Bab 10

Mata Kevin membulat dia yakin jika gadis cantik yang duduk di hadapannya adalah istrinya Elena.

"Kamu Elena, kan?" tanya Kevin.

Elena tersenyum. "Aku memang Elena!"

Amel dan Natalia melotot bagaimana bisa gadis cantik ini Elena. "Kamu sengaja dandan cantik buat Raka, yah?" tanya Amel.

Elena menggeleng. "Ini memang aku yang asli."

Amel seakan tidak percaya. "Kau... jangan membodohi kami semua. Gimana bisa seorang cupu jadi bidadari."

Dean dan Raka jengah melihat Amel dan Natalia seolah tidak percaya akan gadis cantik itu adalah Elena.

"Dia memang Elena, ini memang penampilan aslinya. Jika yang kalian lihat di sekolah itu hanya samaran saja," ujar Dean.

"Benar... ini adalah Elena yang asli. Elena yang punya rambut kecoklatan dan bermata emerald," sahut Raka.

Natalia berdecak. "Ck... jika kamu cantik begini, kenapa berpenampilan cupu?"

"Jika Elena berpenampilan seperti ini, maka Amel tidak akan jadi bunga sekolah. Posisinya akan di geser oleh Elena, hahahaha," ujar Raka. Tertawa.

Amel terlihat kesal akan perkataan Raka.Dia akui memang Elena sangat cantik. Tadi saja Elena masuk cafe sudah menjadi pusat perhatian.

"Jangan dengar omongan Raka. Itu karna diriku dan masa lalu kami sebagai sahabat. Jadi Elena mengubah penampilan dirinya," ujar Dean.

Elena menepuk punggung Dean. "Sudahlah Dean, jangan lagi di bahas."

Dean memeluk Elena. "Maafkan... aku El."

Kevin mengepalkan tangan di bawah meja. Beraninya Dean memeluk El dan itu sudah dua kali terjadi.

sepertinya hukuman tadi malam masih kurang, batin Kevin.

Mereka makan bersama sesaat setelah Raka memesan makanan. Kevin menatap tajam El sedangkan yang di tatap menunduk takut. El yakin Kevin akan mengintrogasinya setelah pulang.

Kevin mengirimkan chat pada Elena agar segera pulang.

~ Pulang sekarang dan tunggu aku di apartemen, Kevin.

Elena membaca pesan chat yang dikirim Kevin. Elena meremas ujung bajunya sesekali melirik Kevin.

Dia takut Kevin pasti akan marah padanya. Dengan berat hati El harus pulang sekarang.

"Raka... ini sudah malam, aku pulang dulu," ujar El.

Raka melirik arloji di pergelangan tanganya.

"Ini baru jam 10 malam El."

El bingung untuk mencari alasan agar bisa cepat pulang. "Cafenya pasti akan tutup jadi lebih baik kita pulang saja."

Raka pasrah saat El merengek ingin pulang padahal dia masih ingin bersama El.

"Iya sudah... pulang lah, tapi Dean akan mengantarmu."

El menggeleng. "Tidak usah, biar aku pulang sendiri."

Dean meraih pergelangan tangan El. "Sudahlah... El, biar aku mengantar kamu ini sudah larut tidak baik bagimu pulang malam."

Natalia cemburu melihat Dean yang perhatian pada El. Seperti bukan perhatian pada sahabat tapi pada seorang gadis yang Dean cintai. "Dean... aku boleh ikut gak?"

Dean menolak mentah-mentah permintaan Natalia. "Tidak... jika kamu mau pulang, sama Raka saja atau sama Amel."

Dean beranjak pergi mengantar Elena pulang setelah berpamitan pada Raka dan Kevin.

Di dalam mobil Dean dan Elena merasa canggung. Biasanya mereka bertemu hanya saling menatap sinis dan bertengkar.

******

Dean melajukan mobilnya membelah jalan kota dan berhenti di sebuah taman. El heran kenapa Dean membawanya ke sebuah taman.

"Kenapa kita ke taman De?" tanya El.

"Ayo... kita turun dulu," ujar Dean.

Dean dan El turun keluar dari dalam mobil.

Dean tahu jika El menyukai lampu taman, maka dari itu Dean membawa El ke taman agar dapat berbicara pada El.

El tersenyum melihat indahnya lampu di taman itu. El merasakan tangan melingkar di perutnya. Jantung El berdetak perasaan itu masih sama seperti tiga tahun lalu.

"El... aku merindukan dirimu."

El melepas pelukan Dean memutar tubuhnya menjadi saling berhadapan. "Aku juga merindukan dirimu sahabatku."

El sengaja menekankan kata sahabat pada Dean. Saat ini statusnya bukan lagi single tapi sudah bersuami. Tidak mungkin baginya kembali menerima perasaan Dean meskipun dia juga punya rasa yang sama.

Dean menggeleng. "Tidak El... aku merindukan kamu sebagai wanita yang ku cintai."

Elena meneteskan airmata betapa hancur hatinya saat ini. Apakah Dean akan tetap menerima dirinya saat pria itu tahu segalanya. Bahkan Kevin sudah melaksanakan tugasnya sebagai seorang suami.

El mencium tangan Dean lalu mengenggam erat. "Lupakan perasaanmu Dean. Aku tidak ingin kehilangan sahabat lagi. Sudah cukup Derel."

Dean meraih wajah El lalu di hapusnya air mata yang menetes di pipi El. "Aku tidak bisa. Aku sudah pernah mencobanya."

Dean mengecup kening El. "Please... terima Aku."

El menggeleng. "Maafkan aku De, aku tidak bisa."

Dean menguncang bahu El. "Kenapa El, bukankah kamu juga punya perasaan yang sama terhadapku?"

El terdiam airmatanya masih saja menetes dari pipinya. Andai dia tidak menikah dengan Kevin sudah pasti Elena akan menerima Dean. Tapi El sudah menjadi milik Kevin meski Pria itu tidak mencintai dirinya.

Elena bingung untuk bicara, tidak mungkin memberitahu Dean jika dia sudah bersuami apalagi Dean dan Kevin juga bersahabat.

"Dean," lirih El.

El memeluk Dean erat seraya menangis. Dean melepaskan pelukan El di tatapnya mata emerald milik El.

"Kenapa menangis, maaf telah memaksa dirimu."

El kembali memeluk Dean. "Dean... maafkan lah aku, tapi aku mohon lupakan perasaan cintamu padaku," El berkata lirih.

Air mata Dean menetes tiga tahun lalu sahabatnya Derel yang menjadi penghalang. Sekarang apalagi yang membuat El tidak bisa menerimanya. Sudah jelas jika El punya perasaan yang sama.

Tiga tahun lalu Dean dan El saling mengungkapkan perasaan tapi tidak sampai tahap pacaran. Karna Derel juga menyukai El. Saat ini penghalang itu sudah tidak ada lagi kenapa El masih menolak Dean.

Dean menatap mata indah itu. "Katakan El, apa kamu sudah tidak mencintaiku?"

El menggeleng. "Tidak Dean... aku mencintai kamu, tapi kita tidak bisa bersama."

Dean mengusap wajah gusar ."Tapi kenapa Elena?"

Elena terbata-bata menjawab pertanyaan Dean. "A-aku... aku tidak bisa menjelaskannya padamu."

Elena memelas. "Aku mohon De, jangan paksa aku."

Dean menghela saat ini dirinya tidak ingin membuat Elena tertekan dengan perasaan cintanya itu. "Baiklah... maafkan aku yang telah memaksakan perasaan diriku padamu."

Dean membawa El kedalam dekapannya. Mengusap punggung belakang El agar tenang dan berhenti menangis. Dean mengecup kening El membenamkan bibirnya di dahi El dengan cukup lama.

El melepas pelukan Dean dan mereka saling menatap. Dean meraih tengkuk El lalu mendaratkan ciuman di bibir ranum itu. Elena membelalak Dean menciumnya. Dean semakin memperdalam ciumannya. Tanganya mempererat pelukan dipinggang ramping El.

Dean melepas ciumanya. "Elena... aku mencintai kamu."

Dean kembali mencium bibir itu dan kali ini Elena membalasnya.

Tbc

Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.

Terpopuler

Comments

Dewi Anjasmaraa

Dewi Anjasmaraa

kayanya kurang pantas anak SMA punya problem kaya gitu coba di buat anak kuliahan biar cocok dengan topiknya

2024-10-19

3

Nur Indah Farilah

Nur Indah Farilah

terima aja el biar ketar ketir si kevin

2022-11-10

2

Ilah Alfiah

Ilah Alfiah

mantap lanjutkan El sama Dean tuh si Kevin juga sering jalan bareng sama si Amel kan jangan mau di rendahin sama si Kevin El toh Dean duluan cinta sama kamu dan kalian sahabatan lebih dulu daripada sama si Kevin yang sok play boy itu nyesel Kevin ntar liat El udah cantik dan banyak yang naksir makan tuh bunga sekolah yang katanya tapi nyatanya cantikan El kan daripada Amel juga

2022-07-07

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100 EXTRA PART
101 SEASON 2 : MAKAN MALAM
102 KECUPAN DI PIPI
103 JATUH CINTA
104 MENJAUHLAH
105 MENJELASKAN
106 ARETHA MANISKU 21+
107 KECEWA
108 SUNGGUH CINTA
109 BAHAGIA
110 TANGGUNG JAWAB
111 OH ARETHA
112 PUTUS HUBUNGAN
113 YANG LALU
114 PRIA BERAMBUT PIRANG
115 DILAMAR
116 AKU YANG SALAH
117 MENATAPMU
118 PRIA BERISTRI
119 BALASAN SAKIT HATI
120 TERLAMBAT
121 LAKUKAN TES
122 TENDANGAN MAUT
123 TIDUR BERSAMA
124 ANAKKU?
125 BARU KUSADARI
126 MENJAUHLAH
127 MINTA MAAF
128 KINI KUSESALI
129 KEMBALI MEMINTA
130 MEREKA?
131 RAHASIA RURI
132 ISTRI RASA SIMPANAN
133 KUTUNGGU JANDAMU
134 TERCIDUK
135 INI MASALAH SAKIT HATI
136 CEMBURU MEMBAWA NIKMAT
137 DAVIN VS RURI
138 MAU DIBAWA KE MANA HATI INI
139 CINTA RURI
140 PESAN RENA
141 KECEWANYA DAVIN
142 BERBAHAGIALAH
143 MENANTU IDAMAN
144 BAHAGIA BERBALUT DUKA
145 BABY DAVIN DAN ARETHA
146 KALIAN MILIKKU
147 KEHIDUPAN BARU
148 TAWA KESAKITAN
149 MEMAAFKAN
150 COBAAN MANTAN
151 PERGINYA ARETHA
152 MENCARIMU
153 PERTEMUAN DAVIN
154 ANDAI
155 MELEPAS
156 BABAK BARU
157 DUA PAPA
158 PAPAKU
159 MENJEMPUT DAVIN
160 CANGGUNG
161 BERDAMAI
162 MENERIMA
163 DOKTER CANTIK
164 TERIMA SAJA
165 MENYATU
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100 EXTRA PART
101
SEASON 2 : MAKAN MALAM
102
KECUPAN DI PIPI
103
JATUH CINTA
104
MENJAUHLAH
105
MENJELASKAN
106
ARETHA MANISKU 21+
107
KECEWA
108
SUNGGUH CINTA
109
BAHAGIA
110
TANGGUNG JAWAB
111
OH ARETHA
112
PUTUS HUBUNGAN
113
YANG LALU
114
PRIA BERAMBUT PIRANG
115
DILAMAR
116
AKU YANG SALAH
117
MENATAPMU
118
PRIA BERISTRI
119
BALASAN SAKIT HATI
120
TERLAMBAT
121
LAKUKAN TES
122
TENDANGAN MAUT
123
TIDUR BERSAMA
124
ANAKKU?
125
BARU KUSADARI
126
MENJAUHLAH
127
MINTA MAAF
128
KINI KUSESALI
129
KEMBALI MEMINTA
130
MEREKA?
131
RAHASIA RURI
132
ISTRI RASA SIMPANAN
133
KUTUNGGU JANDAMU
134
TERCIDUK
135
INI MASALAH SAKIT HATI
136
CEMBURU MEMBAWA NIKMAT
137
DAVIN VS RURI
138
MAU DIBAWA KE MANA HATI INI
139
CINTA RURI
140
PESAN RENA
141
KECEWANYA DAVIN
142
BERBAHAGIALAH
143
MENANTU IDAMAN
144
BAHAGIA BERBALUT DUKA
145
BABY DAVIN DAN ARETHA
146
KALIAN MILIKKU
147
KEHIDUPAN BARU
148
TAWA KESAKITAN
149
MEMAAFKAN
150
COBAAN MANTAN
151
PERGINYA ARETHA
152
MENCARIMU
153
PERTEMUAN DAVIN
154
ANDAI
155
MELEPAS
156
BABAK BARU
157
DUA PAPA
158
PAPAKU
159
MENJEMPUT DAVIN
160
CANGGUNG
161
BERDAMAI
162
MENERIMA
163
DOKTER CANTIK
164
TERIMA SAJA
165
MENYATU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!