Episode 13

Pagi ini, Raka sudah mematut dirinya di depan cermin. Semalaman ia memang tidak bisa tidur, bayangan Reva terus mengisi pikirannya. Setelah selesai dengan urusannya bersama sang pencipta, Raka segera bersiap untuk pergi ke kampus.

“Pagi Mah…” sapa Raka pada wanita paruh baya yang tengah menyiapkan sarapannya.

Ia mengecup pipi wanita tersebut dengan lembut.

“Anak mamah udah rapi gini. Mau kemana sih nak?” Goda Niken seraya mengusap pipi sang anak.

“Kampus mah. Papah mana?” Raka melahap roti isi yang terhidang di hadapannya.

Berbeda dari biasanya, Raka terlihat lebih bersemangat saat ini. Beberapa hari lalu saat ia tiba dari LA, ia pasti duduk membisu di salah satu kursi dengan makanan yang terus di aduk tanpa di cicip sedikitpun. Namun kali ini, Raka yang dilihat Niken sungguh berbeda.

“Papah masih siap-siap di kamar. Bentar lagi juga turun.”

Niken duduk di depan Raka seraya memandangi sang putra yang tengah mengunyah makanannya dengan semangat.

“Apa kampus baru sangat menyenangkan nak?” tanya Niken yang membuat Raka hampir tersedak makanannya.

Niken segera menyodorkan air minum pada Raka, Raka merasa dejavu saat menerima air minum plus wajah cemas yang ia lihat dari Niken.

“Reva…” batinnya. Ia meneguk air mineralnya hingga tandas.

“Lumayan lah mah, gag semembosankan yang aku pikir.” Sahut raka seraya tersenyum. Suapan terakhir masuk ke mulut Raka dan diakhiri dengan segelas jus buah yang ikut berpindah ke perutnya. “Mah, aku berangkat dulu ya! Ada urusan.” Lanjutnya sambil berlalu setelah sebelumnya mendaratkan kecupan hangat di pipi Niken.

“Eh nak, gag bareng papah aja?”

“Nanti aku ke kantor!” sahut Raka yang kemudian berlari kecil menuju mobil mewahnya.

Niken hanya menggelengkan kepala melihat tingkah sang putra yang sangat banyak perubahan. Terlihat tarikan garis senyum di wajah Niken.

****

Raka melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Alunan musik jazz menjadi temannya menghabiskan waktu membelah jalanan yang mulai ramai. Dari bibirnya terlantun lagu yang ia ikuti dari penyanyi aslinya. Matanya tampak awas memperhatikan jalanan sekitarnya.

Saat lampu merah terakhir sebelum kampus, Raka merapikan tampilannya yang terpantul dari spion tengah mobilnya. Kacamata hitam yang semula tergantung di bajunya, kini bertengger rapi di atas hidung mancungnya.

Tak sampai lima menit, Raka sudah berada di halaman parkir kampus. Dengan langkah mantap ia berjalan menuju kantin, tempat paling sering seseorang yang ia cari, sambangi.

Secangkir kopi hitam tengah berada di tangannya. Ia menempelkan tangannya ke cangkir dan merasakan hangat yang berpindah ke telapak tangannya yang kedinginan.

“Bro, udah di sini aja!” seru Fery yang baru datang.

“Kopi!” tawar Raka seraya menyeruput cairan hitam dan pahit miliknya.

Fery hanya menggeleng, terlalu pagi baginya untuk menikmati minuman tersebut.

“Lo pagi bener udah nyampe kampus. Bangun subuh apa gag tidur semaleman?” tanya Fery seraya melepas kacamata yang menutupi mata bulat Raka.

“Dua-duanya.” Sahut Raka sambil menekan-nekan pangkal hidungnya yang terasa pening.

“Ada apa lo pagi-pagi udah ke kampus? Bukannya kelas siang? Jangan bilang lo nyari si Reva!” terka Fery dengan seringai jenakanya.

Raka hanya tersenyum sambil kembali meneguk kopinya.

“Sebenernya gue udah pernah ketemu dia sebelum di kampus ini.” Tutur Raka yang meletakkan kembali cangkirnya pada tatakannya.

“Oh ya? Kapan?” Fery terlihat antusias.

“Sehari sebelum gue masuk kampus, di salah satu pasar tradisional di bogor.” Kenang raka seraya

tersenyum.

Masih terrekam jelas dalam ingatannya tatapan Reva dan suara cemprengnya saat menawarkan barang dagangannya. Raka begitu terpaku melihat Reva yang begitu semangat membantu ibunya.

“Wah jangan bilang bekas luka di bibir lo itu…” Fery menunjuk pipi Raka tempat tempo hari terpasang plester.

Raka mengangguk mengiyakan. “Lo apain sampe dia nonjok lo?” selidik Fery yang sangat penasaran.

“Salah paham kecil, dia ngira gue copet, terus maen hajar aja. Gila bogemnya keras banget.”

Raja kembali mengusap pipinya yang masih terasa ngilu saat mengingat kejadian bersama Reva.

“Hahhahaha baru kali ini lo di kira copet bro! gag dikira mafia sekalian?” ledek Fery dengan tawa yang tidak bisa ia tahan.

“Sialan lo! Tapi ya bro, dia kayaknya gag inget pernah mukul gue. Buktinya pernah ketemu gue aja dia gag inget.”  Tutur Raka seraya mengenang kembali beberapa pertemuannya bersama Reva.

“Iya dia emang gitu. Kalo menurut salah satu cowok yang pernah jalan sama Dia, si reva sering menggunakan metode Memory represion atau apalah gitu, jadi dia sendiri gag mau inget sama kejadian yang menurut dia gag nyenengin atau gag dia suka. Termasuk ngelupain cowok-cowok yang cuma sekali dua kali jalan sama Dia.” Terang Fery dengan raut wajah serius.

“Tapi bukannya jalan sama cowok itu suatu kesenangan baru buat dia? Buktinya dia ngejalaninnya dengan santai kan?”

“Itu yang kita liat, tapi kita gag pernah tau apa yang sebenarnya si reva rasain kalo lagi jalan sama para kumbang. Mungkin sebenernya dia ngerasa gag nyaman, tertekan atau gag suka, tapi terpaksa harus ngelakuin itu demi ngumpulin biaya kuliah dia dan biaya hidup adik-adiknya.” Ujar Fery dengan gamblang.

Raka hanya terdiam, berusaha memahami perkataan Fery. Ingatannya tentang kejadian tempo hari kembali berputar di kepalanya. Saat Reva yang marah karena di sebut pel*cur dan saat tiba-tiba ia bercerita dengan penuh kesakitan.

Fery melihat jam yang melingkar di tangannya.

“Ini udah siang kok si Reva belum keliatan ya?” ujar Fery seraya menatap Raka yang terlihat melamun.

Fery membuka handphonenya dan melihat beberapa group kampusnya. “Dia gag ngampus bro!” lanjut Fery seraya menepuk bahu Raka.

“Hah gimana?” Raka gelagapan sendiri.

“Yeee… lo mikirin apaan sih? Gue bilang si Reva gag ngampus.” Fery mengulang kalimatnya dengan malas.

“Kok lo tau?”

“Nih!”  Fery menyodorkan handphonenya pada Raka dan tampak lah perbincangan tentang Reva di group yang ia beri nama “Kumbang”.

“Gila, kalian bikin group kayak gini?” seru Raka sambil terus menscroll obrolan di dalam group tersebut.

“Iya , itu fanbasenya si Reva. Semua cowok yang pernah jalan dan ngaku-ngaku jalan sama dia ada di sini.” Terang Fery sambil terkekeh geli mengingat kekonyolannya bersama teman-temannya.

“Gila, ada 147 orang isi groupnya, ini pernah jalan semua sama si reva?” Raka terbelalak melihat isi percakapan di group tersebut.

“Ya enggak lah, paling cuma setengahnya. Sisanya para stalker yang gag punya nyali atau gag punya duit.” Sahut Fery yang kembali tertawa.

Raka tampak asyik membaca satu per satu pengakuan sombong dari para kumbang yang sudah pernah jalan bersama Reva. Banyak foto Reva terpampang di sana. Ada rasa tidak rela di hati Raka melihat Reva jadi perbincangan banyak orang. Matanya terbelalak saat ia melihat sebaris kalimat yang membuatnya jijik.

“Waktu gue jalan sama Reva, gue coba nyium dia, respon dong dia. Dan gila udah sebulan masih kerasa aja bekas bibirnya.” Tulis salah satu laki-laki dengan emoticon bibir.

Terlihat tangan Raka yang mengepal tiba-tiba dan melototi benda persegi di tangannya.

“Lo bilang gag ada yang pernah kontak fisik, ini ada yang sampe ciuman?!” protes Raka dengan kesal.

Fery mengintip kalimat yang di baca Raka. Kemudian menscroll obrolannya hingga ke bawah.

“Tuh baca, itu cuma di mimpi si cunguk doang. Si Jeremy udah nanya langsung ke si reva dan dia bilang gag pernah ciuman sama si cunguk.” Terang Fery sambil menunjuk-nunjuk layar handphonenya.

“Jeremy tuh siapa?” tanya Raka dengan wajah cengonya.

“Haiisshh, Jeremy tuh temen sekelasnya si Reva. Dia pemegang rekor jalan sama si Reva. 35 apa berapa kali gitu. Dia juga yang cinta mati sama Si Reva dan jadi cowok pertama yang ngajak si Reva jalan. Makanya songongnya gag ketulungan. Tapi sedeket apapun mereka, ya cuma bisa jadi temen, gag bisa lebih dari itu.” Terang Fery panjang kali lebar kali tinggi.

“Kenapa cuma bisa temenan?” lanjut Raka yang masih penasaran.

“Astaga, lo dulu bisa dapet pacar gimana ceritanya sih? Lo pedekate kan? Lo pilih-pilih cewek kan? Pasti ada yang nolak dan ada yang nerima lo. Gitu kan?” Fery mengacak rambutnya dengan frustasi.

Raka hanya menggelengkan kepala.

“Hah? Maksud lo?” Fery di buat bingung dengan gelengan kepala Raka.

“Mantan gue yang nembak gue. Gue belum bilang iya, dia udah bikin pengumuman kalo gue pacaran sama dia.” Jawab Raka dengan polos.

“Astagaaaa, bisa gila gue ngobrol sama lo! Jangan bilang lo ciuman sama cewek juga belum pernah?” selidik Fery.

“Kan gue udah bilang cewek gue ngajak putus gara-gara gue cuek, gag mau nyium dia sama gag mau tidur sama dia.” Jawab Raka sekenanya.

“Astaga Rakaaaaa, anak perawan lo yaaaa?! Kalah lo sama anak SMP zaman sekarang yang udah manggil mamah papah. Miris gue!” seru Fery seraya merebut handphonenya dan berlalu begitu saja dari hadapan Raka.

“Fer, gue belum selesei liat!” teriak Raka, namun Fery tak menggubrisnya. Ia hanya mengacungkan jari tengahnya pada Raka. Raka segera berdiri dan mengejar Fery yang pergi meninggalkannya.

****

Terpopuler

Comments

Z@in@ ^ €£ QULUB

Z@in@ ^ €£ QULUB

good to raka

2023-07-08

1

Tatik Wae

Tatik Wae

gokil lo raka...... ngakak guwe...

2023-05-21

1

Septya Tya

Septya Tya

Raka cowok selugu itu soal pacaran🤔🤔🤔

2023-05-03

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
141 Episode 141
142 Episode 142
143 Episode 143
144 Episode 144
145 Episode 145
146 Episode 146
147 Episode 147
148 Episode 148
149 Episode 149
150 Episode 150
151 Episode 151
152 Episode 152
153 Episode 153
154 Episode 154
155 Episode 155
156 Episode 156
157 Episode 157
158 Episode 158
159 Episode 159
160 Episode 160
161 Episode 161
162 Episode 162
163 Episode 163
164 Episode 164
165 Episode 165
166 Episode 166
167 Episode 167
168 Episode 168
169 Episode 169
170 Episode 170
171 Episode 171
172 Episode 172
173 Episode 173
174 Episode 174
175 Episode 175
176 Episode 176
177 Episode 177
178 Episode 179
179 Episode 180
180 Episode 181
181 Episode 182
182 Episode 183
183 Episode 184
184 Episode 185
185 Episode 186
186 Kamsahamnidaaa
187 announcement
188 Otor Menyapa
189 Coming up
190 Menjadi Dia
191 Ranjang Dingin Ibu Tiri
Episodes

Updated 191 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140
141
Episode 141
142
Episode 142
143
Episode 143
144
Episode 144
145
Episode 145
146
Episode 146
147
Episode 147
148
Episode 148
149
Episode 149
150
Episode 150
151
Episode 151
152
Episode 152
153
Episode 153
154
Episode 154
155
Episode 155
156
Episode 156
157
Episode 157
158
Episode 158
159
Episode 159
160
Episode 160
161
Episode 161
162
Episode 162
163
Episode 163
164
Episode 164
165
Episode 165
166
Episode 166
167
Episode 167
168
Episode 168
169
Episode 169
170
Episode 170
171
Episode 171
172
Episode 172
173
Episode 173
174
Episode 174
175
Episode 175
176
Episode 176
177
Episode 177
178
Episode 179
179
Episode 180
180
Episode 181
181
Episode 182
182
Episode 183
183
Episode 184
184
Episode 185
185
Episode 186
186
Kamsahamnidaaa
187
announcement
188
Otor Menyapa
189
Coming up
190
Menjadi Dia
191
Ranjang Dingin Ibu Tiri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!