Bela meninggalkan Elena dan Raka di kantin.
Raka masih terdiam menatap Elena yang berhadapan dengannya. Raka sedikit gugup untuk memulai pembicaraan. Elena menyeruput jus seraya menunggu Raka untuk bicara.
Raka gugup saat mata El menatap wajahnya.
"Elena... aku turut berduka cita." ~Raka
"Hm... makasih," ucap Elena.
Raka bingung untuk bicara sudah hampir 3 tahun Raka tidak bicara kepada Elena meskipun mereka satu sekolah.
Elena jengah sendiri karna Raka tidak bicara apapun.
"Kamu... mau bicara apa Raka?" tanya El
"El... bisakah kita lupakan masa lalu. Aku sangat merindukan sahabatku."
Raka memelas bicara pada El.
Elena memutar mata malas. "Raka... kamulah yang menjauhi sahabatmu sendiri demi membela pria itu."
Raka menggeleng. "Tidak El, aku tidak membela siapapun. Semua bukti sudah jelas Dean tidak sengaja."
Elena berdecak. "Tapi Dean penyebabnya."
Raka mengusap wajah kasar, entah bagaimana lagi membuktikan pada El jika Dean tidak sengaja melakukan perbuatan itu.
"El... setidaknya bicaralah pada Dean. Dean selalu merasa bersalah karna masalah itu. Bagaimana pun dia adalah sahabat kita El," ujar Raka.
Elena tersenyum kecut. "Sudahlah Ka... aku malas membahas ini. Aku sudah menguburnya."
Kevin penasaran apa yang dibicarakan Raka dengan Elena. Dean sedikit cemas jika Raka akan membahas masa lalu mereka. Amel dan Natalia juga begitu penasaran tiba-tiba saja Raka mau menghampiri Elena yang cupu itu.
Elena beranjak pergi dari hadapan Raka. Tidak sedikitpun Raka mencegahnya. Kalaupun di cegah maka Elena akan marah dan semua rahasia di antara mereka akan terbongkar.
Elena berjalan melewati meja Kevin tanpa sedikitpun menoleh atau menyapa mereka.
selepas Elena pergi Raka kembali ke mejanya.
Baru saja Raka duduk sudah di hujani pertanyaan dari temannya.
Dean adalah orang pertama yang bertanya pada Raka. "Raka... kamu bicara apa sama El?"
"Loe, bicara apaan sama si cupu?" tanya Natalia.
Dean marah saat Natalia menyebut nama Elena dengan cupu. "Namanya Elena bukan cupu!"
Natalia berdecak. "Ck... memang penampilan cupu koq!"
Kevin merasa jengah akan perdebatan Natalia dan Dean. Padahal dia sudah sangat penasaran akan jawaban dari Raka.
"Raka... tadi loe ngomong apaan sama El?" tanya Kevin.
Raka melirik Dean lalu menoleh pada Kevin. "Gak... koq, gue cuma mau ngajakin El buat ikut acara kemah yang bakal di adakan oleh sekolah."
Dean semangat mendengar ucapan Raka. "Beneran Ka, terus El mau ikut, kan?"
Kevin tersentak Dean begitu semangat saat Raka bilang akan mengajak El untuk ikut kemah.
kenapa Dean terlihat bersemangat saat Raka bilang mau ngajak El ikutan kemah, tanya Kevin dalam hati.
"loe sukanya, sama El?" tanya Amel pada Dean.
Dean dan Raka saling menatap. Tidak mungkin Dean memberitahu apa yang terjadi di antara mereka.
"Loe beneran suka sama El?"
Pertanyaan kali ini dari Kevin.
Dean tidak menjawab pertanyaan dari Kevin maupun Amel. Melihat Dean tidak ingin menjawab pertanyaan Kevin segera Raka mengalihkan pembicaraan mereka.
"Eh... udah bel tuh, masuk yuk," ujar Raka.
Bel tanda masuk kelas sudah berbunyi mereka semua masuk kedalam kelas masing-masing. Kevin dan El memang satu kelas tapi tidak bagi Dean, Raka, Amel dan Natalia.
Kevin masuk kelas dengan matanya menatap pada El.
El terlihat bercanda bersama Bela yang duduk sebangku dengannya. Kevin masih penasaran akan obrolan Raka dan El dan nanti selepas dia pulang sekolah Kevin akan mengintrogasi El.
********
Bel tanda pulang berbunyi. Semua murid bubar menuju kendaraan masing-masing.
El masih di dalam kelas bersama Bela sedangkan Kevin sudah keluar dari kelas menghampiri Amel untuk pulang bareng.
"El... loe mau pulang bareng gak?" tanya Bela.
Elena tersenyum lalu menggeleng. "Gak... gue mau ke cafe tapi sebelum itu gue mau belanja keperluan rumah."
"Gue temankan mau?" ucap Bela.
"Gak usah, ntar ngerepotin loe lagi. Loe balik aja dulu," ujar El
"Huff... iya deh terserah loe. Tapi loe hati-hati di jalan." Pasrah Bela.
Mereka berjalan keluar kelas. Bela menuju arah parkir mengambil mobilnya sedangkan El masih di gerbang sekolah menunggu tukang ojek. Bela membunyikan klakson saat melewati Elena.
Mobil sedan mewah berhenti tepat di depan Elena.
El mendelik saat tahu mobil siapa yang berhenti di depannya itu.
Dean keluar dari dalam mobil menghampiri Elena.
"Elena masuklah, aku akan mengantarmu ke cafe," ujar Dean.
"Gak usah... !"
Ketus El.
Dean mengusap wajahnya kasar. "Elena... sampai kapan kamu akan seperti ini. Ini sudah lebih dari 3 tahun El?"
"Lalu kenapa?" tanya Elena.
"Kenapa hatimu itu sekeras batu El. Bukan aku yang menyebabkan Derel pergi," ujar Dean. Frustrasi.
Elena berdecak. "Ck... kamulah penyebabnya Dean. Karena sikap egois kamu yang menyebabkan kita pisah dan menjadi musuh.
Dean meraih tangan El lalu mengenggamnya. "El... apa salah perasaanku padamu. Derel juga sama. Kami berdua menyukaimu."
El menatap tajam Dean. "Itulah masalahmu Dean. Karna rasa cinta itu kau membuat derel meninggalkan kita semua."
El melepas genggaman tangan Dean. "Aku pergi, jangan mengikutiku!"
Elena pergi bersama tukang ojek yang telah dia pesan. Dari kejauhan ternyata Kevin dan Amel yang berada dalam satu mobil memperhatikan Dean dan Elena bicara.
"Jadi bener Dean suka sama Cupu itu. Gak banget selera Dean, nolak Natalia karna cupu itu," gumam Amel. Yang terdengar jelas di telinga Kevin.
"Mungkin Dean sukanya model kayak El. Dean suka sama cewek smart seperti El," ujar Kevin.
Amel tertawa. "Tapi... gak juga kayak El itu. Kalau di ajak ngedate malu-malu'in tau gak."
Kevin terdiam mendengar ucapan Amel yang terkesan mengejek istrinya.
Apa benar kalau Dean suka sama El, batin Kevin.
"Kevin... kita mau kemana sekarang?" tanya Amel.
"Terserah kamu aja mau kemana," ujar Kevin.
Amel mengetuk-ngetuk pipinya seraya berpikir.
"Kita ke cafe cinta yuk, cafe disana lagi Viral. Kata netizen di Insta*** , selain makanannya enak disana ada view untuk foto yang bagus banget."
"Boleh," sahut Kevin.
Kevin melajukan mobilnya ke cafe cinta. Kevin dan Amel memesan kursi di dalam ruangan yang khusus, untuk mereka berpasangan berbagi moment dalam bentuk foto. Pihak cafe sengaja membuat ruangan khusus dan mendekor ruangan itu dengan tema cinta. Bagi mereka yang punya pasangan bisa berfoto untuk mengabadikan cinta mereka.
Kevin memanggil pelayan untuk memesan makanan dan minuman. Pelayan mencatat lalu pergi.
Elena sudah rapi dengan seragam khas pelayan cafe. Rambutnya di sanggul ke atas dengan rapi. Elena membawa nampan makanan kepada pelanggan di ruang No 37.
Elena kaget karna ruangan itu adalah ruangan Kevin dan Amel.
Mereka terlihat mesra berfoto bersama. Tanpa mereka sadari Elena sudah meletakan makanan di meja.
"Mas dan Mbak silahkan nikmati makanannya," ujar Elena. Dengan memberi senyum manis.
Elena
Tbc
Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
Dwi Hartati08
aku padamu Elena.... jadilah tegar
2022-05-20
0
ireneeee_
biar sama dean aj la. benci pula aku sama yang ga peka sama perasaan
2022-02-02
0
Angle
temani aku bukan temankan aku
tata bahasa jangan diabaikan
2021-12-06
1