Bab 2

Suasana di dalam ruang ICU tegang. Ibu Ningsih kondisinya makin kritis. Tidak ada lagi yang bisa di lakukan oleh tim Dokter. Semua cara untuk bisa menyelematkannya sudah dilakukan.

Elena makin terisak menangis, matanya sembab rambut panjangnya terlihat awut-awutan baju sekolah yang melekat di tubuhnya sudah kusut.

Tante Mira masuk kedalam ruangan ICU. Dia memberikan sepotong pakaian gamis beserta jilbab yang akan di pakai oleh Elena untuk menikah.

Tante Mira mengelus rambut Elena. "El... kamu ganti bajumu sekarang. Sebentar lagi penghulu dan calon suamimu akan datang."

Elena mengambil gamis itu lalu mendekapnya. Airmatanya semakin tumpah, haruskah dirinya menikah hari juga di mana usianya baru masuk 18 tahun.

"Tante... apa, El harus menikah?"

Tante Mira tersenyum lalu mendekap calon menantunya itu. "El... ini adalah amanat dari ibumu, setidaknya kabulkanlah."

El mengangguk. "Baiklah tante, El akan turuti kemauan ibu." Lalu beranjak pergi berganti pakaian.

Dalam koridor Rumah sakit seorang pria remaja berlari tergesa-gesa mencari ruangan ICU.

Remaja itu seperti di kejar waktu, dengan baju dan tas ransel yang masih melekat di tubuhnya.

"Mama," teriaknya.

Ketika mendapati sosok wanita yang mondar mandir di depan pintu ruang ICU.

"Kevin... syukurlah kamu cepat datang, Nak?"

Tante Mira ibunda dari Kevin Adhitama merasa lega anak lelakinya telah tiba.

Kevin masih ngos-ngosan napasnya masih memburu. Bagaimana tidak, saat dirinya masih disekolah, mama Mira menelpon menyuruhnya untuk segera ke rumah sakit karna ada keadaan darurat.

Kevin mengatur napas perlahan lalu bertanya kepada mamanya. "Ma... ada apa sebenarnya, siapa yang sakit, Ma?"

Mama Mira membawa Kevin menjauh dari ruangan ICU menuju ke tempat sepi. Kevin merasa heran akan tingkah Mamanya itu.

Kevin yang di tarik menuju ruangan kosong menjadi penasaran lalu kembali bertanya kepada mama Mira. "Ma... ada apa sih, koq Kevin di bawa kesini?"

Mama Mira menghela. "Hah... !"

Mama Mira meremas kedua tangan seraya mengambil napas lalu mengembuskannya. Dia harus menyusun kata-kata yang tepat agar Kevin mau menuruti kemauannya itu.

Kening Kevin berkerut tak kala melihat raut wajah mamanya. Terlihat sedih tapi juga takut mungkin lebih tepatnya cemas akan sesuatu. Entahlah Kevin sendiri juga tidak bisa mengartikanya.

Mama Mira menatap dan menggengam kedua tangan Kevin. "Kevin... selama ini Mama tidak pernah meminta sesuatu darimu bukan?"

"Jika hari ini Mama meminta sesuatu yang berharga padamu, apa kamu mau memberikanya?"

Kevin bingung akan kata mamanya. "Ada apa sebenarnya, Ma?" tanya Kevin.

Dengan masih menggengam erat tangan Kevin. "Jawab saja Kev, apa kau mau memberikanya?"

Kevin berbalik menggengam kedua tangan mama Mira. "Apapun... yang Mama mau akan Kevin berikan!"

Mama Mira tersenyum. "Mama ingin kehidupanmu, masa muda dirimu," ujarnya.

Kening Kevin berkerut bingung. "Apa maksud Mama?" tanyanya.

"Pengorbanan... Mama ingin kau korbankan masa mudamu. Mama ingin kau mengubah statusmu, Mama ingin kau menikah hari ini juga."

Duarrrr... !

Bak tersambar petir Kevin kaget lalu melepas genggaman tangan mamanya. Matanya membulat bibirnya menganga saking terkejut akan kata yang barusan di dengarnya.

"Apa?"

Kevin menggelengkan kepala."Apa maksudnya ini, Ma?"

"Mama... jangan bercanda."

Kevin sedikit berteriak bicara pada mamanya.

Mama Mira meraih tangan Kevin.

Mama Mira memelas pada Kevin. "Kev... Mama mohon padamu kabulkan permintaan Mama."

Kevin kesal terhadap Mamanya. "Kenapa harus menikah sih, Kevin baru 18 tahun Ma?"

Mama Mira terisak. "Kev... ini permintaan terakhir dari sahabat Mama, menikahlah dengan putri dari sahabat Mama."

Kevin masih tidak bergeming mendengar permohonan mama Mira. "Ma... apa tidak ada cara lain selain menikah?" tanya Kevin.

Mama Mira menggeleng. "Tidak ada... Nak, turutilah Mama. Jika masalah kau tidak mengenal atau cinta pada calon istrimu, nanti juga akan terbiasa jika kalian bersama. Tapi setidaknya menikahlah sekarang demi Mama kamu sayang."

Kevin mendesah pasrah. "Hah... baiklah, aku akan menikah," ujarnya.

Mama Mira tersenyum lalu mengambil kopiah dan baju koko untuk di berikan dan di pakai oleh Kevin. "Terima kasih Nak... Mama sungguh menyayangimu."

Setelah berganti pakaian Kevin dan juga mama Mira menuju ruang ICU. Disana sudah menunggu penghulu, Dokter beserta Suster yang akan menjadi saksi di adakan pernikahan mendadak ini. Elena sudah memakai gamis berwarna dusty pemberian mama Mira dan juga ibu Ningsih sudah siuman.

Kevin dan Mama Mira masuk kedalam ruang ICU itu. Seketika raut wajah kaget terlihat dari wajah Kevin dan Elena.

"Kevin... kamu, kenapa disini?" tanya El.

"Elena... kamu, juga kenapa disini?" tanya Kevin.

Mama Mira yang melihat kedua remaja itu terkejut segera bicara. "Elena... ini Kevin calon suamimu dan Kevin ini Elena calon istrimu."

"Hah...."

Elena dan Kelvin tersentak kaget.

Mama Mira tersenyum saja, wajar mereka terkejut karna memang mereka satu sekolah.

"Kalian... satu sekolah, kan?"

"Mama lihat baju seragam El sama seperti kamu Kevin."

"Iya... Ma, kita juga satu kelas," ucap Kevin.

Mama Mira menghampiri penghulu agar pernikahan segera di laksanakan. Di hadapan ibu Ningsih, beserta para saksi Kevin mengucapkan ijab kabul secara fasih dan juga lantang. Mereka semua yang berada di dalam ruangan mengucap hamdalah.

Kevin menyematkan cincin di jari manis El.

Elena mencium punggung tangan Kevin dan Kevin mencium kening El.

Ibu Ningsih dan Mama Mira terharu bahagia melihat putra dan putri mereka telah resmi menjadi pasangan suami istri.

El mengenggam tangan ibunya dengan deraian airmata. "Bu... sekarang, El sudah menikah. El mohon ibu harus sembuh," lirih El.

Ibu Ningsih mengusap kepala anaknya. "Sayang... kau sudah menjadi istri, patuhi semua perintah suamimu. Sekarang ibu bisa tenang karna ada yang menjagamu."

Ibu Ningsih menatap Kevin lalu tersenyum. Kevin mendekat kearah mama mertuanya. "Nak Kevin... ibu minta jagalah El, dia sudah tidak punya siapapun. Sayangi dan berikan dia cinta."

Kevin menggangguk. "Ibu tenang saja, Aku akan selalu ada untuk Elena," ujar Kevin.

Ibu Ningsih lalu menatap mama Mira. Tangan lemah itu meraih tangan mama Mira. "Mira... terima kasih, kau sudah menepati janji untuk menikahkan anak kita, gantikan aku sebagai ibu dari El."

Mama Mira menangis tersedu. "Kau jangan khawatirkan El, sekarang El sudah jadi anakku."

Ibu Ningsih beralih menatap El. "Sekarang ibu bisa pergi dengan tenang. El, kau jaga dirimu dan ingat sekarang kau sudah menjadi istri Kevin, Patuhi, layani dan cintai suamimu dengan sepenuh hati."

Elena mengangguk. "Ibu jangan cemas... El akan baik-baik saja disini," ucapnya.

Ibu Ningsih membelai wajah Elena. "Ibu sayang kamu Elena."

Tangan ibu Ningsih terlepas dari membelai wajah El, matanya meredup.

Tut... tut... tut... !

"Ibu... !"

Tbc

Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.

Terpopuler

Comments

gita fafa

gita fafa

ini nikahnya blm sah kak. kecuali nasabnya ibunya

2024-07-23

0

inisial AE ✨

inisial AE ✨

ajal terencana 🤭

2023-06-23

2

💕febhy ajah💕

💕febhy ajah💕

rasanya dah baca tp udah lama bnget mngkin, mau berhenti tp lupa2 ingat ceritanya, jd lanjut ajalah.

2023-05-13

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100 EXTRA PART
101 SEASON 2 : MAKAN MALAM
102 KECUPAN DI PIPI
103 JATUH CINTA
104 MENJAUHLAH
105 MENJELASKAN
106 ARETHA MANISKU 21+
107 KECEWA
108 SUNGGUH CINTA
109 BAHAGIA
110 TANGGUNG JAWAB
111 OH ARETHA
112 PUTUS HUBUNGAN
113 YANG LALU
114 PRIA BERAMBUT PIRANG
115 DILAMAR
116 AKU YANG SALAH
117 MENATAPMU
118 PRIA BERISTRI
119 BALASAN SAKIT HATI
120 TERLAMBAT
121 LAKUKAN TES
122 TENDANGAN MAUT
123 TIDUR BERSAMA
124 ANAKKU?
125 BARU KUSADARI
126 MENJAUHLAH
127 MINTA MAAF
128 KINI KUSESALI
129 KEMBALI MEMINTA
130 MEREKA?
131 RAHASIA RURI
132 ISTRI RASA SIMPANAN
133 KUTUNGGU JANDAMU
134 TERCIDUK
135 INI MASALAH SAKIT HATI
136 CEMBURU MEMBAWA NIKMAT
137 DAVIN VS RURI
138 MAU DIBAWA KE MANA HATI INI
139 CINTA RURI
140 PESAN RENA
141 KECEWANYA DAVIN
142 BERBAHAGIALAH
143 MENANTU IDAMAN
144 BAHAGIA BERBALUT DUKA
145 BABY DAVIN DAN ARETHA
146 KALIAN MILIKKU
147 KEHIDUPAN BARU
148 TAWA KESAKITAN
149 MEMAAFKAN
150 COBAAN MANTAN
151 PERGINYA ARETHA
152 MENCARIMU
153 PERTEMUAN DAVIN
154 ANDAI
155 MELEPAS
156 BABAK BARU
157 DUA PAPA
158 PAPAKU
159 MENJEMPUT DAVIN
160 CANGGUNG
161 BERDAMAI
162 MENERIMA
163 DOKTER CANTIK
164 TERIMA SAJA
165 MENYATU
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100 EXTRA PART
101
SEASON 2 : MAKAN MALAM
102
KECUPAN DI PIPI
103
JATUH CINTA
104
MENJAUHLAH
105
MENJELASKAN
106
ARETHA MANISKU 21+
107
KECEWA
108
SUNGGUH CINTA
109
BAHAGIA
110
TANGGUNG JAWAB
111
OH ARETHA
112
PUTUS HUBUNGAN
113
YANG LALU
114
PRIA BERAMBUT PIRANG
115
DILAMAR
116
AKU YANG SALAH
117
MENATAPMU
118
PRIA BERISTRI
119
BALASAN SAKIT HATI
120
TERLAMBAT
121
LAKUKAN TES
122
TENDANGAN MAUT
123
TIDUR BERSAMA
124
ANAKKU?
125
BARU KUSADARI
126
MENJAUHLAH
127
MINTA MAAF
128
KINI KUSESALI
129
KEMBALI MEMINTA
130
MEREKA?
131
RAHASIA RURI
132
ISTRI RASA SIMPANAN
133
KUTUNGGU JANDAMU
134
TERCIDUK
135
INI MASALAH SAKIT HATI
136
CEMBURU MEMBAWA NIKMAT
137
DAVIN VS RURI
138
MAU DIBAWA KE MANA HATI INI
139
CINTA RURI
140
PESAN RENA
141
KECEWANYA DAVIN
142
BERBAHAGIALAH
143
MENANTU IDAMAN
144
BAHAGIA BERBALUT DUKA
145
BABY DAVIN DAN ARETHA
146
KALIAN MILIKKU
147
KEHIDUPAN BARU
148
TAWA KESAKITAN
149
MEMAAFKAN
150
COBAAN MANTAN
151
PERGINYA ARETHA
152
MENCARIMU
153
PERTEMUAN DAVIN
154
ANDAI
155
MELEPAS
156
BABAK BARU
157
DUA PAPA
158
PAPAKU
159
MENJEMPUT DAVIN
160
CANGGUNG
161
BERDAMAI
162
MENERIMA
163
DOKTER CANTIK
164
TERIMA SAJA
165
MENYATU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!