Cinta Mayra

Cinta Mayra

Bab 1

"Kenapa masih di sini?" tanya Mayra dengan nafas yang terdengar masih ngos-ngosan, setelah berlari cukup jauh untuk menghampiri seorang pemuda tampan yang tengah duduk tenang di atas motor sport berwarna merah.

Pemuda tampan yang Mayra hampiri menatap sekilas kearah Mayra, kemudian menghela nafasnya sebelum lanjut memasukkan ponsel yang sedari tadi setia menemaninya ke dalam saku celana seragam yang dikenakannya.

Pemuda tampan itu lantas naik menunggangi motornya, memakai helm kesayangannya, sementara Mayra masih berdiri dengan rasa canggung, merasa tidak enak hati karena sudah membuat pemuda di hadapannya menunggunya terlalu lama.

"Ayo naik!" ajak pemuda itu yang sudah siap membawa Mayra pulang ke rumah bersamanya.

Dengan wajah yang tertunduk, Mayra lantas naik ke atas boncengan motor. Pemuda tersebut lantas melajukan motor yang dikendarainya setelah memastikan Mayra duduk dengan nyaman di belakangnya.

Motor sport berwarna merah yang Mayra tunggangi bersama pemuda tampan yang merupakan teman satu kelasnya melaju cepat di tengah jalanan yang terlihat cukup sepi. Cuaca siang hari yang cukup terik membuat pemuda berusia 18 tahun itu sengaja melajukan kendaraannya dengan begitu cepat, terlebih pemuda itu sudah merasa cukup lapar karena sudah lewat dari waktu makan siangnya.

Sampai di halaman sebuah rumah mewah berlantai 3, motor yang membawa Mayra pun berhenti. Mayra lantas segera turun dari atas motor lantas bergegas masuk ke dalam hunian mewah tersebut melalui pintu yang berada di samping rumah. Sementara pemuda yang membonceng Mayra kembali melajukan motornya menuju garasi besar yang terletak di samping pintu yang Mayra masuki tadi.

Mayra bergegas masuk ke dalam kamar sederhananya untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Setelah ini, ia harus segera menyiapkan makan siang untuk putra bungsu keluarga yang sudah begitu baik padanya selama ini.

"Mayra, ayo cepat, Nak!" panggil seorang wanita paruh baya yang tengah berdiri di depan kamar Mayra. Wanita paruh baya itu berusaha mengingatkan keponakan tersayangnya agar segera melaksanakan tugasnya di rumah itu.

Mayra yang baru selesai berpakaian segera membuka pintu kemudian berjalan mengekori wanita paruh baya itu yang sudah berjalan lebih dulu menuju dapur.

Di dapur, Mayra bergegas menghidangkan menu makan siang yang sudah dimasak oleh koki rumah. Salah satu tugas Mayra memang menghidangkan menu makan siang yang sudah koki rumah masak.

"Kenapa sampai terlambat pulang? kamu kan tahu, Den Agam itu tidak boleh sampai terlambat makan," gerutu wanita paruh baya itu sembari membantu Mayra menyiapkan hidangan yang akan Mayra bawa ke meja makan.

"Maaf, Bu' De... Tadi Mayra ada latihan nari," jawab Mayra dengan penuh sesal. Meski sebenarnya, Mayra tidak terlalu bersalah dalam hal ini. Karena sebelumya, Mayra sudah mengirim pesan agar pemuda tampan yang merupakan putra bungsu rumah itu tidak perlu menunggunya pulang sekolah untuk pulang bersama. Namun, pemuda itu malah tetap menunggunya di tempat biasa hingga lebih dari satu jam lamanya.

"Ya sudah, sekarang Mayra panggil Den Agam saja, biar Bu' De saja yang membawa nampan ini ke meja makan!" ujar Bu 'De Darmi.

Mayra mengangguk, lantas bergegas berjalan menuju kamar sang putra bungsu yang terletak di lantai 2 rumah mewah itu.

Di depan pintu kamar yang sedikit terbuka, Mayra berusaha mengetuk pintu besar itu berkali-kali, namun tidak juga mendapat jawaban Padahal biasanya, Agam akan langsung membuka pintu setelah Mayra mengetuknya pada ketukan ketiga.

Mayra menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menahannya sebentar sebelum menghembuskannya perlahan. Gadis cantik itu berusaha menenangkan dirinya sebelum masuk ke dalam kamar mewah Agam. Sebenarnya, Mayra merasa segan jika harus masuk ke dalam kamar milik Agam, namun Mayra terpaksa harus masuk untuk mengingatkan Agam agar segera menyantap makan siangnya yang sudah terlambat.

Perlahan, Mayra membuka pintu yang tidak tertutup rapat itu. Mayra lantas berjalan perlahan masuk ke dalam kamar mewah bernuansa coklat muda yang mendominasi ruangan. Kedua mata Mayra memandang ke sekeliling ruangan untuk mencari si pemilik, namun Mayra tidak menemukan keberadaan Agam di dalam ruangan mewah itu.

"Apa mungkin lagi mandi ya?" gumam Mayra yang berpikir jika Agam sedang berada di kamar mandi. Merasa tidak enak jika harus menunggu di dalam kamar, Mayra memutuskan untuk segera keluar dari dalam dan menunggunya di luar kamar saja.

Mayra membalikkan tubuhnya untuk menuju kearah pintu keluar, namun saat Mayra membalikkan tubuhnya bertepatan dengan Agam yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.

"Aghhhh..." teriak Mayra yang bergegas menutup wajahnya dengan kedua tangannya saat tidak sengaja melihat tubuh setengah telanjang Agam yang baru keluar dari dalam kamar mandi.

Agam yang baru keluar dari Kamar mandi tentu saja terkejut mendengar teriakkan Mayra. Namun selanjutnya, pemuda tersebut malah tampak terlihat tersenyum tipis kearah Mayra.

Agam berjalan santai menuju sebuah sofa untuk mengambil pakaian yang lupa ia bawa saat hendak berendam tadi. Sementara Mayra, gadis itu masih menutup kedua mata dan wajahnya dengan kedua tangannya. Gadis itu tidak ingin kedua matanya sampai terkontaminasi tubuh indah Agam yang sebenarnya sudah sempat ia lihat tadi.

"Ke-kenapa ngga pakai baju?" ujar Mayra dengan wajah yang masih tertutup kedua tangannya.

Tak berniat menjawab Mayra, Agam malah langsung kembali masuk ke dalam kamar mandi dengan lebih dulu menutup pintu kamar mandi dengan cukup keras, agar Mayra paham jika ia sudah tidak berasa di dalam ruangan itu.

Mayra yang mendengar suara keras pintu yang di tutup, lantas membuka kedua telapak tangan yang ia gunakan untuk menutup wajahnya. Begitu kedua matanya terbuka, gadis itu bergegas setengah berlari keluar dari dalam kamar Agam.

Malu dan entah perasaan apa lagi yang Mayra rasakan. Namun bayangan tubuh Agam yang hanya mengenakan selembar handuk untuk menutupi bagian bawah tubuh Agam tentu masih menjadi bayang-bayang Mayra. Apalagi tubuh bagian atas Agam yang terlihat berwarna putih mulus dengan dihiasi otot perut yang hampir sempurna membuat pikiran Mayra benar-benar terkontaminasi. Gadis itu sampai terus menggeleng-gelengkan kepalanya sembari berjalan menuju ruang makan.

"Mana Den Agamnya?" tanya Bu De' Darmi saat melihat Mayra berjalan sendirian menuju ruang makan sambil masih terus menggeleng-gelengkan kepalanya.

Mayra yang tengah tidak fokus, tentu mengabaikan sapaan Bu' De Darmi dan terus berjalan menuju ruang makan.

Di ruang makan, Mayra kembali berusaha untuk fokus dengan menyiapkan piring dan menuangkan air mineral ke dalam gelas untuk Agam minum meski pikirannya masih belum benar-benar fokus.

"Apa menu makan makan siang hari ini?" tanya Agam yang tiba-tiba sudah berdiri tepat di samping Mayra. Kehadiran tiba-tiba pemuda berusia 18 tahun itu tentu saja membuat Mayra yang tidak fokus menjadi terkejut.

Mayra menatap wajah Agam sekilas, terlihat pemuda itu tengah menyugar rambutnya yang masih basah. Mayra pun kembali menggelengkan kepalanya, untuk menghalau jangan sampai bayangan itu terlintas kembali dipikirannya.

"Makanlah!" ujar Mayra sambil meletakkan teko berisi air mineral yang dibawanya ke atas meja.

Agam tampak mengangguk sekilas, pemuda itu lantas menarik kursi yang biasa ia gunakan. Sementara Mayra, gadis itu pun mengikuti apa yang Agam lakukan, menarik sebuah kursi yang biasa gadis itu gunakan untuk duduk saat berada di meja makan. Keduanya lantas mulai menyantap makan siang mereka dengan suasana hening.

Bersambung...

Ada yang masih berkenan membaca ceritaku nda ya?

Terpopuler

Comments

Obito Uchiha

Obito Uchiha

wah bagus nih, cara penulisannya cukup rapi dan enak dibaca.

mayra ini tipe gadis yg malu2 tapi mau (dikit), soalnya dia bisa kepikiran agam gitu, apalagi agam cuma pake handuk. ya wajar juga sih sebenernya, soalnya agam tampan dan badannya, lumayan kan diliat2 dikit mah, hehehe..

terus yg cowok tampan yg ditemui mayra pas pertama kayaknya bakal ada something sama mayra nih, apa nanti akan ada cinta segitiga antara mayra - cowok tampan - agam

lanjut ah

2025-04-07

0

〈⎳ FT. Zira

〈⎳ FT. Zira

mampir di karya baru setelah sekian purnama...🤭🤭
5/Coffee/ ntuk karya barunya..
semangat terus kak.. lanjutt

2025-01-03

1

Dewi Payang

Dewi Payang

Akhirnya kakak meluncurkan karya baru lagi.
Awal yang bagus, lanjutkan kisah Mayra dan Agam kak...
1 vote buat karya baru akak🫰🫰😍😍

2025-01-03

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 41
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 76
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 pengumuman promosi novel teman
84 Bab 83
85 Bab 84
86 Bab 85
87 Bab 86
88 Bab 87
89 Bab 88
90 Bab 89
91 Bab 90
92 Bab 91
93 Bab 92
94 Pengumuman promosi karya kawan
95 Bab 93
96 Bab 94
97 Bab 95
98 Bab 96
99 Bab 97
100 Bab 98
101 Bab 99
102 Bab 100
103 Bab 101
104 Bab102
105 Bab 103
106 Bab 104
107 Bab 105
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 41
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 76
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
pengumuman promosi novel teman
84
Bab 83
85
Bab 84
86
Bab 85
87
Bab 86
88
Bab 87
89
Bab 88
90
Bab 89
91
Bab 90
92
Bab 91
93
Bab 92
94
Pengumuman promosi karya kawan
95
Bab 93
96
Bab 94
97
Bab 95
98
Bab 96
99
Bab 97
100
Bab 98
101
Bab 99
102
Bab 100
103
Bab 101
104
Bab102
105
Bab 103
106
Bab 104
107
Bab 105

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!