Ghost

Suara pintu terbuka dengan keras membuat semua orang beralih menatap kearah pintu, sendok yang Cahaya suapkan masih nyangkut di mulut Sagara dan Cahaya pun masih memegangi batang sendoknya tanpa sadar.

"Apa-apan ini..!" Bentak Mahya datang dengan wajah marah.

Cahaya beralih menatap Sagara, ia segera menarik sendok dari mulut Sagara. Bima dan Sagara kompak memasang wajah datar, tidak ada satu pun dari mereka yang berniat bangkit dari kasur dan juga menghampiri Mahya.

"Mana Rachel?! Kenapa dia suapi kamu, Sagara!" Tanya Mahya dengan emosi yang meledak-ledak.

Bagaimana Mahya tidak marah, dari depan Satpam mengatakan kalau Rachel sudah pergi atas perintah dari Sagara yang tidak mengizinkan calon menantunya itu menginjakkan kaki di rumahnya.

"Aaaaa..... Suapi lagi, jangan hiraukan orang lain." Sagara membuka mulutnya meminta Cahaya kembali menyuapinya.

"Bima juga mau, barengan lah kita." Ucap Bima.

Cahaya jadi bingung, di sisi lain ia takut melihat wajah marah Mahya yang tiba-tiba datang memasang wajah bengisnya pula. Tetapi di sisi lain, ada dua orang yang meminta suapan dari tangannya.

"Mbak Yaya, jangan takut. Ini tuh ghost yang aku maksud, mengerikan bukan!" Bisik Bima yang masih bisa di dengar oleh Sagara.

Sagara pun diam saja mendengar bisikan Bima, Cahaya adalah orang pertama yang menjadi tempat cerita anaknya, jadi ia tidak perlu protes. Cahaya menganggukkan kepalanya paham, akhirnya ketiga orang yang berada diatas kasur itu sama-sama diam tak menghiraukan Mahya, malah lebih memilih menikmati makanannya.

"Heh! Siapa kamu? Masa pembantu duduk di kasur majikannya, kamu penjilat ya? Mau goda anak saya, IYA?!" Mahya menunjuk kearah Cahaya.

"Sssttt, Ma. Apa Mama gak bisa ngomong pelan aja? Rumah Gara bukan hutan, gak perlu teriak-teriak seperti itu." Ucap Sagara.

"Mana calon mantu Mama? Kenapa kamu gak minta suapi sama Rachel aja, malah minta di suapi sama pembantu dekil, kumel kayak gitu? Dapet dari mana sih kamu pembantu modelan kayak gini." Cerocos Mahya membuat hati Cahaya berdenyut nyeri, apa semua orang kaya memang menilai dirinya dari pakaian yang di kenakan saja.

'Sepertinya zaman ini semakin edan saja, memang kenapa dengan bajuku? Lihat saja nanti, kalau Yaya glowing bakalan bikin pangling' Batin Cahaya.

Sagara meminta Cahaya membantunya untuk duduk, wajahnya tersenyum miring mendengar ibunya mengatakan calon menantu pada Rachel. Andai saja dia tahu, kalau sebenarnya Rachel bukanlah calon menantunya, melainkan calon madunya.

"Kata siapa Cahaya pembantu? Justru orang yang sedang menyuapi aku dan Bima itu calon istri yang sebenarnya," Ucap Sagara secara spontan.

"APA!" Pekik Mahya.

Cahaya membulatkan matanya, dia menatap tajam kearah Sagara dan hendak memprotesnya, namun Sagara segera menempelkan jari telunjuknya di depan mulut Cahaya.

"Sudah lah sayang, kamu cukup diam saja, biar aku jelaskan semuanya pada Mama." Ucap Sagara memberikan kode pada Cahaya untuk mengikuti ucapannya.

'Apa-apaan duda satu ini, Ya Allah.. Tolonggg... Yaya teh takut baper, ada aja gebrakannya nih bapak si Bima' Batin Cahaya mulai kesal.

Bagaimana Cahaya tak kesal, dengan mengatakan kalau dirinya calon istri saja sudah memancing kemarahan Mahya yang akan semakin menilai jelek dirinya.

"Iya, Nenek. Mbak Yaya itu calon Mama aku, Bibi Rachel kan adiknya Mama, jadi Bima gak mungkin panggil Bibi Rachel dengan sebutan Mama." Ucap Bima. Tentu dia tahu maksud dari neneknya itu, mana mau dia menerima Rachel sebagai ibu sambungnya.

"Jadi, kalian kumpul kebo disini, hah!" Sewot Mahya.

"Mana ada kebo di rumah, adanya ya di peternakan lah, Nek." Ucap Bima dengan kepolosannya.

Cahaya dan Sagara menahan tawanya, bukan itu yang Mahya maksud. Mendengar ucapan Bima semakin membuat darah Mahya mendidih, dia berjalan cepat mendekati Cahaya dan menarik rambutnya sampai piring yang di pegang Cahaya terjatuh dan pecah.

Praaaaanggggg...

Bima langsung melompat dari atas kasurnya, dia menarik tangan Mahya dari rambut Cahaya. Sagara menahan rasa sakitnya demi menyelamatkan Cahaya dari amukan ibunya, Cahaya meringis kesakitan karena Mahya menjambak rambutnya dengan kuat.

"Mama, lepaskan!" Bentak Sagara.

"Nenek! Lepaskan calon mamaku, kreekkkkk..." Berontak Bima sambil menggigit lengan Mahya.

"AAAAWWW..!" Teriak Mahya kesakitan, dia sontak melepaskan tangannya dari rambut Cahaya dan menatap lengannya yang meninggalkan bekas gigitan Bima.

Bima langsung memeluk kaki Cahaya, dia tidak akan membiarkan orang yang memberikannya kasih sayang di sakiti orang lain, terlebih orang itu adalah orang yang sama yang sudah membuatnya tersiksa batin maupun fisiknya.

"Mama keterlaluan!" Sagara mengepalkan tangannya, dia menatap tajam ibunya.

"Segitunya kamu membela dia daripada ibumu sendiri..! Apa lebihnya dia di bandingkan Rachel yang berpendidikan, apa dia sudah melemparkan tubuhnya sendiri demi meraup harta kamu, hah! Dukun mana yang sudah dia bayar buat pelet kamu, Sagara yang Mama kenal gak pernah membangkang." Mahya kembali menunjuk Cahaya, tentu Cahaya semakin tak terima dengan ucapan dan tuduhan dari neneknya Bima itu.

Cahaya menyingkirkan rambut yang menutupi wajahnya, dia melepaskan pelukan Bima dan berjalan kearah Mahya.

"Atas dasar apa anda menuduh saya?! Semiskin apapun saya tidak pernah sedikit pun memikirkan hal busuk seperti yang anda tuduhkan, meskipun saya miskin tentunya saya punya harga diri dan juga batasan, tidak seperti anda!" Cahaya membalas ucapan Mahya, tidak peduli dia akan di pecat setelah ini atau tidak. Yang jelas, perkataan Mahya tidak bisa di toleransi olehnya.

"Buktinya kamu kumpul kebo dengan anak aib itu, kenapa? Gak terima, minimal tahu diri lah. Di zaman sekarang, kalau bukan pelet ya mana ada pangeran yang mau sama gembel." Cibir Mahya.

"Ada bukti? Bagaimana anak anda tidak melawan kalau punya ibu modelan seperti anda ini, kalau saya mau akan saya sebarkan kejahatan anda yang menyakiti cucunya sendiri." Cahaya tak akan mundur begitu saja, orang seperti Mahya memang harus di imbangi agar tak berbuat seenaknya lagi.

"Satu lagi, saya tahu kalau anda yang sudah mengancam Nona Relia sebelum dia pergi." Cicit Cahaya tepat di wajah Mahya, dia mencondongkan tubuhnya agar Sagara tak bisa mendengar ucapannya.

Tubuh Mahya membeku, dia tidak menyangka kalau Cahaya mengetahui salah satu rahasianya. Cahaya menaikkan satu alisnya, dia tersenyum mengejek melihat raut wajah Mahya yang terlihat ketakutan.

"Kurang ajar!" Geram Mahya.

PLAAKKKK...

 Mahya menampar wajah Cahaya sampai menoleh ke samping.

"CUKUP!" Hardik Sagara.

Sagara menarik tangan ibunya keluar dari dalam kamar, tiba-tiba sakit di pinggangnya menghilang begitu saja. Cahaya memegangi pipi kirinya yang terdapat bekas jari Mahya, ia segera mengusapnya dengan pelan merasakan sensasi panas dan cukup nyeri.

"Mbak!" Panggil Bima.

Cahaya mengulas senyumnya, dia tidak akan memperlihatkan kesedihannya di depan Bima. Cahaya mensejajarkan tubuhnya dengan Bima dan Bima pun langsung menerjang tubuhnya, Cahaya memeluk Bima dan mengusap punggungnya saat air mata anak yang ia sayangi itu keluar.

"Hiksss... Mbak, sakit ya pipinya?" Tanya Bima sambil menangis sesenggukan, ia menangkup wajah Cahaya dan mengusap pipi kirinya dengan lembut.

"Harusnya kan mbak yang nangis, kok malah Den Bima yang nangis?" Heran Cahaya.

"Nenek jahat sama, Mbak Yaya. Bima beci nenek!" Jerit Bima.

"Ssssttt!! Gak boleh gitu ah, lagian sakitnya gak seberapa kok. Udah ya nangisnya jangan lama-lama, laki-laki emang gak di larang nangis, tapi laki-laki gak boleh cengeng. Laki-laki itu harus kuat, gagah dan berani kayak samson!" Ucap Cahaya seraya menghibur Bima.

"Tapi Bima kan bukan samson, Mbak. Samson kan bisa angkat mobil, lah Bima kan cuma bisanya angkat jemuran." Ucap Bima di sela tangisnya.

"Kalo jemuran beratnya sampe 50kg berarti den Bima itu kuat!" Ucap Cahaya.

"Itu mah lebih berat jemuran daripada berat badan Bima, Mbak!" Balas Bima.

Cahaya pun terkekeh, akhirnya Bima pun tidak meneruskan tangisannya karena teralihkan oleh candaan receh Cahaya.

Terpopuler

Comments

Sani Srimulyani

Sani Srimulyani

ayo bima kasih tau tuh mama mu tentang perselingkuhan ayahmu dan juga rachel.

2024-11-16

1

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

jd lucu deh bima sm cahsya yg bisa menghibur...ayo sagara secepaty aja bukti rachel sm suamiy kasih ke mahya biar bungkam ga bisa ngomong lg..orang yg di agung2kn trnyata menusuk dr belakang

2024-10-25

0

jaran goyang

jaran goyang

ᥲᥡ᥆ ᥡᥲᥡᥲ💪💪💪💪💪💪һrs 𝗍ᥱgᥲs kᥙᥲ𝗍... ȷgᥒ ᥣᥱmᥲһ... ᥲ𝗊 ȷіȷіk ᥕᥒ𝗍 ᥣᥱmᥲһ

2024-10-25

0

lihat semua
Episodes
1 Hama
2 Tawaran pekerjaan.
3 Berangkat
4 Di usir
5 Akan selalu Ada
6 Demam
7 Pembantu baru
8 Sembuh
9 Gaduh
10 Membela Bima
11 Binar Bahagia
12 Penyesalan Sagara
13 Janji Sagara
14 Dia datang
15 Di balik semua yang terjadi
16 Mengusirnya
17 Nonton
18 Salah tingkah
19 Ghost
20 Editan
21 Pergi bersama
22 Baby Face
23 Beralasan
24 Cemburu
25 Mencari Cahaya dan Bima
26 Menjadi tamu
27 Bukti
28 Sebuah pilihan
29 Menikah
30 Bima bosan
31 Ketakutan Bima
32 Belanja
33 Berdarah
34 Pulang
35 Sagara salah tingkah
36 Bersaing
37 Sagara menangis
38 Keributan di Club
39 Meleleh
40 Mudik
41 Tidak ada peran Kakak
42 Kesempatan
43 Tidur bersama
44 Keinginan Bima
45 Menerkam
46 Pulang kampung
47 Angkasa dan Gadis kurir.
48 Lambe doerrrr
49 Menginap
50 Calon istriku
51 Menggoda Cahaya
52 Pulang
53 Keteguhan Kiki
54 Manusia lumpur
55 Saran Langit
56 Kejutan
57 Lewati bersama
58 Kedatangan tamu
59 Pingsan
60 Rumah sakit
61 Menyesal
62 Bersimpuh
63 Murkanya si bungsu
64 Meeting adik
65 Kritis
66 Syukuran
67 Aliando patah hati
68 Ketegaran Aliando
69 Bertemu Angkasa
70 Gosip
71 Makan siang
72 Rumah sakit
73 Mahya pingsan
74 Penyesalan Relia
75 Logika bergosip
76 Persiapan
77 Rumah baru
78 Memberi pelajaran
79 Menyesal
80 SAH
81 Mempermalukan diri sendiri
82 Nunggang kuda
83 Jatuh ke dalam perangkap sendiri.
84 Kejepit
85 Di pertemukan
86 Kejutan
87 Seekor kupu-kupu
88 Rasa iri
89 Isi pikiran Marshel
90 Rencana
91 Melarikan diri
92 Gila
93 Mencurigakan.
94 Pengakuan Toni
95 Menjalin hubungan baik
96 Lelahnya Rachel
97 Berdiskusi.
98 Jebakan
99 Di amankan
100 Akbar berontak
101 Saling memaafkan
102 Pinta Khanza
103 Mau Papa baru
104 Mak Comblang
105 Kejutan?
106 Kekhawatiran Rizaldy
107 Cahaya ngidam
108 Kiki dan duriannya
109 Keberatan
110 Pahatan luka
111 Mak comblang berjamaah.
112 Akting?
113 Di imbangi
114 Kabar duka
115 Pemakaman
116 Kembali kehilangan
117 Ayo mampiiirrr
118 Melamar
119 Mendampingi
120 menyambut anggota baru
121 Menyambut anggota baru
122 bahagia dan duka
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Hama
2
Tawaran pekerjaan.
3
Berangkat
4
Di usir
5
Akan selalu Ada
6
Demam
7
Pembantu baru
8
Sembuh
9
Gaduh
10
Membela Bima
11
Binar Bahagia
12
Penyesalan Sagara
13
Janji Sagara
14
Dia datang
15
Di balik semua yang terjadi
16
Mengusirnya
17
Nonton
18
Salah tingkah
19
Ghost
20
Editan
21
Pergi bersama
22
Baby Face
23
Beralasan
24
Cemburu
25
Mencari Cahaya dan Bima
26
Menjadi tamu
27
Bukti
28
Sebuah pilihan
29
Menikah
30
Bima bosan
31
Ketakutan Bima
32
Belanja
33
Berdarah
34
Pulang
35
Sagara salah tingkah
36
Bersaing
37
Sagara menangis
38
Keributan di Club
39
Meleleh
40
Mudik
41
Tidak ada peran Kakak
42
Kesempatan
43
Tidur bersama
44
Keinginan Bima
45
Menerkam
46
Pulang kampung
47
Angkasa dan Gadis kurir.
48
Lambe doerrrr
49
Menginap
50
Calon istriku
51
Menggoda Cahaya
52
Pulang
53
Keteguhan Kiki
54
Manusia lumpur
55
Saran Langit
56
Kejutan
57
Lewati bersama
58
Kedatangan tamu
59
Pingsan
60
Rumah sakit
61
Menyesal
62
Bersimpuh
63
Murkanya si bungsu
64
Meeting adik
65
Kritis
66
Syukuran
67
Aliando patah hati
68
Ketegaran Aliando
69
Bertemu Angkasa
70
Gosip
71
Makan siang
72
Rumah sakit
73
Mahya pingsan
74
Penyesalan Relia
75
Logika bergosip
76
Persiapan
77
Rumah baru
78
Memberi pelajaran
79
Menyesal
80
SAH
81
Mempermalukan diri sendiri
82
Nunggang kuda
83
Jatuh ke dalam perangkap sendiri.
84
Kejepit
85
Di pertemukan
86
Kejutan
87
Seekor kupu-kupu
88
Rasa iri
89
Isi pikiran Marshel
90
Rencana
91
Melarikan diri
92
Gila
93
Mencurigakan.
94
Pengakuan Toni
95
Menjalin hubungan baik
96
Lelahnya Rachel
97
Berdiskusi.
98
Jebakan
99
Di amankan
100
Akbar berontak
101
Saling memaafkan
102
Pinta Khanza
103
Mau Papa baru
104
Mak Comblang
105
Kejutan?
106
Kekhawatiran Rizaldy
107
Cahaya ngidam
108
Kiki dan duriannya
109
Keberatan
110
Pahatan luka
111
Mak comblang berjamaah.
112
Akting?
113
Di imbangi
114
Kabar duka
115
Pemakaman
116
Kembali kehilangan
117
Ayo mampiiirrr
118
Melamar
119
Mendampingi
120
menyambut anggota baru
121
Menyambut anggota baru
122
bahagia dan duka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!