Tak sengaja

Malam hari, Serra membantu Chio bersiap sebelum tidur. Ia membiasakan anak itu untuk menggosok giginya terlebih dahulu. Chio sepertinya sudah biasa melakukan hal itu. Jadi, anak itu tak protes apapun. Setelah keluar dari kamar mandi, Chio langsung berlari kecil ke ranjang. Dean yang ada di sana segera menangkapnya dan menaikkannya ke ranjang bersamanya.

"Kita tidur? Atau baca cerita dulu?" Tanya Dean sembari memeluk Chio.

"Aku aja yang bacakan, kamu mandi sana. Katanya tadi mau mandi kan?" Dean mengangguk mendapat pengingat dari Serra. Pria itu beranjak berdiri dan berjalan masuk ke kamar mandi. Sementara, Serra mengambil satu buku dongeng dan membacakannya.

"Chio suka baca cerita yah?" Tanya Serra.

"Heum, ayah cuka bacakan Chio celita." Ucap anak itu dengan pandangan lurus.

Serra meraih Chio dalam pelukannya, ia tahu jika anak itu pasti masih teringat dengan kedua orang tuanya. Chio yang mendapat pelukan Serra pun memeluk balik wanita cantik itu. Perlahan, ia mulai mengerti mengapa Serra membawanya. Wanita itu dan Dean, yang akan menemaninya mulai sekarang.

"Bunda dan ayah kan sudah punya rumah baru yang jauuuh lebih indah. Bunda dan ayah, masih ada tetap ada kok. Tapi disini ...." Serra menunjuk tepat di d4da Chio.

"Chio mau ikut ke lumah balunya hiks ...,"

"Chio belum boleh kesana. Kalau Chio kesana mami sama papi kesepian dong, sedih."

"Jangan cedih hiks ... chio aja yang cedih hiks ... cedih belaaat hiks ...." Dengan tangan mungilnya, Chio mengusap wajah Serra seolah ada air mata di pipi wanita itu.

"Sudah, lanjutkan baca ceritanya habis itu tidur yah. Besok, Mami ajak jalan-jalan. Oke, jagoan?" Seru Serra, ia berharap perhatian Chio teralihkan. Agar, anak itu tak sedih kembali.

Selang beberapa saat, akhirnya Chio tertidur juga. Menyadari Chio yang sudah tertidur pulas, dengan hati-hati Serra menarik tangannya yang di peluk oleh Chio. Awalnya, anak menggemaskan itu bergerak gelisah. Namun, Serra memeluk pahanya yang membuatnya kembali tenang.

"Si Dean mandinya lama banget, pingsan apa tuh orang yah? Mana aku kebelet lagi!" Serra memutuskan turun dari ranjang dan berjalan menuju pintu kamar mandi dan mengetuknya.

"Deaaan, aku kebeleeet! Udah di ujung tanduk inii!" Seru Serra dengan suara tertahan. Sebab, ia takut suara teriakannya membangunkan Chio yang sudah tertidur.

Tok!

Tok!

"Cula badaaak! Ngapain sih di dalam? Konser? Lamat amat siiih! Hitung sampai tiga aku do ...,"

Cklek!

"Berisik banget!" Dean keluar dengan handuk yang melilit pinggangnya. Ia baru saja selesai mandi, dan tak bisa berpakaian karena ulah Serra yang justru ribut memintanya keluar.

"Aku kebelet! Minggir!" Serra memaksa Dean untuk menyingkir karena mengahalangi jalannya.

"E-eh!"

Namun, Serra justru tak sengaja menginjak sabun cair yang entah mengapa bisa ada di lantai. Hal itu, membuat Serra hampir terjatuh. Tak ingin terjatuh begitu saja, Reflek tangan Serra berniat menggapai sesuatu yang akan menyelamatkannya. Sayangnya, ia justru menarik handuk Dean. Tentunya, hal itu tak membantunya.

BUGH!!

"Aduh, sakit ...." Tangan kiri Serra memegangi pinggangnya yang terasa sakit. Namun, saat melihat tangan kanannya yang memegang handuk, reflek ia menoleh ke belakang. Sedangkan Dean, ia langsung menatap ke bawahnya dimana ia tak memakai apapun.

"SERRAAA! CEWEK GILAAA!" Dean berteriak histeris, pria itu bergegas berlari dan mencari sesuatu yang bisa menutupi bagian bawahnya. Berbeda dengan Serra yang masih syok dengan apa yang dirinya lihat.

"Tadi apa itu? Apaaaa?!" Serra syok bukan main melihat sesuatu yang tak seharusnya dirinya lihat.

Teriakan keduanya membuat Chio terbangun, anak itu merasa kaget. Ia mencari ke asal suara, melihat Dean yang bersembunyi di balik pintu lemari tentu membuat nya bingung. Di tambah, Serra berdiri di ambang pintu dengan masih memegangi handuk Dean.

"TUTUP MATAAA!" Teriak Dean kesal.

"I-iya, nih handuknya!" Serra menutup matanya, ia berjalan mendekati Dean sembari menyodorkan handuk tersebut. Dean bergegas mengambilnya dan memakainya. Ia seolah takut sekali Serra memanfaatkan kondisinya yang tengah tak memakai pakaian apapun.

"La-lagian! Kamar sebesar ini gak punya tempat ganti baju apa?!"

"Aku yang salah gitu?!" Omel Dean sembari berkacak pinggang. Ia sudah selesai memakai handuknya dan menatap Serra yang masih menutup mata.

"Ya iyalah! Udah belum?"

"Udaaah!"

Serra melepas tangannya dari matanya, ia menghela nafas lega setelah melihat Dean yang sudah mengenakan handuk itu kembali. Sepertinya, insiden tadi tak akan pernah bisa ia lupakan.

"Tadi liat apa kamu? Jawab jujur, liat apa?" Tanya Dean dengan tatapan penuh selidik.

"Liat ...." Serra mengg4ruk pelipisnya yang tak gatal.

"Liat apa, ngaku kamu! Ngaku gak?!"

"Ulaaar, aku lihat ulaaar!" Setelah mengatakannya, Serra buru-buru masuk ke dalam kamar mandi, meninggalkan Dean yang memasang raut wajah syoknya. Pipinya bersemu merah, ia menunduk menatap asetnya yang masih tertutup handuk.

"Dia sudah melihatnya? Astaga ... gak adil! Ini gak adiiil!"

Saat Dean akan menghampiri Serra yang ada di kamar mandi, tak sengaja ekor matanya menatap seorang bocah yang Duduk di ranjang. Menyadari hal itu, reflek Dean menghentikan langkahnya dan menoleh menatap ke arah putranya.

"Chi ... Chio belum tidur?" Tanya Dean dengan gugup.

"Cudaaaaah, kemalin ngo.lok cekalang papi yang teliak. Telaniaya kali Chio lacanya,"

Dean yang mendengarnya meringis di buatnya, "Yah, sayangnya kamu mendapatkan orang tua yang super heboh nak." Batinnya.

.

.

.

Karena kejadian semalam, Dean dan Serra tampak canggung. Bahkan, keduanya saling tak bicara kecuali Chio yang mengajak keduanya mengobrol. Menyadari ada keanehan dari dua orang itu, Chio pun mencoba bertanya hal lain.

"Kita di lumah kakek celam telus Mami?" Tanya Chio.

"Enggak tahu, coba tanya Papi." Jawab Serra.

Tatapan Chio beralih menatap Dean yang terlihat fokus bermain laptopnya. Menyadari ada yang menatapnya, Dean pun menolehkan pandangannya. Dia mendengar pertanyaan Chio, tapi Serra malah menjawab agar anak itu bertanya padanya.

"Enggak, kita akan secepatnya pulang yah. Papi lagi bujuk kakek seram nya dulu." Jawab Dean.

Tok!

Tok!

Serra beranjak berdiri dan berjalan membukakan pintu. Terlihat Yura sudah siap dengan seragam sekolahnya, anak itu menatap Serra dengan senyuman yang merekah. "Kakak, Papa ajak sarapan bersama."

"Katakan pada tua bangka itu, kami ingin sarapan di kamar." Seru Dean, dia masih kesal soal kemrin.

Yura melunturkan senyumnya, ia memiringkan kelapanya sembari mengg4ruk pelan pipinya. "Tapi kata Papa, kalau gak mau gak akan ada sarapan. Keluar juga gak boleh, gitu katanya." Terang Yura.

"Ck, tua bangka menyusahkan!" Geram Dean. Terpaksa, ia beranjak dari duduknya dan menggandeng tangan Chio pergi. Anak itu mulai tak suka di gendong, tapi jika lelah ia akan meminta di gendong sendiri nantinya.

"Ayo." Ajak Dean saat melewati Serra.

"Eh iya,"

Serra menutup pintu kamarnya kembali, ia berjalan mengikuti Dean dari belakang. Namun, saat akan memasuki lift, dia melupakan sesuatu. Seharusnya pagi ini wanita cantik itu membuatkan susu Chio, tapi susu anak itu ketinggalan di kamarnya.

"Dean, Chio belum minum susu. Kamu duluan saja, aku akan mengambil susunya di kamar."

Dean mengangguk, ia masuk ke dalam lift bersama dengan Yura dan juga Chio. Lift ini akan membawanya langsung ke ruang makan keluarga yang ada di lantai tiga. Jadi, Serra tak akan kesusahan mencari ruang makan.

Sementara itu, Serra mengambil susu Chio di dalam lemari. Untungnya, ia membawa satu kotak susu untuk keperluan anaknya itu selama disini. Menaikkan berat badan Chio, membutuhkan susu dalam nutrisinya sehari-hari. Untungnya, setelah meminum susu itu Chio terlihat lebih berisi dan saat di gendong pun sedikit terasa lebih berat dari awal dia menggendongnya.

"Nah, nih susunya. Semalam lupa aku kasih, pagi ini jangan sampai deh." Gumam Serra. Ia berniat akan berbalik, tetapi suara seseorang membuatnya mematung.

"Selamat atas pernikahanmu ... Serra. Oh, apa aku harus memanggilmu kakak ipar?"

Terpopuler

Comments

Alistalita

Alistalita

Siapa Ini c Congcoran atau mantan ulat bulu. Ish Serra jangan lupa ya bilang ke Dean kalau, Eric kumpul kebo dulu dengan Tara.
Cie selamat ya Serra matamu dah gak suci lagi, Akhirnya kamu lihat burung gak terbang😂 balas dean balas jangan mau kalah. Lagian kalian dah sah juga🤭
Atau nunggu cinta bersemi dulu.
Gak apa2 deh itung2 pacaran, folus ke Chio dan masalahan kalian dulu aja.
Ingat ya pernikahan bukan permainan, jadi sebisa mungkin gunakan komunikasi dengan baik, harus saling jujur dan terbuka..

2025-01-11

32

Rizka Aja

Rizka Aja

lah siapa tuh yg nyapa sera, cangcorang apa ratu ular 🐍 , bikin penasaran aja thor semoga cepat up ya thooorrr 🥰🥰🥰💪💪💪

2025-01-11

5

jumirah slavina

jumirah slavina

jan jd pebinor ya kamu Erikaaa !!!!

'hehhh Jumiiii....!!! E R I C K !!!' teriak Erick marah"

suka² Aku lh... mulut..mulut Aku ini...
E R I K A 'ucap Jumi sambil memeletkan lidah'y" wwlleeekkk

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2025-01-11

7

lihat semua
Episodes
1 Dua keinginan yang berbeda
2 Keinginan yang sama
3 Kita nikah aja deh!
4 Hadiah untuk mama
5 Bocah pemikat hati
6 Keluarga heboh
7 Pengangguran premium
8 Kekesalan Serra
9 Pertanyaan mama mertua
10 Hati yang berdebar
11 Aku mendapatkan kebahagiaan ku
12 Pembalasan Dean
13 Tuan Muda pertama
14 Jangan dekat dengan siapapun disini!
15 Keterkejutan Serra
16 Tidak ada yang boleh menghiina istriku!
17 Tak sengaja
18 Cangcorang gatal
19 Pilihan saya menikahinya
20 Sang penyelamat
21 Ingin mencintaimu
22 She's My Wife!
23 Apa aku boleh memintanya?
24 Pembelaan Mama Nessa
25 Kedua Mama yang heboh
26 Jamu rahasia
27 Malam panjang
28 Terima kasih sudah menjaganya untukku
29 Harapan mama Nessa
30 Kecewa dalam harap
31 Mas suami
32 Cemburunya Dean
33 Pesona istri Tuan muda pertama Arkatama
34 Ini bukan soal cinta
35 Asal ketakutan Serra
36 Gara-gara si kambing
37 Godaan Serra
38 Suami saya bau duitnya kenceng yah?!
39 Hak waris
40 Tentang kehilangan
41 Cucu kesayangan
42 Kakek celaaaaam!
43 Bayi malang
44 Salahku?
45 Aku ingin kamu malam ini!
46 Keputusasaan Dean
47 Lepaskan!
48 Kemarahan Dean
49 Keanehan Serra
50 Semakin aneh
51 Dean sakit?
52 Dua garis merah
53 Aku tidak mau hamil!
54 Permohonan Dean
55 Perjuangan membujuk istri
56 Keterlaluan?
57 Kehamilan simpatik
58 Nasehat baik Mario
59 Cangcorang gatal
60 Kekhawatiran Tara
61 Mood ekstrim bumil
62 Tawa yang sulit terulang kembali
63 Mana ci kambing?!
64 Tetangga Eror
65 Malam yang manis
66 Darling!
67 Siapa?
68 Jangan salahkan dia
69 Perhatian suami idaman
70 Kedatangan Nicholas
71 Chio mau pindah ke cebelah Oma!
72 Jangan menangis sayang!
73 Si gembul
74 Cerita Papa mertua
75 Jangan usik milikku!
76 Pulang
77 Kemarahan Nicholas
78 Celaaaam!
79 Tendangan buah hati
80 Sulit di artikan
81 Bahagia nya Dean
82 Kehebohan Jenia
83 Akibat yang di dapat
84 Kehancuran Eric?
85 Kehebohan si gembul
86 Gara-gara es krim
87 Penolakan Dean
88 Penganggulan plemium!
89 Belanja kebutuhan bayi
90 Tak dapat menghindar
91 Tragedi
92 Berusaha menolong
93 Tingkah Chio
94 Penangkapan Alma
95 Perhatian Nessa
96 Amanat Nicholas
97 Chiara Kalea Arkatama
98 Bayi cantik
99 Adekna Chiooo!
100 Kedatangan Kelvin
101 Papaku ....
102 Kok calah Chio!
103 Untung nda jadi cali pacal buat Oma!
104 Dua saudara
105 Abang kuliiil!
106 Tak merebut kebahagiaan orang lain
107 Hadiah untukmu
108 Biar bebas!
109 Telcangkuuuut!
110 Perkara si kambing
111 Hampir
112 Masih egois
113 Si dua gembul
114 Hamil lagi?
115 Menerima
116 Ternyata keponakan
117 Rahasia Chio
118 Manjanya Papi Dean
119 Hari yang di tunggu
120 Kehangatan yang di impikan
121 Kebahagiaan yang sempurna
122 Keluarga yang hangat
123 Anak angkat
124 Cemburunya Chiara
125 Berondong atau hot papi?
126 Kepanikan Jenia
127 BUKAN UPDATE
128 Teman Chio
129 Kemarahan Serra
130 Merasa aneh
131 Teguran Serra
132 Cerita Chiara
133 Pernikahan Mario Jenia
134 Keributan pasutri baru
135 Maliooooo!
136 Mencari tahu keberadaan Rajendra
137 Menolong
138 Perhatian yang di harapkan
139 Tak bisa memaksakan
140 Ending terbaik
141 Bonchap satu
142 Bonchap dua
143 Cinta yang kamu pilih (Promosi)
144 Bonchap Tiga
145 Bonchap empat
146 Limaaaa
147 Enaaam
148 Tujuuuh
149 Bonchap delapan
150 Bonchap sembilan
151 Bonchap akhir DERA
Episodes

Updated 151 Episodes

1
Dua keinginan yang berbeda
2
Keinginan yang sama
3
Kita nikah aja deh!
4
Hadiah untuk mama
5
Bocah pemikat hati
6
Keluarga heboh
7
Pengangguran premium
8
Kekesalan Serra
9
Pertanyaan mama mertua
10
Hati yang berdebar
11
Aku mendapatkan kebahagiaan ku
12
Pembalasan Dean
13
Tuan Muda pertama
14
Jangan dekat dengan siapapun disini!
15
Keterkejutan Serra
16
Tidak ada yang boleh menghiina istriku!
17
Tak sengaja
18
Cangcorang gatal
19
Pilihan saya menikahinya
20
Sang penyelamat
21
Ingin mencintaimu
22
She's My Wife!
23
Apa aku boleh memintanya?
24
Pembelaan Mama Nessa
25
Kedua Mama yang heboh
26
Jamu rahasia
27
Malam panjang
28
Terima kasih sudah menjaganya untukku
29
Harapan mama Nessa
30
Kecewa dalam harap
31
Mas suami
32
Cemburunya Dean
33
Pesona istri Tuan muda pertama Arkatama
34
Ini bukan soal cinta
35
Asal ketakutan Serra
36
Gara-gara si kambing
37
Godaan Serra
38
Suami saya bau duitnya kenceng yah?!
39
Hak waris
40
Tentang kehilangan
41
Cucu kesayangan
42
Kakek celaaaaam!
43
Bayi malang
44
Salahku?
45
Aku ingin kamu malam ini!
46
Keputusasaan Dean
47
Lepaskan!
48
Kemarahan Dean
49
Keanehan Serra
50
Semakin aneh
51
Dean sakit?
52
Dua garis merah
53
Aku tidak mau hamil!
54
Permohonan Dean
55
Perjuangan membujuk istri
56
Keterlaluan?
57
Kehamilan simpatik
58
Nasehat baik Mario
59
Cangcorang gatal
60
Kekhawatiran Tara
61
Mood ekstrim bumil
62
Tawa yang sulit terulang kembali
63
Mana ci kambing?!
64
Tetangga Eror
65
Malam yang manis
66
Darling!
67
Siapa?
68
Jangan salahkan dia
69
Perhatian suami idaman
70
Kedatangan Nicholas
71
Chio mau pindah ke cebelah Oma!
72
Jangan menangis sayang!
73
Si gembul
74
Cerita Papa mertua
75
Jangan usik milikku!
76
Pulang
77
Kemarahan Nicholas
78
Celaaaam!
79
Tendangan buah hati
80
Sulit di artikan
81
Bahagia nya Dean
82
Kehebohan Jenia
83
Akibat yang di dapat
84
Kehancuran Eric?
85
Kehebohan si gembul
86
Gara-gara es krim
87
Penolakan Dean
88
Penganggulan plemium!
89
Belanja kebutuhan bayi
90
Tak dapat menghindar
91
Tragedi
92
Berusaha menolong
93
Tingkah Chio
94
Penangkapan Alma
95
Perhatian Nessa
96
Amanat Nicholas
97
Chiara Kalea Arkatama
98
Bayi cantik
99
Adekna Chiooo!
100
Kedatangan Kelvin
101
Papaku ....
102
Kok calah Chio!
103
Untung nda jadi cali pacal buat Oma!
104
Dua saudara
105
Abang kuliiil!
106
Tak merebut kebahagiaan orang lain
107
Hadiah untukmu
108
Biar bebas!
109
Telcangkuuuut!
110
Perkara si kambing
111
Hampir
112
Masih egois
113
Si dua gembul
114
Hamil lagi?
115
Menerima
116
Ternyata keponakan
117
Rahasia Chio
118
Manjanya Papi Dean
119
Hari yang di tunggu
120
Kehangatan yang di impikan
121
Kebahagiaan yang sempurna
122
Keluarga yang hangat
123
Anak angkat
124
Cemburunya Chiara
125
Berondong atau hot papi?
126
Kepanikan Jenia
127
BUKAN UPDATE
128
Teman Chio
129
Kemarahan Serra
130
Merasa aneh
131
Teguran Serra
132
Cerita Chiara
133
Pernikahan Mario Jenia
134
Keributan pasutri baru
135
Maliooooo!
136
Mencari tahu keberadaan Rajendra
137
Menolong
138
Perhatian yang di harapkan
139
Tak bisa memaksakan
140
Ending terbaik
141
Bonchap satu
142
Bonchap dua
143
Cinta yang kamu pilih (Promosi)
144
Bonchap Tiga
145
Bonchap empat
146
Limaaaa
147
Enaaam
148
Tujuuuh
149
Bonchap delapan
150
Bonchap sembilan
151
Bonchap akhir DERA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!