Bab 6

"Elena... kenapa warna matamu berubah, aku yakin tadi malam warna matamu kehijauan tapi sekarang hitam," ujar Kevin.

Elena bingung ingin menjawab. Dia terlihat gugup. "Hem... ini karna mataku min, jadi aku pakai softlens."

Kevin tampak bingung dan masih terus memperhatikan Elena. "Jadi, yang mana warna asli matamu?" tanya Kevin.

"Hmm... i-itu."

Saat Elena ingin menjawab ponsel Kevin berdering. Kevin segera mengangkat telpon yang berdering itu. Elena yang berada di samping Kevin mendengar suara seorang wanita. Kevin berbicara sangat mesra dengan wanita itu. Elena tersenyum kecut itu pastilah gadis yang di cintai Kevin.

Kevin kembali memasukan ponselnya ke dalam saku setelah panggilan telpon berakhir.

"Elena... aku berangkat duluan yah," ujar Kevin.

Elena bernafas lega karna Kevin lupa untuk kembali membahas pembicaraan mereka.

Elena mencium punggung tangan suaminya dan Kevin mencium kening istrinya.

Elena membereskan bekas sarapan di meja makan setelah itu baru dia turun dari apartemen untuk menunggu angkutan umum.

"Aku... harus pesan ojek online nih, kalau naik angkot mesti ke halte. Dari sini halte kan jauh," gumam Elena.

10 Menit Elena menunggu tukang ojek barulah ojek itu tiba.

******

Elena sampai di depan gerbang sekolah tepat sepuluh menit lagi bel akan berbunyi. Elena bergegas masuk ke dalam gedung sekolah. Elena terperanjak kaget saat bunyi klakson mobil berbunyi.

Elena segera menepi karna mobil mewah itu lewat. Mobil sports hitam metalik berhenti di parkiran. Dua orang siswa keluar dari dalam mobil. Elena hanya diam memperhatikan sosok yang baru saja keluar dari dalam mobil melewati dirinya.

Kevin dan juga gadis yang di sukainya lewat tepat disamping Elena berjalan bergandengan tangan. Ironis suaminya menjemput gadis lain dengan mobil mewah sedangkan istrinya pergi mengunakan ojek online. Elena masuk ke dalam kelas dan segera duduk di samping temannya yang bernama Bella.

Bella teman akrab satu-satunya Elena di sekolah. Tidak ada lagi yang mau berteman akrab dengan Elena. Penampilan Elena sungguh jauh berbeda saat diluar dan disekolah. Jika dirumah maka Elena akan menjadi dirinya sendiri tapi jika di sekolah Elena menjadi murid culun berprestasi.

Rambut panjangnya di kepang dua, rok sekolah di bawah lutut dengan baju seragam kebesaran yang di masukan ke dalam. Sebenarnya penampilan El contoh murid teladan tapi karna El bersekolah di sekolah Elite jadi kebanyakan siswa disana sangat memperhatikan fashion.

Bella langsung memeluk Elena erat saat temanya itu sudah berada di sampingnya.

"Elena... aku turut berduka cita atas meninggalnya ibumu. Kenapa kau tidak memberitahuku sebelumnya, jika ibumu dirawat," ujar Bela.

Elena menepuk-nepuk punggung Bela. "Makasih bela... maaf, jika aku tidak sempat memberitahukanmu. Kamu tidak usah khawatir, aku sudah ikhlas akan kepergian ibuku."

Bela mengeratkan pelukannya. "Jika kamu perlu sesuatu kamu bilang ke aku, yah!"

Elena mengangguk dan tersenyum. "Pasti... aku akan bilang ke kamu!"

Bel istirahat berbunyi semua siswa dan siswi berlari menuju kantin. Tapi berbeda dengan hari ini mereka semua berlari menuju lapangan sekolah. Bela dan Elena heran ada apa kenapa semua pada berlari ke lapangan.

Bela menghadang siswa yang akan menuju ke lapangan dan bertanya kepadanya.

"Eh... Dewi, ada apa semua pada lari ke lapangan?" tanya Bela.

"loe berdua mending ikutan, yuk kesana. Kevin lagi nembak Amel," ujar Dewi.

Elena tersentak kaget mendengar pernyataan Dewi.

"Boleh... kita berdua ikut loe."

Bela menarik tangan Elena agar ikut bersama mereka ke lapangan.

Di lapangan banyak para siswa berkumpul. Kevin tengah berlutut dengan setangkai mawar di tangannya di depan Amel.

"Amelia putri... sudah lama aku menyukai dan juga mencintaimu. Maukah kamu menerimaku sebagai pacarmu?"

Suara riuh dari para siswa menggema di lapangan. Mereka berteriak agar Amel menerima cinta Kevin.

Satu tetes airmata Elena jatuh, segera di tepisnya dengan kasar. Elena mengigit bibir bawahnya menahan tangis dan sesak dihatinya.

Sebegitu tidak berharganya diriku bagimu Kevin. Setidaknya kau hormati aku sebagai istrimu tapi kau malah menyatakan cinta dengan gadis lain, batin Elena.

Amelia tersipu malu mendapat perlakuan romantis dari Kevin. "Aku juga menyukai dan mencintai kamu Kevin. Aku mau menjadi pacarmu."

Kevin bahagia Amel membalas cintanya. Hampir 3 tahun Kevin mengejar cinta Amel dan baru sekarang Kevin resmi menjadi kekasihnya. Tanpa di sadarinya dia telah menyakiti hati wanita lain yang tak lain istrinya sendiri.

"Untuk merayakan hari jadi kita berdua, kalian semua gue traktir di kantin sekolah," ujar Kevin.

Semua siswa riuh berlari ke kantin sekolah. Kevin memeluk Amel dan mencium keningnya. Semua itu tak luput dari mata Elena.

Tadi pagi kamu juga mencium keningku dan sekarang kamu mencium gadis lain, batin Elena

Teman Amel dan juga Kevin masing-masing dari mereka memberi ucapan selamat.

"Selamat Kev... akhirnya perjuangan loe selama hampir 3 tahun menuai hasil juga," ucap Dean. Sahabat Kevin.

"Selamat Kev, Amel, jadian juga akhirnya," ucap Raka. Sahabat Kevin.

Kevin tersenyum manis dengan merangkul Amel disisinya. "Makasih... semua buat kalian yang udah dukung gue buat gak nyerah dapetin Amel."

"Pasti... kita akan selalu dukung loe apapun itu," ucap Raka.

"Amel selamat yah, akhirnya pacaran juga sama Kevin," ucap Natalia. Sahabat Amel.

"Makasih Nat, loe juga kapan nih jadian sama Dean?" ucap Amel.

Natalia menghela. "Yak kali, Dean mau ama gue. Sudah gue kejar masih gak dapet."

Amel, Kevin dan Raka tertawa sedangkan Dean hanya menatap sebal Natalia.

"Kejar dong, kayak gue sama Amel." ~Kevin

"Mending loe sama gue Nat, dari pada Dean." ~Raka

"Tapi gue maunya sama Dean, bukan sama kamu Raka." ~Natalia

"Kantin yok laper nih." ~Dean

Mereka berlima menuju kantin dan duduk bersama di satu meja. Disana juga ada Elena dan Bela mereka duduk di belakang meja Kevin dan temannya.

Dean menatap Elena tanpa memperdulikan temanya yang lain.

Elena sampai kapan kau akan menjadi orang lain, sebegitu bencinya kau kepadaku, batin Dean.

Raka memperhatikan arah pandang Dean yang menatap punggung Elena.

"loe... cuma mau menatap punggungnya saja dari pada wajahnya," ujar Raka.

Dean kaget ternyata Raka melihatnya menatap Elena begitupun Kevin, Amel dan Natalia yang langsung menoleh ke arah belakang.

"Sok tahu loe Ka, gue gak menatap Elena." Kilah Dean.

"Tuh kan bener, yang bilang loe mandang Elena siapa?" tanya Raka.

"Apa bagusnya sih Elena, cupu gitu," ujar Natalia.

"Diem loe!" bentak Dean.

Raka bangkit dari kursinya lalu berjalan ke meja Elena.

"Hai... El, aku boleh duduk bareng kalian?"

Elena dan Bela melihat Raka yang berdiri di depannya.

Bela menaikan alisnya tumben Raka pengen gabung dengan mereka.

"Ada apa loe kesini?" tanya Bela.

Raka menyengir. "Kenapa gak boleh yah?"

"boleh, duduk aja," ucap Bela datar.

"Bel... gue boleh ngomong bentar gak sama El?" tanya Raka.

Bela menatap Elena kemudian Elena mengangguk agar Raka bisa bicara kepadanya.

Bisakah kau melupakan masa lalu.

Tbc

Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.

Terpopuler

Comments

Nicky Andong

Nicky Andong

mumpung ada yg perhatian sama Lo El, mending balas tu kelakuan Kevin...😡

2025-01-12

0

Mbah Gindhoez

Mbah Gindhoez

hem sekolahan elit itu bebas ya ? ga ky sekolahan umum? kok ada adegan cium kening di sekolahan 🙄

2023-08-24

0

Zamie Assyakur

Zamie Assyakur

kevin suka Amelia
Dean suka Elena... mereka sahabatan gimana nih

2023-01-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100 EXTRA PART
101 SEASON 2 : MAKAN MALAM
102 KECUPAN DI PIPI
103 JATUH CINTA
104 MENJAUHLAH
105 MENJELASKAN
106 ARETHA MANISKU 21+
107 KECEWA
108 SUNGGUH CINTA
109 BAHAGIA
110 TANGGUNG JAWAB
111 OH ARETHA
112 PUTUS HUBUNGAN
113 YANG LALU
114 PRIA BERAMBUT PIRANG
115 DILAMAR
116 AKU YANG SALAH
117 MENATAPMU
118 PRIA BERISTRI
119 BALASAN SAKIT HATI
120 TERLAMBAT
121 LAKUKAN TES
122 TENDANGAN MAUT
123 TIDUR BERSAMA
124 ANAKKU?
125 BARU KUSADARI
126 MENJAUHLAH
127 MINTA MAAF
128 KINI KUSESALI
129 KEMBALI MEMINTA
130 MEREKA?
131 RAHASIA RURI
132 ISTRI RASA SIMPANAN
133 KUTUNGGU JANDAMU
134 TERCIDUK
135 INI MASALAH SAKIT HATI
136 CEMBURU MEMBAWA NIKMAT
137 DAVIN VS RURI
138 MAU DIBAWA KE MANA HATI INI
139 CINTA RURI
140 PESAN RENA
141 KECEWANYA DAVIN
142 BERBAHAGIALAH
143 MENANTU IDAMAN
144 BAHAGIA BERBALUT DUKA
145 BABY DAVIN DAN ARETHA
146 KALIAN MILIKKU
147 KEHIDUPAN BARU
148 TAWA KESAKITAN
149 MEMAAFKAN
150 COBAAN MANTAN
151 PERGINYA ARETHA
152 MENCARIMU
153 PERTEMUAN DAVIN
154 ANDAI
155 MELEPAS
156 BABAK BARU
157 DUA PAPA
158 PAPAKU
159 MENJEMPUT DAVIN
160 CANGGUNG
161 BERDAMAI
162 MENERIMA
163 DOKTER CANTIK
164 TERIMA SAJA
165 MENYATU
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100 EXTRA PART
101
SEASON 2 : MAKAN MALAM
102
KECUPAN DI PIPI
103
JATUH CINTA
104
MENJAUHLAH
105
MENJELASKAN
106
ARETHA MANISKU 21+
107
KECEWA
108
SUNGGUH CINTA
109
BAHAGIA
110
TANGGUNG JAWAB
111
OH ARETHA
112
PUTUS HUBUNGAN
113
YANG LALU
114
PRIA BERAMBUT PIRANG
115
DILAMAR
116
AKU YANG SALAH
117
MENATAPMU
118
PRIA BERISTRI
119
BALASAN SAKIT HATI
120
TERLAMBAT
121
LAKUKAN TES
122
TENDANGAN MAUT
123
TIDUR BERSAMA
124
ANAKKU?
125
BARU KUSADARI
126
MENJAUHLAH
127
MINTA MAAF
128
KINI KUSESALI
129
KEMBALI MEMINTA
130
MEREKA?
131
RAHASIA RURI
132
ISTRI RASA SIMPANAN
133
KUTUNGGU JANDAMU
134
TERCIDUK
135
INI MASALAH SAKIT HATI
136
CEMBURU MEMBAWA NIKMAT
137
DAVIN VS RURI
138
MAU DIBAWA KE MANA HATI INI
139
CINTA RURI
140
PESAN RENA
141
KECEWANYA DAVIN
142
BERBAHAGIALAH
143
MENANTU IDAMAN
144
BAHAGIA BERBALUT DUKA
145
BABY DAVIN DAN ARETHA
146
KALIAN MILIKKU
147
KEHIDUPAN BARU
148
TAWA KESAKITAN
149
MEMAAFKAN
150
COBAAN MANTAN
151
PERGINYA ARETHA
152
MENCARIMU
153
PERTEMUAN DAVIN
154
ANDAI
155
MELEPAS
156
BABAK BARU
157
DUA PAPA
158
PAPAKU
159
MENJEMPUT DAVIN
160
CANGGUNG
161
BERDAMAI
162
MENERIMA
163
DOKTER CANTIK
164
TERIMA SAJA
165
MENYATU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!