Mengusirnya

Sagara segera pulang dari kantornya, dia mempercayakan pekerjaannya pada Aliando karena dia harus menyingkirkan Rachel dari kehidupannya. Dari dalam mobil, dia juga memantau Cctv rumahnya dan melihat tingkah angkuh Rachel yang semena-mena. Begitu berpindah ke Cctv luar rumah, dia juga melihat kejadian dimana Rachel dan juga Bima disana. Kening Sagara mengernyit melihat sikap Bima, dulu Bima dan Rachel begitu dekat dari bayi sampai Rachel di biayai kuliah di luar negeri oleh ayahnya dan juga ibunya.

Sagara meminta supir pribadinya untuk menambah laju kendarannya, dia tak bisa tinggal diam dan harus melakukan sesuatu agar ayahnya itu berhenti mengusik hidupnya.

"Apa-apaan tua bangka itu, dia pikir aku masih robot yang bisa dia atur sesukanya? Heh, liat saja nanti, akan ku hancurkan apa yang membuat kalian begitu angkuh." Monolog Sagara.

Saham di perusahaan ayahnya sudah menurun secara perlahan, tetapi perusahaan Sagara sahamnya semakin naik dan banyak pebisnis lain yang mengajukan kerjasama dengannya. Dua bulan sejak ia bekerja sama dengan Langit, dan Langit menanam saham di perusahaannya membuat Sagara bangga akan hasil keringatnya sendiri. Siapa sangka di balik suksesnya Sagara, ada Bima kecil yang ikut andil membantu proyeknya berjalan dengan lancar. Bima memang masih kecil, tetapi dia sudah paham mengenai bisnis. Berkat Cahaya yang menyadarkannya akan sikapnya pada Bima, kini perubahannya dan janjinya pada Bima untuk selalu ada untuk putranya.

Sampai di rumah. Sagara menutup pintunya dengan kasar, dia memasang wajah garangnya dan berjalan memasuki rumah.

Rachel terkejut begitu melihat Sagara datang, ia segera menurunkan kakinya dan menaruh ponselnya ke samping.

"E-eh, kak Gara." Rachel gelagapan, dia tak menyangka kalau Sagara bisa pulang di siang bolong. Mahya mengatakan bahwa Sagara biasa pulang malam ataupun sore hari, tapi siapa sangka Sagara sudah ada di hadapannya.

Rachel segera memakai sepatu heelsnya, dia menghampiri sagara he dak memeluknya, akan tetapi Sagara menolak pelukan itu dan menggantinya dengan sebuah dorongan sampai membuat Rachel terjatuh.

"Hei, Kak. Ada apa denganmu? Bukannya menyambut kedatangan calon istri dengan baik, tapi kau malah tidak sopan begini." Cerocos Rachel.

"Calon istri? MIMPI!" Sarkas Sagara.

Rachel bangkit dari lantainya, dia menepuk roknya takut kotor. Dia menatap Sagara dengan tatapan sendu, seolah dia begitu sakit mendengar ucapan yang baru saja Sagara katakan.

"Kak, kenapa sekarang Kak Gara jahat padaku, Kak? Dulu, kak Gara menyayangiku saat Kak Relia masih hidup, tapi sekarang kenapa sebaliknya?" Tanya Rachel dengan pelan.

"Kenapa tanya aku? Tanya pada dirimu sendiri! Lebih baik sekarang kay keluar dari rumahku, jangan berharap aku akan menikahi wanita sepertimu. Kau dan Relia itu sangat berbeda, tidak ada satu orang pun yang akan menggeser posisinya di hatiku." Usir Sagara menunjuk ke arah pintu keluar.

Rachel mengepalkan tangannya, dia tak terima Sagara mengusirnya begitu saja.

'Memangnya Relia seperti apa? Bahkan dia sama brengseknya, kau saja yang bego Sagara' Batin Rachel.

Rachel hendak mendekat kembali, tetapi Sagara memundurkan langkahnya.

"Katakan pada tua bangka itu, sampai kapanpun aku tidak akan menikah denganmu!" Tekan Sagara.

"T-tapi ---"

"SATPAAAMMM!!"Teriak Sagara memanggil satpam rumahnya.

Satpam rumah berlari begitu mendengar suara majikannya, Sagara pun menunjuk kearah Rachel dan meminta satpam untuk menyeret Rachel.

Dari lantai atas, Bima dan Cahaya menyaksikan bagaimana Sagara mengusir Rachel dari rumah. Rachel menolak pergi dari rumah Sagara, tetapi tenaga Satpam lebih besar darinya sehingga tubuhnya terseret.

"Bi, buang semua barang punyanya keluar." Titah Sagara pada Bi Nur.

Bi Nur membawa tas dan juga hp milik Rachel, dia menuruti ucapan Sagara dengan membuang barang milik Rachel keluar dari rumah.

"LEPAS, BODOH!" Berontak Rachel.

Bi Nur memasukkan ponsel Rachel ke dalam tasnya, dia juga melempar tas tersebut kearah Rachel.

"YAAAKKK....! Pembantu sialan." Teriak Rachel menatap tajam kearah Nur.

Bi Nur langsung ngibrit kembali masuk ke dalam rumah, Rachel lantas mengambil tasnya dan membersihkannya dengan wajah sedih.

"Pergi non, sebelum Tuan Sagara ngamuk." Usir Satpam.

"Lihat aja nanti, loe semua bakalan tunduk sama gue!" Kesal Rachel.

Satpam menutup pintu gerbangnya, Rachel menghentakkan kakinya tidak terima dengan perlakuan orang rumah. Tangannya meraih tasnya dan mengambil ponselnya, dia segera menghubungi sesorang di sebrang sana.

'Hallo, sayangku'

'Aku di usir dari rumah duda sialan itu!'

'Berani sekali dia, sayangku naik taxi dulu ya. Aku akan siapkan apartemen mewah untuk sayangku ini, kita bersenang-senang.'

'Jangan lama, aku merindukanmu'

Rachel merengek layaknya anak kecil, dia pun mematikan sambungan telponnya. Rachel benar-benar senang ketika kekasih pujaannya itu selalu mengerti apa kemauannya, jika bukan karena suatu lah dia tak mau menikah dengan mantan iparnya itu.

Terpopuler

Comments

LENY

LENY

DASAR RELIA DAN RACHEL ADIK KAKAK SAMA2 BIADAB DAN SELINGKUH SMG SAGARA TAHU DAN TERBUKA KEDOK ISTRI YG SANGAT DICINTAI TERNYATA TAK LEBIH DARI JALANG MURAHAN😡

2025-01-20

0

Sani Srimulyani

Sani Srimulyani

jangan2 kekasihnya itu bapanya sagara lagi.....

2024-11-10

1

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

innalillahi serem banget ya sifaty rachel

2024-10-24

0

lihat semua
Episodes
1 Hama
2 Tawaran pekerjaan.
3 Berangkat
4 Di usir
5 Akan selalu Ada
6 Demam
7 Pembantu baru
8 Sembuh
9 Gaduh
10 Membela Bima
11 Binar Bahagia
12 Penyesalan Sagara
13 Janji Sagara
14 Dia datang
15 Di balik semua yang terjadi
16 Mengusirnya
17 Nonton
18 Salah tingkah
19 Ghost
20 Editan
21 Pergi bersama
22 Baby Face
23 Beralasan
24 Cemburu
25 Mencari Cahaya dan Bima
26 Menjadi tamu
27 Bukti
28 Sebuah pilihan
29 Menikah
30 Bima bosan
31 Ketakutan Bima
32 Belanja
33 Berdarah
34 Pulang
35 Sagara salah tingkah
36 Bersaing
37 Sagara menangis
38 Keributan di Club
39 Meleleh
40 Mudik
41 Tidak ada peran Kakak
42 Kesempatan
43 Tidur bersama
44 Keinginan Bima
45 Menerkam
46 Pulang kampung
47 Angkasa dan Gadis kurir.
48 Lambe doerrrr
49 Menginap
50 Calon istriku
51 Menggoda Cahaya
52 Pulang
53 Keteguhan Kiki
54 Manusia lumpur
55 Saran Langit
56 Kejutan
57 Lewati bersama
58 Kedatangan tamu
59 Pingsan
60 Rumah sakit
61 Menyesal
62 Bersimpuh
63 Murkanya si bungsu
64 Meeting adik
65 Kritis
66 Syukuran
67 Aliando patah hati
68 Ketegaran Aliando
69 Bertemu Angkasa
70 Gosip
71 Makan siang
72 Rumah sakit
73 Mahya pingsan
74 Penyesalan Relia
75 Logika bergosip
76 Persiapan
77 Rumah baru
78 Memberi pelajaran
79 Menyesal
80 SAH
81 Mempermalukan diri sendiri
82 Nunggang kuda
83 Jatuh ke dalam perangkap sendiri.
84 Kejepit
85 Di pertemukan
86 Kejutan
87 Seekor kupu-kupu
88 Rasa iri
89 Isi pikiran Marshel
90 Rencana
91 Melarikan diri
92 Gila
93 Mencurigakan.
94 Pengakuan Toni
95 Menjalin hubungan baik
96 Lelahnya Rachel
97 Berdiskusi.
98 Jebakan
99 Di amankan
100 Akbar berontak
101 Saling memaafkan
102 Pinta Khanza
103 Mau Papa baru
104 Mak Comblang
105 Kejutan?
106 Kekhawatiran Rizaldy
107 Cahaya ngidam
108 Kiki dan duriannya
109 Keberatan
110 Pahatan luka
111 Mak comblang berjamaah.
112 Akting?
113 Di imbangi
114 Kabar duka
115 Pemakaman
116 Kembali kehilangan
117 Ayo mampiiirrr
118 Melamar
119 Mendampingi
120 menyambut anggota baru
121 Menyambut anggota baru
122 bahagia dan duka
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Hama
2
Tawaran pekerjaan.
3
Berangkat
4
Di usir
5
Akan selalu Ada
6
Demam
7
Pembantu baru
8
Sembuh
9
Gaduh
10
Membela Bima
11
Binar Bahagia
12
Penyesalan Sagara
13
Janji Sagara
14
Dia datang
15
Di balik semua yang terjadi
16
Mengusirnya
17
Nonton
18
Salah tingkah
19
Ghost
20
Editan
21
Pergi bersama
22
Baby Face
23
Beralasan
24
Cemburu
25
Mencari Cahaya dan Bima
26
Menjadi tamu
27
Bukti
28
Sebuah pilihan
29
Menikah
30
Bima bosan
31
Ketakutan Bima
32
Belanja
33
Berdarah
34
Pulang
35
Sagara salah tingkah
36
Bersaing
37
Sagara menangis
38
Keributan di Club
39
Meleleh
40
Mudik
41
Tidak ada peran Kakak
42
Kesempatan
43
Tidur bersama
44
Keinginan Bima
45
Menerkam
46
Pulang kampung
47
Angkasa dan Gadis kurir.
48
Lambe doerrrr
49
Menginap
50
Calon istriku
51
Menggoda Cahaya
52
Pulang
53
Keteguhan Kiki
54
Manusia lumpur
55
Saran Langit
56
Kejutan
57
Lewati bersama
58
Kedatangan tamu
59
Pingsan
60
Rumah sakit
61
Menyesal
62
Bersimpuh
63
Murkanya si bungsu
64
Meeting adik
65
Kritis
66
Syukuran
67
Aliando patah hati
68
Ketegaran Aliando
69
Bertemu Angkasa
70
Gosip
71
Makan siang
72
Rumah sakit
73
Mahya pingsan
74
Penyesalan Relia
75
Logika bergosip
76
Persiapan
77
Rumah baru
78
Memberi pelajaran
79
Menyesal
80
SAH
81
Mempermalukan diri sendiri
82
Nunggang kuda
83
Jatuh ke dalam perangkap sendiri.
84
Kejepit
85
Di pertemukan
86
Kejutan
87
Seekor kupu-kupu
88
Rasa iri
89
Isi pikiran Marshel
90
Rencana
91
Melarikan diri
92
Gila
93
Mencurigakan.
94
Pengakuan Toni
95
Menjalin hubungan baik
96
Lelahnya Rachel
97
Berdiskusi.
98
Jebakan
99
Di amankan
100
Akbar berontak
101
Saling memaafkan
102
Pinta Khanza
103
Mau Papa baru
104
Mak Comblang
105
Kejutan?
106
Kekhawatiran Rizaldy
107
Cahaya ngidam
108
Kiki dan duriannya
109
Keberatan
110
Pahatan luka
111
Mak comblang berjamaah.
112
Akting?
113
Di imbangi
114
Kabar duka
115
Pemakaman
116
Kembali kehilangan
117
Ayo mampiiirrr
118
Melamar
119
Mendampingi
120
menyambut anggota baru
121
Menyambut anggota baru
122
bahagia dan duka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!