohan si gembul
86 Gara-gara es krim
87 Penolakan Dean
88 Penganggulan plemium!
89 Belanja kebutuhan bayi
90 Tak dapat menghindar
91 Tragedi
92 Berusaha menolong
93 Tingkah Chio
94 Penangkapan Alma
95 Perhatian Nessa
96 Amanat Nicholas
97 Chiara Kalea Arkatama
98 Bayi cantik
99 Adekna Chiooo!
100 Kedatangan Kelvin
101 Papaku ....
102 Kok calah Chio!
103 Untung nda jadi cali pacal buat Oma!
104 Dua saudara
105 Abang kuliiil!
106 Tak merebut kebahagiaan orang lain
107 Hadiah untukmu
108 Biar bebas!
109 Telcangkuuuut!
110 Perkara si kambing
111 Hampir
112 Masih egois
113 Si dua gembul
114 Hamil lagi?
115 Menerima
116 Ternyata keponakan
117 Rahasia Chio
118 Manjanya Papi Dean
119 Hari yang di tunggu
120 Kehangatan yang di impikan
121 Kebahagiaan yang sempurna
122 Keluarga yang hangat
123 Anak angkat
124 Cemburunya Chiara
125 Berondong atau hot papi?
126 Kepanikan Jenia
127 BUKAN UPDATE
128 Teman Chio
129 Kemarahan Serra
130 Merasa aneh
131 Teguran Serra
132 Cerita Chiara
133 Pernikahan Mario Jenia
134 Keributan pasutri baru
135 Maliooooo!
136 Mencari tahu keberadaan Rajendra
137 Menolong
138 Perhatian yang di harapkan
139 Tak bisa memaksakan
140 Ending terbaik
141 Bonchap satu
142 Bonchap dua
143 Cinta yang kamu pilih (Promosi)
144 Bonchap Tiga
145 Bonchap empat
146 Limaaaa
147 Enaaam
148 Tujuuuh
149 Bonchap delapan
150 Bonchap sembilan
151 Bonchap akhir DERA
Episodes

Updated 151 Episodes

1
Dua keinginan yang berbeda
2
Keinginan yang sama
3
Kita nikah aja deh!
4
Hadiah untuk mama
5
Bocah pemikat hati
6
Keluarga heboh
7
Pengangguran premium
8
Kekesalan Serra
9
Pertanyaan mama mertua
10
Hati yang berdebar
11
Aku mendapatkan kebahagiaan ku
12
Pembalasan Dean
13
Tuan Muda pertama
14
Jangan dekat dengan siapapun disini!
15
Keterkejutan Serra
16
Tidak ada yang boleh menghiina istriku!
17
Tak sengaja
18
Cangcorang gatal
19
Pilihan saya menikahinya
20
Sang penyelamat
21
Ingin mencintaimu
22
She's My Wife!
23
Apa aku boleh memintanya?
24
Pembelaan Mama Nessa
25
Kedua Mama yang heboh
26
Jamu rahasia
27
Malam panjang
28
Terima kasih sudah menjaganya untukku
29
Harapan mama Nessa
30
Kecewa dalam harap
31
Mas suami
32
Cemburunya Dean
33
Pesona istri Tuan muda pertama Arkatama
34
Ini bukan soal cinta
35
Asal ketakutan Serra
36
Gara-gara si kambing
37
Godaan Serra
38
Suami saya bau duitnya kenceng yah?!
39
Hak waris
40
Tentang kehilangan
41
Cucu kesayangan
42
Kakek celaaaaam!
43
Bayi malang
44
Salahku?
45
Aku ingin kamu malam ini!
46
Keputusasaan Dean
47
Lepaskan!
48
Kemarahan Dean
49
Keanehan Serra
50
Semakin aneh
51
Dean sakit?
52
Dua garis merah
53
Aku tidak mau hamil!
54
Permohonan Dean
55
Perjuangan membujuk istri
56
Keterlaluan?
57
Kehamilan simpatik
58
Nasehat baik Mario
59
Cangcorang gatal
60
Kekhawatiran Tara
61
Mood ekstrim bumil
62
Tawa yang sulit terulang kembali
63
Mana ci kambing?!
64
Tetangga Eror
65
Malam yang manis
66
Darling!
67
Siapa?
68
Jangan salahkan dia
69
Perhatian suami idaman
70
Kedatangan Nicholas
71
Chio mau pindah ke cebelah Oma!
72
Jangan menangis sayang!
73
Si gembul
74
Cerita Papa mertua
75
Jangan usik milikku!
76
Pulang
77
Kemarahan Nicholas
78
Celaaaam!
79
Tendangan buah hati
80
Sulit di artikan
81
Bahagia nya Dean
82
Kehebohan Jenia
83
Akibat yang di dapat
84
Kehancuran Eric?
85
Kehebohan si gembul
86
Gara-gara es krim
87
Penolakan Dean
88
Penganggulan plemium!
89
Belanja kebutuhan bayi
90
Tak dapat menghindar
91
Tragedi
92
Berusaha menolong
93
Tingkah Chio
94
Penangkapan Alma
95
Perhatian Nessa
96
Amanat Nicholas
97
Chiara Kalea Arkatama
98
Bayi cantik
99
Adekna Chiooo!
100
Kedatangan Kelvin
101
Papaku ....
102
Kok calah Chio!
103
Untung nda jadi cali pacal buat Oma!
104
Dua saudara
105
Abang kuliiil!
106
Tak merebut kebahagiaan orang lain
107
Hadiah untukmu
108
Biar bebas!
109
Telcangkuuuut!
110
Perkara si kambing
111
Hampir
112
Masih egois
113
Si dua gembul
114
Hamil lagi?
115
Menerima
116
Ternyata keponakan
117
Rahasia Chio
118
Manjanya Papi Dean
119
Hari yang di tunggu
120
Kehangatan yang di impikan
121
Kebahagiaan yang sempurna
122
Keluarga yang hangat
123
Anak angkat
124
Cemburunya Chiara
125
Berondong atau hot papi?
126
Kepanikan Jenia
127
BUKAN UPDATE
128
Teman Chio
129
Kemarahan Serra
130
Merasa aneh
131
Teguran Serra
132
Cerita Chiara
133
Pernikahan Mario Jenia
134
Keributan pasutri baru
135
Maliooooo!
136
Mencari tahu keberadaan Rajendra
137
Menolong
138
Perhatian yang di harapkan
139
Tak bisa memaksakan
140
Ending terbaik
141
Bonchap satu
142
Bonchap dua
143
Cinta yang kamu pilih (Promosi)
144
Bonchap Tiga
145
Bonchap empat
146
Limaaaa
147
Enaaam
148
Tujuuuh
149
Bonchap delapan
150
Bonchap sembilan
151
Bonchap akhir DERA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!