Kevin dan Elena sarapan pagi bersama.Kevin memberi sebuah kunci mobil pada El. Seolah mengerti akan tatapan bingung istrinya Kevin tersenyum. "Ini kunci mobil untukmu. Mulai sekarang kamu berangkat pake mobil dan gak usah pake ojek online lagi."
Elena terkesiap Kevin memberikanya sebuah mobil. "Terima kasih Kev, tapi aku gak perlu koq, lagian sekolah tinggal nunggu kelulusan saja."
Kevin meletakam kunci mobil ke dalam telapak tangan El. "Ini untuk kamu kemana pun kamu pergi El. Jangan menolak pemberian suami."
El mengangguk. "Makasih sekali lagi."
Kevin membawa tangan El ke wajahnya. Tangan El di letakan di pipinya lalu dia cium lembut. "El... bisakah kamu berhenti bekerja?"
El kaget spontan melepas pegangan tangan Kevin. "Tapi kenapa Kev?"
Kevin menghentikan acara makannya dan sedikit tidak suka jika dia meminta pada El ataupun melarang pasti selalu ada perdebatan. "Aku masih sanggup menghidupi kamu, jadi berhentilah bekerja El."
El berusaha mencari jawaban dari Kevin kenapa suaminya ini tiba-tiba saja menyuruhnya untuk berhenti bekerja. "Ta-tapi Kev, aku sudah lama bekerja disana dan aku juga senang."
Kevin menghela. "Apa kamu tidak ingin melanjutkan pendidikanmu. Sudah punya rencana mau kuliah dimana?"
El baru ingat jika sebentar lagi lulus tapi dia sendiri malah seakan tidak peduli "Aku lupa dan belum ada persiapan apa pun."
Kevin geleng-geleng kepala kesal. "Lihat... kamu bahkan lupa, kalau sebulan lagi lulus sekolah dan kamu asyik dengan bekerja di cafe."
El menundukam wajahnya. "Maaf aku lupa!"
Kevin berdecak kesal selalu saja minta maaf. "Ya sudah, mulai hari ini kamu berhenti kerja di cafe dan fokus pada pendidikan kamu."
El mengangguk. "Iya...."
Kevin beranjak pergi ke sekolah lebih dulu tak lupa Kevin mencium kening El dan El mencium punggung tangan Kevin.
El membereskan meja makan, setelah itu barulah dia berangkat sekolah.
El tiba di parkiran mobil apartemen. Di sana ada banyak mobil dan El menekan tombol pada kunci yang dia pegang. Bunyi pada mobil menandakan jika itu adalah mobilnya.
Mobil sedan mewah berwarna silver seperti yang El suka warnanya. El segera naik lalu menyalakan mesin mobil untuk ke sekolah.
*******
Saat ini El berpenampilan sedikit berbeda tidak lagi dengan rambut dan mata hitam tapi rambut coklat dan mata emerald. Baju yang dia kenakan tetap sama ala murid teladan tapi rambutnya tidak lagi di kepang dua melainkan di kuncir kuda.
Para siswa heran melihat perubahan dari El. Mereka semua bertanya-tanya perihal penampilan El.
"Apa itu Elena?" ~ Siswi cewek 1.
"Dari baju sekolahnya sama seperti El tapi rambut dan matanya berbeda!" ~ Siswi cewek 2.
"Apa itu Elena, kenapa mirip bule?" ~ Siswa cowok 1.
Semua saling berkasak kusuk saat melihat Elena berjalan melewati mereka. El cuek seakan tidak ingin mendengar hal tidak penting baginya.
Amel dan Natalia berdecak sebal mendengar hampir sepanjang koridor siswa maupun siswi membicarakan perubahan Elena. Biasanya dirinya yang menjadi topik pembicaraan hangat.
Amel menatap sinis Elena dari kejauhan. "Padahal hanya warna rambut dan matanya saja yang berubah tapi semua satu sekolah memuji dirinya."
Natalia juga menatap benci pada El. Seolah menjadi kompor yang membuat suasana menjadi lebih panas. "Benar Mel... kita harus kasih pelajaran pada El."
Beraninya kamu merebut perhatian Dean dari gue El, lihat saja yang bakal gue lakuin pada loe, batin Natalia.
Baru saja El tiba di dalam kelas, El sudah di cerca pertanyaan dari Dean dan Raka yang sedari tadi sudah menunggu El di dalam kelas bareng Kevin.
Sebagai teman, Bela heran melihat ketiga siswa populer itu membawa El ke kursi Kevin. Pertanyaan demi pertanyaan telah Bela siapkan di dalam otaknya. Nanti setelah El selesai dengan urusan para siswa populer itu maka dia akan bertanya.
Dean dan Raka tidak sabar mendengar penjelasan dari Elena tentang menghilangnya dirinya kemarin.
"Kamu kemana kemarin koq, hilang?":tanya Dean.
"Iya El, kita berdua cari kamu di rumah sewa tapi katanya kamu pindah dari sana dan tinggal di tempat tante kamu," ucap Raka.
El bingung ingin menjelaskan siapa tante yang di maksud oleh Raka.
El mencuri pandang ke arah Kevin tapi pria itu malah asyik bermain game di ponsel.
"Tante itu teman ibu, jadi aku tinggal bareng dia. Orangnya baik koq Dean, Raka," ujar El.
Dean dan Raka seolah tidak puas akan jawaban dari El.
"Kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu kan, El?" tanya Dean.
El gugup matanya melirik ke arah lain. "Gak koq, aku gak merahasiakan apapun dari kalian."
Dean dan Raka semakin curiga melihat tingkah El yang gugup dan tidak menatap mereka saat bicara. Dean mengenggam tangan El tepat di depan Kevin.
"Jika... kamu ada masalah katakan pada kami. Jika kamu perlu sesuatu, jangan sungkan El kita bertiga sahabat," ujar Dean.
Kevin melihat tangan Dean mengenggam tangan El merasa geram. Kevin memberi isyarat mata pada El agar Dean melepas tangannya.
El melepas tangannya dari genggaman Dean. "Iya... pasti aku akan bilang pada kalian berdua," ujar El. Tersenyum manis.
Dean main pegang aja tangan istri gue, batin Kevin.
"Sekarang... jelaskan kemana kamu kemarin, koq hilang?" tanya Raka.
El menjelaskan semuanya pada Dean dan Raka kalau kemarin dirinya di rawat di rumah sakit. Tapi El tidak bilang jika Dika yang menjaga dan merawat dirinya.
"Lain kali jangan seperti itu El, kasih kabar pada kita berdua," ujar Dean.
El mengangguk lalu tersenyum.Dean dan Raka pergi ke kelas mereka setelah mendengar penjelasan dari El. Baru saja El beranjak untuk berdiri Kevin menghentikannya.
Kevin berbicara seperti berbisik tapi suara itu terdengar jelas di telinga El. "Jika sekali lagi Dean berani menyentuhmu, kamu bakal tahu akibatnya."
El pergi menuju kursinya tanpa menoleh pada Kevin.
Bela ingin bertanya pada El tapi bel masuk sudah berbunyi. Bela berdecak sebal niatnya untuk bertanya harus dia urungkan.
Bel istirahat sudah berbunyi para siswa bubar di dalam kelas. Bela menarik tangan El agar tetap duduk di sampingnya. Bela menatap El yang berubah penampilan itu.
"Sebagai sahabat kamu satu-satunya di sekolah ini, jadi kamu harus jelaskan semuanya," ujar Bela.
El mendesah lelah harus menceritakan ulang semua kejadian yang menimpanya. Tadi malam Kevin lalu paginya Dean dan Raka lalu sekarang Bela.
"Apa tidak bisa nanti saja," lirih El.
Bela mengeleng."No... no... no harus sekarang. Di mulai dari penampilan kamu dan kedekatan kamu sama para siswa populer itu."
El lalu menceritakan semuanya pada Bela dengan jelas dan detil agar sahabatnya ini tidak lagi bertanya-tanya. Tapi El tidak menceritakan bahwa dia dan Kevin punya hubungan.
Tbc
Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya siapa suruh lu ga bilang kalo el istri lu, dasar paijo 😤
2024-03-12
1
leyka
py to tor... kevvin gila
2022-03-15
0
Siti Aisyah
thor...el nya di bikn kuat jgn lemah gitu...memang istri harus nurut sama suami...tapi suami yg mana yg hrs di turutin itu...
el jdi wanita kuat..💪🏼💪🏼
2022-01-07
1