Pembalasan Dean

Eric tengah memikirkan sesuatu, sejak tadi dia asik melamun dan tak mendengarkan omongan Tara. Merasa di abaikan, tentunya Tara kesal. Menyadari Eric yang tengah melamun, wanita itu pun menepuknya.

"Kamu lagi mikirin apa sih?! Dari tadi aku ajak ngobrol kok malah melamun!" Tegur Tara yang kes.

Eric terkesiap, ia mengusap wajahnya sebelum menatap Tara yang duduk di sampingnya. Keduanya belum tidur, dan memutuskan mengobrol sejenak. Tapi, hanya Tara yang berbicara. Sedangkan Eric, pikirannya justru melayang entah kemana.

"Maaf ... maaf, tadi kamu tanya apa?" Tanya Eric.

"Ck, kalau sampai Papa tahu gimana soal kehamilanku? Umurnya kan lebih tua dari usia pernikahan kita. Aku jadi kepikiran tentang ucapan Serra," ujar Tara.

Eric menghela nafas pelan, ia menatap perut Tara yang masih terlihat datar sebelum menatap ke arah wanita itu. "Asal anak yang kamu kandung laki-laki, semuanya akan aman. Kamu harus pastikan, jika anak yang kamu kandung itu laki-laki."

Tara terkesiap, ia terlihat syok dengan perkataan Eric. Bagaimana ia bisa memastikannya? Dia tidak bisa memilih ingin anak laki-laki atau perempuan.

"Kalau anak ini perempuan gimana? Gak bisa dong nuntut gender nya?" Protes Tara sembari memegangi perutnya.

"Kalau lahir perempuan yah kamu harus hamil lagi sampai dapat laki-laki. Ingat Tara, kamu sendiri yang mengatakan jika kamu mampu memberiku seorang penerus! Semuanya ini bermula darimu, kamu yang mengajakku untuk menjalin hubungan terlarang di tengah keterpurukan ku terhadap pilihan Serra. Jangan egois!"

Tara tercengang, ia menatap tak percaya pada Eric yang mengatakan hal seperti itu padanya. Tanpa mau menunggu pembelaan Tara, Eric beranjak berdiri dan pergi begitu saja dari kamar mereka. Ia mengabaikan Tara yang terus memanggilnya dan memilih untuk pergi ke dapur mengambil minuman dingin untuk menyegarkan pikirannya.

Eric meraih kaleng soda di kulkas. dan meminumnya. Sejenak, ia menatap kaleng soda itu dengan tatapan yang sulit di artikan. Dirinya teringat, saat kenangannya bersama dengan Serra. Wanita itu, selalu melarangnya meminum soda.

"Jangan meminum soda, tidak baik untuk lambungmu. Lebih baik minum jus buah saja, ini akan menyehatkan tubuhmu."

Perkataan wanita itu terngiang-ngiang di pikirannya, membuat Eric jadi tak fokus. Ia kembali meminum soda itu sambil mengusir Serra dari dalam pikirannya. Namun, kenangannya bersama wanita itu justru menari-nari dalam pikirannya.

"Ck, kenapa aku selalu memikirkannya? Andaikan, dia tak memilih pilihan itu ... aku sudah menikahinya dan kami hidup bersama!" Gumam Eric kesal. Ia jadi ingat, saat dirinya melakukan kesalahan dengan Tara.

"Serra memilih Childfree kan?" Tara tiba-tiba mendatangi Eric di unit apartemennya. Eric yang melihat kedatangan Tara tentu merasa terkejut.

"Bukan urusanmu." Ucap Eric dan berbalik memunggungi Tara yang masih diam di ambang pintu.

"Aku bisa memberimu penerus, di bandingkan Serra. Aku bisa melahirkan keturunan untukmu." Perkataan Tara membuat langkah Eric terhenti. Pria itu diam membeku saat Tara justru memeluknya dari belakang.

"Serra egois bukan? Aku merasa kasihan denganmu, Eric ...,"

KREK!

"Kamu kenapa Eric?!" Alma tiba-tiba datang dan justru mendapati putranya tengah meremas kaleng soda. Tersadar dari lamunannya. Eric langsung menatap tangannya yang mencengkram kaleng soda itu dengan kuat. Tanpa banyak bicara, ia membuang kaleng soda tersebut.

"Kenapa? Ada masalah? Gimana tadi pas USG, janinnya sehat kan?" Tanya Alma pada putranya itu.

Eric mengangguk pelan, "Usia sepuluh minggu. Kalau papa tahu bagaimana? Apa anak di luar nikah masih bisa menjadi pewaris?" Tanyanya dengan tatapan ragu.

Alma tersenyum, ia menepuk pelan lengan putranya itu. "Selama papamu tidak tahu, semuanya akan aman. Kita mainkan saja usia kandungannya, katakan saja jika bayinya lahir prematur saat lahir nanti. Kamu harus cepat memberi kan papamu seorang cucu, untuk di jadikan penerus. Sebelum, anak terbuang itu yang mendapatkannya,"

Eric mengangguk pelan, "Aku ke kamar dulu Ma,"

"Ya sana, jangan bikin Tara kesal. Ibu hamil mood nya harus bagus, biar bayinya jadi anak laki-laki." Seru Alma dengan semangat.

Sepeninggalan Eric, raut wajah Alma berubah. Tatapannya terlihat tajam, ia mengangkat sedikit dagunya angkuh. "Keturunan ku yang harus menjadi pewaris keluarga Arkatama. Bukan anak sia.lan itu." Desisnya.

.

.

.

Pagi hari saat sarapan, seperti biasa Serra akan menyuapi Chio lebih dulu. Ternyata, anak itu makan banyak saat di perlihatkan tontonan robot dan dino. Serra biarkan saja asal Chio terus membuka mulutnya. Sebulan ini, ia harus menarget berat badan Chio agar naik.

"Kita gerakkan pinggang kita, lalu angkat tangannya! Seperti ini! Yeee, kamu pintar!"

"Waaah, dino nya akan berjalan. Kita ikutin yuk!"

Suara ipad milik Serra lumayan kencang, membuat Eriska juga dapat mendengarkan. Biasanya rumah sangat sepi, tapi semenjak ada Chio sering sekali terdengar suara lagu anak-anak dan lagu belajar membaca. Jadi, Eriska sudah terbiasa mendengarkan nya.

"Dean masih tidur?" Tanya Eriska.

"Tadi sih mandi, dia kalau mandi kayak putri kayangan yang lagi nyebur ke sungai." Balas Serra.

Baru saja di bicarakan, Dean datang menghampiri mereka dengan senyuman mengembang. Serra yang melihat ekspresi wajah pria itu terheran-heran. Aneh sekali rasanya melihat Dean yang memasang wajah berseri-seri seperti itu.

"Selamat pagi Mama mertua, Chio, dan ... Serra." Sapa Dean.

"Pagi, kamu terlihat sangat senang pagi ini." Ucap Eriska melihat kesenangan menantunya itu.

"Tentu dong, mengawali pagi tuh harus penuh dengan senyuman. Biar hati dan pikiran kita tentram." Dena melirik ke arah Serra. Yang di lirik merasa tak peduli dan kembali menyuapi Chio.

"Ekhem!" Dean memainkan ponselnya dan meletakkannya di sakunya. Ia lalu mengambil roti dan memakannya. Tak lama, terdengar suara dengkuuran yang cukup keras. Serra dan Eriska tentu saja kaget, begitu pun dengan Chio. Ketiganya saling pandang, berbeda dengan Dean yang justru menikmati sarapannya.

"Suara apa itu Serra?" Tanya Eriska bingung.

"Gak tahu Ma, tapi kok kayak gak asing yah?" Balas Serra, ia masih mencari asal suara.

Chio hafal suara itu, semalaman ia dan sang papi tak bisa tidur karena suara tersebut. Namun, ia juga tidak tahu dimana suara itu berasal. Padahal, sang mami tidak tidur. Dari mana lah suara itu berasal?

"Itu cuala Mami ngo.lok."

"Hah?!" Serra dan Eriska kaget.

"Ngo.lok? Ngo.lok tuh a ...,"

"HAHAHA!" Dean tak sanggup menahan tawanya. Ia menyukai kebingungan wanita itu, di tambah dengan bahasa lucu Chio.

Serra menatap bingung pada Dean, ia lalu menatap saku celana pria itu. Yah, suara itu berasal dari ponsel suaminya. Ia lalu mengambilnya dan melihat videonya yang sedang tertidur dengan mulut yang terbuka.

Emosi Serra meledak-ledak, wajahnya terlihat merah padam. Ia langsung melirik Dean dengan tatapan penuh kesal dam marah. Dean yang merasa terancam pun segera berlari ke arah ibu mertuanya dan bersembunyi di belakangnya.

"DEAAAAAN!" Teriakan Serra, bahkan membuat burung-burung yang hinggap di pohon pun berterbangan.

Ting!

Tong!

Serra masih sangat emosi, tapi mendengar ada suara bell membuat emosinya sedikit mereda. Sejenak, ia membenarkan tatanan rambutnya dan juga bajunya. Lalu, ia berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang datang. Sedangkan Dean, ia masih tertawa bersama dengan Eriska. Berbeda dengan Chio yang merasa syok dengan teriakan sang mami.

Cklek!

Serra membuka pintu rumahnya, ia terlihat bingung saat mendapati lima orang pria berbaju hitam berdiri di hadapannya. Mereka berlima juga memakai kaca mata, dan terdapat alat di telinga mereka. Serra tentu saja bingung, karena ia tak mengenali para pria itu.

"Maaf, perasaan saya gak ada kelilit pinj0l deh. Bapak-bapak sekalian cari siapa yah? Tanya Serra dengan hati-hati.

"Kami datang untuk menjemput Tuan muda pertama." Jawab salah satu dari kelimanya.

"Tu-tuan muda?!"

Terpopuler

Comments

Alistalita

Alistalita

Kaget gak tuh. jadi ingat judul2 ikan terbang, Suamiku ternyata seorang pewaris bukan perintis. Wkwkwk
Tapi jujur saja jadi kepo dengan kehidupan orang tua Dean, apalagi hubungan dia dengan sang ayah seperti kurang baik.

Ish, Tara memang penggod4 tapi kalau Erik benar2 tulus mencintai Serra harusnya ikut dulu keputusan Serra, nanti lama kelamaan dia juga bakl berubah pikiran, asalkan kamu sabar.
agak aneh sih, hubungan lama tapi gak ada komitmen sama sekali.

Pokoknya Tara jangan hancur sendirian, Congcorang dan emak Alma kaya sebelas dua belas.
Demi harta rela berbuat semaunya, paling sakit sih kalau hamil hanya dituntut melahirkan seorang anak prempuan. tapi disini Tara sebelumnya bukan wanita baik2, Jadi intinya mereka harus dapat kurmaa dulu karena dah bermain api dibelakang Serra..

2025-01-09

37

Uba Muhammad Al-varo

Uba Muhammad Al-varo

jadi ada rahasia apa yang sebenarnya terjadi mungkinkah Dean ,anak seorang konglomerat dan ayahnya punya simpanan, atau ada hubungannya dengan Erick, mungkinkah ayahnya Dean dijodohkan sama ibunya Dean terus ayahnya juga punya kekasih yaitu ibunya Erick jadi penasaran nunggu up nya kembali 🙏💪💪💪

2025-01-09

6

ida martinah

ida martinah

fix...Dean anak pertama papa e Erik.....papanya Dean selingkuh ma alma dan meninggalkan Dean dan mamanya..dasar pelakor..pantas aja ga kaget krn tara hamil duluan..kan sama..sama2 perebut...tpi dimana2 anak dri iatri pertama yg menang....ayo thor hancurkan benalu...gmn reaksi erik ya klo serra nikah ma kakak beda ibunya...banyak2 up ya othor....

2025-01-10

0

lihat semua
Episodes
1 Dua keinginan yang berbeda
2 Keinginan yang sama
3 Kita nikah aja deh!
4 Hadiah untuk mama
5 Bocah pemikat hati
6 Keluarga heboh
7 Pengangguran premium
8 Kekesalan Serra
9 Pertanyaan mama mertua
10 Hati yang berdebar
11 Aku mendapatkan kebahagiaan ku
12 Pembalasan Dean
13 Tuan Muda pertama
14 Jangan dekat dengan siapapun disini!
15 Keterkejutan Serra
16 Tidak ada yang boleh menghiina istriku!
17 Tak sengaja
18 Cangcorang gatal
19 Pilihan saya menikahinya
20 Sang penyelamat
21 Ingin mencintaimu
22 She's My Wife!
23 Apa aku boleh memintanya?
24 Pembelaan Mama Nessa
25 Kedua Mama yang heboh
26 Jamu rahasia
27 Malam panjang
28 Terima kasih sudah menjaganya untukku
29 Harapan mama Nessa
30 Kecewa dalam harap
31 Mas suami
32 Cemburunya Dean
33 Pesona istri Tuan muda pertama Arkatama
34 Ini bukan soal cinta
35 Asal ketakutan Serra
36 Gara-gara si kambing
37 Godaan Serra
38 Suami saya bau duitnya kenceng yah?!
39 Hak waris
40 Tentang kehilangan
41 Cucu kesayangan
42 Kakek celaaaaam!
43 Bayi malang
44 Salahku?
45 Aku ingin kamu malam ini!
46 Keputusasaan Dean
47 Lepaskan!
48 Kemarahan Dean
49 Keanehan Serra
50 Semakin aneh
51 Dean sakit?
52 Dua garis merah
53 Aku tidak mau hamil!
54 Permohonan Dean
55 Perjuangan membujuk istri
56 Keterlaluan?
57 Kehamilan simpatik
58 Nasehat baik Mario
59 Cangcorang gatal
60 Kekhawatiran Tara
61 Mood ekstrim bumil
62 Tawa yang sulit terulang kembali
63 Mana ci kambing?!
64 Tetangga Eror
65 Malam yang manis
66 Darling!
67 Siapa?
68 Jangan salahkan dia
69 Perhatian suami idaman
70 Kedatangan Nicholas
71 Chio mau pindah ke cebelah Oma!
72 Jangan menangis sayang!
73 Si gembul
74 Cerita Papa mertua
75 Jangan usik milikku!
76 Pulang
77 Kemarahan Nicholas
78 Celaaaam!
79 Tendangan buah hati
80 Sulit di artikan
81 Bahagia nya Dean
82 Kehebohan Jenia
83 Akibat yang di dapat
84 Kehancuran Eric?
85 Kehebohan si gembul
86 Gara-gara es krim
87 Penolakan Dean
88 Penganggulan plemium!
89 Belanja kebutuhan bayi
90 Tak dapat menghindar
91 Tragedi
92 Berusaha menolong
93 Tingkah Chio
94 Penangkapan Alma
95 Perhatian Nessa
96 Amanat Nicholas
97 Chiara Kalea Arkatama
98 Bayi cantik
99 Adekna Chiooo!
100 Kedatangan Kelvin
101 Papaku ....
102 Kok calah Chio!
103 Untung nda jadi cali pacal buat Oma!
104 Dua saudara
105 Abang kuliiil!
106 Tak merebut kebahagiaan orang lain
107 Hadiah untukmu
108 Biar bebas!
109 Telcangkuuuut!
110 Perkara si kambing
111 Hampir
112 Masih egois
113 Si dua gembul
114 Hamil lagi?
115 Menerima
116 Ternyata keponakan
117 Rahasia Chio
118 Manjanya Papi Dean
119 Hari yang di tunggu
120 Kehangatan yang di impikan
121 Kebahagiaan yang sempurna
122 Keluarga yang hangat
123 Anak angkat
124 Cemburunya Chiara
125 Berondong atau hot papi?
126 Kepanikan Jenia
127 BUKAN UPDATE
128 Teman Chio
129 Kemarahan Serra
130 Merasa aneh
131 Teguran Serra
132 Cerita Chiara
133 Pernikahan Mario Jenia
134 Keributan pasutri baru
135 Maliooooo!
136 Mencari tahu keberadaan Rajendra
137 Menolong
138 Perhatian yang di harapkan
139 Tak bisa memaksakan
140 Ending terbaik
141 Bonchap satu
142 Bonchap dua
143 Cinta yang kamu pilih (Promosi)
144 Bonchap Tiga
145 Bonchap empat
146 Limaaaa
147 Enaaam
148 Tujuuuh
149 Bonchap delapan
150 Bonchap sembilan
151 Bonchap akhir DERA
Episodes

Updated 151 Episodes

1
Dua keinginan yang berbeda
2
Keinginan yang sama
3
Kita nikah aja deh!
4
Hadiah untuk mama
5
Bocah pemikat hati
6
Keluarga heboh
7
Pengangguran premium
8
Kekesalan Serra
9
Pertanyaan mama mertua
10
Hati yang berdebar
11
Aku mendapatkan kebahagiaan ku
12
Pembalasan Dean
13
Tuan Muda pertama
14
Jangan dekat dengan siapapun disini!
15
Keterkejutan Serra
16
Tidak ada yang boleh menghiina istriku!
17
Tak sengaja
18
Cangcorang gatal
19
Pilihan saya menikahinya
20
Sang penyelamat
21
Ingin mencintaimu
22
She's My Wife!
23
Apa aku boleh memintanya?
24
Pembelaan Mama Nessa
25
Kedua Mama yang heboh
26
Jamu rahasia
27
Malam panjang
28
Terima kasih sudah menjaganya untukku
29
Harapan mama Nessa
30
Kecewa dalam harap
31
Mas suami
32
Cemburunya Dean
33
Pesona istri Tuan muda pertama Arkatama
34
Ini bukan soal cinta
35
Asal ketakutan Serra
36
Gara-gara si kambing
37
Godaan Serra
38
Suami saya bau duitnya kenceng yah?!
39
Hak waris
40
Tentang kehilangan
41
Cucu kesayangan
42
Kakek celaaaaam!
43
Bayi malang
44
Salahku?
45
Aku ingin kamu malam ini!
46
Keputusasaan Dean
47
Lepaskan!
48
Kemarahan Dean
49
Keanehan Serra
50
Semakin aneh
51
Dean sakit?
52
Dua garis merah
53
Aku tidak mau hamil!
54
Permohonan Dean
55
Perjuangan membujuk istri
56
Keterlaluan?
57
Kehamilan simpatik
58
Nasehat baik Mario
59
Cangcorang gatal
60
Kekhawatiran Tara
61
Mood ekstrim bumil
62
Tawa yang sulit terulang kembali
63
Mana ci kambing?!
64
Tetangga Eror
65
Malam yang manis
66
Darling!
67
Siapa?
68
Jangan salahkan dia
69
Perhatian suami idaman
70
Kedatangan Nicholas
71
Chio mau pindah ke cebelah Oma!
72
Jangan menangis sayang!
73
Si gembul
74
Cerita Papa mertua
75
Jangan usik milikku!
76
Pulang
77
Kemarahan Nicholas
78
Celaaaam!
79
Tendangan buah hati
80
Sulit di artikan
81
Bahagia nya Dean
82
Kehebohan Jenia
83
Akibat yang di dapat
84
Kehancuran Eric?
85
Kehebohan si gembul
86
Gara-gara es krim
87
Penolakan Dean
88
Penganggulan plemium!
89
Belanja kebutuhan bayi
90
Tak dapat menghindar
91
Tragedi
92
Berusaha menolong
93
Tingkah Chio
94
Penangkapan Alma
95
Perhatian Nessa
96
Amanat Nicholas
97
Chiara Kalea Arkatama
98
Bayi cantik
99
Adekna Chiooo!
100
Kedatangan Kelvin
101
Papaku ....
102
Kok calah Chio!
103
Untung nda jadi cali pacal buat Oma!
104
Dua saudara
105
Abang kuliiil!
106
Tak merebut kebahagiaan orang lain
107
Hadiah untukmu
108
Biar bebas!
109
Telcangkuuuut!
110
Perkara si kambing
111
Hampir
112
Masih egois
113
Si dua gembul
114
Hamil lagi?
115
Menerima
116
Ternyata keponakan
117
Rahasia Chio
118
Manjanya Papi Dean
119
Hari yang di tunggu
120
Kehangatan yang di impikan
121
Kebahagiaan yang sempurna
122
Keluarga yang hangat
123
Anak angkat
124
Cemburunya Chiara
125
Berondong atau hot papi?
126
Kepanikan Jenia
127
BUKAN UPDATE
128
Teman Chio
129
Kemarahan Serra
130
Merasa aneh
131
Teguran Serra
132
Cerita Chiara
133
Pernikahan Mario Jenia
134
Keributan pasutri baru
135
Maliooooo!
136
Mencari tahu keberadaan Rajendra
137
Menolong
138
Perhatian yang di harapkan
139
Tak bisa memaksakan
140
Ending terbaik
141
Bonchap satu
142
Bonchap dua
143
Cinta yang kamu pilih (Promosi)
144
Bonchap Tiga
145
Bonchap empat
146
Limaaaa
147
Enaaam
148
Tujuuuh
149
Bonchap delapan
150
Bonchap sembilan
151
Bonchap akhir DERA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!