Bab 12

Elena perlahan membuka matanya.Kepalanya masih terasa sedikit pusing. El mengedarkan pandangan menatap ruangan yang bukan kamarnya.

"Di mana ini," gumannya.

El melihat tangannya yang sudah terpasang selang infus. El menghela ternyata ini dirumah sakit. Tapi siapa yang membawa dirinya ke rumah sakit. El hanya ingat pertemuannya dengan Dika.

"Apa... kak Dika membawaku ke rumah sakit," guman El.

El melihat seisi ruangan yang dia tempati tapi tidak ada siapapun. El membaringkan kembali tubuhnya di ranjang pasein. El menoleh ke arah pintu masuk yang telah di buka.

Ceklek... !

Dika masuk dengan membawa sebungkus plastik berisi makanan. Dika tersenyum melihat El sudah sadar dari pingsannya.

"El... kamu sudah bangun," ujar Dika.

El ingin bangkit duduk segera Dika membantunya dengan menyandarkan tubuh El dengan bantal.

"El... kamu makan dulu yah. Sehabis makan kamu minum obat,":ucap Dika.

El mengangguk. "Iya Kak!"

Dika memindahkan bubur ayam yang dia beli ke dalam wadah dan bersiap untuk menyuapkan bubur pada Elena.

Elena menggeleng tidak mau saat Dika ingin mensuapi dirinya bubur. "Tidak usah Kak, El bisa sendiri."

Dika mendesah. "Hah... El, kamu masih lemah, biar Kakak yang menyuapi dirimu."

El pasrah saja karna Dika keukeh ingin menyuapinya. "Baiklah Kak!"

Elena makan dengan lahap hingga bubur yang diberikan Dika habis. Dika memberi El obat setelah itu membaringkan tubuh El agar istirahat. Elena meraih tangan Dika saat Pria itu beranjak pergi.

"Kak... terima kasih sudah membawaku ke rumah sakit," ujar El.

Dika tersenyum mengenggam tangan El. "Kamu kayak sama siapa saja. Kakak akan selalu menjagamu."

Dika ingin bertanya mengenai kondisi El tapi dia ragu akan menyingung perasaan El. Tapi jika dia tidak bertanya bagaimana pria ini mengetahui kondisi El.

"Hem... El, apa kamu tidak ingin bicara sama Kakak?"

"El... kamu anggap Kakak sebagai Kakakmu bukan?" tanya Dika.

Kening El berkerut bingung akan pertanyaan Dika. "Maksud Kakak apa?"

Dika menelan ludah kemudian berdehem untuk memberitahu kondisi El yang di katakan oleh Dokter. "El... kamu kelelahan dan tubuhmu lemah di tambah lagi di sekujur tubuh kamu ada-"

Dika tidak dapat melanjutkan kata-katanya. Dika mengusap lembut kepala El.

El terpejam matanya sudah mengeluarkan air mata. El tahu apa maksud dari pertanyaan Dika karna Dokter sudah pasti memberitahu Dika.

"Hiks... hiks... hiks... maaf Kak."

Hanya kata maaf yang terucap dari bibir El.

Dika menghapus airmata di pipi El. "Jika kamu tidak ingin cerita, Kakak tidak akan memaksa kamu."

El mengeleng. "Tidak Kak, aku akan cerita tapi Kakak janji untuk merahasiakan hal ini."

Dika mengangguk mendengarkan semua penjelasan dari Elena.

Dika kelihatan shock saat mengetahui El sudah bersuami. Dika prihatin akan kondisi El di usia yang begitu muda sudah menanggung beban hidup yang berat.

Elena diharuskan menginap semalam di rumah sakit dan Dika dengan setia menemani El.

Kevin pulang di apartemen pukul 9 malam tapi tidak mendapati El dalam rumah.

Kevin mencari ke segala ruangan tapi tidak menemukan El.

Kevin menelpon ponsel milik El tapi tidak aktif.

Kevin berdecak. "Di mana El, kenapa ponselnya tidak aktif sih. Awas aja kalau jalan bareng Dean," dumel Kevin.

Kevin beranjak pergi tidur seraya menunggu El pulang. Hari ini sangat melelahkan bagi Kevin menemani Amel.

******

Pagi menyonsong Kevin masih tidak mendapati istrinya pulang.Kevin khawatir akan keadaan El. Pikiran Kevin sudah mulai panik tidak mendapati istrinya dan ponsel El juga tidak bisa di hubungi.

"Kemana El... bikin cemas saja. Haruskah aku tanya pada Dean dan Raka," guman Kevin.

Kevin menggeleng kepala mengurungkan niatnya untuk menghubungi Dean dan Raka.

"Arghhhhhhh... !" teriak Kevin frustrasi.

"Kamu di mana El... kenapa tidak pulang," ujar Kevin. Dengan menarik rambutnya.

Dering ponsel Kevin berbunyi. Amel menelpon Kevin untuk segera menjemput dirinya agar bisa berangkat sekolah bersama.

Kevin sedikit kesal akan telpon dari Amel, saat ini dirinya mencemaskan El.

Kevin mengambil kunci lalu keluar apartemen.

Kevin sampai disekolah bersama dengan Amel.

Kevin tergesa-gesa ingin sampai di dalam ruang kelas. Mungkin saja El masuk sekolah hari ini pikirnya. Hingga bel jam masuk berbunyi El masih tidak tampak batang hidungnya.

Kevin, Amel, Dean dan Raka berada di kantin sekolah. Amel memperhatikan Kevin yang hanya mengaduk-Aduk makanannya saja.

"Kev... kamu kenapa, sakit?" tanya Amel.

Kevin mengeleng. "Tidak koq, cuma gak nafsu saja," kilah Kevin.

"Kevin... El gak masuk sekolah, yah?" tanya Dean.

Kevin tersentak kenapa Dean bertanya padanya, apa Dean tahu akan hubungannya dengan El. "Kenapa tanya gue?"

"Ck... loe kan satu kelas sama El, dari kemarin gue telepon dan chat tapi gak dibalas, nomornya juga gak aktif," ujar Dean.

Kevin bernafas lega pikirannya saja yang kacau saat ini. Di kira Dean tahu akan statusnya tapi tidak. Tapi Kevin semakin cemas telapak tangannya sudah basah karna terus mengepal. Itu artinya El tidak bersama Dean.

"Gimana... kalau sehabis pulang sekolah kita kerumah El," ujar Raka.

"Oke... sehabis pulang sekolah kita kerumahnya. Gue takut El kenapa-kenapa," ucap Dean.

"loe mau ikut gak, Kevin, Amel?" tanya Raka.

Baru saja Kevin ingin menjawab untuk ikut tapi Amel sudah bicara terlebih dulu.

"Kita berdua gak ikut, kalian saja," ujar Amel.

Kevin mendelik kesal."Lho... kenapa?"

Amel tersenyum sinis. "El bukan teman gue, jadi buat apa gue kerumah dia."

Aku harus cari alasan buat kerumah sewa untuk ketemu El, batin Kevin.

"Kalau kamu... gak mau ikut, biar kita saja yang kesana Mel. Mungkin El lagi sakit sampai tidak masuk sekolah," ujar Kevin.

"Kev... kamu hari ini temankan aku belanja di mall. Ngapain sih, pake jenguk El segala."

Amel mengerucutkan bibir kesal.

Raka dan Dean memutar mata malas mendengar perdebatan pasangan kekasih itu. Kevin merasa geram tidak dapat berkata apa-apa. Dia harus mengikuti Amel daripada mencari istrinya.

"Biar kita berdua saja yang kerumah El," ujar Raka.

Kevin izin ke toilet untuk menelpon seseorang. Sekali lagi dia mencoba menelpon ponsel El tapi tetap tidak aktif. Kevin memutuskan untuk menelpon anak buahnya.

"Kamu sebar semua anak buahmu. Cari istriku sampai dapat, aku akan kirim fotonya padamu," ucap Kevin di telepon.

Dimana kamu El, batin Kevin.

Kevin meninju tembok toilet menumpahkan kekesalannya.

"Apa El kabur dari gue. Kemarin malam gue memperlakukan El dengan kasar!"

Kevin geleng-geleng kepala.

"Gak mungkin, El sempat berapa kali telepon gue tapi gue reject," guman Kevin.

Jam pelajaran sekolah berakhir. Dean dan Raka bersiap untuk pergi ke rumah sewa El. Sedangkan Kevin pergi menemani Amel jalan ke Mall. Meski hatinya cemas mengkhawatirkan El tetap saja Amel prioritas utamanya.

Tbc

Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.

Terpopuler

Comments

Dewi Anjasmaraa

Dewi Anjasmaraa

CK CK CK anak SMA punya banyak anak buah dunia halu emang beda

2024-10-19

1

Borahe 🍉🧡

Borahe 🍉🧡

Sebenarnya biar El gal nikah ttp banyak yang melindungi nya apa lg sahabat" nya

2024-08-28

0

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

makan tuh amel 🤬

2024-03-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100 EXTRA PART
101 SEASON 2 : MAKAN MALAM
102 KECUPAN DI PIPI
103 JATUH CINTA
104 MENJAUHLAH
105 MENJELASKAN
106 ARETHA MANISKU 21+
107 KECEWA
108 SUNGGUH CINTA
109 BAHAGIA
110 TANGGUNG JAWAB
111 OH ARETHA
112 PUTUS HUBUNGAN
113 YANG LALU
114 PRIA BERAMBUT PIRANG
115 DILAMAR
116 AKU YANG SALAH
117 MENATAPMU
118 PRIA BERISTRI
119 BALASAN SAKIT HATI
120 TERLAMBAT
121 LAKUKAN TES
122 TENDANGAN MAUT
123 TIDUR BERSAMA
124 ANAKKU?
125 BARU KUSADARI
126 MENJAUHLAH
127 MINTA MAAF
128 KINI KUSESALI
129 KEMBALI MEMINTA
130 MEREKA?
131 RAHASIA RURI
132 ISTRI RASA SIMPANAN
133 KUTUNGGU JANDAMU
134 TERCIDUK
135 INI MASALAH SAKIT HATI
136 CEMBURU MEMBAWA NIKMAT
137 DAVIN VS RURI
138 MAU DIBAWA KE MANA HATI INI
139 CINTA RURI
140 PESAN RENA
141 KECEWANYA DAVIN
142 BERBAHAGIALAH
143 MENANTU IDAMAN
144 BAHAGIA BERBALUT DUKA
145 BABY DAVIN DAN ARETHA
146 KALIAN MILIKKU
147 KEHIDUPAN BARU
148 TAWA KESAKITAN
149 MEMAAFKAN
150 COBAAN MANTAN
151 PERGINYA ARETHA
152 MENCARIMU
153 PERTEMUAN DAVIN
154 ANDAI
155 MELEPAS
156 BABAK BARU
157 DUA PAPA
158 PAPAKU
159 MENJEMPUT DAVIN
160 CANGGUNG
161 BERDAMAI
162 MENERIMA
163 DOKTER CANTIK
164 TERIMA SAJA
165 MENYATU
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100 EXTRA PART
101
SEASON 2 : MAKAN MALAM
102
KECUPAN DI PIPI
103
JATUH CINTA
104
MENJAUHLAH
105
MENJELASKAN
106
ARETHA MANISKU 21+
107
KECEWA
108
SUNGGUH CINTA
109
BAHAGIA
110
TANGGUNG JAWAB
111
OH ARETHA
112
PUTUS HUBUNGAN
113
YANG LALU
114
PRIA BERAMBUT PIRANG
115
DILAMAR
116
AKU YANG SALAH
117
MENATAPMU
118
PRIA BERISTRI
119
BALASAN SAKIT HATI
120
TERLAMBAT
121
LAKUKAN TES
122
TENDANGAN MAUT
123
TIDUR BERSAMA
124
ANAKKU?
125
BARU KUSADARI
126
MENJAUHLAH
127
MINTA MAAF
128
KINI KUSESALI
129
KEMBALI MEMINTA
130
MEREKA?
131
RAHASIA RURI
132
ISTRI RASA SIMPANAN
133
KUTUNGGU JANDAMU
134
TERCIDUK
135
INI MASALAH SAKIT HATI
136
CEMBURU MEMBAWA NIKMAT
137
DAVIN VS RURI
138
MAU DIBAWA KE MANA HATI INI
139
CINTA RURI
140
PESAN RENA
141
KECEWANYA DAVIN
142
BERBAHAGIALAH
143
MENANTU IDAMAN
144
BAHAGIA BERBALUT DUKA
145
BABY DAVIN DAN ARETHA
146
KALIAN MILIKKU
147
KEHIDUPAN BARU
148
TAWA KESAKITAN
149
MEMAAFKAN
150
COBAAN MANTAN
151
PERGINYA ARETHA
152
MENCARIMU
153
PERTEMUAN DAVIN
154
ANDAI
155
MELEPAS
156
BABAK BARU
157
DUA PAPA
158
PAPAKU
159
MENJEMPUT DAVIN
160
CANGGUNG
161
BERDAMAI
162
MENERIMA
163
DOKTER CANTIK
164
TERIMA SAJA
165
MENYATU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!