Bab 13

Dean dan Raka telah sampai di depan pintu rumah sewa El.

Mereka mengetuk pintu rumah tapi tidak ada tanda-tanda orang di dalamnya.

"El... Elena," panggil Dean.

"kayaknya El gak ada dirumah Dean," ujar Raka.

"Jadi gimana nih, apa kita balik?" tanya Dean.

"Coba telepon lagi saja, mungkin ponsel El sudah aktif," ujar Raka.

Dean mencoba sekali lagi mendial nomor ponsel El tapi tetap saja tidak tersambung. Seorang wanita paruh baya menghampiri Dean dan Raka.

"Cari siapa Aden?" tanya Ibu paruh baya.

"Eh... ini Bu, kami mau cari El," ujar Dean.

"Nak El... sudah tidak lagi tinggal disini, sejak ibu Nona El meninggal, dia pindah ikut tantenya," ucap Ibu paruh baya.

Dean dan Raka saling tatap. "Iya Bu, makasih sudah memberitahu pada kami," ucap Raka.

Dean dan Raka pamit pulang pada Ibu paruh baya. Mereka kembali masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil Dean memijat pangkal hidungnya.

"Kemarin malam gue anterin El kerumah ini. Tapi ibu itu bilang, El pindah sejak hari kematian ibunya," guman Dean.

Raka juga sama seperti Dean bingung. "Ibu itu bilang, El pindah sama tantenya. Tapi tantenya yang mana. Secara kita tahu El sudah tidak di anggap keluarga sama kerabatnya," ujar Raka.

"Gue yakin, ada yang di sembunyikan sama El dari kita," ujar Dean.

"Kita cari El sekarang," ujar Raka.

*****

Kevin terus mengikuti Amel yang tengah asyik belanja. Di tangannya sudah ada beberapa paper bag belanjaan tapi Amel belum juga puas. Kevin mendumel dalam hati.

"Kev... kita istirahat dulu yuk di restoran," ujar Amel.

Kevin mengangguk dan mengikuti Amel dari belakang. Kevin bagai pelayan yang melayani seorang Tuan Putri.

Amel memesan makanan dan minuman untuk mereka berdua. Setelah pesanan mereka datang hanya Amel yang sendiri yang makan sedangkan Kevin tidak sedikitpun menyentuh makanannya.

Amel memperhatikan Kevin sejak dari sekolah sampai mereka jalan di mall Kevin terlihat tidak bersemangat.

"Kevin... kamu kenapa sih, dari tadi kayak gak semangat?"

Amel terlihat kesal melihat Kevin. "Kamu ada masalah?" tanya Amel.

Kevin semakin gelisah hari sudah sore tapi masih belum ada kabar dari para anak buahnya.

Kevin memutuskan untuk meninggalkan Amel di mall. "Amel... kamu pulang sendiri yah! aku pulang dulu ada urusan penting."

Belum sempat Amel bicara, Kevin sudah beranjak pergi dari restoran meninggalkan Amel sendiri. Amel mendumel karna Kevin meninggalkan dirinya di mall.

Di dalam mobil Kevin menghubungi Dean untuk mengetahui kondisi El.

"Hallo Dean...." ~ Kevin.

"Halo Kev... ada apa?" ~ Dean.

Kevin berusaha menetralkan ke khawatiran dalam dirinya.

"Apa kau sudah menemui El?" ~ Kevin.

"Belum Kev... El tidak ada di rumah karna sudah pindah." ~ Dean.

Kevin memutuskan sambungan telpon pada Dean.

Kevin menghela memijit pangkal hidungnya.

"Hah... El kamu di mana?" guman Kevin.

Kevin memutuskan untuk pulang ke Apartemen. Kevin masuk ke dalam lift menuju lantai atas dimana flatnya berada. Mata Kevin membulat saat melihat El bersama Pria lain di depan pintu kamar apartmentnya.

Kevin segera bersembunyi agar El tidak melihat kedatangan dirinya.

Aku mencemaskan dirinya ternyata dia bersama Pria itu, batin Kevin

El sudah berada di depan pintu apartemen Kevin. Karna Dika sudah tahu tentang keadaan El, maka tidak ada lagi rahasia yang harus El sembunyikan. Dika mengantar El ke lantai atas apartemen karna kondisi El masih sedikit lemah.

"Makasih yah Kak, Udah antar El sama jagain El di rumah sakit,":ucap El.

Dika tersenyum mengangguk. "Jangan makasih melulu. Kalau kamu ada apa-apa cepat hubungi Kakak."

"Iya pasti," ucap El.

"Kamu masuk gih dan cepat istirahat," ucap Dika.

"Aku masuk... Kakak hati-hati di jalan," ucap El.

Dika beranjak pergi setelah dia memastikan El masuk ke dalam apartemen. Melihat Dika sudah masuk ke lift untuk turun, Kevin segera masuk ke dalam apartemen.

Kevin masuk dan berteriak memanggil Nama El. Dadanya sudah terselimuti emosi.

"Elena keluar kau!" teriak Kevin.

Elena yang mendengar teriakan Kevin dari kamar tidur segera keluar. "Ada apa, kenapa teriak-teriak Kev?"

Kevin menatap nyalang Elena. "Dari mana saja kau huh!" bentak Kevin.

Elena gugup untuk bicara. "Duduklah dulu Kev... aku akan jelaskan."

Kevin menarik tangan El hingga tubuh El terduduk di sofa. "Apa kau tahu betapa khawatirnya diriku saat kau menghilang. Tapi kamu malah berduaan dengan pria lain," hardik Kevin.

Elena menggeleng. "Tidak Kev, tenangkan dulu dirimu. Biar aku jelaskan kenapa tidak pulang."

Kevin berdecak. "Apalagi yang ingin kau jelaskan El, sudah jelas kau bersama pria itu."

Kevin mencengkram tangan El kuat. "Apa diriku masih kurang El hingga kamu berselingkuh dengannya?"

Elena kaget Kevin menuduhnya selingkuh padahal sudah jelas Kevin lah yang punya kekasih lain. "Jangan menuduh diriku selingkuh Kev. Aku tidak pernah berbuat hal itu."

Kevin semakin mencengkram lengan El hingga El meringis sakit. "Kau bermalam bersama pria itu, kau pikir tidak ada hal yang terjadi denganmu."

El melepaskan cengkraman tangan Kevin. "Cukup Kevin, kau menyakitiku. Di mana kamu saat istrimu membutuhkan suaminya. Apa kamu tahu pria itu menunggui diriku di rumah sakit, kau bahkan tidak tahu istrimu sedang sakit. Aku menelepon ponselmu tapi kau selalu mereject panggilanku. Kau malah asyik bersama Amel."

Kevin memundurkan tubuhnya sedikit menjauh dari El. Dia shock mendengar kata-kata El. Istrinya sakit tapi dia tidak tahu dan bahkan menuduhnya yang bukan-bukan.

Kevin mengambil kunci mobil lalu keluar dari apartemen.

El yang melihat Kevin sudah keluar hanya menangis meratapi dirinya.

El terlelap tidur di atas sofa, Kevin pulang dari luar. Kevin melihat El tertidur di sofa segera memindahkan El ke kamar tidur. Kevin mencium kening El.

"Maafkan... aku El," lirih Kevin.

Kevin berbaring di samping El dan membawa El kedalam pelukannya.

*****

El bangun dari tidurnya saat alarm jam berbunyi. Sudah pukul 4 pagi El bersiap untuk membuat sarapan setelah itu kesekolah.

El membuka kulkas mengeluarkan bahan-bahan untuk dia memaksa.

El berkutat dengan alat-alat dapur. El terkejut sudah ada tangan yang melingkar di perutnya. Kevin memeluk El dari belakang menghirup aroma ceruk leher istrinya. El mengeliat geli akan perlakuan Kevin.

"Maafkan... aku El," ujar Kevin.

"Sudahlah Kev... lupakan, sekarang kamu bersiap saja sana," ucap El.

Kevin membalikkan tubuh El agar berhadapan dengannya. Kevin menatap wajah El di kecupnya kening El dengan lembut. Kevin mematikan api kompor membawa El ke arah meja makan.

El tergagap bicara. "Ka-kamu mau apa Kev?"

"Aku ingin kamu," ujar Kevin.

Jadilah pagi itu Kevin melaksanakan kewajibannya sebagai suami dan El hanya pasrah saja akan perlakuan suaminya.

Tbc

Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.

Terpopuler

Comments

Zamie Assyakur

Zamie Assyakur

kelakuan anak SMA... semoga El tidak hamil....

2023-01-12

1

fatimatus zahro

fatimatus zahro

sumpah.. xebelin karakterx ellena.. knpa gg tegas jd cew.. jgn mw kalo cuma dperlakukan spt itu.. hrus teges untuk harga diri seorang istri.. xebelin sumpah.. pasrah aja gtu di perlakukan spt itu sm kevin..

2022-09-20

0

dite

dite

orang pada rame ribut krn si kevin umur 18th nikah,
pada lupa keknya ama alvin anaknya alm arifin ilham yg nikah umur 17th.

2022-06-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100 EXTRA PART
101 SEASON 2 : MAKAN MALAM
102 KECUPAN DI PIPI
103 JATUH CINTA
104 MENJAUHLAH
105 MENJELASKAN
106 ARETHA MANISKU 21+
107 KECEWA
108 SUNGGUH CINTA
109 BAHAGIA
110 TANGGUNG JAWAB
111 OH ARETHA
112 PUTUS HUBUNGAN
113 YANG LALU
114 PRIA BERAMBUT PIRANG
115 DILAMAR
116 AKU YANG SALAH
117 MENATAPMU
118 PRIA BERISTRI
119 BALASAN SAKIT HATI
120 TERLAMBAT
121 LAKUKAN TES
122 TENDANGAN MAUT
123 TIDUR BERSAMA
124 ANAKKU?
125 BARU KUSADARI
126 MENJAUHLAH
127 MINTA MAAF
128 KINI KUSESALI
129 KEMBALI MEMINTA
130 MEREKA?
131 RAHASIA RURI
132 ISTRI RASA SIMPANAN
133 KUTUNGGU JANDAMU
134 TERCIDUK
135 INI MASALAH SAKIT HATI
136 CEMBURU MEMBAWA NIKMAT
137 DAVIN VS RURI
138 MAU DIBAWA KE MANA HATI INI
139 CINTA RURI
140 PESAN RENA
141 KECEWANYA DAVIN
142 BERBAHAGIALAH
143 MENANTU IDAMAN
144 BAHAGIA BERBALUT DUKA
145 BABY DAVIN DAN ARETHA
146 KALIAN MILIKKU
147 KEHIDUPAN BARU
148 TAWA KESAKITAN
149 MEMAAFKAN
150 COBAAN MANTAN
151 PERGINYA ARETHA
152 MENCARIMU
153 PERTEMUAN DAVIN
154 ANDAI
155 MELEPAS
156 BABAK BARU
157 DUA PAPA
158 PAPAKU
159 MENJEMPUT DAVIN
160 CANGGUNG
161 BERDAMAI
162 MENERIMA
163 DOKTER CANTIK
164 TERIMA SAJA
165 MENYATU
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100 EXTRA PART
101
SEASON 2 : MAKAN MALAM
102
KECUPAN DI PIPI
103
JATUH CINTA
104
MENJAUHLAH
105
MENJELASKAN
106
ARETHA MANISKU 21+
107
KECEWA
108
SUNGGUH CINTA
109
BAHAGIA
110
TANGGUNG JAWAB
111
OH ARETHA
112
PUTUS HUBUNGAN
113
YANG LALU
114
PRIA BERAMBUT PIRANG
115
DILAMAR
116
AKU YANG SALAH
117
MENATAPMU
118
PRIA BERISTRI
119
BALASAN SAKIT HATI
120
TERLAMBAT
121
LAKUKAN TES
122
TENDANGAN MAUT
123
TIDUR BERSAMA
124
ANAKKU?
125
BARU KUSADARI
126
MENJAUHLAH
127
MINTA MAAF
128
KINI KUSESALI
129
KEMBALI MEMINTA
130
MEREKA?
131
RAHASIA RURI
132
ISTRI RASA SIMPANAN
133
KUTUNGGU JANDAMU
134
TERCIDUK
135
INI MASALAH SAKIT HATI
136
CEMBURU MEMBAWA NIKMAT
137
DAVIN VS RURI
138
MAU DIBAWA KE MANA HATI INI
139
CINTA RURI
140
PESAN RENA
141
KECEWANYA DAVIN
142
BERBAHAGIALAH
143
MENANTU IDAMAN
144
BAHAGIA BERBALUT DUKA
145
BABY DAVIN DAN ARETHA
146
KALIAN MILIKKU
147
KEHIDUPAN BARU
148
TAWA KESAKITAN
149
MEMAAFKAN
150
COBAAN MANTAN
151
PERGINYA ARETHA
152
MENCARIMU
153
PERTEMUAN DAVIN
154
ANDAI
155
MELEPAS
156
BABAK BARU
157
DUA PAPA
158
PAPAKU
159
MENJEMPUT DAVIN
160
CANGGUNG
161
BERDAMAI
162
MENERIMA
163
DOKTER CANTIK
164
TERIMA SAJA
165
MENYATU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!