Sembuh

Bima di bangunkan oleh Cahaya, sudah waktunya meminum obat dan perutnya juga kosong karena sebelumnya hanya masuk nasi sedikit.

Sagara menyaksikan bagaimana perlakuan Cahaya kepada Bima, dia teringat dengan almarhumah istrinya dulu yang selalu telaten dan sigap mengurus anaknya.

*

*

Satu minggu kemudian.

Bima sudah mulai kembali beraktifitas seperti biasanya, sudah lama juga ia tidak masuk sekolah karena sakit. Di pagi yang cerah, Cahaya sudah sibuk membuatkan bekal makan siang untuk Bima sekaligus sarapannya, aura Bima lebih segar dan juga sudah mulai banyak bicara. Sedikit demi sedikit Cahaya menerapkan pembelajaran agar Bima bisa merubah sikapnya, ia mengajari sopan santun dan masih banyak yang lainnya.

Sagara pun sudah siap dengan seragam kantornya, dia turun dari lantai atas dengan wajah yang sangat dingin, ada lingkaran mata panda di area bawah matanya. Sepertinya banyak sekali pekerjaan yang membuatnya begadang.

"Mbak..! Suapi ya," Pinta Bima dengan wajah Berbinar.

Cahaya membulatkan jarinya membentuk huruf O, dia meminta izin kepada Sagara untuk duduk menemani majikan kecilnya yang minta di suapi, Sagara memberi izin Cahaya dan mengingatkannya agar tidak perlu meminta izin selama Bima yang meminta.

Sarapan pagi sudah tersaji untuk Sagara, itu pun Cahaya yang menyiapkan semuanya karena Lela sedang tidak enak badan, tugas bersih-bersih rumah pun Cahaya di bantu pembantu yang satunya.

Cahaya tidak tahu apa yang Sagara sukai, akan tetapi dia hanya menyajikan nasi goreng udang saja sesuai apa yang di katakan Lela. Awalnya Sagara ragu menatap nasi goreng yang terlihat pucat, hanya beberapa butir udang saja yang menambah warna di piringnya.

"Di makan saja, Tuan. Tenang saja, saya gak naruh racun kok. Kalau mau menu yang lain, biar saya ganti." Ucap Cahaya pada Sagara yang langsung menatap kearahnya, entah dorongan darimana Cahaya berani berbicara seperti itu.

Wanita adalah manusia perasa, butuh effort untuk membuat nasi goreng udang yang tidak pernah Cahaya buat sebelumnya. Kalaupun ada nasi sisa saat masih di kampung, paling Cahaya hanya masak menggunakan bawang merah, bawang putih, cabe rawit hijau, oseng pakai bumbu garam dan micin pun sudah lezat menurutnya.

Walau ragu, Sagara menyuapkan nasi goreng ke mulutnya. Sejenak ia terdiam demi menikmati rasanya.

"Tidak buruk." Ucap Sagara.

Ada sedikit rasa lega di hati Cahaya, setidaknya masakannya masih bisa di makan dan tidak terbuang sia-sia.

Sagara dan Bima pun sarapan dalam diam, mereka tidak saling berbicara, hanya fokus pada makanannya masing-masing. Usai sarapan, Sagara bangkit dari duduknya seperti biasanya mengusap kepala Bima kemudian berlalu dari hadapan putranya.

"Papa berangkat duluan." Ucap Sagara.

"Iya," Balas Bima.

'Monoton sekali, terpantau Duda satu ini gengsinya gede' Batin Cahaya.

Saat Sagara hendak melangkahkan kakinya kembali, tubuhnya berhenti dan berbalik memanggil Cahaya.

"Oh iya, kamu saya tugaskan menjadi pengasuh Bima. Untuk sementara ini, kamu bantu Bi Nur walau cuma masak saja sampai Lela sembuh." Ucap Sagara.

"Baik Tuan, saya mengerti." Jawab Cahaya.

"Tugas kamu sekarang hanya antar Bima ke sekolah, tidak usah di tungguin dan kamu bisa menjemputnya nanti jam 10. Jan 11 tidur siang, jam 2 les bahasa, jam 6 belajar ngaji. Khusus hari sabtu les musik + Coding." Tutur Sagara lagi.

Cahaya menganggukkkan kepalanya, dia harus mengingat apa saja yang harus diingatnya untuk jadwal rutinitas Bima. Setelah mengatakan itu, Sagara melenggang pergi begitu saja.

Beberapa saat kemudian, Cahaya membereskan bekas makan di meja makannya dan mulai bersiap mengantar Bima ke sekolahnya.

*

*

Jarak yang di tempuh menuju sekolah Bima hanya memerlukan 15 menit, kini Cahaya sudah berada di depan gerbang sekolah yang cukup tinggi. Betapa terkesimanya Cahaya melihat sekolah majikan kecilnya itu, luas, bersih dan juga rapih.

Cahaya mengantar Bima menuju pintu kelasnya, ia memberikan kotak bekalnya dan juga tasnya yang sudah ia siapkan. Bima menerima tas dan kotak bekalnya, dia melambaikan tangan pada Cahaya sebelum masuk ke dalam kelasnya. Ada beberapa ibu-ibu juga yang pernah bertemu dengan Cahaya, lebih tepatnya ibu-ibu yang susah menyebabkan anak asuhnya sakit kurang lebih selama satu minggu.

"Hellehhh, palingan besok udah ganti lagi yang nganternya, mana ada yang tahan sama si Bima sakti." Nyinyiran pun sudah mulai Cahaya dengar.

"Jadi penasaran juga, tuh si anak bandel anak siapa sih? Jangan-jangan hasil anak haram?"

"Bisa jadi sih, biasanya anak hasil kayak gitu kan berbeda dari anak normal ya,"

Semakin lama api gosipnya itu akan semakin memanas, bagaimana bisa anak sekecil Bima bertarung dengan mulut bebek yang senantiasa bersuara membuang sakit telinga.

"Kasihan juga ya anak-anak ibu semua, harus terlahir dari rahim ibu-ibu durjana. Semoga saja anak-anak kalian semua itu gak bernasib sama seperti Den Bima, bisa-bisa mereka masuk rumah sakit jiwa karena kena mental, uppsss.." Cahaya membalas ucapan gosip itu sambil pura-pura menutup mulutnya yang mengulas senyum.

"Ya gak bakalan lah, orang anak kita mah terdidik. Si Bima kan gak tahu asal usulnya, bisa aja dia mah anak yatim piatu yang diambil dari jalanan dan diadopsi saudagar kaya."

"Heh! Pembantu kucel, kumel dan bau kayak kamu ini, mending cepetan pergi deh dari sini..! Kamu tuh lebih cocoknya mulung tahu." Seorang ibu-ibu mengibaskan tangannya kearah Cahaya, dia menutup hidungnya merasa jijik melihat penampilan Cahaya.

"Saya juga gak mau pergi kok, ngapain saya disini sama soang kaya kalian?" Cahaya menatap sinis kearah ibu yang lainnya, kali ini dia tidak akan membalas ucapan mereka karena ada hal juga yang harus di lakukan di rumah majikannya.

Cahaya melenggang begitu saja, kali ini dia ingin melihat sejauh mana mereka bergosip. Untuk membalas ucapan-ucapan yang pastinya membuat bos kecilnya sakit hati, dia harus mencari kelemahan mereka seperti bagaimana ia menghadapi para penggosip di kampungnya.

.

.

Cahaya sudah kembali ke rumah, dia mulai membantu Bi Nur beres-beres rumah sebelum kembali menjemput Bima di sekolahnya. Cahaya juga membantu merawat Lela yang sedang sakit, tiba-tiba saja Sagara menelepon Bi Nur dan meminta Cahaya menyiapkan makanan karena di jam makan siang nanti Sagara akan pulang membawa temannya. Jujur saja, Cahaya bingung mau masak apa karena biasanya Lela yang menyiapkannya.

"Ceu, biasanya Tuan suka di masakin apa? Yaya teh bingung?" Tanya Cahaya pada Lela.

"Biasanya mah Tuan gak pilih-pilih makanan, Neng Cahaya." Sahut Bi Nur.

"Iya, kamu bikin tahu bejek aja dia mah bakalan di makan. Coba kamu bikin ayam goreng, sambal terasi, Cah kangkung, tahu, tempe, Cumi goreng tepung, uhhuukkk... Udah kayak gitu aja, paling juga yang datang Tuan Sagara, Tuan Matheo sama Tuan Aliando." Ucap Lela sambil mengusap dadanya yang terbatuk-batuk.

Cahaya pun menganggukkan kepalanya, Bi Nur mengacungkan jempolnya karena dia tidak bisa memasak, kalau bantu-bantu dia pasti bisa saja. Gegas Cahaya pergi ke dapur dan bertarung dengan alat masaknya, Bi Nur membantu memotong sayuran dan juga bahan masakan yang akan di masak Cahaya.

Kurang lebih satu jam, masakan sudah siap di sajikan diatas meja makan. Cahaya melihat jam di layar ponselnya, masih ada waktu sekitar satu jam lagi menjelang Bima pulang.

Kriiinggg.... Kriiingggg...

Suara telpon rumah berbunyi, Bi Nur langsung menjawab telponnya dan memanggil Cahaya.

"Neng Cahaya, ini ada telpon dari sekolah katanya...!" Panggil Bi Nur.

Cahaya pun menghampiri Bi Nur, ternyata salah satu guru Bima memberikan kabar yang membuat kedua bola mata Cahaya membulat sempurna. Sagara tidak bisa di hubungi karena mungkin ada meeting atau ada kepentingan yang lainnya, biasanya bila Sagara tak bisa di hubungi pastinya pihak sekolah menghubungi telpon rumah.

Cahaya segera mengganti pakaiannya. Selang bebebrapa menit, dia keluar dari kamar pembantu sambil berlarina menuju luar rumah memanggil supir yang biasa mengantarnya.

"PAK MARYONO, AYO CEPAT ANTAR KE SEKOLAH!" Teriak Cahaya sambil berlari.

Mohon maaf sebelumnya ya readers, kayaknya untuk beberapa hari ke depan author upnya dua hari sekali ya karena ada kepentingan yang gak bisa di tinggalkan. Tapi tenang aja, Author akan selalu mengusahakan yang terbaik buat kalian 🤗

Terpopuler

Comments

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

ada ap dengan bima smg tdk ada yg menghawatirkn dengan keadaan bima..semangaat yaya sm othoor jg semangaat

2024-10-13

1

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

rasay lama nungguy thoor

2024-10-13

0

Nur Faris

Nur Faris

kenapa dng bima y,..??🤔🤔🤔
semoga baik2 saja
semoga dimudahkan dan dilancarkan urusannya kak Reni dan tentunya cepet nyambung LG DECH ceritanya,...🥰🥰🤗
penasaran tahu kak
digantung ini mah😉🙈

2024-10-13

1

lihat semua
Episodes
1 Hama
2 Tawaran pekerjaan.
3 Berangkat
4 Di usir
5 Akan selalu Ada
6 Demam
7 Pembantu baru
8 Sembuh
9 Gaduh
10 Membela Bima
11 Binar Bahagia
12 Penyesalan Sagara
13 Janji Sagara
14 Dia datang
15 Di balik semua yang terjadi
16 Mengusirnya
17 Nonton
18 Salah tingkah
19 Ghost
20 Editan
21 Pergi bersama
22 Baby Face
23 Beralasan
24 Cemburu
25 Mencari Cahaya dan Bima
26 Menjadi tamu
27 Bukti
28 Sebuah pilihan
29 Menikah
30 Bima bosan
31 Ketakutan Bima
32 Belanja
33 Berdarah
34 Pulang
35 Sagara salah tingkah
36 Bersaing
37 Sagara menangis
38 Keributan di Club
39 Meleleh
40 Mudik
41 Tidak ada peran Kakak
42 Kesempatan
43 Tidur bersama
44 Keinginan Bima
45 Menerkam
46 Pulang kampung
47 Angkasa dan Gadis kurir.
48 Lambe doerrrr
49 Menginap
50 Calon istriku
51 Menggoda Cahaya
52 Pulang
53 Keteguhan Kiki
54 Manusia lumpur
55 Saran Langit
56 Kejutan
57 Lewati bersama
58 Kedatangan tamu
59 Pingsan
60 Rumah sakit
61 Menyesal
62 Bersimpuh
63 Murkanya si bungsu
64 Meeting adik
65 Kritis
66 Syukuran
67 Aliando patah hati
68 Ketegaran Aliando
69 Bertemu Angkasa
70 Gosip
71 Makan siang
72 Rumah sakit
73 Mahya pingsan
74 Penyesalan Relia
75 Logika bergosip
76 Persiapan
77 Rumah baru
78 Memberi pelajaran
79 Menyesal
80 SAH
81 Mempermalukan diri sendiri
82 Nunggang kuda
83 Jatuh ke dalam perangkap sendiri.
84 Kejepit
85 Di pertemukan
86 Kejutan
87 Seekor kupu-kupu
88 Rasa iri
89 Isi pikiran Marshel
90 Rencana
91 Melarikan diri
92 Gila
93 Mencurigakan.
94 Pengakuan Toni
95 Menjalin hubungan baik
96 Lelahnya Rachel
97 Berdiskusi.
98 Jebakan
99 Di amankan
100 Akbar berontak
101 Saling memaafkan
102 Pinta Khanza
103 Mau Papa baru
104 Mak Comblang
105 Kejutan?
106 Kekhawatiran Rizaldy
107 Cahaya ngidam
108 Kiki dan duriannya
109 Keberatan
110 Pahatan luka
111 Mak comblang berjamaah.
112 Akting?
113 Di imbangi
114 Kabar duka
115 Pemakaman
116 Kembali kehilangan
117 Ayo mampiiirrr
118 Melamar
119 Mendampingi
120 menyambut anggota baru
121 Menyambut anggota baru
122 bahagia dan duka
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Hama
2
Tawaran pekerjaan.
3
Berangkat
4
Di usir
5
Akan selalu Ada
6
Demam
7
Pembantu baru
8
Sembuh
9
Gaduh
10
Membela Bima
11
Binar Bahagia
12
Penyesalan Sagara
13
Janji Sagara
14
Dia datang
15
Di balik semua yang terjadi
16
Mengusirnya
17
Nonton
18
Salah tingkah
19
Ghost
20
Editan
21
Pergi bersama
22
Baby Face
23
Beralasan
24
Cemburu
25
Mencari Cahaya dan Bima
26
Menjadi tamu
27
Bukti
28
Sebuah pilihan
29
Menikah
30
Bima bosan
31
Ketakutan Bima
32
Belanja
33
Berdarah
34
Pulang
35
Sagara salah tingkah
36
Bersaing
37
Sagara menangis
38
Keributan di Club
39
Meleleh
40
Mudik
41
Tidak ada peran Kakak
42
Kesempatan
43
Tidur bersama
44
Keinginan Bima
45
Menerkam
46
Pulang kampung
47
Angkasa dan Gadis kurir.
48
Lambe doerrrr
49
Menginap
50
Calon istriku
51
Menggoda Cahaya
52
Pulang
53
Keteguhan Kiki
54
Manusia lumpur
55
Saran Langit
56
Kejutan
57
Lewati bersama
58
Kedatangan tamu
59
Pingsan
60
Rumah sakit
61
Menyesal
62
Bersimpuh
63
Murkanya si bungsu
64
Meeting adik
65
Kritis
66
Syukuran
67
Aliando patah hati
68
Ketegaran Aliando
69
Bertemu Angkasa
70
Gosip
71
Makan siang
72
Rumah sakit
73
Mahya pingsan
74
Penyesalan Relia
75
Logika bergosip
76
Persiapan
77
Rumah baru
78
Memberi pelajaran
79
Menyesal
80
SAH
81
Mempermalukan diri sendiri
82
Nunggang kuda
83
Jatuh ke dalam perangkap sendiri.
84
Kejepit
85
Di pertemukan
86
Kejutan
87
Seekor kupu-kupu
88
Rasa iri
89
Isi pikiran Marshel
90
Rencana
91
Melarikan diri
92
Gila
93
Mencurigakan.
94
Pengakuan Toni
95
Menjalin hubungan baik
96
Lelahnya Rachel
97
Berdiskusi.
98
Jebakan
99
Di amankan
100
Akbar berontak
101
Saling memaafkan
102
Pinta Khanza
103
Mau Papa baru
104
Mak Comblang
105
Kejutan?
106
Kekhawatiran Rizaldy
107
Cahaya ngidam
108
Kiki dan duriannya
109
Keberatan
110
Pahatan luka
111
Mak comblang berjamaah.
112
Akting?
113
Di imbangi
114
Kabar duka
115
Pemakaman
116
Kembali kehilangan
117
Ayo mampiiirrr
118
Melamar
119
Mendampingi
120
menyambut anggota baru
121
Menyambut anggota baru
122
bahagia dan duka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!