Demam

Cahaya ketiduran di kamar Bima, mungkin karena dia juga ikut hujan-hujanan sewaktu mengejar Bima, akhirnya ikut tertidur pula.

*

*

Sagara mendapat kabar dari Lela bahwasannya Bima sakit, dia yang tidak bisa fokus dengan pekerjaannya pun memutuskan untuk pulang lebih cepat.

Begitu sampai rumah, bersamaan dengan itu pula adik lelakinya datang mengunjungi rumahnya.

"Loh, tumben pulang cepet Bang? Biasanya juga nginep di kantor?" Tanya Kiki yang baru saja keluar dari dalam mobilnya.

"Suka-suka Abang." Jawab Sagara secukupnya.

Sagara melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, ia langsung menaiki tangga menuju kamar putranya.

Ceklek..

Begitu pintu di buka, Sagara cukup terperangah melihat Cahaya yang ketiduran dan juga putranya yang menggenggam erat jemari pembantunya. Sagara berdiri menatap betapa nyenyaknya Bima, ia berjalan mengitari kasur dan merangkak keatas kasur demi memeriksa suhu tubuh Bima yang katanya demam.

"Syukurlah, panasnya turun." Sagara mengucap syukur karena suhu badan Bima tidak lagi panas.

Sagara kembali turun dari kasur Bima, ia berpikir Cahaya sepertinya cocok menjadi pengasuh Bima, buktinya dia bisa tidur bareng yang sangat nyaris tak pernah ada yang bisa di posisi seperti Cahaya saat ini.

Tak mau mengganggu keduanya, Sagara keluar dari dalam kamarnya dan kembali turun ke lantai bawah.

"Bang, Kiki cari Bima kok gak ada? Dimana ponakan kesayangan Kiki?" Tanya Kiki berjalan menghampiri Sagara.

"Ada di kamar, jangan ganggu soalnya lagi sakit."Jawab Sagara seraya meninggalkan adiknya dan berjalan menuju ruang kerja.

Kiki menatap punggung Kakaknya yang masih dingin, dulu kakaknya tidak seperti ini, Sagara yang dulu adalah pria yang cukup ceria dan juga baik, tidak secuek sekarang. Kiki tahu bagaimana posisi Sagara yang tiba-tiba di tinggal oleh istri yang sangat di cintainya, apalagi ibunya yang mendesaknya untuk menikah lagi.

Di ruang kerjanya.

Sagara mengunci pintu ruangannya, ia duduk di kursi kerjanya sambil menenggelamkan wajahnya di atas meja. Tubuhnya bergetar di iringi isakan kecil yang keluar dari mulutnya, dia selalu merasa gagal menjadi ayah untuk anaknya.

"Maafkan Papa, Nak. Papa selalu sibuk tanpa tahu keadaan kamu, Papa selalu sibuk dengan urusan pekerjaan demi masa depan kamu, agar nenek dan kakekmu tidak berani menginjak harga diri Papa lagi." Ucap Sagara di sela tangisnya.

Entah bagaimana kehidupan yang di rasakan Sagara, dia merasa putus asa dengan jalan hidupnya yang masih tetap tidak menemukan titik terang akan bahagianya. Tetapi tekadnya masih ia kuatkan, dia tak akan diam saja demi masa depan putranya agar menjadi lebih baik. Mungkin ia sangat buruk dalam menjalankan peran ayah yang lebih memilih mencarikan pengasuh daripada menjaganya sendiri, pasalnya ia harus tetap mempercayakan anaknya agar tetap di dalam pengawasannya, bukan dalam pengawasan ibunya.

*

*

Mahya mendatangi kantor suaminya, dia memasang wajah cemberut. Akbar mengernyitkan dahinya begitu sang istri menjatuhkan bobotnya diatas sofa, ia melipat kedua tangannya dan dadanya naik turun.

"Loh, istri Papa kenapa cemberut gitu sih?" Tanya Akbar sambil mematikan ponselnya.

Mahya membuang nafasnya kasar, matanya terpejam yang kemudian ia buka kembali.

"Mama kesel banget sama anak kamu itu..! Bisa-bisanya dia bentak Mama sampai berani ngusir segala." Kesal Mahya dengan emosi menggebu-gebu.

"Loh, gak biasanya si Saga kayak gitu? Berani-beraninya dia bentak istri Papa, apa dia gak tahu akibat apa yang bakal dia dapetin, hah..!" Heran sekaligus ikut kesal juga, Akbar tidak akan tinggal diam istrinya di perlakukan tidak baik oleh putranya.

"Padahal Mama niatnya baik, mau jodohin Saga sama anak temen-temennya Mama, udah di bikin dinner atau segala macam cara tuh anak malah gak dateng. Malu Pa, statusnya itu bikin Mama malu pake banget! Statusnya duda itu aib buat nama baik keluarga kita, setiap Mama dateng arisan atau gabung sama sosialita Mama pada nyindir Saga, kan Mama muak dengernya." Keluh Mahya.

"Biar Papa yang atur, kita suruh Rachel pulang biar kita nikahkan Saga sama Rachel." Putus Akbar.

"Itu lebih baik." Ucap Mahya setuju.

Akbar merangkul bahu istrinya, dia mengusap lembut surai yang tergerai bebas itu, pikirannya menerawang ke masa depan dan cara apa yang akan ia gunakan untuk menikahkan Sagara dengan Rachel. Tidak ada perempuan lain yang keduanya jadikan kandidat lagi, pasalnya hanya Rachel lah yang paling masuk kriteria, seorang perempuan cantik, modis, pintar dan juga memiliki attitude yang baik, terutama cara komunikasinya yang patut di acungi jempol oleh Mahya.

*

*

Cahaya menggeliatkan tubuhnya, dia membuka matanya dan beberapa kali mengerjap melihat isi kamar yang di tempatinya. Gerakan tubuhnya membuat Bima terusik, ia pun ikut membuka matanya membuat Cahaya merasa bersalah karena sudah mengganggu tidurnya.

"Aduh, maaf ya Den udah ganggu tidurnya. Sok tidur lagi aja, biar Den Bima cepat sembuh." Ucap Cahaya menepuk-nepuk lengan Bima.

"Haus." Ucap Bima dengan suara seraknya.

Cahaya mengambilkan air minum yanga da diatas nakas, ia menbantu Bima duduk untuk meminun airnya. Tak hanya itu, Cahaya mengecek suhu Bima yang ternyata sudah menurun meskipun sedikit hangat, dengan memberikannya kembali obat demam Cahaya yakin Bima akan kembali sehat.

"Den, mau makan lagi? Mbak buatkan bubur, mau ya?" Bujuk Cahaya.

"Ikut," Rengek Bima merentangkan tangannya.

Tatapan matanya agak berbinar, Cahaya merasa tak tega melihatnya, sebagian besar cerita sudah ia dapatkan dari Lela dan juga pembantu satunya yang di khususkan untuk mengurus pakaian dan juga bersih-bersih, di bagian belakang rumah.

"Tapi Den Bima harus janji ya, kalau ada masalah apapun tolong jangan di pendam sendirian ya, Mbak tahu kok Den Bima itu anak yang kuat." Ucap Cahaya dengan lembut.

"Apa mbak gak bakalan risih?" Tanya Bima sambil menurunkan tangannya.

Cahaya menggelengkan kepalanya, Bima membutuhkan kasih sayang yang tulus dan juga sentuhan yang lembut untuk melunakkan hatinya serta menyusun serpihan lukanya.

"Enggak kok, ngapain mbak risih? Justru mbak senang, dengan begitu Den Bima bisa berbagi. Mbak pastikan akan menjadi pendengar dan menjadi penjaga rahasia yang baik." Ucap Cahaya.

"Janji?" Tanya Bima memastikan, dia mengangkat jari kelingkingnya yang di sambut oleh Cahaya.

"Janji..!" Jawab Cahaya dengan tegas.

Bima pun tersenyum simpul, dia merasa memiliki teman yang bisa diajak bercerita. Selama ini Bima selalu merasa sendirian, dia berharap Cahaya memang dapat di percaya.

"Ayo, katanya mau ikut?" Ajak Cahaya.

"Tapi gendong, kepalanya pusing."Rengek Bima lagi.

"Ah, gampang itu mah. yuk! Mbak gendong sampe monas juga sanggup, apalagi cuman ke dapur." Ucap Cahaya enteng.

Cahaya mendudukkan tubuhnya dengan posisi membelakangi Bima, ia meminta Bima naik ke punggungnya. Bima pun melingkarkan tangannya di leher Cahaya, dan Cahaya pun menahan bobot Bima kemudian berdiri.

"Superman siap mendarat ke bawah! Kita... Meluncurrrr....!" Seru Cahaya mengangkat sebelah tangannya keatas dengan jari terkepal, biasanya anak kecil suka dengan superhero, jadinya Cahaya berlagak seperti superhero untuk menghibur Bima.

"Wuhuuu... Hahahhaa... Supermannya punya rambut panjang." Ucap Bima sambil tertawa.

Cahaya pun ikut terkekeh mendengarnya, suara tawa Bima mengingatkannya kepada almarhum ayahnya yang selalu berusaha menghiburnya di kala sedih menyapa.

Terpopuler

Comments

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

lucu ya cahaya sm bisma...
smg rencana ibuy saga gatot dan saga tetap dlm keputusany...lanjut seing2 up ya

2024-10-13

1

Nur Faris

Nur Faris

haduh rencana apa lg kira2 buat jebak saga biar nikah SM Rachel 🤔🤔🤔
ini bpk SM emak yg egois cm mikir gengsinya sendiri gak mikir perasaan anaknya😡😡😡

2024-10-11

2

kaylla salsabella

kaylla salsabella

lanjut thor semangat berkarya thor 🥰🥰❤️❤️


Alhamdulillah bima udah mau berteman sama baby Sister nya

2024-10-11

0

lihat semua
Episodes
1 Hama
2 Tawaran pekerjaan.
3 Berangkat
4 Di usir
5 Akan selalu Ada
6 Demam
7 Pembantu baru
8 Sembuh
9 Gaduh
10 Membela Bima
11 Binar Bahagia
12 Penyesalan Sagara
13 Janji Sagara
14 Dia datang
15 Di balik semua yang terjadi
16 Mengusirnya
17 Nonton
18 Salah tingkah
19 Ghost
20 Editan
21 Pergi bersama
22 Baby Face
23 Beralasan
24 Cemburu
25 Mencari Cahaya dan Bima
26 Menjadi tamu
27 Bukti
28 Sebuah pilihan
29 Menikah
30 Bima bosan
31 Ketakutan Bima
32 Belanja
33 Berdarah
34 Pulang
35 Sagara salah tingkah
36 Bersaing
37 Sagara menangis
38 Keributan di Club
39 Meleleh
40 Mudik
41 Tidak ada peran Kakak
42 Kesempatan
43 Tidur bersama
44 Keinginan Bima
45 Menerkam
46 Pulang kampung
47 Angkasa dan Gadis kurir.
48 Lambe doerrrr
49 Menginap
50 Calon istriku
51 Menggoda Cahaya
52 Pulang
53 Keteguhan Kiki
54 Manusia lumpur
55 Saran Langit
56 Kejutan
57 Lewati bersama
58 Kedatangan tamu
59 Pingsan
60 Rumah sakit
61 Menyesal
62 Bersimpuh
63 Murkanya si bungsu
64 Meeting adik
65 Kritis
66 Syukuran
67 Aliando patah hati
68 Ketegaran Aliando
69 Bertemu Angkasa
70 Gosip
71 Makan siang
72 Rumah sakit
73 Mahya pingsan
74 Penyesalan Relia
75 Logika bergosip
76 Persiapan
77 Rumah baru
78 Memberi pelajaran
79 Menyesal
80 SAH
81 Mempermalukan diri sendiri
82 Nunggang kuda
83 Jatuh ke dalam perangkap sendiri.
84 Kejepit
85 Di pertemukan
86 Kejutan
87 Seekor kupu-kupu
88 Rasa iri
89 Isi pikiran Marshel
90 Rencana
91 Melarikan diri
92 Gila
93 Mencurigakan.
94 Pengakuan Toni
95 Menjalin hubungan baik
96 Lelahnya Rachel
97 Berdiskusi.
98 Jebakan
99 Di amankan
100 Akbar berontak
101 Saling memaafkan
102 Pinta Khanza
103 Mau Papa baru
104 Mak Comblang
105 Kejutan?
106 Kekhawatiran Rizaldy
107 Cahaya ngidam
108 Kiki dan duriannya
109 Keberatan
110 Pahatan luka
111 Mak comblang berjamaah.
112 Akting?
113 Di imbangi
114 Kabar duka
115 Pemakaman
116 Kembali kehilangan
117 Ayo mampiiirrr
118 Melamar
119 Mendampingi
120 menyambut anggota baru
121 Menyambut anggota baru
122 bahagia dan duka
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Hama
2
Tawaran pekerjaan.
3
Berangkat
4
Di usir
5
Akan selalu Ada
6
Demam
7
Pembantu baru
8
Sembuh
9
Gaduh
10
Membela Bima
11
Binar Bahagia
12
Penyesalan Sagara
13
Janji Sagara
14
Dia datang
15
Di balik semua yang terjadi
16
Mengusirnya
17
Nonton
18
Salah tingkah
19
Ghost
20
Editan
21
Pergi bersama
22
Baby Face
23
Beralasan
24
Cemburu
25
Mencari Cahaya dan Bima
26
Menjadi tamu
27
Bukti
28
Sebuah pilihan
29
Menikah
30
Bima bosan
31
Ketakutan Bima
32
Belanja
33
Berdarah
34
Pulang
35
Sagara salah tingkah
36
Bersaing
37
Sagara menangis
38
Keributan di Club
39
Meleleh
40
Mudik
41
Tidak ada peran Kakak
42
Kesempatan
43
Tidur bersama
44
Keinginan Bima
45
Menerkam
46
Pulang kampung
47
Angkasa dan Gadis kurir.
48
Lambe doerrrr
49
Menginap
50
Calon istriku
51
Menggoda Cahaya
52
Pulang
53
Keteguhan Kiki
54
Manusia lumpur
55
Saran Langit
56
Kejutan
57
Lewati bersama
58
Kedatangan tamu
59
Pingsan
60
Rumah sakit
61
Menyesal
62
Bersimpuh
63
Murkanya si bungsu
64
Meeting adik
65
Kritis
66
Syukuran
67
Aliando patah hati
68
Ketegaran Aliando
69
Bertemu Angkasa
70
Gosip
71
Makan siang
72
Rumah sakit
73
Mahya pingsan
74
Penyesalan Relia
75
Logika bergosip
76
Persiapan
77
Rumah baru
78
Memberi pelajaran
79
Menyesal
80
SAH
81
Mempermalukan diri sendiri
82
Nunggang kuda
83
Jatuh ke dalam perangkap sendiri.
84
Kejepit
85
Di pertemukan
86
Kejutan
87
Seekor kupu-kupu
88
Rasa iri
89
Isi pikiran Marshel
90
Rencana
91
Melarikan diri
92
Gila
93
Mencurigakan.
94
Pengakuan Toni
95
Menjalin hubungan baik
96
Lelahnya Rachel
97
Berdiskusi.
98
Jebakan
99
Di amankan
100
Akbar berontak
101
Saling memaafkan
102
Pinta Khanza
103
Mau Papa baru
104
Mak Comblang
105
Kejutan?
106
Kekhawatiran Rizaldy
107
Cahaya ngidam
108
Kiki dan duriannya
109
Keberatan
110
Pahatan luka
111
Mak comblang berjamaah.
112
Akting?
113
Di imbangi
114
Kabar duka
115
Pemakaman
116
Kembali kehilangan
117
Ayo mampiiirrr
118
Melamar
119
Mendampingi
120
menyambut anggota baru
121
Menyambut anggota baru
122
bahagia dan duka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!