Janji Sagara

Keesokan harinya.

Sagara benar-benar menepati janjinya, dia perlahan menunjukkan perhatiannya pada Bima. Untuk beberapa hari kedepan Bima akan tetap berada di rumah, Sagara akan mencarikan sekolah baru yang lebih baik untuk putranya.

Bima tentunya senang bukan main, dia bahagia karena semua doanya di kabulkan Tuhan.

Di mulai pada pagi ini, Sagara menyuapi Bima dan memandikan Putranya itu sambil mengajaknya bercanda. Terlihat begitu hangat, Cahaya menyiapkan baju untuk Bima dan siapa sangka, Sagara juga yang akan memakaikan bajunya sekalian.

'Waduh, makan gaji buta ini mah namanya. Ah, yang penting mah gajinya gak berkurang biar bisa beliin Ibu emas sampe sikut. Sekalian beli lem satu mobil, biar bisa rapetin mulut si julid, hihihi.' Batin Cahaya.

Cahaya senyum-senyum sendiri, dia membayangkan bagaimana ibunya memakai emas kiri kanan sampai sikut. Bima dan Sagara saling melempar pandangan, mereka heran melihat Cahaya yang terlihat aneh.

"Mbak Yaya kenapa, Pa? Papa gombalin ya?" Tanya Bima

"Heh, mulutnya. Sejak kapan kamu tahu gombal? Papa masih setia sama Mama kamu, ngapain Papa gombalin pengasuh kamu, kayak yang gak ada kerjaan aja." Sanggah Sagara.

"Ya, siapa tahu kepincut. Kata Om Matheo, Papa butuh istri baru biar gak kaku hidupnya." Ucap Bima dengan polosnya.

"Jangan banyak bergaul sama dia, sesat..!" Ucap Sagara sewot.

Bima menaikkan satu alisnya, sedangkan Sagara masih penasaran dengan apa yang di pikirkan Cahaya, ia memakaikan pakaian tanpa melihat letak pakaian yang harus ia pasangkan sesuai kegunaannya.

"Papa..! Kenapa s3mp4knya di pasang di tangan sih! Ini juga, baju kenapa di pasang di kaki? Papa niat gak sih bantu Bima pakai baju." Protes Bima dengan suara cemprengnya.

Sagara pun tersadar setelah mendengar suara protes anaknya, mulutnya membulat lengkap dengan bola matanya. Sementara Cahaya, gadis itu terbahak melihat penampilan Bima yang tak karuan. Sumpah, Sagara malu setengah mati di hadapan Cahaya, bisa-bisanya pertama kali memakaikan baju malah amburadul.

*

*

Tepat pukul 7 pagi. Sagara pergi ke kantornya, dia menghubungi sahabatnya untuk menemui Raja bisnis yang masih menduduki posisi pertama di negaranya.

Beberapa saat kemudian, Sagara sampai di kantornya. Siapa sangka, di dalam ruangannya sudah ada ayahnya yang paling ia benci saat ini. Akbar duduk menyilangkan kakinya di singgasana Sagara, pagi yang buruk baginya.

"Hei, sudah datang rupanya? Sini, sini..! Ada yang mau Papa sampaikan sama kamu, sepertinya duda satu ini sangat sibuk ya sampai betah jadi aib keluarga." Sindir Akbar menyinggung soal status yang di sandang Sagara saat ini.

"Ck, jangan bertele-tele. Katakan saja apa maumu!" Sagara berdecak pada ayahnya, rasa hormatnya pada manusia yang berperan sebagai ayah di hidupnya sudah tidak ada. Semuanya berganti dengan kebencian, tetapi Sagara akan membongkar semua kejahatan ayahnya.

Prookkk... Proookkk...

"Wooaahhh... Woaahhh... Nyalimu besar juga anak durhaka! Bagus, aku suka dengan keberanianmu sekarang." Akbar bertepuk tangan dengan wajah menyeringai.

Sagara memutar bola matanya malas, dia berdiri tepat di hadapan ayahnya kemudian menaikkan sebelah alisnya.

"Begini, anakku sayang. Sekitar 2 bulan lagi Rachel akan pulang ke Indonesia, sebulan setelahnya kau akan menikah dengannya, tidak ada penolakan!" Ucap Akbar dengan tegas menatap Sagara.

"Siapa anda? Berani sekali mengatur hidup anak aib ini? Oh ayolah, siapa yang akan menikahi wanita yang sudah rusak? Bagaimana bila orang-orang tahu kalau ternyata perempuan yang ku nikahi itu... Uppsss.." Tolak Sagara sambil menutup mulutnya, dia tersenyum kecil memandang kearah ayahnya.

Akbar tersenyum miring, dia tidak peduli bagaimana penilaian Sagara terhadap Rachel, yang pasti dia ingin status Sagara berubah agar tidak menjadi gunjingan teman-teman Mahya maupun kolega bisnisnya.

"Jadi kau menolaknya, Nak Duda? Baiklah, kau akan tahu seperti apa resikonya. Perusahaan kecilmu ini akan hancur dalam hitungan hari, bocah nakalmu itu pasti akan sengsara dan terus jadi bahan gunjingan orang lain, hahahaha... Bagiku mudah sekali." Akbar menjentikkan jarinya, dia menatap remeh kearah Sagara.

"Aku tidak takut sama sekali!" Tantang Sagara.

Sagara pun membalikkan badannya dan pergi begitu saja, bila ia memperlihatkan kegelisahannya maka ayahnya akan semakin merasa menang. Untungnya tidak ada berkas penting yang ia letakkan di ruangannya, ia sudah menduga bahwa ayahnya maupun ibunya akan dengan mudah masuk ke dalam kantornya. Ya, memang perusahaan Sagara masih dikatakan kecil, tetapi kecerdasan serta kegigihannya yang akan merubah roda kehidupannya.

Aliando sudah menunggu di luar ruangan, mereka berdua keluar dari kantor dan menaiki mobilnya menuju sebuah perusahaan ternama.

Akbar mengepalkan tinjunya, rahangnya mengeras sempurna begitu melihat Sagara bukan lagi menjadi boneka untuknya.

Braakkk...

Satu gebrakan meja terdengar begitu jelas, sebagai pelampiasan emosinya. Tetapi deringan ponsel mengalihkan perhatiannya, melihat siapa yang menghubunginya seketika emosinya mereda.

*

*

Sagara di sambut dengan baik di perusahaan yang di pimpin oleh Langit Maheswara, ia berjaan menaiki lift menuju tempat meeting guna bertemu dengan si Raja bisnis. Tingkat kecerdasan Langit patut di acungi jempol, Sagara pula sangat terinspirasi melihat kesuksesan yang sudah di raih oleh Langit sebagai penerus Aiman selaku pendiri perusahaan.

Bagitu masuk, Langit berdiri dari duduknya menyambut kedatangan Sagara dan mempersilahkannya duduk di tempat yang sudah di sediakan. Mereka pun duduk dan langsung membahas kerjasamanya, Sagara mempresentasikan hasil kerjanya di depan dan tampaknya Langit pun tertarik dengan kinerja Sagara.

Selama hampir 3 jam lamanya, Langit dan Sagara baru membuat kesepakatan. Aliando sampai berkeringat dingin, pasalnya Langit dan juga asistennya sangat jeli dan juga tak mudah untuk di bodohi perihal bisnis. Melihat Langit dan Sagara berjabat tangan, Aliando pun menghela nafas lega, Sagara pun tersenyum simpul bahkan hampir menangis.

*

*

Pukul 12 siang, Sagara harus mengurus kepala sekolah dan juga tiga ibu pembuat onar di sekolah anaknya. Sagara menyempatkan diri melaporkan pihak sekolah dan juga memutus kerjasama dengan suami dari Ibu Naren. Sagara menggandeng pengacara ternama untuk menuntut istri dari kapala polisi yang tak lain Ibu Javen, disini yang menjadi dalang dari semuanya adalah Ibu Aiden, Sagara tidak akan membiarkan wanita itu hidup dengan tenang.

Terpopuler

Comments

LENY

LENY

KARYA MBAK RENI AUTHOR BAGUS SEMUA DAN HAMPIR SEMUA SDH AKU BACA ❤👍👍

2025-01-20

0

LENY

LENY

YA SDH BACA CERITA YG LANGIT KEREN

2025-01-20

0

Icha Arlita

Icha Arlita

kangen langit 😁

2025-01-12

0

lihat semua
Episodes
1 Hama
2 Tawaran pekerjaan.
3 Berangkat
4 Di usir
5 Akan selalu Ada
6 Demam
7 Pembantu baru
8 Sembuh
9 Gaduh
10 Membela Bima
11 Binar Bahagia
12 Penyesalan Sagara
13 Janji Sagara
14 Dia datang
15 Di balik semua yang terjadi
16 Mengusirnya
17 Nonton
18 Salah tingkah
19 Ghost
20 Editan
21 Pergi bersama
22 Baby Face
23 Beralasan
24 Cemburu
25 Mencari Cahaya dan Bima
26 Menjadi tamu
27 Bukti
28 Sebuah pilihan
29 Menikah
30 Bima bosan
31 Ketakutan Bima
32 Belanja
33 Berdarah
34 Pulang
35 Sagara salah tingkah
36 Bersaing
37 Sagara menangis
38 Keributan di Club
39 Meleleh
40 Mudik
41 Tidak ada peran Kakak
42 Kesempatan
43 Tidur bersama
44 Keinginan Bima
45 Menerkam
46 Pulang kampung
47 Angkasa dan Gadis kurir.
48 Lambe doerrrr
49 Menginap
50 Calon istriku
51 Menggoda Cahaya
52 Pulang
53 Keteguhan Kiki
54 Manusia lumpur
55 Saran Langit
56 Kejutan
57 Lewati bersama
58 Kedatangan tamu
59 Pingsan
60 Rumah sakit
61 Menyesal
62 Bersimpuh
63 Murkanya si bungsu
64 Meeting adik
65 Kritis
66 Syukuran
67 Aliando patah hati
68 Ketegaran Aliando
69 Bertemu Angkasa
70 Gosip
71 Makan siang
72 Rumah sakit
73 Mahya pingsan
74 Penyesalan Relia
75 Logika bergosip
76 Persiapan
77 Rumah baru
78 Memberi pelajaran
79 Menyesal
80 SAH
81 Mempermalukan diri sendiri
82 Nunggang kuda
83 Jatuh ke dalam perangkap sendiri.
84 Kejepit
85 Di pertemukan
86 Kejutan
87 Seekor kupu-kupu
88 Rasa iri
89 Isi pikiran Marshel
90 Rencana
91 Melarikan diri
92 Gila
93 Mencurigakan.
94 Pengakuan Toni
95 Menjalin hubungan baik
96 Lelahnya Rachel
97 Berdiskusi.
98 Jebakan
99 Di amankan
100 Akbar berontak
101 Saling memaafkan
102 Pinta Khanza
103 Mau Papa baru
104 Mak Comblang
105 Kejutan?
106 Kekhawatiran Rizaldy
107 Cahaya ngidam
108 Kiki dan duriannya
109 Keberatan
110 Pahatan luka
111 Mak comblang berjamaah.
112 Akting?
113 Di imbangi
114 Kabar duka
115 Pemakaman
116 Kembali kehilangan
117 Ayo mampiiirrr
118 Melamar
119 Mendampingi
120 menyambut anggota baru
121 Menyambut anggota baru
122 bahagia dan duka
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Hama
2
Tawaran pekerjaan.
3
Berangkat
4
Di usir
5
Akan selalu Ada
6
Demam
7
Pembantu baru
8
Sembuh
9
Gaduh
10
Membela Bima
11
Binar Bahagia
12
Penyesalan Sagara
13
Janji Sagara
14
Dia datang
15
Di balik semua yang terjadi
16
Mengusirnya
17
Nonton
18
Salah tingkah
19
Ghost
20
Editan
21
Pergi bersama
22
Baby Face
23
Beralasan
24
Cemburu
25
Mencari Cahaya dan Bima
26
Menjadi tamu
27
Bukti
28
Sebuah pilihan
29
Menikah
30
Bima bosan
31
Ketakutan Bima
32
Belanja
33
Berdarah
34
Pulang
35
Sagara salah tingkah
36
Bersaing
37
Sagara menangis
38
Keributan di Club
39
Meleleh
40
Mudik
41
Tidak ada peran Kakak
42
Kesempatan
43
Tidur bersama
44
Keinginan Bima
45
Menerkam
46
Pulang kampung
47
Angkasa dan Gadis kurir.
48
Lambe doerrrr
49
Menginap
50
Calon istriku
51
Menggoda Cahaya
52
Pulang
53
Keteguhan Kiki
54
Manusia lumpur
55
Saran Langit
56
Kejutan
57
Lewati bersama
58
Kedatangan tamu
59
Pingsan
60
Rumah sakit
61
Menyesal
62
Bersimpuh
63
Murkanya si bungsu
64
Meeting adik
65
Kritis
66
Syukuran
67
Aliando patah hati
68
Ketegaran Aliando
69
Bertemu Angkasa
70
Gosip
71
Makan siang
72
Rumah sakit
73
Mahya pingsan
74
Penyesalan Relia
75
Logika bergosip
76
Persiapan
77
Rumah baru
78
Memberi pelajaran
79
Menyesal
80
SAH
81
Mempermalukan diri sendiri
82
Nunggang kuda
83
Jatuh ke dalam perangkap sendiri.
84
Kejepit
85
Di pertemukan
86
Kejutan
87
Seekor kupu-kupu
88
Rasa iri
89
Isi pikiran Marshel
90
Rencana
91
Melarikan diri
92
Gila
93
Mencurigakan.
94
Pengakuan Toni
95
Menjalin hubungan baik
96
Lelahnya Rachel
97
Berdiskusi.
98
Jebakan
99
Di amankan
100
Akbar berontak
101
Saling memaafkan
102
Pinta Khanza
103
Mau Papa baru
104
Mak Comblang
105
Kejutan?
106
Kekhawatiran Rizaldy
107
Cahaya ngidam
108
Kiki dan duriannya
109
Keberatan
110
Pahatan luka
111
Mak comblang berjamaah.
112
Akting?
113
Di imbangi
114
Kabar duka
115
Pemakaman
116
Kembali kehilangan
117
Ayo mampiiirrr
118
Melamar
119
Mendampingi
120
menyambut anggota baru
121
Menyambut anggota baru
122
bahagia dan duka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!