Apa Bisa Aku Mempertahankan, Abraham?

Perasaan Alea berkecamuk, sudah banyak bayangan buruk yang menari-nari di kepalanya.

‘gadis licik itu kembali pasti ingin merebut Abraham darimu’ kata-kata yang diucapkan Nyonya Kim kembali melintas membuat Alea semakin takut. "Apa bisa aku mempertahankan, Abraham!"

Saat sedang termenung dengan pikiran kisruh, Alea mendapati ponselnya berkedip menandakan ada pesan masuk. Dengan sigap, wanita ini langsung membuka pesan yang sudah pasti dari Abraham karena ia memberikan notifikasi khusus pada pesan yang dikirim lelaki itu.

(Malam ini aku tidak pulang)

Satu baris pesan singkat, Alea langsung menghela nafas. Ini sudah sering kali, lelaki itu lebih banyak menghabiskan waktu diluar entah karena pekerjaan atau ia malas pulang karena ada Alea. (Iya) Alea membalas seperti biasanya, tidak pernah bertanya, kenapa! Atau kapan bisa pulang.

“Nyonya, ada pesan dari rumah besar, Tuan Liam.” Seorang pelayan wanita yang berseragam rapi menyampaikan pesan dengan sangat hati-hati.

“Ada apa?”

“Nyonya Liam, besok meminta Anda untuk berkunjung.”

“Dengan Abraham juga?”

“Tidak, beliau meminta Anda datang seorang diri.”

Alea mengangguk, “Baik, aku akan datang.”

Sudah pasti harus datang, karena pesan yang diterima dari Keluarga Liam adalah perintah yang tidak bisa dibantah untuk, Alea.

Keesokkan harinya.

Alea datang diantar sopir Vila Mars, berbeda saat ia datang bersama Abraham. Tidak ada satu orang pun yang menyambut kedatangannya, semua acuh menganggap jika Menantu Keluarga Liam ini adalah orang asing yang tidak penting.

“Nyonya Muda! Anda datang!” Kepala pelayan terkejut melihat kehadiran Alea, sebelumnya ia tidak di konfirmasi jika Menantu Keluarga Liam akan datang.

“Iya, Mama yang memintaku datang.”

Ekspresi kepala pelayan berubah, sejenak ia melirik ke arah dapur lalu kembali menatap Alea dan berkata, “Nenek Rossela, sedang melakukan pengecekkan kesehatan di Rumah Sakit.”

“Aku....”

“Kakak Ipar, kamu sudah datang!”

Ameera Wiliam, adik satu-satunya Abraham menyela, dengan semangat gadis ini mendekati Kakak iparnya.

“Nona Ameera….”

“Sudah kamu pergi, Kakak Ipar biar aku yang urus,” Ameera tentu mempunyai maksud khusus mengusir kepala pelayan, karena ia salah satu oknum yang tidak menyukai Alea menjadi bagian dari Keluarga Liam.

“Ameera, ada apa?” Tanya Alea dengan pelan.

“Tidak ada, mama hanya mengundang kamu, karena ada yang ingin kami tunjukkan.” Ameera berkata sambil mencengkram kuat pundak Alea yang kecil.

Tunjukkan!

Perasaan Alea gelisah. Adik Iparnya ini sering membully dirinya, tidak menutup kemungkinan Ameera akan melakukan hal yang sama.

“Ayo! Ikut aku!”

Dengan kasar, Ameera menarik tangan Kakak Iparnya, tidak ada kelembutan atau rasa hormat untuk Kakak Ipar. Karena itu tidak penting.

Alea mematung kakinya bergetar dan terasa lemas, dua bola mata yang sayu dan terlihat lelah menatap dua wanita cantik yang sedang duduk di meja makan.

Itu Nyonya Liam dan satunya Jessika.

Kemarin ia melihat gadis itu di majalah dan sekarang dia melihat secara nyata, Jessika sangat bersinar dan cantik tidak salah jika ia dijuluki super model yang sempurna.

“Alea!”

Jessika melambaikan tangannya, menyapa wanita yang diklaim sebagai perebut kekasihnya tiga tahun yang lalu.

“Jangan diam saja, Jessika sudah sangat baik mau menyapamu.” Ameera mendorong Alea yang diam saja.

“Ameera apa yang kamu lakukan….”Jessika yang ingin berperan sebagai gadis berhati malaikat berlari kecil, membantu Alea yang hampir terjatuh karena ulah Ameera.

“Alea, kamu tidak apa-apa?”

Alea menepis tangan Jessika yang mengusap-usap pundaknya, “Aku tidak apa-apa.”

Nyonya Liam yang menonton tidak bermaksud menegur Putri bungsunya, justru ia bangga dengan apa yang dilakukan Ameera. “Cepat duduk, kita makan bersama.” Ajaknya.

Tapi nyatanya ini bukan acara makan bersama, melainkan, fakta yang sedang dipertontonkan Nyonya Liam. Jessika sudah kembali. Seharusnya Alea sadar dan tau diri.

“Jessika, apa kamu sudah bertemu, Abraham?” Tanya Nyonya Liam, dengan ekor mata yang ia sorotkan pada Menantunya.

“Belum. Bibi, sebenarnya aku takut bertemu Abraham.”

“Apa yang kamu takutkan, Abraham pasti sangat senang dengan kepulanganmu. Bagaimana jika Bibi yang mengatur pertemuan kalian?”

Jessika melirik Alea yang sedang tertunduk, menatap piring dan sendok di meja. “Alea, apa kamu tidak keberatan?”

“Apa yang membuatnya keberatan, dia tidak punya hak apapun pada Kak Abraham,” sela Ameera, “Wanita licik yang memanfaatkan kelemahan Kak Abraham sampai bersedia menikahinya, tapi pada akhirnya dia tidak bisa melahirkan keturunan untuk Keluarga ini,” sambung Ameera.

“Ameera, kamu tidak boleh bicara seperti itu,” timpal Jessika, dengan mimik wajah penuh iba saat melirik Alea.

Alea yang tidak tahan, meremas kuat ujung gaun yang ia pakai, ia mengangkat wajah menatap Ameera dan Nyonya Liam yang sedang senyum-senyum. Ameera yang di tatap tentu tidak terima, dari bawah meja, gadis ini sudah menyiapkan sesuatu yang ingin ia gunakan untuk mencelakai Alea.

Tapi….

“Nyonya Muda, Tuan Muda sudah kembali di Villa Mars. Sebaiknya Anda pulang sekarang,” Kepala pelayan datang dan secara tidak langsung menyelamatkan Alea dari bahaya.

Alea langsung bangun dari duduknya, lelaki itu pasti marah jika pulang, tidak ada dirinya di Villa, “Ma, aku permisi,” pamit Alea dan langsung pergi mengikuti kepala pelayan.

“Nyonya Muda. Di masa depan, jika Nyonya Liam meminta Anda datang seorang diri, mohon abaikan saja,” kata kepala pelayan seraya membuka pintu mobil untuk Alea.

Alea tidak ingin bertanya kenapa, “Aku mengerti. Terima kasih.”

Villa Mars

Abraham berdiri menjulang di depan pintu dengan kedua tangan yang ia selipkan di saku celananya.

Lelaki ini masih mengenakan pakaian kemarin, setelan jas hitam dengan kemeja putih. Dia tampan dan sangat menawan tapi wajah beku menutupi ketampanan itu. Alea berdiri di hadapannya dengan kepala tertunduk, tidak ada keberanian untuk mendongak, menatap wajah tampan yang menjadi pujaannya sejak dulu.

“Apa tujuanmu datang kesana?”

Maksud Abraham, datang ke rumah besar Liam.

“Mama yang memintaku untuk datang.”

Abraham mendengus, “Lalu, apa yang kamu dapatkan?”

Dia pasti sudah tau kan!

Dengan keberanian yang ia kumpulkan, Alea mengangkat wajahnya menatap Abraham, “Abraham, Jessika kembali,” katanya.

Terpopuler

Comments

Rini Antika

Rini Antika

udah Alea, mending kamu pergi aja dari pada makan ati terus

2024-11-10

1

fjk

fjk

gak usah di pertahankan kalau dia jahat sma kamu alea

2024-11-03

2

Hasmina Nita

Hasmina Nita

tough girl💪🙏👍

2025-02-09

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pernikahan Jebakan
2 Bab 2 Aku Tidak Berniat Mempunyai Anak Darimu
3 Bab 3 Dia Kembali
4 Apa Bisa Aku Mempertahankan, Abraham?
5 Bab 5 Hati Yang Patah
6 Bab 6 Sebaiknya Kamu Mengalah, Alea
7 Abraham, Mari Kita Akhiri Pernikahan Ini
8 Bab 8. Ingin Bebas
9 Bab 9. Apa Yang Kamu Inginkan, Alea
10 Bab 10. Ingin Bercerai! Apa Anda Yakin, Nyonya?
11 Bab 11. Apa Yang Terjadi?
12 Bab 12. Memang Jebakan Jessika
13 Bab 13. Nyonya Pergi, Tuan
14 Bab 14. Nyonya Tidak Meminta Apapun Dari Anda, Tuan
15 Bab 15. Apa Dia Memberikan Apa Yang Tidak Pernah Aku Berikan Selama Ini?!
16 Bab 16. Aku Tidak Menginginkanmu, Abraham
17 Bab 17. Ternyata Susah Juga Jika Tidak Ada Anda, Nyonya.
18 Bab 18. Jandanya Abraham Tidak Mungkin Kekurangan Uang
19 Bab 19. Identitas Kekasih Jessika
20 Bab 20. Di Danau Senja
21 Bab 21. Jadi Reporter
22 Bab 22. Melanggar Untuk Yang Kedua Kalinya
23 Bab 23. Seharusnya Ini Tidak Boleh Terjadi
24 Bab 24. Tidak Mau Menerima Apapun Dari Lelaki Itu
25 Bab 25. Dipersulit Abraham
26 Bab 26. Gadis Kecil
27 Bab 27. Diacuhkan
28 Bab 28. Menginap, Kejadian Tidak Terduga
29 Bab 29. Uang Kompensasi Untuk Tuan Muda
30 Bab 30. Marahnya Abraham
31 Bab 31. Sempat Ingin Menyerah, Bahaya Saat Sedang Menunggu
32 Bab 32. Berita Kecelakaan Alea
33 Bab 33. Alea Mati
34 Bab 34. Keyakinan Abraham
35 Bab 35. Di Negara Rush
36 Bab 36. Kejadian Yang Sebenarnya
37 Bab 37. Memiliki Keluarga Baru
38 Bab 38. Pekerjaan Alea
39 Bab 39. Misi Utama Ale
40 Bab 40. Bertemu Tuan Besar Liam
41 Bab 41. Abraham Ke Negara Rush
42 Bab 42. Menyelesaikan Masalah Tuan Liam
43 Bab 43. Bertemu Arlo
44 Bab 44. Dia Masih Bocah! Bukan Lawan Yang Seimbang
45 Bab 45. Di Klub Malam
46 Bab 46. Berada Di Tempat Yang Sama
47 Bab 47. Kembali, Setelah 5 Tahun
48 Bab 48. Tidak Ada Kata Berakhir, Alea
49 Bab 49. Tindakan Abraham Di Klub
50 Bab 50. Menyelamatkan Alea
51 Bab 51. Arlo Harus Tetep Menjadi Anak Yang Dirahasiakan.
52 Bab 52. Pembalasan Untuk Marcus
53 Bab 53. Wajahnya seperti tidak asing.
54 Bab 54. Akhirnya Abraham Bertemu Arlo
55 Bab 55. Tidak Mungkin Jika Arlo Hanya Anakmu!
56 Bab 56. Sudah Pasti Dia Anakku
57 Bab 57. Membawa Arlo Pergi, Hanya Dengan Begini Dia Akan Kembali.
58 Bab 58. Abraham Dan Arlo
59 Bab 59. Tidak Bisa Tidur
60 Bab 60. Dongeng Untuk Arlo
61 Bab 61. Kembali Ke Negara Asalnya
62 Bab 62. Kepulangan Alea Mengejutkan Penghuni Villa Mars
63 Bab 63. Tinggallah Di sini Dengan Patuh
64 Bab 64. Lakukan Sebagai Istri
65 Bab 65. Syarat Dari Alea
66 Bab 66. Rencana Yang Dieksekusi Dengan Sangat Baik
67 Bab 67. Tidur Bersama
68 Bab 68. Apa Yang Membuatmu Tidak Bisa Tidur?
69 Bab 69. Aku Menginginkanmu, Alea!
70 Bab 70. Gagal Untuk Malam Ini
71 Bab 71. Saingan Yang Tidak Bisa Dilawan
72 Bab 72. Ingin Mengatakan Pada Dunia Jika Alea Sudah Mati
73 Bab 73. Mau Tidak Mau, Abraham Yang Harus Turun Tangan.
74 Bab 74. Konferensi Pers
75 Bab 75. Istri Saya Masih Hidup.
76 Bab 76. Klarifikasi, Membuat Jessika Kacau
77 Bab 77. Temani Aku Mandi
78 Bab 78. Masih Ada Jessika Diantara Abraham Dan Alea.
79 Bab 79. Kamu Harus Menjauhkan Abraham Dari Jessika.
80 Bab 80. Alea! Aku Sudah Tidak Bisa Menahannya Lagi
81 Bab 81. Akhirnya....
82 Bab 82. Ingin Terus Menempel
83 Bab 83. Cucu Idamannya Sandra
84 Bab 84. Jika Kamu Berpikir, Aku Alea Yang Dulu, Itu Salah Besar!
85 Bab 85. Tidak Mau Lagi, Terlihat Baik
86 Bab. 86. Ingin Tahu Reaksi Abraham
87 Bab 87. Kesialan Jessika
88 Bab. 88. Tidak Suka Juno Datang.
89 Bab 89. Apa Hubungan Mereka Pada Kasus 4 Tahun Yang Lalu?
90 Bab 90. Menjemput Juno
91 Bab 91. Persaingan Sengit
92 Bab 92. Mengadu Pada Jimmy
93 Bab 93. Tuan Muda Seperti Pengangguran
94 Bab 94. Alea Menyimpan Rahasia
95 Bab 95. Rahasia Alea Terkuak
96 Bab 96. Alea! Kamu Meragukanku?
97 Bab 97. Bayi Yang Hilang Di Rumah Sakit Kota Froz
98 Bab 98. Kesaksian Sekretaris Lee.
99 Bab 99. Penyelidikan Abraham.
100 Bab 100. Rahasia Liam Diketahui Abraham,
101 Bab 101. Keberadaan Bayi Alea
102 Bab 102. Bayi Itu, Benar Sudah Meninggal.
103 Bab 103. Pukulan Besar Bagi Abraham
104 Bab 104. Jika Langsung Mati, Bukankah Terlalu Sederhana
105 Bab 105. Semua Sudah Diadili
106 Bab 106. Duka.
107 Bab 107. Kematiannya Akan Selalu Dikenang
108 Bab 108. Pengakuan Tuan Liam
109 Bab 109. Cari Bukti Dulu
110 Bab 110. Kondisi Sandra.
111 Bab 111. Siapa Lelaki itu?
112 Bab 112. Kebutuhan Batin Harus Tetep Terpenuhi, kan!
113 Bab 113. Keyakinan Alea, Menemui Titik Terang.
114 Bab 114. Tidak Akan Mengampuni Siapapun Yang Terlibat
115 Bab 115. Pelaku Sebenarnya Tertangkap
116 Bab 116. Helena Masih Hidup
117 Bab 117. Mewawancarai Jessika
118 Bab 118. Terbukti, Dia Helena.
119 Bab 119. Ini Baru Awal, Hukuman Untuk Jessika.
120 Bab 120. Asal Mula, Jessika Menjadi Helena
121 Bab 121. Apa Dia, Mempunyai Rencananya Sendiri?
122 Bab 122. Terjadi Belasan Tahun Yang Lalu
123 Bab 123. Janji Abraham Pada Jessika
124 Bab 124. Tempat Berlindung Untuk Jessika
125 Bab 125 Jessika Tidak Percaya
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Bab 1 Pernikahan Jebakan
2
Bab 2 Aku Tidak Berniat Mempunyai Anak Darimu
3
Bab 3 Dia Kembali
4
Apa Bisa Aku Mempertahankan, Abraham?
5
Bab 5 Hati Yang Patah
6
Bab 6 Sebaiknya Kamu Mengalah, Alea
7
Abraham, Mari Kita Akhiri Pernikahan Ini
8
Bab 8. Ingin Bebas
9
Bab 9. Apa Yang Kamu Inginkan, Alea
10
Bab 10. Ingin Bercerai! Apa Anda Yakin, Nyonya?
11
Bab 11. Apa Yang Terjadi?
12
Bab 12. Memang Jebakan Jessika
13
Bab 13. Nyonya Pergi, Tuan
14
Bab 14. Nyonya Tidak Meminta Apapun Dari Anda, Tuan
15
Bab 15. Apa Dia Memberikan Apa Yang Tidak Pernah Aku Berikan Selama Ini?!
16
Bab 16. Aku Tidak Menginginkanmu, Abraham
17
Bab 17. Ternyata Susah Juga Jika Tidak Ada Anda, Nyonya.
18
Bab 18. Jandanya Abraham Tidak Mungkin Kekurangan Uang
19
Bab 19. Identitas Kekasih Jessika
20
Bab 20. Di Danau Senja
21
Bab 21. Jadi Reporter
22
Bab 22. Melanggar Untuk Yang Kedua Kalinya
23
Bab 23. Seharusnya Ini Tidak Boleh Terjadi
24
Bab 24. Tidak Mau Menerima Apapun Dari Lelaki Itu
25
Bab 25. Dipersulit Abraham
26
Bab 26. Gadis Kecil
27
Bab 27. Diacuhkan
28
Bab 28. Menginap, Kejadian Tidak Terduga
29
Bab 29. Uang Kompensasi Untuk Tuan Muda
30
Bab 30. Marahnya Abraham
31
Bab 31. Sempat Ingin Menyerah, Bahaya Saat Sedang Menunggu
32
Bab 32. Berita Kecelakaan Alea
33
Bab 33. Alea Mati
34
Bab 34. Keyakinan Abraham
35
Bab 35. Di Negara Rush
36
Bab 36. Kejadian Yang Sebenarnya
37
Bab 37. Memiliki Keluarga Baru
38
Bab 38. Pekerjaan Alea
39
Bab 39. Misi Utama Ale
40
Bab 40. Bertemu Tuan Besar Liam
41
Bab 41. Abraham Ke Negara Rush
42
Bab 42. Menyelesaikan Masalah Tuan Liam
43
Bab 43. Bertemu Arlo
44
Bab 44. Dia Masih Bocah! Bukan Lawan Yang Seimbang
45
Bab 45. Di Klub Malam
46
Bab 46. Berada Di Tempat Yang Sama
47
Bab 47. Kembali, Setelah 5 Tahun
48
Bab 48. Tidak Ada Kata Berakhir, Alea
49
Bab 49. Tindakan Abraham Di Klub
50
Bab 50. Menyelamatkan Alea
51
Bab 51. Arlo Harus Tetep Menjadi Anak Yang Dirahasiakan.
52
Bab 52. Pembalasan Untuk Marcus
53
Bab 53. Wajahnya seperti tidak asing.
54
Bab 54. Akhirnya Abraham Bertemu Arlo
55
Bab 55. Tidak Mungkin Jika Arlo Hanya Anakmu!
56
Bab 56. Sudah Pasti Dia Anakku
57
Bab 57. Membawa Arlo Pergi, Hanya Dengan Begini Dia Akan Kembali.
58
Bab 58. Abraham Dan Arlo
59
Bab 59. Tidak Bisa Tidur
60
Bab 60. Dongeng Untuk Arlo
61
Bab 61. Kembali Ke Negara Asalnya
62
Bab 62. Kepulangan Alea Mengejutkan Penghuni Villa Mars
63
Bab 63. Tinggallah Di sini Dengan Patuh
64
Bab 64. Lakukan Sebagai Istri
65
Bab 65. Syarat Dari Alea
66
Bab 66. Rencana Yang Dieksekusi Dengan Sangat Baik
67
Bab 67. Tidur Bersama
68
Bab 68. Apa Yang Membuatmu Tidak Bisa Tidur?
69
Bab 69. Aku Menginginkanmu, Alea!
70
Bab 70. Gagal Untuk Malam Ini
71
Bab 71. Saingan Yang Tidak Bisa Dilawan
72
Bab 72. Ingin Mengatakan Pada Dunia Jika Alea Sudah Mati
73
Bab 73. Mau Tidak Mau, Abraham Yang Harus Turun Tangan.
74
Bab 74. Konferensi Pers
75
Bab 75. Istri Saya Masih Hidup.
76
Bab 76. Klarifikasi, Membuat Jessika Kacau
77
Bab 77. Temani Aku Mandi
78
Bab 78. Masih Ada Jessika Diantara Abraham Dan Alea.
79
Bab 79. Kamu Harus Menjauhkan Abraham Dari Jessika.
80
Bab 80. Alea! Aku Sudah Tidak Bisa Menahannya Lagi
81
Bab 81. Akhirnya....
82
Bab 82. Ingin Terus Menempel
83
Bab 83. Cucu Idamannya Sandra
84
Bab 84. Jika Kamu Berpikir, Aku Alea Yang Dulu, Itu Salah Besar!
85
Bab 85. Tidak Mau Lagi, Terlihat Baik
86
Bab. 86. Ingin Tahu Reaksi Abraham
87
Bab 87. Kesialan Jessika
88
Bab. 88. Tidak Suka Juno Datang.
89
Bab 89. Apa Hubungan Mereka Pada Kasus 4 Tahun Yang Lalu?
90
Bab 90. Menjemput Juno
91
Bab 91. Persaingan Sengit
92
Bab 92. Mengadu Pada Jimmy
93
Bab 93. Tuan Muda Seperti Pengangguran
94
Bab 94. Alea Menyimpan Rahasia
95
Bab 95. Rahasia Alea Terkuak
96
Bab 96. Alea! Kamu Meragukanku?
97
Bab 97. Bayi Yang Hilang Di Rumah Sakit Kota Froz
98
Bab 98. Kesaksian Sekretaris Lee.
99
Bab 99. Penyelidikan Abraham.
100
Bab 100. Rahasia Liam Diketahui Abraham,
101
Bab 101. Keberadaan Bayi Alea
102
Bab 102. Bayi Itu, Benar Sudah Meninggal.
103
Bab 103. Pukulan Besar Bagi Abraham
104
Bab 104. Jika Langsung Mati, Bukankah Terlalu Sederhana
105
Bab 105. Semua Sudah Diadili
106
Bab 106. Duka.
107
Bab 107. Kematiannya Akan Selalu Dikenang
108
Bab 108. Pengakuan Tuan Liam
109
Bab 109. Cari Bukti Dulu
110
Bab 110. Kondisi Sandra.
111
Bab 111. Siapa Lelaki itu?
112
Bab 112. Kebutuhan Batin Harus Tetep Terpenuhi, kan!
113
Bab 113. Keyakinan Alea, Menemui Titik Terang.
114
Bab 114. Tidak Akan Mengampuni Siapapun Yang Terlibat
115
Bab 115. Pelaku Sebenarnya Tertangkap
116
Bab 116. Helena Masih Hidup
117
Bab 117. Mewawancarai Jessika
118
Bab 118. Terbukti, Dia Helena.
119
Bab 119. Ini Baru Awal, Hukuman Untuk Jessika.
120
Bab 120. Asal Mula, Jessika Menjadi Helena
121
Bab 121. Apa Dia, Mempunyai Rencananya Sendiri?
122
Bab 122. Terjadi Belasan Tahun Yang Lalu
123
Bab 123. Janji Abraham Pada Jessika
124
Bab 124. Tempat Berlindung Untuk Jessika
125
Bab 125 Jessika Tidak Percaya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!