Bab 18

Bela telah bersiap begitu juga dengan Elena. Mereka tampak sangat cantik malam ini. Elena dan Bela menuruni anak tangga menuju taman belakang Villa.

Elena begitu takjub melihat dekorasi dengan lampu kerlap kerlip dan bunga Tulip. Dean yang melihat Elena sudah tiba di taman, menatap kagum akan kecantikan El. Bukan hanya Dean tapi juga Kevin.

Cantik sekali kamu El, batin Kevin.

Dean menyambut kedatangan Elena dengan meraih tangan mungil El. Melihat itu Bela segera menyingkir, agar tidak merusak moment romantis antara Dean dan El.

Dean mempersilahkan El duduk di kursi yang telah dia siapkan.

Dean memberi sebuket bunga Tulip putih kesukaan El. "Elena... ini untukmu. Selamat ulang tahun El."

El tersenyum manis lalu mengambil bunga pemberian Dean. "Terima kasih sudah mengingatnya."

Dean memeluk El erat dengan membisikan sesuatu di telinga El. "Ini belum seberapa, nanti tunggu kejutan dariku yang sesungguhnya."

Elena membulat Dean memeluk dirinya di hadapan para temannya. Elena melirik Kevin tapi tatapan Kevin biasa saja. Raka masuk dengan membawa kue tart dan lilin.

"Ayo... kita menyanyikan lagu ulang tahun," ucap Raka.

Mereka serempak menyanyikan lagu Selamat Ultah untuk El. Airmata bahagia tampak menetes di sela pipi El. Hari ini, Dean membuatnya bahagia. Saat Kevin menyakiti dirinya maka ada Dean yang mengobati.

Elena memberikan potongan kue pertama pada Dean lalu Raka dan Bela setelah itu Kevin, Amel dan Natalia. Saat El memberikan potongan Kue pada suaminya, Kevin membisikan sesuatu.

"Istriku... tunggu saja hadiah dariku."

Bisik Kevin.

Elena menelan saliva, entah mengapa bisikan Kevin seperti bisikan berupa ancaman. Masing-masing dari mereka mengucapakan selamat ultah untuk El.

Selepas acara tiup lilin, Raka mengajak semuanya untuk bermain sebuah permainan. Raka menyiapkan sebuah botol kaca lalu di letakan di meja. Semuanya sudah pada duduk di kursi masing-masing.

"Kalian... sudah pada tahu ini permainan apa bukan?" tanya Raka.

"Sudah," ucap mereka serempak.

"Gak ada permainan yang lain apa?" tanya Bela.

"Kali ini sedikit berbeda, tidak ada tantangan di permainan ini. Tapi hanya ada kejujuran, jadi kalian bisa mengungkapkan perasaan kalian malam ini," ujar Raka.

"Mulai saja sekarang," ucap Amel.

Raka mulai memutar botol dan botol itu berhenti tepat ke arah Dean.

Raka memberi Dean sebuah pertanyaan.

"Dean... seberapa dalam loe mencintai Elena?"

Dean tersenyum tidak ada lagi rasa malu Dean untuk menunjukan secara terang-terangan jika Dean mencintai Elena. "Sudah dari lima tahun yang lalu, gue suka sama El. Sampai kapan pun gue bakal tunggu Elena bisa menerima gue sebagai kekasihnya."

Elena tertunduk malu, wajahnya sudah merah merona. Natalia cemburu mendengar Dean menyatakan perasaannya pada El. Lalu Kevin, pria itu bersikap datar saja. Raka mulai memutar lagi botol, lalu botol berhenti pada Kevin.

Melihat itu Amel yang beralih memberi pertanyaan pada Kevin. "Kev... seberapa besar kamu cinta sama aku?"

Kevin menatap Amel. "Jangan lagi di ragukan, selama tiga tahun aku mengejarmu dan hatiku hanya untukmu Amel."

Amel bahagia mendengar ungkapan hati Kevin.

Amel mengecup sekilas bibir Kevin di depan para temannya. Elena tersenyum getir, hatinya sakit melihat dua insan yang di mabuk cinta itu.

Raka melanjutkan kembali memutar botol dan botol itu berhenti pada El. Kali ini Kevin yang memberi pertanyaan pada El.

"Elena... siapa yang kau cintai sekarang?" tanya Kevin.

Elena bingung ingin menjawab, jika menjawab Dean maka Kevin akan murka. Jika menjawab Kevin maka rahasia mereka akan terbongkar. Semua penasaran akan jawaban dari Elena apalagi Dean.

"Raka... aku mencintai Raka sebagai sahabat," ujar El.

"Puff... hahahaha, jawaban apa itu El?" tanya Raka.

El menggaruk tengkuknya dan tersenyum cengir.

*********

Semua kembali ke kamar masing-masing setelah mereka merayakan ultah Elena. Hanya Elena yang masih berdiri menatap sekitar danau dan juga perkebunan teh. Elena terkesiap sangat seseorang memeluknya dari belakang.

"Ini aku... Dean."

Detak jantung Elena berdegup kencang, saat bibir Dean menyentuh pundaknya. El melepas pelukan Dean lalu membalik tubuhnya. Dean tersenyum menatap El lalu mengeluarkan kotak biru beludru dari dalam saku celananya.

Dean membuka kotak itu memperlihatkan isinya. Itu sebuah gelang dengan nama Dean dan Elena sebagai hiasannya. Dean memesan gelang itu jauh hari sebelum mereka berdua berbaikan.

Dean meraih pergelangan tangan El lalu memasangkan gelang tersebut. Dean mencium punggung tangan El setelah memasang gelang itu.

"Kau kelihatan lebih manis dengan gelang ini, El," ucap Dean.

El tersenyum bahagia. "Sejak kapan kau menyiapkan ini semua?"

Dean mengenggam tangan El. "Apa yang tidak untuk wanita yang ku cintai. El, sudah berapa kali aku mengatakannya."

El melepas tanganya dari Dean. "Aku tahu Dean, tapi kita tidak bisa bersama."

Dean mengeram kesal akan penolakan El. "Tapi kenapa El... apa benar kau mencintai Raka?"

El melongo bagaimana bisa Dean berpikir seperti itu. "Yang benar saja Dean?"

Dean mencebik. "Bukannya, kamu bilang mencintai Raka?"

El menahan tawa. "Puff... apa kamu cemburu pada Raka?" goda El.

"Aku akan cemburu pada siapa pun kecuali Raka," ucap Dean.

El semakin ingin mengoda Dean. "Kenapa, gimana jika aku benar mencintai Raka?"

Dean mendelik. "El... jangan terus mengodaku."

El tertawa melihat kekesalan di wajah Dean.

Dean tersenyum melihat kebahagian di wajah Elena.

Dean membawa El ke dalam pelukan dan mengecup puncak kepala El.

"I love you El," ucap Dean lirih.

Elena menatap mata Dean. Di mata itu penuh dengan kejujuran akan perasaan cinta Dean untuknya. Elena memeluk erat Dean tidak ingin sedikit pun melepasnya.

Mereka saling berpelukan dan menatap penuh cinta. Dean mendaratkan bibirnya di kening El. Rasa nyaman El rasakan dari Dean. Perlakuan lembut dan juga romantis membuat El merasa bahagia.

Andai aku bisa bersamamu Dean, aku akan sangat bahagia, batin Elena.

"Makasih De, kamu selalu buat aku bahagia," ucap El.

"Aku sudah berjanji akan buat kamu bahagia selamanya El," ujar Dean.

Dean meraih wajah El, menatap wajah cantik di hadapannya. Dean mencium kedua pipi El lalu beralih ke bibir merah delima itu. Belum sempat bibirnya mendarat, suatu benda terjatuh membuat Dean dan El menoleh ke arah benda yang terjatuh itu.

"Natalia... kamu ngapain disini?" tanya Dean kesal.

Natalia sengaja menjatuhkan ponselnya sendiri untuk menganggu Dean dan El.

Dean kesal Natalia menganggu kebersamaan dirinya bersama El.

"Maaf... tadi aku kesini buat selfi sama pemandangan lampu dan bunga yang kamu dekor," ucap Natalia.

Dean mendengus. "Yah sudah selfi saja."

Dean dan El pergi meninggalkan Natalia sendiri di taman belakang. Tanpa El dan Dean sadari seseorang mengeram marah melihat kebersamaan mereka.

Tbc

Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.

Terpopuler

Comments

@sulha faqih aysha💞

@sulha faqih aysha💞

biar tahu rasa Kevin gimana sakit ga melihat istri di perlakukan khusus bersama orang lain 😆

2023-01-13

1

Zamie Assyakur

Zamie Assyakur

lah kevin marah,, Dy selingkuh boleh istri selingkuh malah marah"..

2023-01-13

0

Ilah Alfiah

Ilah Alfiah

istri nya di sentuh orang lain gak boleh giliran dia sendiri malah bercumbu dengan cewe lain di depan istri nya sendiri dasar suami lacknath

2022-07-07

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100 EXTRA PART
101 SEASON 2 : MAKAN MALAM
102 KECUPAN DI PIPI
103 JATUH CINTA
104 MENJAUHLAH
105 MENJELASKAN
106 ARETHA MANISKU 21+
107 KECEWA
108 SUNGGUH CINTA
109 BAHAGIA
110 TANGGUNG JAWAB
111 OH ARETHA
112 PUTUS HUBUNGAN
113 YANG LALU
114 PRIA BERAMBUT PIRANG
115 DILAMAR
116 AKU YANG SALAH
117 MENATAPMU
118 PRIA BERISTRI
119 BALASAN SAKIT HATI
120 TERLAMBAT
121 LAKUKAN TES
122 TENDANGAN MAUT
123 TIDUR BERSAMA
124 ANAKKU?
125 BARU KUSADARI
126 MENJAUHLAH
127 MINTA MAAF
128 KINI KUSESALI
129 KEMBALI MEMINTA
130 MEREKA?
131 RAHASIA RURI
132 ISTRI RASA SIMPANAN
133 KUTUNGGU JANDAMU
134 TERCIDUK
135 INI MASALAH SAKIT HATI
136 CEMBURU MEMBAWA NIKMAT
137 DAVIN VS RURI
138 MAU DIBAWA KE MANA HATI INI
139 CINTA RURI
140 PESAN RENA
141 KECEWANYA DAVIN
142 BERBAHAGIALAH
143 MENANTU IDAMAN
144 BAHAGIA BERBALUT DUKA
145 BABY DAVIN DAN ARETHA
146 KALIAN MILIKKU
147 KEHIDUPAN BARU
148 TAWA KESAKITAN
149 MEMAAFKAN
150 COBAAN MANTAN
151 PERGINYA ARETHA
152 MENCARIMU
153 PERTEMUAN DAVIN
154 ANDAI
155 MELEPAS
156 BABAK BARU
157 DUA PAPA
158 PAPAKU
159 MENJEMPUT DAVIN
160 CANGGUNG
161 BERDAMAI
162 MENERIMA
163 DOKTER CANTIK
164 TERIMA SAJA
165 MENYATU
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100 EXTRA PART
101
SEASON 2 : MAKAN MALAM
102
KECUPAN DI PIPI
103
JATUH CINTA
104
MENJAUHLAH
105
MENJELASKAN
106
ARETHA MANISKU 21+
107
KECEWA
108
SUNGGUH CINTA
109
BAHAGIA
110
TANGGUNG JAWAB
111
OH ARETHA
112
PUTUS HUBUNGAN
113
YANG LALU
114
PRIA BERAMBUT PIRANG
115
DILAMAR
116
AKU YANG SALAH
117
MENATAPMU
118
PRIA BERISTRI
119
BALASAN SAKIT HATI
120
TERLAMBAT
121
LAKUKAN TES
122
TENDANGAN MAUT
123
TIDUR BERSAMA
124
ANAKKU?
125
BARU KUSADARI
126
MENJAUHLAH
127
MINTA MAAF
128
KINI KUSESALI
129
KEMBALI MEMINTA
130
MEREKA?
131
RAHASIA RURI
132
ISTRI RASA SIMPANAN
133
KUTUNGGU JANDAMU
134
TERCIDUK
135
INI MASALAH SAKIT HATI
136
CEMBURU MEMBAWA NIKMAT
137
DAVIN VS RURI
138
MAU DIBAWA KE MANA HATI INI
139
CINTA RURI
140
PESAN RENA
141
KECEWANYA DAVIN
142
BERBAHAGIALAH
143
MENANTU IDAMAN
144
BAHAGIA BERBALUT DUKA
145
BABY DAVIN DAN ARETHA
146
KALIAN MILIKKU
147
KEHIDUPAN BARU
148
TAWA KESAKITAN
149
MEMAAFKAN
150
COBAAN MANTAN
151
PERGINYA ARETHA
152
MENCARIMU
153
PERTEMUAN DAVIN
154
ANDAI
155
MELEPAS
156
BABAK BARU
157
DUA PAPA
158
PAPAKU
159
MENJEMPUT DAVIN
160
CANGGUNG
161
BERDAMAI
162
MENERIMA
163
DOKTER CANTIK
164
TERIMA SAJA
165
MENYATU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!