Bab 7

Bela meninggalkan Elena dan Raka di kantin.

Raka masih terdiam menatap Elena yang berhadapan dengannya. Raka sedikit gugup untuk memulai pembicaraan. Elena menyeruput jus seraya menunggu Raka untuk bicara.

Raka gugup saat mata El menatap wajahnya.

"Elena... aku turut berduka cita." ~Raka

"Hm... makasih," ucap Elena.

Raka bingung untuk bicara sudah hampir 3 tahun Raka tidak bicara kepada Elena meskipun mereka satu sekolah.

Elena jengah sendiri karna Raka tidak bicara apapun.

"Kamu... mau bicara apa Raka?" tanya El

"El... bisakah kita lupakan masa lalu. Aku sangat merindukan sahabatku."

Raka memelas bicara pada El.

Elena memutar mata malas. "Raka... kamulah yang menjauhi sahabatmu sendiri demi membela pria itu."

Raka menggeleng. "Tidak El, aku tidak membela siapapun. Semua bukti sudah jelas Dean tidak sengaja."

Elena berdecak. "Tapi Dean penyebabnya."

Raka mengusap wajah kasar, entah bagaimana lagi membuktikan pada El jika Dean tidak sengaja melakukan perbuatan itu.

"El... setidaknya bicaralah pada Dean. Dean selalu merasa bersalah karna masalah itu. Bagaimana pun dia adalah sahabat kita El," ujar Raka.

Elena tersenyum kecut. "Sudahlah Ka... aku malas membahas ini. Aku sudah menguburnya."

Kevin penasaran apa yang dibicarakan Raka dengan Elena. Dean sedikit cemas jika Raka akan membahas masa lalu mereka. Amel dan Natalia juga begitu penasaran tiba-tiba saja Raka mau menghampiri Elena yang cupu itu.

Elena beranjak pergi dari hadapan Raka. Tidak sedikitpun Raka mencegahnya. Kalaupun di cegah maka Elena akan marah dan semua rahasia di antara mereka akan terbongkar.

Elena berjalan melewati meja Kevin tanpa sedikitpun menoleh atau menyapa mereka.

selepas Elena pergi Raka kembali ke mejanya.

Baru saja Raka duduk sudah di hujani pertanyaan dari temannya.

Dean adalah orang pertama yang bertanya pada Raka. "Raka... kamu bicara apa sama El?"

"Loe, bicara apaan sama si cupu?" tanya Natalia.

Dean marah saat Natalia menyebut nama Elena dengan cupu. "Namanya Elena bukan cupu!"

Natalia berdecak. "Ck... memang penampilan cupu koq!"

Kevin merasa jengah akan perdebatan Natalia dan Dean. Padahal dia sudah sangat penasaran akan jawaban dari Raka.

"Raka... tadi loe ngomong apaan sama El?" tanya Kevin.

Raka melirik Dean lalu menoleh pada Kevin. "Gak... koq, gue cuma mau ngajakin El buat ikut acara kemah yang bakal di adakan oleh sekolah."

Dean semangat mendengar ucapan Raka. "Beneran Ka, terus El mau ikut, kan?"

Kevin tersentak Dean begitu semangat saat Raka bilang akan mengajak El untuk ikut kemah.

kenapa Dean terlihat bersemangat saat Raka bilang mau ngajak El ikutan kemah, tanya Kevin dalam hati.

"loe sukanya, sama El?" tanya Amel pada Dean.

Dean dan Raka saling menatap. Tidak mungkin Dean memberitahu apa yang terjadi di antara mereka.

"Loe beneran suka sama El?"

Pertanyaan kali ini dari Kevin.

Dean tidak menjawab pertanyaan dari Kevin maupun Amel. Melihat Dean tidak ingin menjawab pertanyaan Kevin segera Raka mengalihkan pembicaraan mereka.

"Eh... udah bel tuh, masuk yuk," ujar Raka.

Bel tanda masuk kelas sudah berbunyi mereka semua masuk kedalam kelas masing-masing. Kevin dan El memang satu kelas tapi tidak bagi Dean, Raka, Amel dan Natalia.

Kevin masuk kelas dengan matanya menatap pada El.

El terlihat bercanda bersama Bela yang duduk sebangku dengannya. Kevin masih penasaran akan obrolan Raka dan El dan nanti selepas dia pulang sekolah Kevin akan mengintrogasi El.

********

Bel tanda pulang berbunyi. Semua murid bubar menuju kendaraan masing-masing.

El masih di dalam kelas bersama Bela sedangkan Kevin sudah keluar dari kelas menghampiri Amel untuk pulang bareng.

"El... loe mau pulang bareng gak?" tanya Bela.

Elena tersenyum lalu menggeleng. "Gak... gue mau ke cafe tapi sebelum itu gue mau belanja keperluan rumah."

"Gue temankan mau?" ucap Bela.

"Gak usah, ntar ngerepotin loe lagi. Loe balik aja dulu," ujar El

"Huff... iya deh terserah loe. Tapi loe hati-hati di jalan." Pasrah Bela.

Mereka berjalan keluar kelas. Bela menuju arah parkir mengambil mobilnya sedangkan El masih di gerbang sekolah menunggu tukang ojek. Bela membunyikan klakson saat melewati Elena.

Mobil sedan mewah berhenti tepat di depan Elena.

El mendelik saat tahu mobil siapa yang berhenti di depannya itu.

Dean keluar dari dalam mobil menghampiri Elena.

"Elena masuklah, aku akan mengantarmu ke cafe," ujar Dean.

"Gak usah... !"

Ketus El.

Dean mengusap wajahnya kasar. "Elena... sampai kapan kamu akan seperti ini. Ini sudah lebih dari 3 tahun El?"

"Lalu kenapa?" tanya Elena.

"Kenapa hatimu itu sekeras batu El. Bukan aku yang menyebabkan Derel pergi," ujar Dean. Frustrasi.

Elena berdecak. "Ck... kamulah penyebabnya Dean. Karena sikap egois kamu yang menyebabkan kita pisah dan menjadi musuh.

Dean meraih tangan El lalu mengenggamnya. "El... apa salah perasaanku padamu. Derel juga sama. Kami berdua menyukaimu."

El menatap tajam Dean. "Itulah masalahmu Dean. Karna rasa cinta itu kau membuat derel meninggalkan kita semua."

El melepas genggaman tangan Dean. "Aku pergi, jangan mengikutiku!"

Elena pergi bersama tukang ojek yang telah dia pesan. Dari kejauhan ternyata Kevin dan Amel yang berada dalam satu mobil memperhatikan Dean dan Elena bicara.

"Jadi bener Dean suka sama Cupu itu. Gak banget selera Dean, nolak Natalia karna cupu itu," gumam Amel. Yang terdengar jelas di telinga Kevin.

"Mungkin Dean sukanya model kayak El. Dean suka sama cewek smart seperti El," ujar Kevin.

Amel tertawa. "Tapi... gak juga kayak El itu. Kalau di ajak ngedate malu-malu'in tau gak."

Kevin terdiam mendengar ucapan Amel yang terkesan mengejek istrinya.

Apa benar kalau Dean suka sama El, batin Kevin.

"Kevin... kita mau kemana sekarang?" tanya Amel.

"Terserah kamu aja mau kemana," ujar Kevin.

Amel mengetuk-ngetuk pipinya seraya berpikir.

"Kita ke cafe cinta yuk, cafe disana lagi Viral. Kata netizen di Insta*** , selain makanannya enak disana ada view untuk foto yang bagus banget."

"Boleh," sahut Kevin.

Kevin melajukan mobilnya ke cafe cinta. Kevin dan Amel memesan kursi di dalam ruangan yang khusus, untuk mereka berpasangan berbagi moment dalam bentuk foto. Pihak cafe sengaja membuat ruangan khusus dan mendekor ruangan itu dengan tema cinta. Bagi mereka yang punya pasangan bisa berfoto untuk mengabadikan cinta mereka.

Kevin memanggil pelayan untuk memesan makanan dan minuman. Pelayan mencatat lalu pergi.

Elena sudah rapi dengan seragam khas pelayan cafe. Rambutnya di sanggul ke atas dengan rapi. Elena membawa nampan makanan kepada pelanggan di ruang No 37.

Elena kaget karna ruangan itu adalah ruangan Kevin dan Amel.

Mereka terlihat mesra berfoto bersama. Tanpa mereka sadari Elena sudah meletakan makanan di meja.

"Mas dan Mbak silahkan nikmati makanannya," ujar Elena. Dengan memberi senyum manis.

Elena

Tbc

Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.

Terpopuler

Comments

Dwi Hartati08

Dwi Hartati08

aku padamu Elena.... jadilah tegar

2022-05-20

0

ireneeee_

ireneeee_

biar sama dean aj la. benci pula aku sama yang ga peka sama perasaan

2022-02-02

0

Angle

Angle

temani aku bukan temankan aku
tata bahasa jangan diabaikan

2021-12-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100 EXTRA PART
101 SEASON 2 : MAKAN MALAM
102 KECUPAN DI PIPI
103 JATUH CINTA
104 MENJAUHLAH
105 MENJELASKAN
106 ARETHA MANISKU 21+
107 KECEWA
108 SUNGGUH CINTA
109 BAHAGIA
110 TANGGUNG JAWAB
111 OH ARETHA
112 PUTUS HUBUNGAN
113 YANG LALU
114 PRIA BERAMBUT PIRANG
115 DILAMAR
116 AKU YANG SALAH
117 MENATAPMU
118 PRIA BERISTRI
119 BALASAN SAKIT HATI
120 TERLAMBAT
121 LAKUKAN TES
122 TENDANGAN MAUT
123 TIDUR BERSAMA
124 ANAKKU?
125 BARU KUSADARI
126 MENJAUHLAH
127 MINTA MAAF
128 KINI KUSESALI
129 KEMBALI MEMINTA
130 MEREKA?
131 RAHASIA RURI
132 ISTRI RASA SIMPANAN
133 KUTUNGGU JANDAMU
134 TERCIDUK
135 INI MASALAH SAKIT HATI
136 CEMBURU MEMBAWA NIKMAT
137 DAVIN VS RURI
138 MAU DIBAWA KE MANA HATI INI
139 CINTA RURI
140 PESAN RENA
141 KECEWANYA DAVIN
142 BERBAHAGIALAH
143 MENANTU IDAMAN
144 BAHAGIA BERBALUT DUKA
145 BABY DAVIN DAN ARETHA
146 KALIAN MILIKKU
147 KEHIDUPAN BARU
148 TAWA KESAKITAN
149 MEMAAFKAN
150 COBAAN MANTAN
151 PERGINYA ARETHA
152 MENCARIMU
153 PERTEMUAN DAVIN
154 ANDAI
155 MELEPAS
156 BABAK BARU
157 DUA PAPA
158 PAPAKU
159 MENJEMPUT DAVIN
160 CANGGUNG
161 BERDAMAI
162 MENERIMA
163 DOKTER CANTIK
164 TERIMA SAJA
165 MENYATU
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100 EXTRA PART
101
SEASON 2 : MAKAN MALAM
102
KECUPAN DI PIPI
103
JATUH CINTA
104
MENJAUHLAH
105
MENJELASKAN
106
ARETHA MANISKU 21+
107
KECEWA
108
SUNGGUH CINTA
109
BAHAGIA
110
TANGGUNG JAWAB
111
OH ARETHA
112
PUTUS HUBUNGAN
113
YANG LALU
114
PRIA BERAMBUT PIRANG
115
DILAMAR
116
AKU YANG SALAH
117
MENATAPMU
118
PRIA BERISTRI
119
BALASAN SAKIT HATI
120
TERLAMBAT
121
LAKUKAN TES
122
TENDANGAN MAUT
123
TIDUR BERSAMA
124
ANAKKU?
125
BARU KUSADARI
126
MENJAUHLAH
127
MINTA MAAF
128
KINI KUSESALI
129
KEMBALI MEMINTA
130
MEREKA?
131
RAHASIA RURI
132
ISTRI RASA SIMPANAN
133
KUTUNGGU JANDAMU
134
TERCIDUK
135
INI MASALAH SAKIT HATI
136
CEMBURU MEMBAWA NIKMAT
137
DAVIN VS RURI
138
MAU DIBAWA KE MANA HATI INI
139
CINTA RURI
140
PESAN RENA
141
KECEWANYA DAVIN
142
BERBAHAGIALAH
143
MENANTU IDAMAN
144
BAHAGIA BERBALUT DUKA
145
BABY DAVIN DAN ARETHA
146
KALIAN MILIKKU
147
KEHIDUPAN BARU
148
TAWA KESAKITAN
149
MEMAAFKAN
150
COBAAN MANTAN
151
PERGINYA ARETHA
152
MENCARIMU
153
PERTEMUAN DAVIN
154
ANDAI
155
MELEPAS
156
BABAK BARU
157
DUA PAPA
158
PAPAKU
159
MENJEMPUT DAVIN
160
CANGGUNG
161
BERDAMAI
162
MENERIMA
163
DOKTER CANTIK
164
TERIMA SAJA
165
MENYATU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!