Hati yang berdebar

“PERMISI PAKET!”

“Eh? Paket Mama dateng!” Eriska beranjak berdiri, ia berjalan cepat untuk menemui kurir yang mengantar paketnya.

Dean menghela nafas lega di buatnya, pria itu memutuskan untuk menyusul Serra dan Chio yang sudah ada di kamar. Dia harus berdiskusi pada Serra, apakah ia boleh mengatakan hal ini pada mertuanya apakah tidak. Karena Dean belum tahu, bagaimana mertuanya itu

Cklek!

“Chio tidur?” Tanya Dean saat masuk ke dalam kamar.

“Iya, kecapean kayaknya.” Balas Serra. Wanita itu dengan hati-hati menarik tangannya yang di genggam oleh Chio dan mendudukkan dirinya. Karena rambut panjangnya sangat mengganggu, jadilah Serra meraih jepit rambutnya dan memakainya. Gaya wanita itu menggulung rambutnya ke atas dan membuat Dean mematung. Setelah ia perhatikan dengan jelas, Serra sangatlah cantik. Leher putihnya membuat pria itu merasa perasaan yang aneh.

“Ngapain bengong disitu? Nanti di rasukin setan baru tahu rasa.” Ucap Serra yang menyadarkan Dean

“E-eh enggak! Siapa yang bengong?” Dean memilih duduk di sofa, ia melepas jaketnya dan menyandarkan tubuhnya.

“Tadi gimana hasil pemeriksaannya?” Tanya Dean sambil menatap Serra.

“Proses penyembuhannya akan memakan waktu. Posisi pen nya juga bagus kata dokter, gak ada yang perlu di khawatirkan.” Jawab Serra.

“Baguslah.”

Dean berpikir sejenak tentang pertanyaan mertuanya tadi. Ia pun kembali melirik Serra yang sedang bermain ponsel. Mengenai pertanyaan mertuanya, sebenarnya Dean memiliki impian. Dia ingin menikah dan memiliki keluarga harmonis yang akan membuat iri semua orang. Namun, apa daya? Vonis dokter membuat impiannya hancur.

“Tadi mama kamu tanya soal pernikahan kita.”

“Tanya apa?” Serra mendadak khawatir, ia menatap Dean dengan tatapan serius.

“Tanya, pernikahan kita menurut sudut pandangku nantinya maunya seperti apa. Dan kenapa, aku mau menikah denganmu padahal aku tahu kamu ingin childfree.”

“Terus kamu jawab apa?!” Tanya Serra penasaran.

Dean menaikkan kedua bahunya, “Belum aku jawab, keburu ada kurir paket.”

Serra menghela nafas lega, Untung saja kurir itu datang tepat waktu. Ia belum menjelaskan pada Dean jika sang mama pasti akan terus membicarakan soal pernikahan yang tak ada habisnya.

“Kalau mama tanya, jangan katakan tentang kamu yang mandul. Cukup aku yang tahu saja,” ujar Serra.

“Apa kamu malu?” Tanya Dean sembari menaikkan satu alisnya.

“Bukan itu, tak semua hal harus mama ketahui tentang pernikahan kita walaupun mama adalah mama kandungku. Dia hanya boleh tahu, jika akulah yang tidak mau memiliki anak. Kalau mama tahu, urusannya ribet. Aku capek dengan nasehatnya tentang pernikahan, sekarang aku sudah menikah dan punya anak. Setidaknya mama tak lagi mengungkit tentang apapun.”

Perkataan Serra ada benarnya, tak seharusnya semua hal ia ceritakan juga. Lagian, pernikahan ini tak seperti yang lainnya. Hanya karena Chio, mereka menikah.

“Jika kamu memiliki kekasih, aku tak melarangmu untuk bertemu dengannya. Karena posisinya disini, aku menikah denganmu agar mendapatkan hak asuh Chio. Bukan mendapatkanmu.”

Raut wajah Dean berubah, pria itu tak suka dengan pembicaraan Serra yang ini. Ia pun beranjak berdiri, dan berjalan pelan menghampiri Serra yang masih duduk di atas ranjang. Menyadari ada yang aneh dari tatapan Dean, membuat Serra ketakutan.

“Mungkin, dalam pikiranmu pernikahan kita agar bisa mengasuh Chio berdua. Tapi dalam pikiranku, selain karena hal itu ..., pernikahan adalah sesuatu yang sakral. Dan tak bisa di mainkan seenaknya. Saat aku menikahimu, aku sudah menanamkan tekad dalam diriku jika istriku hanya satu, yaitu kamu. Karena aku tidak mau wanita lain menjadi seperti ibuku,”

Setelah mengatakan itu, Dean beranjak pergi keluar kamar. Meninggalkan Serra yang tercengang atas perkataan pria tadi. Dia tak bermaksud untuk meminta Dean memainkan pernikahan mereka. Hanya saja, ia tidak mau mengekang pria itu karena pernikahan ini.

“Kenapa dia berbicara seperti itu?” Gumam Serra.

Malam harinya, Dean menghampiri Serra yang tengah bermain dengan Chio. Melihat kedatangan pria itu, Serra mengalihkan pandangannya sejenak. Dean sudah memakai jaket kulitnya yang berwarna coklat. Melihat itu, Serra pun heran.

"Mau kemana?" Tanya Serra.

"Aku ke cabang Resto dekat sini sebentar, ada masalah katanya. Kamu sendiri temenin Chio tidur malam ini gak papa yah?"

"Ya enggak papa sih, emang larut banget pulangnya?" Heran Serra. Chio memperhatikan keduanya sekilas sebelum kembali menatap mainannya. Serra yang membelikan dirinya banyak mainan membuatnya antusias.

"Ya tergantung masalahnya apa, kalau masalahnya berat yah pulang larut. Tapi semoga si enggak, ini juga baru jam tujuh." Ucap Dean sembari mengecek jam tangannya.

Serra mengangguk paham, "Yaudah sana pergi."

Sebelum beranjak pergi, Dean lebih dulu menghampiri Chio dan meng3cup pipinya. Aroma bayi yang sangat kencang membuatnya gemas ingin selalu memeluknya. Chio jadi kesal sendiri, acara mainnya terus di ganggu.

"Chio mau main dulu, jangan ganggu." Pinta Chio. Dean dan Serra tersenyum, Chio mulai banyak bersuara kali ini.

"C1um Mami aja, jangan Chio."

Serra dan Dean saling pandang, keduanya langsung mengalihkan pandangan mereka dan merasa gugup atas perkataan Chio tadi.

"A-aku berangkat dulu." Dean buru-buru beranjak pergi, meninggalkan Serra yang memegang d4danya lantaran jantungnya yang berdegup kencang.

"Aneh, kenapa aku malah gugup." Batin Serra.

.

.

.

Dean mendatangi Restorannya nya setelah mendapatkan kabar jika terjadi masalah di bagian dapur. Dirinya pikir, masalah yang berat. Ternyata, ada insiden kecil di bagian dapur karena kompor yang rusak. Dean pun memesankan yang baru dan menilai barang lainnya. Restorannya lumayan ramai, sampai-sampai para karyawannya kewalahan. Mungkin, ia harus merekrut beberapa orang lain untuk bekerja di Restorannya nya.

“Tuan, ada yang mencari anda.” Ucap seorang pelayan datang menghampiri Dean.

“Siapa?” Dean keluar dari ruangannya, pria itu berjalan mengikuti seorang pelayan yang mengantar nya pada seseorang.

Raut wajah Dean berubah saat melihat sosok wanita paruh baya yang berdiri di hadapannya sembari memegang tasnya di depan pahanya. Sontak, Dean langsung mengalihkan pandangannya. Untuk mengurangi rasa kejut, Dean mencoba merilekskan tubuhnya dengan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya.

“Ada apa? Aku kan sudah bilang jika aku tidak mau melanjutkan perjodohan itu.” Ucap Dean.

“Mama ingin tahu apa alasannya? Umurmu sudah sangat matang Dean, apalagi yang kamu pikirkan? Mama melakukan hal ini untuk kamu.” Ucap wanita paruh baya itu sembari menunjuk dirinya.

“Untukku? Untukku atau Mama? Pernah kah Mama bertanya tentang apa yang ku mau?” Nessa Angelina, ibu kandung dari Dean itu mendadak terdiam seribu bahasa.

Dean menghela nafas pelan, ia menunduk sejenak sebelum menatap ke sekelilingnya. “Kita bicara di ruanganku. Aku tidak ingin para pelangganku merasa terganggu.” Pinta Dean.

Nessa mengangguk, ia berjalan mengikuti Dean sampai di ruangan pria itu. Dean mempersilahkan Nessa duduk di sofa, Sementara dirinya duduk di hadapannya. Dean sebenarnya malas mengobrol dengan mama nya, tapi ia tak ingin mama nya itu menciptakan keributan di Restorannya.

“Dean, kamu tidak perlu khawatir. Bella itu wanita yang baik, anggun dan sangat sopan. Tutur katanya juga baik, Mama sangat mengenalnya. Jadi ...,”

“Aku tetap tidak mau ma. Karena dia begitu sempurna, jadi aku tidak mau.”

“Kamu ini gimana sih? Mama pilihkan yang terbaik malah gak mau! Kamu maunya seperti apa? Mama kan ...,”

“Aku mandul.”

Terpopuler

Comments

Alistalita

Alistalita

Gimama tanggapan Mama Nessa?
Ayo Dean jujur saja kamu sudah menikah dengan Serra, benar katamu pernikahan adalah hubungan yang sakral.
Sekarang gk apa2 menikah hanya karena Chio dulu, anggaplah kalian sedang berpacaran nanti lama kelamaan Serra juga akan mau membuka hatinya kembali.
Dia hanya tidak ingin memiliki anak bukan tidak mau memiliki suami, tugas kamu merubah sudut pandang Serra tentang cinta dan komitmen.
Kenapa aku juga merasa kalau Ibunya Dean pernah disakiti gitu, entah diduakan atau dijadikan nomer dua.
Semoga mama Nessa paham dengan keadaan putranya, dan mau legowo menerima Chio.
kalau soal serra harusnya langsung nerima karena walau bagaimanpun Serra tahu kekurangan Dean.

2025-01-09

27

jumirah slavina

jumirah slavina

eh....
ko' malah bilang mandul duluan sih De.....
seharus'y bilang :
"Ma Aku sudah menikah dan mengadopsi Anak umur 3,5th krn Aku mandul"

haaiisshh.... bocah ini ya.....

2025-01-09

8

Maria Kibtiyah

Maria Kibtiyah

mungkin klw sama serra kecobong devan nanti sembuh terus berubah jd bayi😂

2025-01-09

5

lihat semua
Episodes
1 Dua keinginan yang berbeda
2 Keinginan yang sama
3 Kita nikah aja deh!
4 Hadiah untuk mama
5 Bocah pemikat hati
6 Keluarga heboh
7 Pengangguran premium
8 Kekesalan Serra
9 Pertanyaan mama mertua
10 Hati yang berdebar
11 Aku mendapatkan kebahagiaan ku
12 Pembalasan Dean
13 Tuan Muda pertama
14 Jangan dekat dengan siapapun disini!
15 Keterkejutan Serra
16 Tidak ada yang boleh menghiina istriku!
17 Tak sengaja
18 Cangcorang gatal
19 Pilihan saya menikahinya
20 Sang penyelamat
21 Ingin mencintaimu
22 She's My Wife!
23 Apa aku boleh memintanya?
24 Pembelaan Mama Nessa
25 Kedua Mama yang heboh
26 Jamu rahasia
27 Malam panjang
28 Terima kasih sudah menjaganya untukku
29 Harapan mama Nessa
30 Kecewa dalam harap
31 Mas suami
32 Cemburunya Dean
33 Pesona istri Tuan muda pertama Arkatama
34 Ini bukan soal cinta
35 Asal ketakutan Serra
36 Gara-gara si kambing
37 Godaan Serra
38 Suami saya bau duitnya kenceng yah?!
39 Hak waris
40 Tentang kehilangan
41 Cucu kesayangan
42 Kakek celaaaaam!
43 Bayi malang
44 Salahku?
45 Aku ingin kamu malam ini!
46 Keputusasaan Dean
47 Lepaskan!
48 Kemarahan Dean
49 Keanehan Serra
50 Semakin aneh
51 Dean sakit?
52 Dua garis merah
53 Aku tidak mau hamil!
54 Permohonan Dean
55 Perjuangan membujuk istri
56 Keterlaluan?
57 Kehamilan simpatik
58 Nasehat baik Mario
59 Cangcorang gatal
60 Kekhawatiran Tara
61 Mood ekstrim bumil
62 Tawa yang sulit terulang kembali
63 Mana ci kambing?!
64 Tetangga Eror
65 Malam yang manis
66 Darling!
67 Siapa?
68 Jangan salahkan dia
69 Perhatian suami idaman
70 Kedatangan Nicholas
71 Chio mau pindah ke cebelah Oma!
72 Jangan menangis sayang!
73 Si gembul
74 Cerita Papa mertua
75 Jangan usik milikku!
76 Pulang
77 Kemarahan Nicholas
78 Celaaaam!
79 Tendangan buah hati
80 Sulit di artikan
81 Bahagia nya Dean
82 Kehebohan Jenia
83 Akibat yang di dapat
84 Kehancuran Eric?
85 Kehebohan si gembul
86 Gara-gara es krim
87 Penolakan Dean
88 Penganggulan plemium!
89 Belanja kebutuhan bayi
90 Tak dapat menghindar
91 Tragedi
92 Berusaha menolong
93 Tingkah Chio
94 Penangkapan Alma
95 Perhatian Nessa
96 Amanat Nicholas
97 Chiara Kalea Arkatama
98 Bayi cantik
99 Adekna Chiooo!
100 Kedatangan Kelvin
101 Papaku ....
102 Kok calah Chio!
103 Untung nda jadi cali pacal buat Oma!
104 Dua saudara
105 Abang kuliiil!
106 Tak merebut kebahagiaan orang lain
107 Hadiah untukmu
108 Biar bebas!
109 Telcangkuuuut!
110 Perkara si kambing
111 Hampir
112 Masih egois
113 Si dua gembul
114 Hamil lagi?
115 Menerima
116 Ternyata keponakan
117 Rahasia Chio
118 Manjanya Papi Dean
119 Hari yang di tunggu
120 Kehangatan yang di impikan
121 Kebahagiaan yang sempurna
122 Keluarga yang hangat
123 Anak angkat
124 Cemburunya Chiara
125 Berondong atau hot papi?
126 Kepanikan Jenia
127 BUKAN UPDATE
128 Teman Chio
129 Kemarahan Serra
130 Merasa aneh
131 Teguran Serra
132 Cerita Chiara
133 Pernikahan Mario Jenia
134 Keributan pasutri baru
135 Maliooooo!
136 Mencari tahu keberadaan Rajendra
137 Menolong
138 Perhatian yang di harapkan
139 Tak bisa memaksakan
140 Ending terbaik
141 Bonchap satu
142 Bonchap dua
143 Cinta yang kamu pilih (Promosi)
144 Bonchap Tiga
145 Bonchap empat
146 Limaaaa
147 Enaaam
148 Tujuuuh
149 Bonchap delapan
150 Bonchap sembilan
151 Bonchap akhir DERA
Episodes

Updated 151 Episodes

1
Dua keinginan yang berbeda
2
Keinginan yang sama
3
Kita nikah aja deh!
4
Hadiah untuk mama
5
Bocah pemikat hati
6
Keluarga heboh
7
Pengangguran premium
8
Kekesalan Serra
9
Pertanyaan mama mertua
10
Hati yang berdebar
11
Aku mendapatkan kebahagiaan ku
12
Pembalasan Dean
13
Tuan Muda pertama
14
Jangan dekat dengan siapapun disini!
15
Keterkejutan Serra
16
Tidak ada yang boleh menghiina istriku!
17
Tak sengaja
18
Cangcorang gatal
19
Pilihan saya menikahinya
20
Sang penyelamat
21
Ingin mencintaimu
22
She's My Wife!
23
Apa aku boleh memintanya?
24
Pembelaan Mama Nessa
25
Kedua Mama yang heboh
26
Jamu rahasia
27
Malam panjang
28
Terima kasih sudah menjaganya untukku
29
Harapan mama Nessa
30
Kecewa dalam harap
31
Mas suami
32
Cemburunya Dean
33
Pesona istri Tuan muda pertama Arkatama
34
Ini bukan soal cinta
35
Asal ketakutan Serra
36
Gara-gara si kambing
37
Godaan Serra
38
Suami saya bau duitnya kenceng yah?!
39
Hak waris
40
Tentang kehilangan
41
Cucu kesayangan
42
Kakek celaaaaam!
43
Bayi malang
44
Salahku?
45
Aku ingin kamu malam ini!
46
Keputusasaan Dean
47
Lepaskan!
48
Kemarahan Dean
49
Keanehan Serra
50
Semakin aneh
51
Dean sakit?
52
Dua garis merah
53
Aku tidak mau hamil!
54
Permohonan Dean
55
Perjuangan membujuk istri
56
Keterlaluan?
57
Kehamilan simpatik
58
Nasehat baik Mario
59
Cangcorang gatal
60
Kekhawatiran Tara
61
Mood ekstrim bumil
62
Tawa yang sulit terulang kembali
63
Mana ci kambing?!
64
Tetangga Eror
65
Malam yang manis
66
Darling!
67
Siapa?
68
Jangan salahkan dia
69
Perhatian suami idaman
70
Kedatangan Nicholas
71
Chio mau pindah ke cebelah Oma!
72
Jangan menangis sayang!
73
Si gembul
74
Cerita Papa mertua
75
Jangan usik milikku!
76
Pulang
77
Kemarahan Nicholas
78
Celaaaam!
79
Tendangan buah hati
80
Sulit di artikan
81
Bahagia nya Dean
82
Kehebohan Jenia
83
Akibat yang di dapat
84
Kehancuran Eric?
85
Kehebohan si gembul
86
Gara-gara es krim
87
Penolakan Dean
88
Penganggulan plemium!
89
Belanja kebutuhan bayi
90
Tak dapat menghindar
91
Tragedi
92
Berusaha menolong
93
Tingkah Chio
94
Penangkapan Alma
95
Perhatian Nessa
96
Amanat Nicholas
97
Chiara Kalea Arkatama
98
Bayi cantik
99
Adekna Chiooo!
100
Kedatangan Kelvin
101
Papaku ....
102
Kok calah Chio!
103
Untung nda jadi cali pacal buat Oma!
104
Dua saudara
105
Abang kuliiil!
106
Tak merebut kebahagiaan orang lain
107
Hadiah untukmu
108
Biar bebas!
109
Telcangkuuuut!
110
Perkara si kambing
111
Hampir
112
Masih egois
113
Si dua gembul
114
Hamil lagi?
115
Menerima
116
Ternyata keponakan
117
Rahasia Chio
118
Manjanya Papi Dean
119
Hari yang di tunggu
120
Kehangatan yang di impikan
121
Kebahagiaan yang sempurna
122
Keluarga yang hangat
123
Anak angkat
124
Cemburunya Chiara
125
Berondong atau hot papi?
126
Kepanikan Jenia
127
BUKAN UPDATE
128
Teman Chio
129
Kemarahan Serra
130
Merasa aneh
131
Teguran Serra
132
Cerita Chiara
133
Pernikahan Mario Jenia
134
Keributan pasutri baru
135
Maliooooo!
136
Mencari tahu keberadaan Rajendra
137
Menolong
138
Perhatian yang di harapkan
139
Tak bisa memaksakan
140
Ending terbaik
141
Bonchap satu
142
Bonchap dua
143
Cinta yang kamu pilih (Promosi)
144
Bonchap Tiga
145
Bonchap empat
146
Limaaaa
147
Enaaam
148
Tujuuuh
149
Bonchap delapan
150
Bonchap sembilan
151
Bonchap akhir DERA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!