Bab 3

Airmata masih menetes di pelupuk mata Elena, seolah air mata itu tidak ada habisnya. Elena mengusap pusara makam ibunya. Para pelayat yang datang sudah pergi. Hanya tinggal mama Mira dan juga suaminya Kevin yang masih setia menunggu Elena meluapkan kesedihanya.

Mama Mira mengusap pelan bahu El untuk menenangkan wanita itu. "Nak... Ayo kita pulang, ikhlaskan ibumu agar dia tenang disana."

Kevin beranjak meraih kedua pundak istrinya agar bangkit berdiri. Kevin merangkul istrinya seraya mengelus lengan El. "El... Ayo kita pulang, jika kamu terus larut dalam kesedihan maka ibu tidak akan tenang disana."

Mendengar ucapan dari suami dan mertuanya membuat El sadar bahwa dia tidak boleh larut dalam kesedihan. Dirinya harus ikhlas terhadap semua cobaan ini. Di tinggal ayah dan juga ibu lalu kerabat yang tidak menganggap dirinya. Dia harus bangkit untuk menjalani hidup. Masa depannya masih panjang di tambah lagi sekarang dia sudah bersuami.

El menggangguk untuk segera pergi dari makam Ibunya. "Ibu... El, pulang semoga ibu tenang disana. El akan baik-baik saja disini," tukasnya.

Seraya mencium pusara ibu Ningsih.

Ketiganya berlalu meninggalkan pemakaman. Mereka masuk ke dalam mobil untuk pulang menuju kediaman Elena. Sesampainya di rumah El beserta suami dan mertuanya turun. Rumah sewa El sudah sepi hanya tinggal beberapa orang saja yang masih ada karna mereka membantu proses pemakaman ibu El.

Elena, Kevin dan Mama Mira masuk kedalam rumah. Hari ini Elena akan pindah ke rumah mereka mengikuti Kevin suaminya. El langsung masuk menuju kamarnya untuk berkemas. El memasukan pakaian ke dalam koper dan tak lupa semua perlengkapan sekolahnya.

Mama Mira masuk kedalam kamar El. "Sayang... apa sudah selesai, sini biar Mama bantu."

El tersenyum hangat lalu menggeleng. "Udah beres koq, Ma. Baju El hanya sedikit, cuma buku pelajaran saja yang banyak."

Mama Mira tersenyum. "Hemm... ya sudah, Mama akan panggil Kevin untuk membantu membawa barang kamu ke dalam mobil."

El mengangguk. "Iya... Ma."

El menatap sekeliling kamarnya. Kamar yang sudah 2 tahun ini menemani dia dan ibunya. Semenjak di usir dari rumah mewah ayahnya, ibu El hanya bisa memberinya rumah sewa yang kecil. Kehidupan mewah sebelumnya harus dia tinggalkan lalu menyesuaikan diri hidup sederhana.

Ibunya hanya bekerja sebagai penjahit pakaian saja. Karna serba kekurangan membuat El harus bekerja paruh waktu di sebuah cafe. Di sekolah El mengandalkan beasiswa. El enggan meminta bantuan pada ayahnya meskipun El tahu rumah dan kantor ayahnya bekerja. Ayahnya sudah bahagia bersama wanita dan saudara tirinya. El sudah menganggap ayahnya itu tiada.

El menutup pintu kamar untuk pergi. Di tatapnya sekali lagi seluruh ruangan rumah. Air matanya menetes segera El menghapusnya.

Kevin datang menghampiri El agar istrinya itu segera keluar dari rumah. "El... ayo!"

El mengangguk dan berjalan mengikuti langkah kaki Kevin.

Kevin melajukan kendaraannya membelah keramaian kota. Di dalam mobil suasana masih hening tidak ada yang masih membuka suara. El hanya menatap jalanan saja sedangkan mama Mira memainkan ponselnya.

"Ehem... Kevin, kamu akan tinggal dirumah atau tetap di apartemen kamu?" tanya Mama.

Kevin menoleh pada Mamanya yang duduk di jok samping dirinya menyetir. "Kevin dan Elena akan tinggal di apartemen saja."

"Kenapa tidak dirumah saja?"

"Rumah kita besar Ma, kasihan El jika harus sendiri dirumah. Kevin kadang sibuk dan Mama bakal tinggal di luar negeri," ujarnya.

Mama Mira mengangguk mengerti. "Yah sudahlah, jika itu mau kamu."

1 Jam perjalanan Kevin beserta istri dan mamanya telah sampai di apartemen mewah milik Kevin. Mereka turun keluar dari dalam mobil. Kevin menurunkan barang-barang milik Elena lalu mengeretnya ke lantai atas kamarnya.

Kevin menekan tombol password. Setelah pintu terbuka mereka semua masuk kedalam. Apartemen Kevin cukup besar didalamnya ada 2 kamar, mini bar, ruang tamu dan dapur. El memperhatikan sekeliling ruangan itu. Ruangan bernuansa maskulin sesuai dengan pemiliknya.

Kevin mengeret koper El masuk kedalam kamar yang di tempatinya. "Elena... ini kamar kita berdua."

Kevin membuka pintu kamar dan mempersilakan Elena masuk. "Masuk dan istirahatlah, barang-barang kamu nanti saja dibereskan," ujar Kevin.

El tersenyum. "Tidak apa-apa Kev, aku baik-baik saja."

Elena dan Kevin keluar dari kamar menuju ruang tamu menyusul mama Mira.

Mama yang melihat mereka berdua keluar menyuruh mereka untuk duduk.

Mama Mira mengeluarkan Black Card di dalam tasnya lalu menyerahkannya kepada Kevin. "Kevin... ambil kartu ini untuk keperluan kalian berdua."

Kevin menolak pemberian mamanya itu. "Kevin sudah punya Ma, Kevin sanggup koq menghidupi Elena."

Mama Mira tersenyum. "Baiklah... jika kamu menolak tapi kalau kamu dan El perlu sesuatu segera hubungi Mama."

Kevin mengiyakan permintaan mamanya. "Iya Ma, jangan cemaskan Kevin dan Elena kami pasti akan baik-baik saja."

Mama Mira menghela napas lega. Kevin anaknya bisa menjaga istrinya. Wajar saja Kevin bisa memimpin perusahaan yang di tinggal oleh sang papa. Karna sikap mandirinya itu Kevin menjadi berpikir dewasa.

Mama Mira meraih tangan El lalu mengenggamnya. "El... kamu tidak sendiri lagi sekarang, sudah ada Kevin yang menjagamu."

"Iya Ma... jangan khawatir, El akan baik-baik saja."

Mama Mira beralih menatap Kevin. "Kev... sekarang kau sudah punya El. Jaga dia, beri cinta dan kasih sayang untuk El. Jangan sekali kau menyakiti hati El. Mama percaya padamu," ujar Mama Mira.

Kevin mengangguk. "Mama tenang saja... aku akan selalu ada disisi Elena."

Mama Mira memeluk Kevin dan juga Elena. Rasanya tenang kalau Kevin sudah bicara seperti itu. Maka tidak ada lagi keraguan dihatinya untuk meninggalkan mereka, hidup bersama menjalani biduk rumah tangga.

Meskipun saat ini usia mereka masih sangat muda. Kevin anak yang mandiri begitu juga dengan Elena. Mama Mira berharap cinta akan tumbuh seiring waktu di antara keduanya.

Mama Mira berpamitan untuk pulang kerumahnya. Sebab besok pagi mama Mira akan berangkat ke bandara menuju negara Jerman. Sejak suami mama Mira meninggal, mama Mira menetap di negara asalnya. Mama Mira juga mempunyai bisnis di negaranya sedangkan Kevin menetap di Indonesia negara asal papanya, sekaligus meneruskan perusahaan peninggalan mendiang papanya.

"Mama... pamit pulang sayang," ujar Mama Mira.

Elena memeluk Mama Mira. "Mama jaga diri baik-baik disana."

"Pasti... sayang, kalian juga yah," ucap Mama Mira.

"Kevin... besok akan mengantar mama ke bandara."

Mama Mira menggeleng. "Tidak usah sayang, kalian kan, pengantin baru pasti capek."

"Hemmm... Kevin, mama mau kasih saran saja. Elena jangan sampai kebobolan, kalian pake pen***an saja," ujar Mama Mira. Tersenyum.

Wajah Elena merona mendengar ucapan mama mertuanya sedangkan Kevin mengalihkan pandangan ke arah lain.

Kevin kesal dan juga malu mendengar perkataan mamanya. "Mama apa-an sih?"

Mama Mira tersenyum menggoda anaknya.

"Lho... kenapa?"

"Kalian sudah suami istri dan kamu harus menafkahi Elena lahir dan batin. Kalian kan masih sekolah, jadi pakai peng**an saja biar aman."

Elena dan Kevin makin merasa malu, wajah mereka sudah merah. Mama Mira terkekeh geli menggoda pasangan suami istri itu.

"Yah sudah, mama pamit pulang kalian baik-baik disini," ujarnya.

Mama Mira memeluk Kevin dan Juga Elena.

Kevin mengantar mamanya sedangkan Elena tinggal di apartemen.

Tbc

Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.

Terpopuler

Comments

🌻

🌻

terlalu muda ngak sechh,kevin menerima perkawinan paksa ini,,padahal dia kan menyukai orang lain🤔

2022-02-13

0

Yuli Astuti

Yuli Astuti

deg2an deh, pas ditinggal mama kevin, kevinnya nackal 😁

2022-02-03

1

Siti Aisyah

Siti Aisyah

klo begini keadaan nya ..rugi dipihak perempuan..gak bisa move on terbelenggu dgn ikatan pernikahan..sedih banget..gak bakalan bahagia..
laki.laki nya enak bebas mau ngapain aja...ke cewek nya iyaa...ke yg di rmh ok...
mending pisah aja..mandiri perempuannya..biar bebas melangkah..toh wasiat ibu nya sdh di ikuti...

2022-01-07

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100 EXTRA PART
101 SEASON 2 : MAKAN MALAM
102 KECUPAN DI PIPI
103 JATUH CINTA
104 MENJAUHLAH
105 MENJELASKAN
106 ARETHA MANISKU 21+
107 KECEWA
108 SUNGGUH CINTA
109 BAHAGIA
110 TANGGUNG JAWAB
111 OH ARETHA
112 PUTUS HUBUNGAN
113 YANG LALU
114 PRIA BERAMBUT PIRANG
115 DILAMAR
116 AKU YANG SALAH
117 MENATAPMU
118 PRIA BERISTRI
119 BALASAN SAKIT HATI
120 TERLAMBAT
121 LAKUKAN TES
122 TENDANGAN MAUT
123 TIDUR BERSAMA
124 ANAKKU?
125 BARU KUSADARI
126 MENJAUHLAH
127 MINTA MAAF
128 KINI KUSESALI
129 KEMBALI MEMINTA
130 MEREKA?
131 RAHASIA RURI
132 ISTRI RASA SIMPANAN
133 KUTUNGGU JANDAMU
134 TERCIDUK
135 INI MASALAH SAKIT HATI
136 CEMBURU MEMBAWA NIKMAT
137 DAVIN VS RURI
138 MAU DIBAWA KE MANA HATI INI
139 CINTA RURI
140 PESAN RENA
141 KECEWANYA DAVIN
142 BERBAHAGIALAH
143 MENANTU IDAMAN
144 BAHAGIA BERBALUT DUKA
145 BABY DAVIN DAN ARETHA
146 KALIAN MILIKKU
147 KEHIDUPAN BARU
148 TAWA KESAKITAN
149 MEMAAFKAN
150 COBAAN MANTAN
151 PERGINYA ARETHA
152 MENCARIMU
153 PERTEMUAN DAVIN
154 ANDAI
155 MELEPAS
156 BABAK BARU
157 DUA PAPA
158 PAPAKU
159 MENJEMPUT DAVIN
160 CANGGUNG
161 BERDAMAI
162 MENERIMA
163 DOKTER CANTIK
164 TERIMA SAJA
165 MENYATU
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100 EXTRA PART
101
SEASON 2 : MAKAN MALAM
102
KECUPAN DI PIPI
103
JATUH CINTA
104
MENJAUHLAH
105
MENJELASKAN
106
ARETHA MANISKU 21+
107
KECEWA
108
SUNGGUH CINTA
109
BAHAGIA
110
TANGGUNG JAWAB
111
OH ARETHA
112
PUTUS HUBUNGAN
113
YANG LALU
114
PRIA BERAMBUT PIRANG
115
DILAMAR
116
AKU YANG SALAH
117
MENATAPMU
118
PRIA BERISTRI
119
BALASAN SAKIT HATI
120
TERLAMBAT
121
LAKUKAN TES
122
TENDANGAN MAUT
123
TIDUR BERSAMA
124
ANAKKU?
125
BARU KUSADARI
126
MENJAUHLAH
127
MINTA MAAF
128
KINI KUSESALI
129
KEMBALI MEMINTA
130
MEREKA?
131
RAHASIA RURI
132
ISTRI RASA SIMPANAN
133
KUTUNGGU JANDAMU
134
TERCIDUK
135
INI MASALAH SAKIT HATI
136
CEMBURU MEMBAWA NIKMAT
137
DAVIN VS RURI
138
MAU DIBAWA KE MANA HATI INI
139
CINTA RURI
140
PESAN RENA
141
KECEWANYA DAVIN
142
BERBAHAGIALAH
143
MENANTU IDAMAN
144
BAHAGIA BERBALUT DUKA
145
BABY DAVIN DAN ARETHA
146
KALIAN MILIKKU
147
KEHIDUPAN BARU
148
TAWA KESAKITAN
149
MEMAAFKAN
150
COBAAN MANTAN
151
PERGINYA ARETHA
152
MENCARIMU
153
PERTEMUAN DAVIN
154
ANDAI
155
MELEPAS
156
BABAK BARU
157
DUA PAPA
158
PAPAKU
159
MENJEMPUT DAVIN
160
CANGGUNG
161
BERDAMAI
162
MENERIMA
163
DOKTER CANTIK
164
TERIMA SAJA
165
MENYATU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!