Pembantu baru

Dengan perlahan, Cahaya menuruni anak tangga sambil mengajak Bima mengobrol. Sejatinya Bima adalah anak yang pandai berbicara dan berinteraksi dengan orang lain, apalagi kalau orang itu dirasa membuatnya nyaman.

Kesannya, Cahaya lebih cepat mengambil hati Bima, tetapi butuh persiapan yang cukup matang dan juga Cahaya harus banyak mengumpulkan informasi mengenai karakter Bima. Anak-anak tetaplah anak, jangan menganggapnya sebagai orang dewasa walaupun cara bicaranya berbeda dengan anak pada umumnya, memberi luka sekecil apapun pada anak kecil akan di ingat sampai kapanpun itu.

Sesekali Bima tertawa, Cahaya yang agak polos bersanding dengan Bima yang cerdik, tentu saja Cahaya mudah di kerjai.

"Mbak, tahu nggak? Kenapa cicak diam-diam merayap?" Tanya Bima.

"Ya kalau diam-diam ngutang, itu manusia namanya, Den." Jawab Cahaya.

"Eittsss... Salah..!" Ucap Bima.

"Terus apa dong?" Tanya Cahaya.

"Kalau diam-diam manjat, itu monyet namanya." Jawab Bima.

"Kayak yang di belakang mbak sekarang ya?" Goda Cahaya.

Pukkk..

"Sembarangan..!" Bima menepuk pundak Cahaya karena tak terima. Sedangkan Cahaya sendiri terkekeh, di belakang punggungnya Bima memasang wajah cemberutnya.

Tanpa mereka sadari, dari bawah Sagara menatap interaksi keduanya, pun dengan Kiki yang sedang duduk di ruang keluarga. Senyum Bima sebelum cemberut dapat mereka lihat setelah sekian lamanya, untuk pertama kalinya Bima bisa tersenyum lepas, bukan marah-marah atau meraung-raung seperti biasanya.

Cahaya mendudukkan Bima di kursi meja makan, ia berlari kearah kamarnya mengambil kain jarik agar saat Bima ikut ke dapur ia tak kesusahan. Setelah mendapatkan apa yang dia butuhkan, Cahaya kembali menggendong Bima dan melilitkan kain jarik yang panjang ke belakang tubuh Bima, kemudian ia mengikatnya sampai kainnya kuat dan tidak mudah lepas.

"Ya, butuh bantuan?" Tanya Lela.

"Eh, enggak kok ceu. Ceu Lela fokus aja sama kerjaan Ceu Lela, Yaya bisa sendiri kok." Jawab Cahaya.

Lela menganggukkan kepalanya, dia menatap makanan diatas meja yang sudah siap di santap. Sagara dan Kiki berjalan kearah meja makan secara bersamaan, sedangkan Bima ikut Cahaya memasak bubur yang cukup memakan waktu.

"Lela..!" Panggil Sagara.

Lela yang sedang mengambilkan piring pun gegas menghampiri majikannya, ia membungkukkan badannya sambil meletakkan piringnya diatas meja.

"Panggil pembantu baru itu kesini, biar Bima gak ngerecokin di dapur." Ucap Sagara.

"Em, mohon maaf Tuan Sagara. Menurut saya, lebih baik biarkan Den Bima ikut Cahaya di dapur, saya sudah menjelaskan semuanya pada Cahaya apa saja yang bersangkutan dengan Den Bima. Jadi, biasanya anak kecil akan manja kalau sedang sakit, takutnya Den Bima tak nyaman dan..." Lela tak melanjutkan ucapannya, karena Sagara segera memotongnya.

"Aku mengerti, sekarang kamu boleh kembali bekerja." Ucap Sagara dingin.

"Baik Tuan." Balas Lela tanpa panjang lebar.

Kiki tak melepaskan pandangannya kearah dapur yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat duduknya, Bima terlihat nyaman di dalam gendongan Cahaya. Terlebih lagi Cahaya yang cekatan dan juga perhatian, lebih terlihat seperti gadis yang memiliki naluri keibuan.

"Udah lama rekrut pembantu baru?" Tanya Kiki.

"Baru kemarin." Jawab Sagara sambil menyuapkan nasi ke mulutnya.

"Tapi, kayaknya pembantu itu udah bisa deket sama Bima dalam waktu yang sangat singkat, 20 Nanny yang gugur cuman satu orang yang berhasil ambil hati Bima, wah patut di acungi jempol ini mah." Puji Kiki salut pada Cahaya, bukan hal mudah padahal menaklukkan seorang Bima.

"Udah jodohnya mungkin." Sagara mengangkat kedua bahunya, bila memang Cahaya adalah pawang Bima yang berarti dia tak perlu mencari pengasuh atau pun pembantu yang mau menjaga putranya lagi.

Membuat bubur cukup memakan waktu, Cahaya melirik kearah belakang saat mendengar dengkuran halus serta tidak ada suara lagi.

"Lah, tidur kayaknya." Ucap Cahaya.

Membawa Bima ke lantai atas sepertinya Cahaya akan kesusahan, naik tidak semudah turun. Sagara berinisiatif menghampiri Cahaya ke dapur, tanpa bicara apapun dia mengambil Bima dari punggung Cahaya dan Cahaya pun melepaskan ikatan yang melilit di bagian dadanya.

"Maaf sebelumnya, Tuan. Tolong jangan sampai Den Bima bangun ya, soalnya tadi tidurnya gak lama." Ucap Cahaya.

"Hmmm." Jawab Sagara.

Sagara melangkahkan kakinya menuju lantai atas, Cahaya hanya menatap punggung Sagara dengan wajah penasarannya. Penilaiannya terhadap majikannya cukup membingungkan, kadang Sagara terlihat peduli dan kadang juga terlihat cuek pada anaknya sendiri.

Tak mau ambil pusing, Cahaya lebih memilih merebus ayam dan juga mengaduk-aduk buburnya agar tidak gosong.

*

*

Mahya dan Akbar menghubungi Rachel yang ada di luar negeri, keduanya meminta gadis itu pulang ke tanah air untuk di jodohkan dengan Sagara. Rachel pun menuruti ucapan Akbar dan Mahya, akan tetapi dia mengatakan bahwa dia harus menyelesaikan dulu urusannya di luar negeri sekitar 2 bulan lagi.

Usai menelpon, Mahya dan juga Akbar duduk berdua di ruang tengah.

"Pa, apa yang akan Papa lakuin ke anak pembangkang itu?" Tanya Mahya.

"Papa ancam buat hancurin perusahaannya, lagian itu perusahaan kecil mudah untuk Papa menghancurkannya. Lagaknya mau bikin perusahaan, kenapa gak kayak Sheila aja jadi pemilik rumah sakit terbesar di Indonesia." Ucap Akbar sambil menyesap kopi hitam miliknya.

Perusahaan Akbar memang cukup besar, dia menduduki peringkat ke 4 perusahaan terbaik di antara pebisnis lainnya. Peringkat pertama masih di duduki oleh Langit maheswara yang menjadi pemimpinnya, yang kedua adalah perusahaan Fernando dan di urutan Ketiga itu ada Nanggala Putra.

Sagara memang masih di bilang merintis dalam dunia bisnis, akan tetapi ayahnya tidak tahu kalau ia memiliki potensi untuk memajukan perusahaannya. Bahkan, Sagara sudah mengajukan kerjasama dengan Raja bisnis yang masuk jajaran 3 pebisnis terbaik.

Terpopuler

Comments

LENY

LENY

NIH ORANG TUA SAGARA IBU BPK BIADAB BENER SEENAK JIDAT NYA AJA HUH SEBEL LIHAT IBUNYA EH BPK NYA JG AMIT2 BUKAN DUKUNG MALAH MAU HANCURIN USAHA ANAK. MIKIR JODOH PILIHAN KALIAN ITU BLM TENTU WANITA BAIK2 DASAR😡

2025-01-20

0

Sani Srimulyani

Sani Srimulyani

ko ada ya orang tua yang memperlakikan anaknya dengan semena2......

2024-11-10

1

Nur Faris

Nur Faris

gercep saga sebelum tu pak eyot menjatuhkanmu,...

2024-10-13

0

lihat semua
Episodes
1 Hama
2 Tawaran pekerjaan.
3 Berangkat
4 Di usir
5 Akan selalu Ada
6 Demam
7 Pembantu baru
8 Sembuh
9 Gaduh
10 Membela Bima
11 Binar Bahagia
12 Penyesalan Sagara
13 Janji Sagara
14 Dia datang
15 Di balik semua yang terjadi
16 Mengusirnya
17 Nonton
18 Salah tingkah
19 Ghost
20 Editan
21 Pergi bersama
22 Baby Face
23 Beralasan
24 Cemburu
25 Mencari Cahaya dan Bima
26 Menjadi tamu
27 Bukti
28 Sebuah pilihan
29 Menikah
30 Bima bosan
31 Ketakutan Bima
32 Belanja
33 Berdarah
34 Pulang
35 Sagara salah tingkah
36 Bersaing
37 Sagara menangis
38 Keributan di Club
39 Meleleh
40 Mudik
41 Tidak ada peran Kakak
42 Kesempatan
43 Tidur bersama
44 Keinginan Bima
45 Menerkam
46 Pulang kampung
47 Angkasa dan Gadis kurir.
48 Lambe doerrrr
49 Menginap
50 Calon istriku
51 Menggoda Cahaya
52 Pulang
53 Keteguhan Kiki
54 Manusia lumpur
55 Saran Langit
56 Kejutan
57 Lewati bersama
58 Kedatangan tamu
59 Pingsan
60 Rumah sakit
61 Menyesal
62 Bersimpuh
63 Murkanya si bungsu
64 Meeting adik
65 Kritis
66 Syukuran
67 Aliando patah hati
68 Ketegaran Aliando
69 Bertemu Angkasa
70 Gosip
71 Makan siang
72 Rumah sakit
73 Mahya pingsan
74 Penyesalan Relia
75 Logika bergosip
76 Persiapan
77 Rumah baru
78 Memberi pelajaran
79 Menyesal
80 SAH
81 Mempermalukan diri sendiri
82 Nunggang kuda
83 Jatuh ke dalam perangkap sendiri.
84 Kejepit
85 Di pertemukan
86 Kejutan
87 Seekor kupu-kupu
88 Rasa iri
89 Isi pikiran Marshel
90 Rencana
91 Melarikan diri
92 Gila
93 Mencurigakan.
94 Pengakuan Toni
95 Menjalin hubungan baik
96 Lelahnya Rachel
97 Berdiskusi.
98 Jebakan
99 Di amankan
100 Akbar berontak
101 Saling memaafkan
102 Pinta Khanza
103 Mau Papa baru
104 Mak Comblang
105 Kejutan?
106 Kekhawatiran Rizaldy
107 Cahaya ngidam
108 Kiki dan duriannya
109 Keberatan
110 Pahatan luka
111 Mak comblang berjamaah.
112 Akting?
113 Di imbangi
114 Kabar duka
115 Pemakaman
116 Kembali kehilangan
117 Ayo mampiiirrr
118 Melamar
119 Mendampingi
120 menyambut anggota baru
121 Menyambut anggota baru
122 bahagia dan duka
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Hama
2
Tawaran pekerjaan.
3
Berangkat
4
Di usir
5
Akan selalu Ada
6
Demam
7
Pembantu baru
8
Sembuh
9
Gaduh
10
Membela Bima
11
Binar Bahagia
12
Penyesalan Sagara
13
Janji Sagara
14
Dia datang
15
Di balik semua yang terjadi
16
Mengusirnya
17
Nonton
18
Salah tingkah
19
Ghost
20
Editan
21
Pergi bersama
22
Baby Face
23
Beralasan
24
Cemburu
25
Mencari Cahaya dan Bima
26
Menjadi tamu
27
Bukti
28
Sebuah pilihan
29
Menikah
30
Bima bosan
31
Ketakutan Bima
32
Belanja
33
Berdarah
34
Pulang
35
Sagara salah tingkah
36
Bersaing
37
Sagara menangis
38
Keributan di Club
39
Meleleh
40
Mudik
41
Tidak ada peran Kakak
42
Kesempatan
43
Tidur bersama
44
Keinginan Bima
45
Menerkam
46
Pulang kampung
47
Angkasa dan Gadis kurir.
48
Lambe doerrrr
49
Menginap
50
Calon istriku
51
Menggoda Cahaya
52
Pulang
53
Keteguhan Kiki
54
Manusia lumpur
55
Saran Langit
56
Kejutan
57
Lewati bersama
58
Kedatangan tamu
59
Pingsan
60
Rumah sakit
61
Menyesal
62
Bersimpuh
63
Murkanya si bungsu
64
Meeting adik
65
Kritis
66
Syukuran
67
Aliando patah hati
68
Ketegaran Aliando
69
Bertemu Angkasa
70
Gosip
71
Makan siang
72
Rumah sakit
73
Mahya pingsan
74
Penyesalan Relia
75
Logika bergosip
76
Persiapan
77
Rumah baru
78
Memberi pelajaran
79
Menyesal
80
SAH
81
Mempermalukan diri sendiri
82
Nunggang kuda
83
Jatuh ke dalam perangkap sendiri.
84
Kejepit
85
Di pertemukan
86
Kejutan
87
Seekor kupu-kupu
88
Rasa iri
89
Isi pikiran Marshel
90
Rencana
91
Melarikan diri
92
Gila
93
Mencurigakan.
94
Pengakuan Toni
95
Menjalin hubungan baik
96
Lelahnya Rachel
97
Berdiskusi.
98
Jebakan
99
Di amankan
100
Akbar berontak
101
Saling memaafkan
102
Pinta Khanza
103
Mau Papa baru
104
Mak Comblang
105
Kejutan?
106
Kekhawatiran Rizaldy
107
Cahaya ngidam
108
Kiki dan duriannya
109
Keberatan
110
Pahatan luka
111
Mak comblang berjamaah.
112
Akting?
113
Di imbangi
114
Kabar duka
115
Pemakaman
116
Kembali kehilangan
117
Ayo mampiiirrr
118
Melamar
119
Mendampingi
120
menyambut anggota baru
121
Menyambut anggota baru
122
bahagia dan duka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!