Di balik semua yang terjadi

Rachel memasuki rumah milik Sagara. Dia melihat interior rumah dan juga luasnya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, lama tinggal di apartemen dan sekarang pulang ia cukup senang karena merasa lebih bebas dan leluasa.

"Lumayan juga rumahnya, seleranya tidak begitu buruk." Ucap Rachel sambil berjalan-jalan di tengah rumah.

Bi Nur yang sedang menyapu mengernyitkan dahinya, sejak kapan ada orang masuk ke dalam rumah. Melihat penampilannya pun dia serasa pernah melihatnya, tetapi ia lupa dimana tepatnya.

"Heh, pembantu!" Panggil Rachel angkuh.

Nur menegakkan tubuhnya, ia menunjuk ke arah wajahnya sendiri memastikan kalau Rachel memang memanggil dirinya.

"Iya, Loe..! Ambilkan gue minum dong, haus gue." Titah Rachel.

"Loh, anda siapa nyuruh-nyuruh saya?" Tanya Nur malas.

"Loe yang siapa! Denger ini baik-baik ya, babu. Gue ini calon nyonya di rumah ini, Kak Gara majikan loe itu calon suami gue, paham..!" Ucap Rachel menakankan kata-katanya.

"Cepet ambilin gue minum, sekalian cemilannya juga." Rachel mengibaskan tangannya, dia menyuruh Nur pergi dari hadapannya guna mengerjakan apa yang ia perintahkan.

Dengan sangat amat terpaksa, Nur pergi ke dapur mengambilkan air minum dan juga makanan ringan untuk Rachel. Sedangkan Rachel sendiri, dia duduk bak nyonya di ruang tamu.

Baik satpam maupun pembantu di rumah Sagara tidak tahu menahu soal Rachel, karna Rachel datang dengan mengatas namakan Akbar dan juga Mahya, selain itu juga dia mengatakan bahwa dia adalah calon istri dari Sagara atau turun ranjang.

*

*

Bel pulang sekolah sudah berbunyi, Cahaya dan Bima bergandengan tangan menuju mobil Pak Maryono. Bumi dan Kejora pun berjalan mengikuti Bima sampai di mobilnya, sebelum naik mobil Bumi mencegah Bima. Masuk.

"Bimbim, besok futsal yuk?" Ajak Bumi.

"Jam berapa?" Tanya Bima.

"Jam 4 sore, aku suka ikut futsal sama kakek Nando, Kakek Aiman, Uncle twins dan ada banyak juga temenku yang lain disana. Mau ya, ya!" Jawab Bumi berharap Bima datang.

"Nanti aku bilang dulu sama Papa," Ucap Bima.

Bumi mengacungkan jempolnya, dia juga menganggukkan kepalanya seraya melambaikan tangannya begitu Cahaya dan Bima berpamitan pulang. Kejora mengajak Bumi masuk ke dalam mobilnya, mereka pun akhirnya pergi menuju kediamannya masing-masing.

Selama di perjalanan, Bima nampak mulai bercerita pada Cahaya mengenai aktifitas di kelasnya. Cahaya menanggapinya dengan santai, Bima juga tidak terlihat diak seperti sebelumnya.

Selang beberapa menit, mobil yang di tumpangi Cahaya sudah sampai di kediaman Sagara. Cahaya mengambil alih tas milik Bima, tangan sebelahnya menggandeng tangan Bima masuk kedalam rumah.

Begitu masuk ke dalam rumah, Bima dibuat tertegun melihat Rachel yang duduk men-selunjurkan kakinya diatas meja. Bak ratu pemilik rumah, Rachel juga meminta Bi Nur memijat kakinya. Bima ingin marah, tetapi dia lebih memilih langsung berjalan keatas tangga di susul Cahaya.

Di dalam kamar, Bima menghubungi ayahnya menggunakan ponsel milik Cahaya. Nada Bima bicara sudah mewakili perasaannya, Bima menyuruh Sagara pulang dan mengusir Rachel dari rumahnya.

"Den, sini." Panggil Cahaya sambil mensejajarkan tubuhnya dengan Bima, terlihat Bima mematikan ponselnya.

Cahaya memeluk tubuh Bima, sedangkan Bima menangis dalam diam sehingga tidak ada suara yang keluar, melainkan tubuhnya yang bergetar.

"Ikut Bima, Mbak." Lirih Bima menarik tangan Cahaya.

Tak perlu menunggu malam tiba, Bima mengajak Cahaya untuk duduk di kasurnya, sementara dirinya mengambil sebuah laptop di dalam lemarinya.

Bima membawa laptop itu keatas kasur, tangannya dengan mahir mencari sesuatu di dalamnya. Cahaya memperhatikan apa yang terlihat di dalam layar, matanya membulat begitu membaca tulisan yang tertera di dalam sana. Sekarang Cahaya mengerti mengapa Bima membenci Rachel, ia juga paham mengapa rasa sayang Bima lebih besar daripada rasa kecewanya pada Sagara.

"Den," Panggil Cahaya menoleh kearah Bima.

"Itulah sebabnya aku benci bibi Rachel, aku benci Mamaku sendiri. Aku benci mereka semua..!" Ucap Bima dengan sakit yang tak bisa di utarakan.

Bima menceritakan bagaimana ia tahu mengenai kebenaran itu semua, Cahaya menutup mulutnya tak percaya anak sekecil Bima harus menghadapi kenyataan yang menyedihkan.

Bima mengatakan Relia masih hidup, bahkan sekarang ibu yang sudah melahirkannya itu hidup bahagia bersama suami barunya dan juga anak perempuan yang berada di tengah-tengahnya. Kenapa Bima bisa tahu, pernah suatu hari Sagara mengajaknya liburan ke negara UK dimana negara itu adalah negara yang sama dengan tempat Rachel kuliah. Mahya meminta Sagara untuk mengunjungi Rachel dan memberikan barang pemberiannya, Rachel dan Mahya cukup dekat sehingga apapun yang Mahya suka ia pasti membelikannya juga untuk Rachel.

Pada saat Sagara dan Bima masuk ke apartemen Rachel, Bima menemukan sebuah pesan masuk ke dalam hp Rachel yang saat itu bibinya sedang ke dapur membuat minum.

'Chel, kak Relia bilang dia mau belanja ke Mall. Tolong temani istriku ya, Jennifer juga sedang manja tidak mau aku tinggal, jadi kau saja yang menemani istriku ya.'

Itulah isi pesan yang Bima baca, sejak usia 5 tahun Bima sudah lancar membaca, dia belajar dari youtube dan sampai akhirnya juga ia bisa belajar bahasa inggris secara otodidak.

Bima tahu siapa nama ibunya, ingin sekali Bima membuka hp milik Rachel akan tetapi ada Sagara yang tengah duduk di sampingnya meskipun sibuk dengan ponsel di tangannya.

Sagara izin pada Bima untuk pergi ke toilet, Bima menggunakan kesempatan itu untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi, awalnya dia berharap ibunya masih hidup.

Sebuah kebetulan, hp Rachel tidak di kunci dan Bima dengan mudah membukanya. Matanya membeliak melihat foto ibunya berdiri bersama pria dan juga anak perempuan seusianya, Bima menyalin nomor ponsel yang mengaku suami ibunya dan juga kontak ibunya juga ke dalam ponsel ayahnya secara diam-diam, dia juga akan mencari tahu lebih lanjut di rumahnya sepulang nanti.

Sepulang dari negara UK, Bima menelusuri media sosial milik suami ibunya dan melihat begitu bahagianya sang ibu tanpanya maupun tanpa Sagara. Bima menggunakan akal cerdasnya dengan meng-hack akun suami ibunya, alangkah terkejutnya ia membaca chat Rachel dan juga pria yang bernama Michael, ternyata kabar Relia terseret Tsunami itu hanya sebuah kebohongan belaka. Memang Relia mengatakan pergi ke kampung halamannya, tapi siapa sangka dia bertemu dengan Michael secara diam-diam dan mereka sudah merencanakan semuanya dari lama. Di saat yang bersamaan, media TV mengabarkan bahwa terjadi Tsunami di kampung halaman Relia dan tim Sar pun tidak menemukan Relia sampai akhirnya mereka menyatakan Relia sudah berpulang.

"Ini anak ibu Den Bima?" Tanya Cahaya.

Bima mengangguk pelan. " Ya, dia Jennifer. Anak angkat Mama dan juga suami barunya, dia di adopsi dari anak teman suaminya yang sudah sekarat. Tepat saat Mama dinyatakan meninggal, di negara lain mereka berdua menikah dan aku tidak tahu kenapa mereka bisa menikah." Jawab Bima.

Bima mengatakan tidak tahu mengapa Ibunya menikah lagi, dia berpikir mengapa ibunya menikah lagi padahal sudah punya sang Papa. Dia tidak mengerti soal pernikahan, yang dia tahu adalah kalau sudah menikah itu tidak boleh menikah lagi.

Cahaya kembali membaca room chat Michael bersama Rachel disana, ia tahu alasan di balik Relia yang memiliih kabur dan menikah dengan Michael, tetapi ia hanya diam tanpa memberi tahu alasan tersebut pada Bima.

Sungguh malang sekali nasib Bima, dia harus ada diantara kisah rumit ibunya dan juga ayahnya. Tetapi Cahaya salut pada Bima, sejauh ini dia masih bisa bertahan walaupun dia merasakan sakit yang mendalam.

"Mbak, jangan bilang siapa-siapa ya, ini rahasia kita berdua." Ucap Bima menatap Cahaya, dia mengacungkan jari kelingkingnya sebagai bentuk kalau Cahaya harus berjanji padanya.

Cahaya menautkan jari kelingkingnya bersama jari kelingking milik Bima, dia tidak akan menceritakan rahasia itu pada siapapun, kecuali Bima yang memintanya untuk buka suara. Cahaya juga yakin kalau suatu hari rahasia itu akan terbongkar dengan sendirinya, yang pasti dia akan tetap menjaga Bima dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.

Terpopuler

Comments

LENY

LENY

YA ALLAH KASIHAN SEKALI BIMA ANAK SEKECIL ITU UNTUNG KETEMU CAHAYA. KELUARGA GILA ISTRI SAGARA ADIKNYA SAMA2 TUKANG TIPU PENIPU SEMUA😡

2025-01-20

0

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

apa saga tau klu istriy msh hidup dan sdh niksh lg ya..kasisn bima sakti ini mah

2024-10-24

1

Nur Faris

Nur Faris

apa yg sebenarnya terjadi???🤔🤔🤔
kasihan bima😔😔

2024-10-21

0

lihat semua
Episodes
1 Hama
2 Tawaran pekerjaan.
3 Berangkat
4 Di usir
5 Akan selalu Ada
6 Demam
7 Pembantu baru
8 Sembuh
9 Gaduh
10 Membela Bima
11 Binar Bahagia
12 Penyesalan Sagara
13 Janji Sagara
14 Dia datang
15 Di balik semua yang terjadi
16 Mengusirnya
17 Nonton
18 Salah tingkah
19 Ghost
20 Editan
21 Pergi bersama
22 Baby Face
23 Beralasan
24 Cemburu
25 Mencari Cahaya dan Bima
26 Menjadi tamu
27 Bukti
28 Sebuah pilihan
29 Menikah
30 Bima bosan
31 Ketakutan Bima
32 Belanja
33 Berdarah
34 Pulang
35 Sagara salah tingkah
36 Bersaing
37 Sagara menangis
38 Keributan di Club
39 Meleleh
40 Mudik
41 Tidak ada peran Kakak
42 Kesempatan
43 Tidur bersama
44 Keinginan Bima
45 Menerkam
46 Pulang kampung
47 Angkasa dan Gadis kurir.
48 Lambe doerrrr
49 Menginap
50 Calon istriku
51 Menggoda Cahaya
52 Pulang
53 Keteguhan Kiki
54 Manusia lumpur
55 Saran Langit
56 Kejutan
57 Lewati bersama
58 Kedatangan tamu
59 Pingsan
60 Rumah sakit
61 Menyesal
62 Bersimpuh
63 Murkanya si bungsu
64 Meeting adik
65 Kritis
66 Syukuran
67 Aliando patah hati
68 Ketegaran Aliando
69 Bertemu Angkasa
70 Gosip
71 Makan siang
72 Rumah sakit
73 Mahya pingsan
74 Penyesalan Relia
75 Logika bergosip
76 Persiapan
77 Rumah baru
78 Memberi pelajaran
79 Menyesal
80 SAH
81 Mempermalukan diri sendiri
82 Nunggang kuda
83 Jatuh ke dalam perangkap sendiri.
84 Kejepit
85 Di pertemukan
86 Kejutan
87 Seekor kupu-kupu
88 Rasa iri
89 Isi pikiran Marshel
90 Rencana
91 Melarikan diri
92 Gila
93 Mencurigakan.
94 Pengakuan Toni
95 Menjalin hubungan baik
96 Lelahnya Rachel
97 Berdiskusi.
98 Jebakan
99 Di amankan
100 Akbar berontak
101 Saling memaafkan
102 Pinta Khanza
103 Mau Papa baru
104 Mak Comblang
105 Kejutan?
106 Kekhawatiran Rizaldy
107 Cahaya ngidam
108 Kiki dan duriannya
109 Keberatan
110 Pahatan luka
111 Mak comblang berjamaah.
112 Akting?
113 Di imbangi
114 Kabar duka
115 Pemakaman
116 Kembali kehilangan
117 Ayo mampiiirrr
118 Melamar
119 Mendampingi
120 menyambut anggota baru
121 Menyambut anggota baru
122 bahagia dan duka
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Hama
2
Tawaran pekerjaan.
3
Berangkat
4
Di usir
5
Akan selalu Ada
6
Demam
7
Pembantu baru
8
Sembuh
9
Gaduh
10
Membela Bima
11
Binar Bahagia
12
Penyesalan Sagara
13
Janji Sagara
14
Dia datang
15
Di balik semua yang terjadi
16
Mengusirnya
17
Nonton
18
Salah tingkah
19
Ghost
20
Editan
21
Pergi bersama
22
Baby Face
23
Beralasan
24
Cemburu
25
Mencari Cahaya dan Bima
26
Menjadi tamu
27
Bukti
28
Sebuah pilihan
29
Menikah
30
Bima bosan
31
Ketakutan Bima
32
Belanja
33
Berdarah
34
Pulang
35
Sagara salah tingkah
36
Bersaing
37
Sagara menangis
38
Keributan di Club
39
Meleleh
40
Mudik
41
Tidak ada peran Kakak
42
Kesempatan
43
Tidur bersama
44
Keinginan Bima
45
Menerkam
46
Pulang kampung
47
Angkasa dan Gadis kurir.
48
Lambe doerrrr
49
Menginap
50
Calon istriku
51
Menggoda Cahaya
52
Pulang
53
Keteguhan Kiki
54
Manusia lumpur
55
Saran Langit
56
Kejutan
57
Lewati bersama
58
Kedatangan tamu
59
Pingsan
60
Rumah sakit
61
Menyesal
62
Bersimpuh
63
Murkanya si bungsu
64
Meeting adik
65
Kritis
66
Syukuran
67
Aliando patah hati
68
Ketegaran Aliando
69
Bertemu Angkasa
70
Gosip
71
Makan siang
72
Rumah sakit
73
Mahya pingsan
74
Penyesalan Relia
75
Logika bergosip
76
Persiapan
77
Rumah baru
78
Memberi pelajaran
79
Menyesal
80
SAH
81
Mempermalukan diri sendiri
82
Nunggang kuda
83
Jatuh ke dalam perangkap sendiri.
84
Kejepit
85
Di pertemukan
86
Kejutan
87
Seekor kupu-kupu
88
Rasa iri
89
Isi pikiran Marshel
90
Rencana
91
Melarikan diri
92
Gila
93
Mencurigakan.
94
Pengakuan Toni
95
Menjalin hubungan baik
96
Lelahnya Rachel
97
Berdiskusi.
98
Jebakan
99
Di amankan
100
Akbar berontak
101
Saling memaafkan
102
Pinta Khanza
103
Mau Papa baru
104
Mak Comblang
105
Kejutan?
106
Kekhawatiran Rizaldy
107
Cahaya ngidam
108
Kiki dan duriannya
109
Keberatan
110
Pahatan luka
111
Mak comblang berjamaah.
112
Akting?
113
Di imbangi
114
Kabar duka
115
Pemakaman
116
Kembali kehilangan
117
Ayo mampiiirrr
118
Melamar
119
Mendampingi
120
menyambut anggota baru
121
Menyambut anggota baru
122
bahagia dan duka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!