Tawaran pekerjaan.

Sesudah sholat Dzuhur, Cahaya tak langsung beranjak dari kamarnya. Dia menetap lurus ke arah luar jendela, semakin lama rasanya ia semakin muak tinggal di kampungnya. Dandi pun butuh biaya yang pastinya banyak untuk pendidikannya kelak, walaupun adiknya yang baru menginjak usia remaja itu mengatakan tak masalah bila putus sekolah. Sebagai kakak, Cahaya tak mau Dandi berhenti sekolah hanya karena masalah biaya, tentunya Cahaya ingin mewujudkan keinginan Almarhum ayahnya.

"Mau cari uang kemana, ya? Bingung juga, Bapak pengen banget ngelihat anaknya punya gelar sarjana dan di foto pakai toga. Mana bulan depan Dandi masuk SMA lagi, huffttt... Ngandelin kerja di kampung mah rada susah, apa merantau aja ya." Gumam Cahaya.

Menjadi anak sulung itu tidaklah mudah, banyak yang harus ia pikirkan untuk masa depan keluarganya kelak. Masa bodoh dengan pernikahan, tidak peduli seberapa banyak temannya yang sudah menikah. Bila sudah menikah pun belum tentu suaminya mau membantu ekonomi keluarganya, bagaimana bila hidup setelah menikah pun pas-pasan. Makin pusing pula nantinya.

Saat asyik melamun, ibunya memanggil. Buru-buru Cahaya keluar menghampiri ibunya, dia segera mengambil peralatan berkebun yang di butuhkan.

Sisa batang singkong yang harus di tanam tinggal sedikit, tak butuh waktu lama pun semuanya sudah berhasil di tanam.

Tiba waktu Ashar. Dandi pulang dalam keadaan tubuh penuh lumpur, Euis menyuruhnya bersih-bersih dan mengajaknya sholat bersama, setelah itu pun mereka makan.

"Dan, semuanya udah beres belum?" Tanya Cahaya.

"Udah atuh teh, tadi di bantuin mang Asep. Tinggal tandurnya, ceu Kokom sama Ceu Edoh katanya rada telat datangnya, mau nganterin anak-anaknya madrasah dulu." Jawab Dandi.

"Iya gapapa, kita kan tinggal tandurnya aja." Ucap Cahaya.

Dandi biasanya mencari pekerjaan sampingan di saat libur sekolah, dia seringkali ikut dengan tetangganya membajak sawah dan juga mengangkut bibit padi yang sudah di kumpulkan, membawanya ke setiap penjuru sawah.

Euis dan Cahaya serta ada tetangganya yang lain bagian tandurnya, biasanya mereka di bayar oleh juragan selaku pemilik sawah untuk menanam padinya. Begitulah kehidupan di kampung, untuk biaya hidup sehari-hari mereka melakukan pekerjaan, entah itu pergi ke sawah ataupun ke kebun. Jika biasanya Cahaya dan ibunya bagian mencabut bibit padi, sekarang tugas itu di lakukan oleh pekerja pria atas perintah dari juragannya. Maka dari itu, Cahaya dan Euis bisa menggunakan waktunya untuk menanam singkong.

******

Tepat pukul 5 sore, Cahaya dan yang lainnya pun pulang ke rumah masing-masing. Mereka mendapatkan upah dan juga makanan ringan dari pemilik sawah.

Beberapa menit kemudian.

Cahaya duduk di depan teras rumahnya, ia kembali melamun memikirkan masa depan keluarganya kelak. Teman sebayanya datang ke rumahnya, lebih tepatnya teman masa kecil yang selalu ada untuknya.

"Aya, kenapa atuh bengong aja?" Tanya Erik sambil duduk di samping Cahaya.

Cahaya menoleh ke sampingnya, dia hanya tersenyum mendapati pertanyaan Erik. Saat ini dia benar-benar bingung, belum menemukan solusi.

"Aku teh bingung, Rik. Dandi kan mau masuk SMA, sedangkan biaya kedepannya gimana? Buat sehari-hari aja kadang pas-pasan aja, kalo ada lebih ya mending bisa nabung, kalo gak ada kan bingung. Apa merantau aja ya? Apa ada kerjaan yang bisa nerima lulusan smp doang?" Jelas Cahaya seraya menenggelamkan wajahnya di lututnya.

Erik mengangguk-anggukkan kepalanya paham akan jalan pikir Cahaya, sebagai sahabat dekatnya tentu Erik tahu apa yang Cahaya inginkan.

"Jadi pembantu mau gak? Lumayan sih gajinya, lu tau kan Ceu Lela?" Ujar Erik memberi tawaran pada Cahaya.

"Tau, yang kerja di luar kota itu ya? Kenapa emangnya?" Tanya Cahaya kembali menegakkan kepalanya.

"Ceu Lela katanya izin pulang buat ngurus surat nikah, sekalian cari orang yang mau kerja bareng dia. Kalo mau mah nanti di bilangin ke Ceu Lela, sebenernya sih butuh buat nanti gantiin dia kalo udah nikah nanti." Jelas Erik.

"Mau, mau!" Tanpa berpikir panjang lagi, Cahaya mengiyakan tawaran Erik. Sesekali Cahaya pernah mengobrol dengan perempuan bernama Lela, banyak juga yang membicarakan gadis itu akan penghasilannya yang bisa dikatakan lumayan besar.

Selain menjadi pembantu, pekerjaan apalagi yang cocok untuk lulusan SMP seperti Cahaya pikirnya. Erik pun mengacungkan jempolnya, dia senang bisa membantu sahabatnya walaupun hanya sekedar memberi tawaran saja.

"Yaudah, ayo ke rumah Ceu Lela. Keburu berangkat lagi orangnya, katanya cutinya cuman 3 hari dan kemungkinan besok sore juga berangkat lagi." Ajak Erik.

"Ayo! Aku cobain dulu aja kayaknya mah ya, tanya-tanya dulu, nanti kan kalo udah tahu kayak apa kerjanya mah enak biar tinggal ngurus izin ibu." Ucap Cahaya bersemangat.

Tanpa berpamitan kepada Ibu dan adiknya, Cahaya segera pergi ke rumah Lela yang di bicarakan tadi. Bukan tanpa alasan Cahaya pergi begitu saja, hanya saja dia tak mau mengganggu Ibu dan adiknya yang tengah beristirahat.

Erik dan Cahaya pun pergi. Namun, di balik jendela yang tertutup gorden berwarna merah, ada ibunya yang menguping pembicaraan putrinya dan sahabatnya. Euis sedih mendengar Cahaya yang kekeh ingin bekerja demi kelangsungan hidup keluarganya.

"Ya Allah, Neng. Maafkan ibu ya, ibu ikut keputusan kamu aja nantinya, di larang pun kamu gak bakal mau karena merasa sudah janji sama almarhum bapak." Ucap Euis sambil menitikkan air matanya.

Cahaya adalah gadis yang baik, dia rela mengemban tanggung jawab mengurus adiknya dan juga ibunya sesuai amanah sang ayah. Sebelum kepergian sang ayah, Cahaya berjanji akan melakukan apapun demi pendidikan Dandi.

*****

Di Rumah Lela.

Cahaya dan Erik benar-benar menemui Lela, usianya lebih tua dari Cahaya. Mereka berdua di sambut dengan ramah oleh keluarga Lela, di jamu dengan baik pula.

Cahaya memulai obrolannya mengenai kabar yang dia dapatkan, ia mulai menawarkan dirinya untuk bekerja menggantikan Lela nantinya. Tentu saja Lela senang mendengarnya, karena dia sudah kesana-kemari mencari orang yang mau bekerja pada majikannya. Tetapi tidak ada satu pun yang mau, sebagian banyak perempuan di kampungnya sudah menikah dan majikannya mau yang masih single.

"Begini Cahaya, sebenarnya menjadi pembantunya itu bukan di rumah Utama. Jadi, majikan aku teh punya anak 3 dan ada 2 yang udah berumah tangga. Cuman yang kedua itu duda dan Euceu di pindah kerja disana, udah banyak pembantu yang mengundurkan diri dan malah kabur tanpa pikir panjang lagi. Cuman Ceu Lela yang bertahan di sana, cuman kan Ceu Lela mau berhenti solanya mau nikah sekaligus mau buka usaha kecil-kecilan sama suami nantinya." Jelas Lela.

"Memangnya mereka gak tahan kenapa, Ya ceu?" Tanya Cahaya penasaran.

"Kan yang punya rumah itu duda, punya anak cowok satu. Ya ampun, itu anak buaanndeelll nya minta ampun! Banyak yang di jahilin sama anak majikan Ceu Lela, malahan ada yang di kunci di kamar mandi berjam-jam. Ceu Lela juga kalo gak butuh uang mah, udah lama kabur juga. Yang kabur itu kebanyakan ya keburu takut sendiri, majikan Ceu Lela itu jarang banget ada di rumah, otomatis Den Bima kurang perhatian dan kasih sayang. Tuan ngelarang Den Bima ke rumah neneknya, soalnya kalau Tuan jemput neneknya Den Bima pasti desak Tuan untuk menikah lagi." Jawab Lela panjang lebar.

"Kalau mau ya sok aja, tinggal di pikir mateng-mateng ya, Cahaya. Ceu Lela tunggu jawabannya sampai besok, sekitar habis ashar Ceu Lela berangkat lagi. Kalau ibu kamu udah setuju, kamunya juga udah bertekad ya besok kita berangkat bareng." Tambah Lela.

"Emang gak cari Baby sitter ya, Ceu?" Tanya Erik penasaran.

"Udah yang ke 20 kalinya. Gak ada yang sanggup jadi baby sitternya Den Bima, kalo ada yang sanggup mah udah dari dulu atuh, Erik. Masalahnya, pembantu aja yang tugasnya cuman kerjain tugas rumah aja kebagian nakalnya Den Bima, apalagi baby sitternya yang harus terus dampingi Den Bima. Kata Tuan, kalau ada pembantu yang sanggup dan bisa taklukin anaknya, nanti bakalan di ganti tugasnya jadi baby sitter sekaligus dapet bonus 50 juta." Ucap Lela.

"Buset! Gede amat, Ceu?!" Pekik Cahaya terkejut.

Cahaya dan Erik melongo mendengarnya, siapa yang tidak suka uang di dunia ini. Semua orang pasti membutuhkan uang untuk kelangsungan hidup, maupun menopang gaya hidup. Tentu Cahaya sangat tertarik dengan pekerjaan itu, tetapi dia penasaran seperti apa sosok Bima yang membuat banyak orang dewasa mundur menghadapinya.

Cahaya dan Lela mengobrol banyak, Lela tentunya memaparkan apa pekerjaan dia disana dan tentunya Cahaya harus tahu agar bisa mempersiapkan dirinya sendiri. Lela tidak mau gagal membawa orang lagi, pasalnya ayah dari Bima itu mendesaknya mencari gantinya agar tidak perlu merekrut pembantu baru lagi. Sejauh ini, Lela sudah membawa sekitar 7 orang untuk pergi bersamanya, sayangnya ke 7 orang tersebut tidak ada yang kuat. Paling lama ya 2 minggu, itu pun di kuat-kuatin.

Terpopuler

Comments

LENY

LENY

SNG CAHAYA KUAT DAN BIMA NURUT SAMA CAHAYA

2025-01-20

0

Meyma Chamie

Meyma Chamie

/Good/

2024-10-10

1

kaylla salsabella

kaylla salsabella

semangat berkarya thor 🥰❤️

2024-10-09

0

lihat semua
Episodes
1 Hama
2 Tawaran pekerjaan.
3 Berangkat
4 Di usir
5 Akan selalu Ada
6 Demam
7 Pembantu baru
8 Sembuh
9 Gaduh
10 Membela Bima
11 Binar Bahagia
12 Penyesalan Sagara
13 Janji Sagara
14 Dia datang
15 Di balik semua yang terjadi
16 Mengusirnya
17 Nonton
18 Salah tingkah
19 Ghost
20 Editan
21 Pergi bersama
22 Baby Face
23 Beralasan
24 Cemburu
25 Mencari Cahaya dan Bima
26 Menjadi tamu
27 Bukti
28 Sebuah pilihan
29 Menikah
30 Bima bosan
31 Ketakutan Bima
32 Belanja
33 Berdarah
34 Pulang
35 Sagara salah tingkah
36 Bersaing
37 Sagara menangis
38 Keributan di Club
39 Meleleh
40 Mudik
41 Tidak ada peran Kakak
42 Kesempatan
43 Tidur bersama
44 Keinginan Bima
45 Menerkam
46 Pulang kampung
47 Angkasa dan Gadis kurir.
48 Lambe doerrrr
49 Menginap
50 Calon istriku
51 Menggoda Cahaya
52 Pulang
53 Keteguhan Kiki
54 Manusia lumpur
55 Saran Langit
56 Kejutan
57 Lewati bersama
58 Kedatangan tamu
59 Pingsan
60 Rumah sakit
61 Menyesal
62 Bersimpuh
63 Murkanya si bungsu
64 Meeting adik
65 Kritis
66 Syukuran
67 Aliando patah hati
68 Ketegaran Aliando
69 Bertemu Angkasa
70 Gosip
71 Makan siang
72 Rumah sakit
73 Mahya pingsan
74 Penyesalan Relia
75 Logika bergosip
76 Persiapan
77 Rumah baru
78 Memberi pelajaran
79 Menyesal
80 SAH
81 Mempermalukan diri sendiri
82 Nunggang kuda
83 Jatuh ke dalam perangkap sendiri.
84 Kejepit
85 Di pertemukan
86 Kejutan
87 Seekor kupu-kupu
88 Rasa iri
89 Isi pikiran Marshel
90 Rencana
91 Melarikan diri
92 Gila
93 Mencurigakan.
94 Pengakuan Toni
95 Menjalin hubungan baik
96 Lelahnya Rachel
97 Berdiskusi.
98 Jebakan
99 Di amankan
100 Akbar berontak
101 Saling memaafkan
102 Pinta Khanza
103 Mau Papa baru
104 Mak Comblang
105 Kejutan?
106 Kekhawatiran Rizaldy
107 Cahaya ngidam
108 Kiki dan duriannya
109 Keberatan
110 Pahatan luka
111 Mak comblang berjamaah.
112 Akting?
113 Di imbangi
114 Kabar duka
115 Pemakaman
116 Kembali kehilangan
117 Ayo mampiiirrr
118 Melamar
119 Mendampingi
120 menyambut anggota baru
121 Menyambut anggota baru
122 bahagia dan duka
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Hama
2
Tawaran pekerjaan.
3
Berangkat
4
Di usir
5
Akan selalu Ada
6
Demam
7
Pembantu baru
8
Sembuh
9
Gaduh
10
Membela Bima
11
Binar Bahagia
12
Penyesalan Sagara
13
Janji Sagara
14
Dia datang
15
Di balik semua yang terjadi
16
Mengusirnya
17
Nonton
18
Salah tingkah
19
Ghost
20
Editan
21
Pergi bersama
22
Baby Face
23
Beralasan
24
Cemburu
25
Mencari Cahaya dan Bima
26
Menjadi tamu
27
Bukti
28
Sebuah pilihan
29
Menikah
30
Bima bosan
31
Ketakutan Bima
32
Belanja
33
Berdarah
34
Pulang
35
Sagara salah tingkah
36
Bersaing
37
Sagara menangis
38
Keributan di Club
39
Meleleh
40
Mudik
41
Tidak ada peran Kakak
42
Kesempatan
43
Tidur bersama
44
Keinginan Bima
45
Menerkam
46
Pulang kampung
47
Angkasa dan Gadis kurir.
48
Lambe doerrrr
49
Menginap
50
Calon istriku
51
Menggoda Cahaya
52
Pulang
53
Keteguhan Kiki
54
Manusia lumpur
55
Saran Langit
56
Kejutan
57
Lewati bersama
58
Kedatangan tamu
59
Pingsan
60
Rumah sakit
61
Menyesal
62
Bersimpuh
63
Murkanya si bungsu
64
Meeting adik
65
Kritis
66
Syukuran
67
Aliando patah hati
68
Ketegaran Aliando
69
Bertemu Angkasa
70
Gosip
71
Makan siang
72
Rumah sakit
73
Mahya pingsan
74
Penyesalan Relia
75
Logika bergosip
76
Persiapan
77
Rumah baru
78
Memberi pelajaran
79
Menyesal
80
SAH
81
Mempermalukan diri sendiri
82
Nunggang kuda
83
Jatuh ke dalam perangkap sendiri.
84
Kejepit
85
Di pertemukan
86
Kejutan
87
Seekor kupu-kupu
88
Rasa iri
89
Isi pikiran Marshel
90
Rencana
91
Melarikan diri
92
Gila
93
Mencurigakan.
94
Pengakuan Toni
95
Menjalin hubungan baik
96
Lelahnya Rachel
97
Berdiskusi.
98
Jebakan
99
Di amankan
100
Akbar berontak
101
Saling memaafkan
102
Pinta Khanza
103
Mau Papa baru
104
Mak Comblang
105
Kejutan?
106
Kekhawatiran Rizaldy
107
Cahaya ngidam
108
Kiki dan duriannya
109
Keberatan
110
Pahatan luka
111
Mak comblang berjamaah.
112
Akting?
113
Di imbangi
114
Kabar duka
115
Pemakaman
116
Kembali kehilangan
117
Ayo mampiiirrr
118
Melamar
119
Mendampingi
120
menyambut anggota baru
121
Menyambut anggota baru
122
bahagia dan duka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!