Dia datang

Dua bulan berlalu.

Hubungan Sagara dan Bima terjalin dengan baik, meskipun sekarang Sagara sibuk dengan pekerjaannya, ia selalu menyempatkan mengobrol dengan Bima dan selalu di ingatkan oleh Cahaya.

Nama baik ayah Javen tercoreng akibat ulah anak istrinya, ia di turunkan dari jabatannya. Sementara Ibu Aiden mendapatkan bullyan dari masyarakat ramai karena Sagara mengunggah perbuatannya ke media sosial, kepala sekolah di ganti dan Ibu Naren mendapatkan amukan dari suaminya sebab kerjasama dengan Sagara bisa sangat menguntungkan, tetapi keangkuhan istrinya membuat semua rencananya hancur lebur.

*

Cahaya dan Bima bersiap untuk pergi ke sekolah baru, Sekolah yang di pilih Sagara setelah ia memikirkannya dengan matang. Sagara meminta maaf pada Bima karena tak bisa mengantarnya, banyak yang harus Sagara urus di kantornya, Bima pun tidak mempermasalahkannya.

Saat hendak keluar, terlihat seorang wanita tinggi dan juga bersih berjalan kearah pintu utama. Pakaiannya sangat minim, riasannya tebal dan juga glamour.

"BIMAAA....! YOUR AUNTY COMEBACK..." Teriak wanita itu pada Bima. Tangannya melambai ke atas, menyapa keponakannya.

Bima menatap lurus kearah depan, dia terlihat tidak senang melihat kedatangan perempuan yang tak lain adalah Rachel, adik dari mendiang Relia selaku ibu kandung Bima.

"Mbak, ayo kita berangkat..!" Bima menarik ujung baju Cahaya untuk menghindari Rachel, entah apa sebab Bima berlaku demikian, pastinya Cahaya hanya mampu mengikuti kemauan bos kecilnya.

"Loh! Bima kamu mau kemana? Apa begini caramu menyambut Aunty? Tidak sopan sekali." Protes Rachel.

"Apa itu penting? Ku rasa tidak!" Jawab Bima cuek.

Rachel berdecak sebal, ia harus terlihat menjadi malaikat di hadapan calon anak sambungnya. Sesuai yang di katakan oleh Akbar dan Mahya, bahwasannya Rachel akan menikah dengan Sagara dalam jarak satu bulan ini.

Rachel menurunkan kacamata hitamnya, dia menatap Cahaya dari ujung rambut sampai ujung kaki.

"Kau pembantu baru disini?" Tanya Rachel.

"Iya, Nona." Jawab Cahaya.

"Bawakan tasku ke dalam, awas! Jangan sampai lecet." Rachel menyerahkan tasnya pada Cahaya, tetapi Bima langsung mengambil alih dan membuang tasnya ke bawah.

Rachel membulatkan mulutnya, matanya melotot sempurna.

"AAHHHHH.. TAS KESAYANGANKU...!" Teriak Rachel langsung memungut tasnya dan membersihkannya menggunakan tangan, takut kotor ataupun lecet.

"YAAKKK...! DASAR ANAK BANDEL." Bentak Rachel berkacak pinggang sambil memelototi Bima.

"Punya tangan kan? Bibi tidak cacat," Ucap Bima.

Cahaya tak bisa berkata apa-apa, hatinya ingin menegur Bima yang berlaku tak sopan pada wanita yang di panggilnya Bibi. Akan tetapi, melihat raut wajah Bima membuat Cahaya berpikir bahwa ada sesuatu yang membuat Bima berlaku demikian, seperti ada amarah yang di pendamnya.

Bima berlari menuju paka Maryono, di langsung masuk di susul oleh Cahaya. Rachel yang tak terima atas perlakuan Bima hendak mengejarnya dan memberikan pelajaran, akan tetapi mobil yang di tumpangi Bima langsung pergi begitu saja.

*

*

Di dalam mobil.

Bima terlihat diam saja, dia memejamkan matanya yang sudah mulai panas. Helaan nafas terdengar bergetar dari mulut Bima, Cahaya merangkul tubuh Bima dan mengusapnya dengan lembut.

"Mbak, aku benci dia." Lirih Bima.

"Alasannya kenapa? Den Bima gak boleh bersikap tidak sopan pada orang yang lebih tua, tapi mbak juga gak tahu kenapa Den Bima bisa bersikap seperti itu tadi. Kalau Den Bima berkenan, Den Bima bisa cerita sama Mbak." Tanya Cahaya.

"Nanti malam Mbak akan tahu jawabannya." Jawab Bima

Cahaya pun menganggukkan kepalanya, dia tak bisa memaksa Bima untuk bercerita sekarang sebelum hatinya benar-benar siap.

Sesampainya di sekolah, ada anak kecil yang terlihat sumringah melihat kehadiran Bima. Dia berlari secepat kilat demi menghampiri teman barunya, anak kecil itu adalah Bumi- anak pengusaha nomor satu di negaranya. Bumi datang bersama Kejora, teman pertama bagi Bima.

"Hai, Bumi." Sapa Bima.

"Hai juga, Bima. Kok kayak lesu gitu sih? Sarapannya kangkung ya, jadinya ngantuk." Balas Bumi sambil menyelidik wajah Bima.

Bima hanya menanggapinya dengan senyum, Bumi adalah teman satu-satunya yang langsung akrab dengan Bima, selain namanya yang hampir sama, mereka merasa cocok.

"Selamat pagi," Sapa Kejora.

"Selamat pagi juga, Nyonya." Balas Cahaya tersenyum.

"Aisshhh, jangan panggil aku nyonya. Umurku tidak setua itu untuk di panggil nyonya, panggil saja aku Mbak atau kakak juga boleh, asal jangan di panggil ibu atau tante soalnya aku menolak tua." Ucap Kejora.

"Oh, baiklah nyo-- ehh maksudku, Mbak." Cahaya langsung meralat ucapannya.

Bel masuk sudah berbunyi, Bumi menggandeng tangan Bima untuk masuk ke dalam kelas. Bumi yang merupakan orang yang ceriwis terus mengajak Bima mengobrol, ya walaupun ucapannya random seperti ayahnya.

Cahaya menunggu diluar bersama Kejora, bisa saja Bima ia tinggal dan kembali menjemputnya begitu pulang sekolah. Akan tetapi, Cahaya takut kejadian serupa terulang kembali, apalagi Bima masih dalam proses beradaptasi.

Dorongan hati Cahaya menuntun langkahnya untuk berdiri di balik jendela, Cahaya mengintip aktifitas Bima di dalam kelasnya. Bima terlihat tidaka fokus dengan belajarnya, Bumi juga terlihat menegur Bima saat Mrs. Chelia memanggil Bima maju ke depan.

Kejora ikut mengintip juga, dia memperhatikan apa yang Cahaya perhatikan juga, tentunya ia penasaran kenapa Bima banyak melamun seperti yang banyak pikiran.

"Enaknya aku manggil kamu apa ya? kayaknya kamu lebih muda dari aku deh." Tanya Kejora pada Cahaya yang sudah mengubah posisinya.

"Panggil saya senyamannya, Mbak." Jawab Cahaya.

Kejora mengajak Cahaya pergi menuju taman sekolah, disana mereka bisa bersantai sambil menunggu anak-anak belajar.

"Panggil Yaya aja ya," Ucap Kejora.

Cahaya menganggukkan kepalanya.

"Maaf kalau kesannya kepo, tadi aku lihat Bima banyak melamun di kelas, apa ada masalah di rumah?" Tanya Kejora.

"Ada, tapi saya juga tidak tahu jelas masalahnya seperti apa. Yang jelas saat ini Den Bima belum mau terbuka dengan isi hati dan kepalanya, kalau pun Den Bima cerita, bukan ranah saya untuk memberitahukannya kepada orang lain. Jadi, maaf saya tidak bisa memberitahukan apa yang terjadi pada Den Bima." Jawab Cahaya.

"Disini aku hanya menebak saja, aku melihat ada luka di mata Bima. Dulu, aku juga pejuang untuk sembuh secara mental dan pernah hampir mengakhiri hidup karena sudah tak sanggup. Sedari kecil mendapatkan tekanan batin yang luar biasa, luka itu terbawa ketika sudah dewasa, lalu Tuhan memberikan keadilan padaku dengan mempertemukan aku dengan orang-orang begitu amat menyayangiku dan tak ingin kehilangan diriku, mendapat support dari orang itu sebuah anugerah yang sangat luar biasa. Bila memang Bima memiliki luka batin, tolong jangan biarkan dia sendirian dalam keadaan apapun, kamu memang sebagai pengasuhnya tetapi kamu juga bisa menjadi rumah untuknya." Ucap Kejora memandang lurus ke arah depan.

*

*

Mungkin sebagian banyak diantara kalian ada yang udah baca karyaku yang lain, di dalam karyaku sebagian banyak membahas tentang penyakit mental pada anak.

Disini aku hanya ingin sharing dengan pengalaman yang sudah di lewati oleh beberapa anak atas hidup yang sudah mereka lalui dan aku cantumkan ke dalam karyaku, aku juga mengalami bahkan beberapa kali konsultasi dengan Dokter mengenai mentalku. Bagi hidup sebagian orang, dunia itu mengerikan.

Aku ingin kalian menjaga mental dengan baik, luka batin itu tidak bisa sembuh begitu saja, ada tahapnya dan prosesnya lama, hal itu pun tak menjamin kita akan lupa.

Ingat! Waras itu mahal harganya. Datang ke psikolog atau ke psikiater butuh uang banyak, satu kali konsul juga butuh beberapa ratus ribu.

Terpopuler

Comments

Sari Komalasari

Sari Komalasari

bener Thor aku jga bnyk mengalami itu semua.. menjaga mental agar sehat dn selalu waras

2024-11-11

1

Lenny Setiamuni

Lenny Setiamuni

aku udah baca cerita langit, istri nya kejora, suka sekali

2024-12-28

0

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

akan ada insiden ini krn ada peejodohan samudra sm rechel..

2024-10-21

0

lihat semua
Episodes
1 Hama
2 Tawaran pekerjaan.
3 Berangkat
4 Di usir
5 Akan selalu Ada
6 Demam
7 Pembantu baru
8 Sembuh
9 Gaduh
10 Membela Bima
11 Binar Bahagia
12 Penyesalan Sagara
13 Janji Sagara
14 Dia datang
15 Di balik semua yang terjadi
16 Mengusirnya
17 Nonton
18 Salah tingkah
19 Ghost
20 Editan
21 Pergi bersama
22 Baby Face
23 Beralasan
24 Cemburu
25 Mencari Cahaya dan Bima
26 Menjadi tamu
27 Bukti
28 Sebuah pilihan
29 Menikah
30 Bima bosan
31 Ketakutan Bima
32 Belanja
33 Berdarah
34 Pulang
35 Sagara salah tingkah
36 Bersaing
37 Sagara menangis
38 Keributan di Club
39 Meleleh
40 Mudik
41 Tidak ada peran Kakak
42 Kesempatan
43 Tidur bersama
44 Keinginan Bima
45 Menerkam
46 Pulang kampung
47 Angkasa dan Gadis kurir.
48 Lambe doerrrr
49 Menginap
50 Calon istriku
51 Menggoda Cahaya
52 Pulang
53 Keteguhan Kiki
54 Manusia lumpur
55 Saran Langit
56 Kejutan
57 Lewati bersama
58 Kedatangan tamu
59 Pingsan
60 Rumah sakit
61 Menyesal
62 Bersimpuh
63 Murkanya si bungsu
64 Meeting adik
65 Kritis
66 Syukuran
67 Aliando patah hati
68 Ketegaran Aliando
69 Bertemu Angkasa
70 Gosip
71 Makan siang
72 Rumah sakit
73 Mahya pingsan
74 Penyesalan Relia
75 Logika bergosip
76 Persiapan
77 Rumah baru
78 Memberi pelajaran
79 Menyesal
80 SAH
81 Mempermalukan diri sendiri
82 Nunggang kuda
83 Jatuh ke dalam perangkap sendiri.
84 Kejepit
85 Di pertemukan
86 Kejutan
87 Seekor kupu-kupu
88 Rasa iri
89 Isi pikiran Marshel
90 Rencana
91 Melarikan diri
92 Gila
93 Mencurigakan.
94 Pengakuan Toni
95 Menjalin hubungan baik
96 Lelahnya Rachel
97 Berdiskusi.
98 Jebakan
99 Di amankan
100 Akbar berontak
101 Saling memaafkan
102 Pinta Khanza
103 Mau Papa baru
104 Mak Comblang
105 Kejutan?
106 Kekhawatiran Rizaldy
107 Cahaya ngidam
108 Kiki dan duriannya
109 Keberatan
110 Pahatan luka
111 Mak comblang berjamaah.
112 Akting?
113 Di imbangi
114 Kabar duka
115 Pemakaman
116 Kembali kehilangan
117 Ayo mampiiirrr
118 Melamar
119 Mendampingi
120 menyambut anggota baru
121 Menyambut anggota baru
122 bahagia dan duka
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Hama
2
Tawaran pekerjaan.
3
Berangkat
4
Di usir
5
Akan selalu Ada
6
Demam
7
Pembantu baru
8
Sembuh
9
Gaduh
10
Membela Bima
11
Binar Bahagia
12
Penyesalan Sagara
13
Janji Sagara
14
Dia datang
15
Di balik semua yang terjadi
16
Mengusirnya
17
Nonton
18
Salah tingkah
19
Ghost
20
Editan
21
Pergi bersama
22
Baby Face
23
Beralasan
24
Cemburu
25
Mencari Cahaya dan Bima
26
Menjadi tamu
27
Bukti
28
Sebuah pilihan
29
Menikah
30
Bima bosan
31
Ketakutan Bima
32
Belanja
33
Berdarah
34
Pulang
35
Sagara salah tingkah
36
Bersaing
37
Sagara menangis
38
Keributan di Club
39
Meleleh
40
Mudik
41
Tidak ada peran Kakak
42
Kesempatan
43
Tidur bersama
44
Keinginan Bima
45
Menerkam
46
Pulang kampung
47
Angkasa dan Gadis kurir.
48
Lambe doerrrr
49
Menginap
50
Calon istriku
51
Menggoda Cahaya
52
Pulang
53
Keteguhan Kiki
54
Manusia lumpur
55
Saran Langit
56
Kejutan
57
Lewati bersama
58
Kedatangan tamu
59
Pingsan
60
Rumah sakit
61
Menyesal
62
Bersimpuh
63
Murkanya si bungsu
64
Meeting adik
65
Kritis
66
Syukuran
67
Aliando patah hati
68
Ketegaran Aliando
69
Bertemu Angkasa
70
Gosip
71
Makan siang
72
Rumah sakit
73
Mahya pingsan
74
Penyesalan Relia
75
Logika bergosip
76
Persiapan
77
Rumah baru
78
Memberi pelajaran
79
Menyesal
80
SAH
81
Mempermalukan diri sendiri
82
Nunggang kuda
83
Jatuh ke dalam perangkap sendiri.
84
Kejepit
85
Di pertemukan
86
Kejutan
87
Seekor kupu-kupu
88
Rasa iri
89
Isi pikiran Marshel
90
Rencana
91
Melarikan diri
92
Gila
93
Mencurigakan.
94
Pengakuan Toni
95
Menjalin hubungan baik
96
Lelahnya Rachel
97
Berdiskusi.
98
Jebakan
99
Di amankan
100
Akbar berontak
101
Saling memaafkan
102
Pinta Khanza
103
Mau Papa baru
104
Mak Comblang
105
Kejutan?
106
Kekhawatiran Rizaldy
107
Cahaya ngidam
108
Kiki dan duriannya
109
Keberatan
110
Pahatan luka
111
Mak comblang berjamaah.
112
Akting?
113
Di imbangi
114
Kabar duka
115
Pemakaman
116
Kembali kehilangan
117
Ayo mampiiirrr
118
Melamar
119
Mendampingi
120
menyambut anggota baru
121
Menyambut anggota baru
122
bahagia dan duka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!