Editan

Sagara menarik tangan ibunya untuk turun ke lantai bawah, mumpung ibunya sudah ada di rumahnya, jadi Sagara tak perlu repot-repot bertamu di rumah yang ia benci.

"Lepaskan!" Berontak Mahya kesakitan saat Sagara menarik tangannya.

Sagara tak mendengarkan ucapan ibunya, dia malah semakin menambah laju langkahnya menuju ke ruang kerja. Begitu sampai di ruang kerja, Sagara mengeluarkan laptopnya dan dia memutar video panas Rachel yang pastinya tidak langsung memperlihatkan siapa pria di dalam rekaman tersebut.

"Coba Mama lihat! Apa pantas dia untukku? Lebih baik aku menduda sampai akhir hayat daripada menikah dengan wanita gatal, aku bukan manusia bodoh yang mudah kalian setir." Ucap Sagara.

Mahya menyipitkan matanya, dia melihat Rachel begitu liar diatas tubuh orang lain, lebih tepatnya pria yang umurnya bisa di taksir seumuran Sagara.

"Itu pasti editan!" Sanggah Mahya, dia tak percaya bila Rachel melakukan itu semua.

Sagara sengaja memperlihatkan Video berdurasi 2 menit yang di kirimkan oleh orang suruhannya, disana memang bukan Akbar yang menjadi lawan main Rachel, melainkan seorang bule yang berasal dari negara yang Rachel datangi. Sagara sudah menduganya, ibunya pasti akan menuduhnya mengedit videonya untuk menjelekkan Rachel, bagaimana bila Sagara menyodorkan bukti-bukti perselingkuhan ayahnya sendiri. Mungkin ibunya akan menyudutkannya, bahkan tidak akan percaya padanya.

"Zaman boleh canggih, tapi aku tidak akan melakukan hal konyol tersebut. Aku sudah berpengalaman dalam hal pernikahan, Mama tinggal tunggu saja undangannya." Ucap Sagara.

"Jangan gila kamu, Sagara! Mama gak sudi punya menantu pembantu, apa kata orang kalau kamu sampai menikahi gembel seperti dia..!" Protes Mahya.

"Aku gak peduli..! Sejak kapan Mama setuju dengan keputusanku, dari awal aku menikah dengan Relia saja Mama selalu menilai buruk wanita pilihanku. Padahal, wanita yang Mama pilihkan juga tidak ada yang baik, memilih calon istri itu bukan berdasarkan cantik secara fisik saja, aku mau mencari istri yang akan menjadi sosok ibu yang baik juga untuk anak-anakku. Asal Mama tahu, Rachel yang Mama banggakan suatu hari akan menjadi malapetaka untuk Mama sendiri." Tekan Sagara.

"Kau menyumpahi ibumu sendiri, hah!" Hardik Mahya.

Deeerrrrrttt... Deeerrttttt....

Telpon Mahya berbunyi, disana tertera nama kakak perempuan dari Sagara. Mahya menjawab telponnya di depan Sagara, kakak perempuannya yang bernama Ajeng Dwi Harianti baru saja pulang dari liburannya di luar Negeri.

"Ingat! Mama akan atur pertunangan kamu dan Rachel dalam jangka waktu satu minggu ini, tidak ada penolakan!" Ucap Mahya begitu telponnya di matikan.

"Coba saja kalau bisa." Tantang Sagara.

Mahya menatap nyalang pada Sagara,tetapi ia harus pergi saat itu juga untuk menyambut kepulangan putrinya. Sagara sudah biasa di nomor sekiankan oleh sang ibu. Melihat kepergian Mahya membuat nafasnya lega, anak mana yang mau berlaku kasar pada ibunya, tetapi sifat egois Mahya mendorong Sagara melakukannya.

Akbar awalnya menjodohkan Rachel dengan Kiki, akan tetapi Mahya menolaknya dengan alasan Kiki masih kuliah dan belum ada penghasilan, jadi mereka menyarankan Sagara untuk menikah dengan Rachel. Tentu Sagara sudah tahu rencana konyol itu, dia juga sudah tahu kalau Rachel dan Akbar ingin memperoleh keturunan, mungkin bagi Akbar dengan lahirnya anak dari rahim Rachel itu sebagai bukti cinta mereka. Akan tetapi bagi Rachel justru berbeda, dia ingin melahirkan anak demi menguasai harta Akbar semata agar dia bisa hidup bebas tanpa harus bekerja.

"Mama, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi..! Aku pastikan tua bangka itu mendapat balasannya, dan untuk Rachel sendiri dia akan menuai apa yang sudah ia tanam." Gumam Sagara.

Sagara keluar dari dalam ruang kerjanya, begitu hendak kembali ke kamar, terlihat Cahaya sedang menuruni anak tangga bersama Bima yang terlihat asyik menempel di punggung Cahaya. Sagara membiarkan Cahaya turun.

"Bima, turun." Titah Sagara.

Cahaya yang baru sampai di lantai dasar pun sontak menoleh kearah Sagara, Bima langsung turun dari punggung Cahaya dan ikut menatap ayahnya.

"Tolong panggil Bi Nur untuk bawakan kotak P3K ya, Papa tunggu di ruang tamu." Ucap Sagara meminta tolong pada Bima untuk mengambilkan kotak obat untuk mengobati luka tamparan yang di berikan oleh Mahya. Sudut bibir Cahaya terlihat robek, bahkan bekas jarinya masih terpampang nyata.

Bima mengacungkan jempolnya, dia langsung berlari ke belakang rumah mencari Bi Nur sesuai perintah ayahnya. Sagara menggandeng tangan Cahaya agar ikut dengannya, Cahaya hanya bisa mengikuti kemana Sagara membawanya karena untuk saat ini dia menyimpan rasa kesal pada majikannya itu.

"Duduk." Titah Sagara.

Cahaya duduk diatas sofa ruang tamu, di susul Sagara yang langsung duduk dan memegang wajah Cahaya. Wajah keduanya sangat dekat, Sagara memeriksa luka di bagian bibir Cahaya dan si empu pun meringis.

"Ssshhhh, sakit atuh Tuan." Ringis Cahaya.

"Maaf." Ucap Sagara.

Bima berlari ke arah ruang tamu, Bi Nur membawa kotak P3K di tangannya. Mendengar Cahaya terluka Bi Nur sangat khawatir, ia sudah menganggap Cahaya sebagai adiknya sendiri.

"Aduuuhhhh, Yaya kamu teh kenapa?" Tanya Bi Nur heboh.

"Cuma luka sedikit kok, Bi Nur." Jawab Cahaya sambil tersenyum.

Sagara meminta kotak obatnya, ia menyuruh Bi Nur menyiapkan air kompres untuk pipi Cahaya. Gegas Bi Nur pergi ke dapur untuk menyiapkan air kompres untuk Cahaya.

"Biar saya saja yang obatin, Tuan istirahat saja." Ucap Cahaya.

"Jangan bawel, kalau saya mau istirahat ya tinggal istirahat tanpa harus kamu suruh." Ucap Sagara.

"Udah, Mama diam saja, biar Papa yang beraksi, hehehe." Ledek Bima diakhiri kekehan kecilnya.

Cahaya memutar bola matanya malas, Sagara pun segera mengobati luka di sudut bibir Cahaya. Bima gencar menggoda Cahaya dengan sebutan Mama, Sagara ikut tersenyum melihat Cahaya yang mulai kesal dengan keusilan Bima.

"Kabuuurrr....!" Seru Bima begitu Cahaya memelototinya.

"Awas kamu ya..!" Kesal Cahaya.

"Maaf sudah melibatkan kamu, Cahaya. Gara-gara saya kamu kena tampar sama Mama," Ucap Sagara.

"Lagian kenapa Tuan tiba-tiba bilang saya calon istri, kenapa gak sebut nama orang lain saja? Mana di bilang kumpul kebo lagi, emang saya cewek apaan..!" Protes Cahaya.

"Ya, refleks saja. Emangnya kenapa sih? Saya kan ganteng, gak terlihat jelek dan punya banyak duit pula. Cuman minusnya punya status duda aja." Ucap Sagara dengan pedenya.

"Ya lah si paling ganteng dan kaya." Lirih Cahaya yang masih bisa di dengar oleh Sagara.

"Saya gak tuli, Cahaya." Tegur Sagara.

Cahaya pun nyengir memperlihatkan gigi putihnya, entah mengapa Sagara malah gemas melihatnya. Awal-awal Sagara bertemu dengan Cahaya nampak biasa saja, mungkin karena dia juga jarang berinteraksi dan juga jarang bertemu secara langsung dengan Cahaya, seseringnya ia hanya menyampaikan pesan melalui Nur ataupun Lela saat masih bekerja di rumahnya. Saat pertama kali bekerja, wajah Cahaya itu gelap dan terlihat kucel. Tetapi setelah beberapa bulan bekerja, justru Cahaya terlihat bersih, karena pada dasarnya Cahaya memang memiliki kulit putih. Hanya saja, dia harus membantu ibunya berkebun dan juga mencari pekerjaan sampingan lainnya untuk membantu perekonomian keluarga.

Sagara melanjutkan tugasnya, dia kembali mengobati bekas tamparannya menggunakan air kompres. Sementara Bima, dia pergi ke kamarnya dan mengotak-atik laptop miliknya.

*

*

Sore hari.

Sagara dan Bima bersiap untuk pergi ke tempat dimana Bumi mengajaknya bermain futsal, sedangkan Cahaya sibuk mempersiapkan baju ganti dan juga bekal air minum.

Salah seorang kurir datang mencari Sagara, karena Sagara masih bersiap akhirnya satpam lah yang menerima pesanan yang di bawanya. Satpam menitipkan barang milik Sagara pada Cahaya, begitu Sagara datang Cahaya pun menghampirinya dan memberikan barang tersebut.

"Tuan, ini ada barang dari Pak Satpam, katanya ini milik Tuan." Ucap Cahaya.

"Oh, itu buat kamu. Lusa nanti akan ada acara penghargaan untuk pengusaha terbaik, disana banyak rekan bisnis yang datang dan kamu harus ikut menemani Bima." Ucap Sagara.

"Yeeaaayyy, Bima boleh ikut?" Sorak Bima sambil memastikan ucapan ayahnya.

Sagara menganggukkan kepalanya, Bima pun melompat-lompat saking senangnya. Sedangkan Cahaya hanya diam saja, bahunya mendadak melemas karena Sagara kembali melibatkannya.

"Tuan, saya tidak ikut ya? Saya mah tunggu di rumah saja, takutnya ada maling masuk." Ucap Cahaya.

"Tidak akan ada maling disini...! Orang tugas kamu kan jadi pengasuh Bima, kenapa pula tidak ikut serta? Kamu mau nanti Bima ada yang menculik?" Tolak Sagara.

"Tuan, sebenarnya tugas saya di rumah ini apa sih? Mbak Lela kan sudah tidak bekerja, jadi saya ini jadi pengasuh apa pembantu?" Tanya Cahaya seraya mengeluhkan pekerjaan yang di kerjakannya.

"Kamu tenang saja, katanya mau ngumpulin uang banyak buat keluarga, nanti saya naikan gaji kamu 3 kali lipat dari biasanya." Ucap Sagara.

"Nah, kalau gitu kan enak dengernya, Tuan. Hehehe..." Ucap Cahaya cengengesan.

"Dasar mata duitan!" Cibir Sagara.

Cahaya menatap paper bag di tangannya, dia pun membalikkan tubuhnya hendak meninggalkan Sagara dan Bima, akan tegapi Sagara segera menarik tangannya.

"Siapa yang suruh kamu pergi?" Tanya Sagara.

"Lah, memangnya ada apa lagi Tuan? Apa Tuan butuh sesuatu?" Tanya Cahaya bingung.

"Cepat ganti baju, kita ke lapangan Futsal sekarang..! Pakai baju yang ada di paper bag, tapi bukan yang gaunnya." Titah Sagara.

Cahaya membuang nafasnya kasar, lagi-lagi ia lupa kalau pekerjaannya adalah multifungsi, dimana ada saatnya kalau harus menjadi pengasuh, pembantu sekaligus asisten Sagara. Sagara mengodorkan masker pada Cahaya untuk menutupi bagian pipinya yang masih meninggalkan bekas kemerahan.

Terpopuler

Comments

Nur Faris

Nur Faris

baca part ini bisa senyum2 sendiri

2024-10-25

1

kaylla salsabella

kaylla salsabella

wah enak dong kerja multi fungsi gaji 3x lipat cahaya

2024-10-25

0

kaylla salsabella

kaylla salsabella

Mak comblang bima🤣🤣

2024-10-25

0

lihat semua
Episodes
1 Hama
2 Tawaran pekerjaan.
3 Berangkat
4 Di usir
5 Akan selalu Ada
6 Demam
7 Pembantu baru
8 Sembuh
9 Gaduh
10 Membela Bima
11 Binar Bahagia
12 Penyesalan Sagara
13 Janji Sagara
14 Dia datang
15 Di balik semua yang terjadi
16 Mengusirnya
17 Nonton
18 Salah tingkah
19 Ghost
20 Editan
21 Pergi bersama
22 Baby Face
23 Beralasan
24 Cemburu
25 Mencari Cahaya dan Bima
26 Menjadi tamu
27 Bukti
28 Sebuah pilihan
29 Menikah
30 Bima bosan
31 Ketakutan Bima
32 Belanja
33 Berdarah
34 Pulang
35 Sagara salah tingkah
36 Bersaing
37 Sagara menangis
38 Keributan di Club
39 Meleleh
40 Mudik
41 Tidak ada peran Kakak
42 Kesempatan
43 Tidur bersama
44 Keinginan Bima
45 Menerkam
46 Pulang kampung
47 Angkasa dan Gadis kurir.
48 Lambe doerrrr
49 Menginap
50 Calon istriku
51 Menggoda Cahaya
52 Pulang
53 Keteguhan Kiki
54 Manusia lumpur
55 Saran Langit
56 Kejutan
57 Lewati bersama
58 Kedatangan tamu
59 Pingsan
60 Rumah sakit
61 Menyesal
62 Bersimpuh
63 Murkanya si bungsu
64 Meeting adik
65 Kritis
66 Syukuran
67 Aliando patah hati
68 Ketegaran Aliando
69 Bertemu Angkasa
70 Gosip
71 Makan siang
72 Rumah sakit
73 Mahya pingsan
74 Penyesalan Relia
75 Logika bergosip
76 Persiapan
77 Rumah baru
78 Memberi pelajaran
79 Menyesal
80 SAH
81 Mempermalukan diri sendiri
82 Nunggang kuda
83 Jatuh ke dalam perangkap sendiri.
84 Kejepit
85 Di pertemukan
86 Kejutan
87 Seekor kupu-kupu
88 Rasa iri
89 Isi pikiran Marshel
90 Rencana
91 Melarikan diri
92 Gila
93 Mencurigakan.
94 Pengakuan Toni
95 Menjalin hubungan baik
96 Lelahnya Rachel
97 Berdiskusi.
98 Jebakan
99 Di amankan
100 Akbar berontak
101 Saling memaafkan
102 Pinta Khanza
103 Mau Papa baru
104 Mak Comblang
105 Kejutan?
106 Kekhawatiran Rizaldy
107 Cahaya ngidam
108 Kiki dan duriannya
109 Keberatan
110 Pahatan luka
111 Mak comblang berjamaah.
112 Akting?
113 Di imbangi
114 Kabar duka
115 Pemakaman
116 Kembali kehilangan
117 Ayo mampiiirrr
118 Melamar
119 Mendampingi
120 menyambut anggota baru
121 Menyambut anggota baru
122 bahagia dan duka
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Hama
2
Tawaran pekerjaan.
3
Berangkat
4
Di usir
5
Akan selalu Ada
6
Demam
7
Pembantu baru
8
Sembuh
9
Gaduh
10
Membela Bima
11
Binar Bahagia
12
Penyesalan Sagara
13
Janji Sagara
14
Dia datang
15
Di balik semua yang terjadi
16
Mengusirnya
17
Nonton
18
Salah tingkah
19
Ghost
20
Editan
21
Pergi bersama
22
Baby Face
23
Beralasan
24
Cemburu
25
Mencari Cahaya dan Bima
26
Menjadi tamu
27
Bukti
28
Sebuah pilihan
29
Menikah
30
Bima bosan
31
Ketakutan Bima
32
Belanja
33
Berdarah
34
Pulang
35
Sagara salah tingkah
36
Bersaing
37
Sagara menangis
38
Keributan di Club
39
Meleleh
40
Mudik
41
Tidak ada peran Kakak
42
Kesempatan
43
Tidur bersama
44
Keinginan Bima
45
Menerkam
46
Pulang kampung
47
Angkasa dan Gadis kurir.
48
Lambe doerrrr
49
Menginap
50
Calon istriku
51
Menggoda Cahaya
52
Pulang
53
Keteguhan Kiki
54
Manusia lumpur
55
Saran Langit
56
Kejutan
57
Lewati bersama
58
Kedatangan tamu
59
Pingsan
60
Rumah sakit
61
Menyesal
62
Bersimpuh
63
Murkanya si bungsu
64
Meeting adik
65
Kritis
66
Syukuran
67
Aliando patah hati
68
Ketegaran Aliando
69
Bertemu Angkasa
70
Gosip
71
Makan siang
72
Rumah sakit
73
Mahya pingsan
74
Penyesalan Relia
75
Logika bergosip
76
Persiapan
77
Rumah baru
78
Memberi pelajaran
79
Menyesal
80
SAH
81
Mempermalukan diri sendiri
82
Nunggang kuda
83
Jatuh ke dalam perangkap sendiri.
84
Kejepit
85
Di pertemukan
86
Kejutan
87
Seekor kupu-kupu
88
Rasa iri
89
Isi pikiran Marshel
90
Rencana
91
Melarikan diri
92
Gila
93
Mencurigakan.
94
Pengakuan Toni
95
Menjalin hubungan baik
96
Lelahnya Rachel
97
Berdiskusi.
98
Jebakan
99
Di amankan
100
Akbar berontak
101
Saling memaafkan
102
Pinta Khanza
103
Mau Papa baru
104
Mak Comblang
105
Kejutan?
106
Kekhawatiran Rizaldy
107
Cahaya ngidam
108
Kiki dan duriannya
109
Keberatan
110
Pahatan luka
111
Mak comblang berjamaah.
112
Akting?
113
Di imbangi
114
Kabar duka
115
Pemakaman
116
Kembali kehilangan
117
Ayo mampiiirrr
118
Melamar
119
Mendampingi
120
menyambut anggota baru
121
Menyambut anggota baru
122
bahagia dan duka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!