Bab 19

Dean mengantar Elena masuk dalam kamarnya. ''Kamu istirahat yah."

Elena tersenyum mengangguk. "Hemm... kamu juga."

Dean keluar kamar Elena tak lupa mencium kening wanita yang sangat dia cintai. Elena menutup pintu kamarnya, selepas itu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Lima belas menit El selesai dari ritual membersihkan diri. El keluar dari kamar mandi, saat El keluar pintu kamarnya di ketuk seseorang.

Tok... tok... tok... !

El memutar handle pintu yang dikunci. Belum sempat pintu terbuka sepenuhnya, pintu itu sudah di dobrak hingga El bergeser mundur ke belakang.

Kevin, pria yang memaksa masuk adalah suaminya sendiri. Kevin menutup pintu tak lupa mengunci pintunya. Kevin menatap tajam wajah El, hanya dengan tatapan mata saja El menjadi takut.

El menelan saliva lalu bergerak mundur ke belakang. Kevin terus maju hingga tubuh El terbentur tembok dan Kevin dapat mengukung dengan lengannya.

Kevin membelai rambut El yang masih basah lalu beralih pada pipi yang mulus bak pualam. Jantung El berdetak kencang, takut Kevin akan menyakiti dirinya lagi.

Elena tidak berani menatap wajah suaminya. El mengalihkan pandangan dan membiarkan Kevin terus membelai pipinya. Hidung Kevin menyusuri pipi El hingga napas mint dari Kevin dapat El rasakan.

"Tatap mataku sayang," ujar Kevin.

El masih tidak bergeming untuk menatap wajah Kevin.

Kevin menjepit kedua pipi El dengan tangannya, mengalihkan wajah El agar menatap dirinya.

El meringis kesakitan. "Awww... sa-sakit!"

El bicara dengan tidak jelas sebab Kevin masih menekan pipinya.

Kevin diam saja saat El kesakitan. ''Aku sudah bicara lembut padamu, tapi kamu benar-benar tidak mendengarku El."

Airmata El menetes, Kevin menarik tangan El lalu melemparnya di atas ranjang tidur. Kevin menekan tombol kedap suara yang terpasang di sisi sebelah tembok pintu agar siapapun tidak bisa mendengar mereka.

Kevin membuka kaus yang dia kenakan. Kevin naik ke atas ranjang membuka kimono handuk yang El kenakan. El berusaha mempertahankan kimononya agar tidak terlepas.

"Kenapa... aku menginginkan kamu El," ucap Kevin.

El menggeleng dengan masih mengenggam erat kimono. "Aku... gak mau Kev."

Kevin menatap nyalang El, emosinya sudah berada di puncak. "Kau ingin Dean yang menyentuhmu. Kau membiarkan Dean menyentuh wajahmu, mencium dan memeluk dirimu begitu huh," hardik Kevin.

El mengeleng. "Lepaskan aku kali ini saja Kev," lirih El.

Kevin berdecih. "Cih... lepaskan kau bilang. Kau telah mengkhianatiku. Kamu berselingkuh dariku El. Kamu adalah istriku, hanya aku yang berhak menyentuhmu, tapi kau malah membiarkan Dean menciummu."

Kevin menguncang kedua pundak El. "Apa kau ingin balas dendam padaku. Kau mencintai Dean bukan, katakan El, katakan," ucap Kevin. Dengan nada tinggi.

"Iya Kev... aku memang membalas semua kelakuanmu padaku. Tidakkah kau malu bercumbu di depan istrimu sendiri huh. Kau juga pasti sudah tidur dengan Amel, bukan?" hardik Elena.

"Diam...."

Kevin menarik rambutnya.

Kevin melepas paksa kimono El dan menindihnya. "Apa kau sudah tidur dengan Dean?"

El menggeleng. "Aku tidak semurah itu Kev. Aku masih sadar apa statusku, tidak seperti dirimu!" bentak El.

Kevin terkekeh. "Kau tahu statusmu sebagai istriku, tapi kau berciuman dengan pria lain."

"Aku akan menghapus semua bagian yang sudah di sentuh Dean. Aku akan membalas rasa sakit hatiku karna dirimu El. Setiap sentuhanku, kau hanya menyebut namaku saja."

Kevin memulai aksinya dengan kasar. Kevin mencengkram kedua pipi El hingga memerah. Rintihan tangis El yang beradu dengan hentakan kuat Kevin menghiasi seluruh sudut kamar. Kevin meluapkan emosinya pada tubuh El. Sekujur tubuh El di penuhi tanda cinta tapi tanda itu berupa bercak-bercak luka.

Kevin terengah-engah setelah mencapai kepuasan. El meneteskan airmata menahan perih di sekujur tubuhnya. Kevin turun dari atas ranjang lalu memakai kembali pakaiannya.

Kevin menatap El sinis. "Apa kamu puas El, suamimu ini begitu perkasa, bukan?"

"Jangan melanggar perintahku El, jauhi Dean dan jadi istri yang patuh padaku."

Kevin mencium kening El kemudian menyelimutinya. "Tidurlah sayang."

Kevin melihat sekitar sekiranya aman, Kevin keluar dari kamar Elena dan pergi kembali menuju kamarnya. Elena terisak setelah kepergian Kevin. Fisik dan juga hatinya telah Kevin sakiti. Entah sampai kapan El akan bertahan dari siksaan Kevin.

El tertatih menuju kamar mandi.El menghidupkan kran air lalu membersihkan dirinya. Rasa perih dia tahan saat air menyentuh luka-luka yang di sebabkan Kevin. Bibir El bengkak, pipinya juga lebam belum lagi jejak kebiruan di seluruh bagian atas badannya.

*******

Kevin kembali ke dalam kamarnya setelah puas menyiksa El. Jam menunjukan pukul tiga pagi. Kevin duduk di tepi ranjang tempat tidur. Kevin mengusap rambutnya ke belakang.

Kevin melihat kedua tangannya. "Apa yang telah kuperbuat pada istriku. Aku cemburu El. Dean bahkan memelukmu saat kau baru saja datang ke villa."

Kevin melihat Dean memeluk saat istrinya itu baru saja datang. Lalu saat El berpenampilan cantik juga itu untuk Dean. Perhatian Dean bahkan kemesraan El dan Dean di taman membuat dada Kevin terbakar.

Kevin sengaja bersikap romantis pada Amel agar Elena merasa sakit hati. Kevin berpura-pura bersikap datar di depan El untuk menyembunyikan rasa sesak di dadanya. Kevin tidak ingin siapapun yang menyentuh El. Hanya dia yang boleh karna El miliknya.

Kevin meneteskan airmata menyesal telah menyakiti Elena. "Maafkan aku istriku, aku bercumbu pada Amel hanya untuk membalasmu. Kau masih mencintai Dean, aku benci akan hal itu."

Elena membaringkan diri di ranjang tempat tidur. Saat dia ingin memejamkan matanya pintu kamarnya di dobrak. El tidak lagi mengunci kamar saat Kevin keluar dari kamarnya.

Mata El membulat saat melihat sosok pria yang menatap dirinya. Pria itu memperhatikan kondisi El yang lebam dan terluka. bahkan bagian lehernya juga terlihat sebab El memakai pakaian kaus yang sedikit lebar di bagian lehernya.

Elena merasa tercekit, bibirnya kelu tidak bisa berkata apa. Bukan tidak bisa tapi bingung harus memulai darimana untuk menjelaskan semuanya. Pria ini pasti sudah mengetahui perbuatan yang Kevin lakukan.

Pria itu duduk di depan menatap wajah El. "Apa... dia yang melakukanya?"

El mengangguk. "Hemm...."

Pria itu pergi dari hadapan El lalu keluar dari kamar. El menghalangi untuk pergi takut jika pria ini akan menemui Kevin. Pria itu melepas tangan Elena.

"Aku akan ambil kotak obat, tunggu saja disini," ujarnya.

Elena mengangguk.

Tidak lama pria itu kembali dengan membawa kotak obat dan segelas air minum. Pria itu memberikan El minum dan El meminum air itu hingga tandas.

Tbc

Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.

Jangan lupa mampir ke karya Author yang lain.~ Terpaksa menikahi Mantanku dan Menikahi Tuan Muda.

Terpopuler

Comments

mardiana sari

mardiana sari

sebel aku el nya lemah bgt thorrr kevin kurang ajar.

2024-10-22

1

@sulha faqih aysha💞

@sulha faqih aysha💞

elena kamu jangan lembek doank jangan mudah di tindas lawan suami lucnat kamu

2023-01-13

1

Zamie Assyakur

Zamie Assyakur

syp tuh yg dateng 🤔🤔🤔🤔

2023-01-13

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100 EXTRA PART
101 SEASON 2 : MAKAN MALAM
102 KECUPAN DI PIPI
103 JATUH CINTA
104 MENJAUHLAH
105 MENJELASKAN
106 ARETHA MANISKU 21+
107 KECEWA
108 SUNGGUH CINTA
109 BAHAGIA
110 TANGGUNG JAWAB
111 OH ARETHA
112 PUTUS HUBUNGAN
113 YANG LALU
114 PRIA BERAMBUT PIRANG
115 DILAMAR
116 AKU YANG SALAH
117 MENATAPMU
118 PRIA BERISTRI
119 BALASAN SAKIT HATI
120 TERLAMBAT
121 LAKUKAN TES
122 TENDANGAN MAUT
123 TIDUR BERSAMA
124 ANAKKU?
125 BARU KUSADARI
126 MENJAUHLAH
127 MINTA MAAF
128 KINI KUSESALI
129 KEMBALI MEMINTA
130 MEREKA?
131 RAHASIA RURI
132 ISTRI RASA SIMPANAN
133 KUTUNGGU JANDAMU
134 TERCIDUK
135 INI MASALAH SAKIT HATI
136 CEMBURU MEMBAWA NIKMAT
137 DAVIN VS RURI
138 MAU DIBAWA KE MANA HATI INI
139 CINTA RURI
140 PESAN RENA
141 KECEWANYA DAVIN
142 BERBAHAGIALAH
143 MENANTU IDAMAN
144 BAHAGIA BERBALUT DUKA
145 BABY DAVIN DAN ARETHA
146 KALIAN MILIKKU
147 KEHIDUPAN BARU
148 TAWA KESAKITAN
149 MEMAAFKAN
150 COBAAN MANTAN
151 PERGINYA ARETHA
152 MENCARIMU
153 PERTEMUAN DAVIN
154 ANDAI
155 MELEPAS
156 BABAK BARU
157 DUA PAPA
158 PAPAKU
159 MENJEMPUT DAVIN
160 CANGGUNG
161 BERDAMAI
162 MENERIMA
163 DOKTER CANTIK
164 TERIMA SAJA
165 MENYATU
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100 EXTRA PART
101
SEASON 2 : MAKAN MALAM
102
KECUPAN DI PIPI
103
JATUH CINTA
104
MENJAUHLAH
105
MENJELASKAN
106
ARETHA MANISKU 21+
107
KECEWA
108
SUNGGUH CINTA
109
BAHAGIA
110
TANGGUNG JAWAB
111
OH ARETHA
112
PUTUS HUBUNGAN
113
YANG LALU
114
PRIA BERAMBUT PIRANG
115
DILAMAR
116
AKU YANG SALAH
117
MENATAPMU
118
PRIA BERISTRI
119
BALASAN SAKIT HATI
120
TERLAMBAT
121
LAKUKAN TES
122
TENDANGAN MAUT
123
TIDUR BERSAMA
124
ANAKKU?
125
BARU KUSADARI
126
MENJAUHLAH
127
MINTA MAAF
128
KINI KUSESALI
129
KEMBALI MEMINTA
130
MEREKA?
131
RAHASIA RURI
132
ISTRI RASA SIMPANAN
133
KUTUNGGU JANDAMU
134
TERCIDUK
135
INI MASALAH SAKIT HATI
136
CEMBURU MEMBAWA NIKMAT
137
DAVIN VS RURI
138
MAU DIBAWA KE MANA HATI INI
139
CINTA RURI
140
PESAN RENA
141
KECEWANYA DAVIN
142
BERBAHAGIALAH
143
MENANTU IDAMAN
144
BAHAGIA BERBALUT DUKA
145
BABY DAVIN DAN ARETHA
146
KALIAN MILIKKU
147
KEHIDUPAN BARU
148
TAWA KESAKITAN
149
MEMAAFKAN
150
COBAAN MANTAN
151
PERGINYA ARETHA
152
MENCARIMU
153
PERTEMUAN DAVIN
154
ANDAI
155
MELEPAS
156
BABAK BARU
157
DUA PAPA
158
PAPAKU
159
MENJEMPUT DAVIN
160
CANGGUNG
161
BERDAMAI
162
MENERIMA
163
DOKTER CANTIK
164
TERIMA SAJA
165
MENYATU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!