Calon suami?

"Ka-kau sedang apa di sini?" tanya Clara terkejut.

"Aku yang harusnya bertanya, Kau yang sedang apa?" tanya Irene tidak percaya.

"Ini rumah Lewis, calon suamiku! Kami akan tunangan tiga hari lagi," ucapnya dengan berani.

"Oh!" balas Irene ketus.

Ia menatap gadis cantik yang ada di hadapannya dengan berani. Ia sangat mengenal gadis ini, dia adalah kakak tiri yang selalu saja menindasnya sejak kecil.

"Kau!" geram Clara dengan Kesal. "Sedang apa kau di sini? Apa hubungan kau dengan Lewis?" tanya gadis itu curiga.

"Kenapa? Saya nyonya di rumah ini!" jelas Irene membuat bola mata Clara membulat sempurna.

Semua pelayan terdiam ketika mendengar ucapan Irene. Mereka sudah mendengar sendiri dari mulut Lewis, namun pemberitaan media mengatakan hal yang berbeda.

Clara adalah calon istri masa depan Lewis, bahkan seluruh media berpihak pada gadis ini.

"Tidak mungkin! Kau pasti hanya ja*lang yang merayu Lewis biar bisa hidup enak dan memanfaatkannya!" tuduh Clara membuat Irene terdiam.

"Cih! Bukankah kau yang membutuhkan uang untuk membayar hutang ayah? Saya masih memiliki uang untuk hidup lima tahun kedepan tanpa bantuan Lewis!" sindir Irene membuat pelayan di sana terdiam.

Clara terkejut dengan ucapan Irene yang begitu berani. Gadis ini sangat berbeda dengan Irene yang ia kenal dulu.

"Walaupun tidak kaya, setidaknya uang yang saya dapat adalah hasil kerja keras, bukan hasil jual diri atau menjual saudara tiri!" sindir Irene dengan tajam.

Clara berjalan mendekat dan melayangkan tangannya. Namun dengan sigap, Irene menangkap tangan Clara dan menghempaskannya hingga membuat gadis itu terjatuh.

"Kau! Apa apa yang kau lakukan?" pekik Clara yang merasakan sakit.

"Jangan lancang kau di sini!" ucap Irene tegas.

Dua pelayan membantu Clara untuk berdiri. "Nona tidak apa?" tanya mereka dan meminta pelayan yang lain untuk mengambil kotak obat.

"Nyonya, kenapa anda berbuat kasar? Ini tidak mencerminkan wajah dari Mansion tuan Lewis!" ucapnya dengan berani.

Irene terdiam, ia masih mengingat kata-kata sarkas Pak Man kemarin, ia tidak akan menimbulkan masalah kepada mereka yang mungkin sudah lama bekerja di sana.

Pak Man menatap dari kejauhan apa yang tengah terjadi. Ia sedang menghubungi Lewis yang tengah memantau CCTV.

Ia sedang dalam perjalanan pulang pagi ini. Tidak bertemu dengan Irene membuat suasana hatinya tidak enak.

"Biarkan saja! Selagi dia tidak terluka, kita lihat apa yang akan dia lakukan," ucap Lewis membuat wajah Pak Man menggelap.

"Baik, Tuan. Apa saya harus mengusirnya?" tanya Pak Man membuat Lewis terdiam.

"Selagi tidak menyakiti Irene, biarkan saja!" titah Lewis membuat Pak Man menghela napas.

Melihat sikap Irene, ia yakin jika gadis ini pasti akan menimbulkan masalah lain.

Ia mendengar dengan sangat jelas jika pelayan masih berusaha untuk memprovokasi Irene. Namun gadis itu hanya diam dan menatap Clara dengan datar.

"Jika tidak ada urusan apapun, pergilah! Lewis tidak akan pulang sampai besok!" ucap Irene.

Ia berjalan keluar dari rumah, namun dua pelayan menahan tangannya dengan kasar.

"Nyonya, anda harus meminta maaf kepada Nona Clara! Bagaimanapun juga anda belum ada hubungan yang sah dengan Tuan Lewis, sementara Nona Clara adalah tunangan sah Tuan Lewis!" ucap pelayan itu dengan berani.

Irene menatapnya dengan malas. Ia menghempaskan tangan pelayan itu dengan kasar.

"Jangan melewati batas! Sepuluh Manager butik terkenal bisa saya pecat dalam waktu lima menit!" ancamnya membuat semua orang yang ada di sana terdiam.

Termasuk Clara yang tidak menyangka dengan tindakan Irene. "Kenapa kau begitu arogan kepada pelayan? Irene, kau dulu juga sama seperti mereka! Jangan karena kau sekarang menjadi simpanan Lewis, kau bisa bertingkah seenaknya!" ucap Clara membuat pelayan mendapatkan angin segar.

"Tentu saja, Tuan Lewis sendiri yang mengajari saya bagaimana bersikap dengan orang-orang seperti kau!" sindir Irene.

Ia berjalan keluar dari Mansion, Pak Man yang melihat kepergian Irene langsung mengejarnya.

"Anda mau pergi ke mana Nyonya?" tanya Pak Man menghentikan langkah kaki Irene.

"Ke kantor Lewis! Apa anda mau ikut?" tanya Irene ketus dengan wajah datar.

"Kantor yang mana? Daddy Mark sedang mengadakan rapat untuk pencopotan jabatannya!" tukas Clara berhasil membuat Irene terkejut.

Clara menyadari jika Irene tidak mengetahui apa yang terjadi dengan Lewis. Ia masih berusaha untuk memprovokasi adik tirinya agar segera pergi dari rumah ini.

"Kau tidak tau? Sekarang aku ingin membujuk Lewis untuk kembali ke kediaman Maddison. Jadi, kau jangan berharap banyak, karena sebentar lagi Lewis akan menjadi milikku!" ujar Clara.

"Mimpi saja!" ketus Irene.

Ia sangat ingin meninggalkan rumah dan mencari makanan di luar. Ia sungguh sudah sangat lapar saat ini.

Namun ketika hendak berbalik, ia tidak sengaja menabrak Lewis yang sudah berada di belakangnya.

"Mau ke mana kau pagi-pagi?" tanya Lewis sambil memeluk pinggang Irene dengan erat, takut gadis ini akan terjatuh nanti.

Irene terkejut dan terkesiap ketika wajah tampan Lewis berjarak begitu dekat dengannya.

"A-aku hanya ingin mencari makan," ucap Irene lirih, namun langsung membuat wajah Lewis menggelap.

Namun ucapan Irene hanya terdengar oleh mereka berdua. Lewis menatap Pak Man dengan datar.

"Lewis, kamu sudah datang? Mommy memintaku untuk menjemputmu, hari ini dokter sudah memperbolehkannya pulang," ucap Clara tersenyum manis.

"Pergilah! Siapa yang menyuruh kau datang ke sini?" tanya Lewis Ketus.

Semua pelayan terkejut dengan respon Lewis yang lebih memihak kepala Irene dari pada Clara.

"Lewis, aku...,"

"Keluar!" bentak Lewis membuat Clara terkejut.

Ia masih berusaha untuk menjelaskan, namun ketika melihat wajah Lewis yang menggelap, membuat nyalinya menciut.

"Aku akan mencari alasan kepada Mommy nanti," ucapnya melangkah pergi.

Tatapannya semakin tidak bersahabat ketika melihat tangan Lewis yang memeluk Irene dengan sangat posesif.

Ia tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti itu selama ini. Kebenciannya semakin besar kepada Irene.

Selepas kepergian Clara, Lewis menatap beberapa pelayan yang sudah merendahkan Irene. Tanpa melepaskan pelukannya, Lewis menujuk mereka dengan tegas.

"Ambil gaji dan pesangon kalian! Jangan sampai saya melihat kalian lagi sore ini!" tegasnya.

Irene terkejut. "Lupakan saja! Mereka tidak menyakiti saya," jelasnya membuat Wajah Lewis semakin datar.

"Diamlah! Saya sudah melihat semuanya! Jangan membela mereka, bahkan Pak Man sekalipun!" tegas Lewis membuat mereka menelan ludah dengan kasar

"Tuan, jangan seperti ini!" lirih Irene merasa bersalah.

Pelayan yang ditunjuk oleh Lewis memilih untuk berlutut, berharap Lewis masih memiliki sedikit belas kasih.

"Tuan, tolong jangan pecat kami!" pinta mereka dengan air mata yang mengalir.

"Pak Man, antar sarapan ke atas!" titah Lewis.

Ia langsung menggandeng Irene tanpa menghiraukan siapapun lagi.

Sementara Pam Man, ia menyadari kemarahan Lewis dari cara berbicaranya. Ia langsung menyuruh beberapa pelayan untuk menyiapkan sarapan untuk mereka.

Sementara di dalam kamar, Lewis langsung menghempaskan Irene ke atas ranjang dan menatapnya dengan marah.

"Kau ingin kabur lagi? Katakan, mau ke mana kau hari ini?" tanya Lewis.

Tangannya mulai mencengkram leher Irene hingga membuat gadis itu tercekat karena tidak sempat untuk menghirup napas terlebih dahulu.

"Cepat katakan!" bentak Lewis tidak sabar.

Sejenak ia menyadari jika mata Irene terlihat putih dan perlahan terpejam. Dengan cepat ia melepaskan cengkramannya dan membangunkan Irene.

Dia pingsan!.

Episodes
1 Dijual
2 Kau!
3 Tubuhmu!
4 Membawanya kembali
5 Perjanjian
6 Menikah?
7 Ancaman
8 Melawan
9 Nyonya Baru
10 Sedikit melunak
11 Membawa masalah
12 Calon suami?
13 Menangis?
14 Merindukan anak-anak
15 Cintai aku Irene!
16 Dilabrak!
17 Cemas
18 Merayunya
19 Awal yang baru
20 Menonton
21 Merasa familiar
22 Ingin Bebas
23 Mereka Anak Saya!
24 Hak Asuh Anak
25 Sudah Jelas
26 Tuan Lewis, ayahmu!
27 Istriku hanya satu!
28 Menjijikkan
29 Mantan
30 Ayah Kalah!
31 Om Jahat!
32 Cemburu
33 Tidak Peduli
34 Akan ku rebut kembali!
35 Apa rencanamu?
36 Saling mencintai
37 Belum Menerima!
38 Dimana Ibu kami?
39 Menyerah saja Nona!
40 Jangan besar dulu, Nak!
41 Bersyukur atau menangis
42 Dia milikku!
43 Jangan pergi lagi!
44 Warisan
45 Tidak semiskin itu!
46 Balas Dendam
47 Mendukungmu!
48 Ibu yang kejam
49 Berhati-hatilah!
50 Ibu jangan pergi!
51 Tidak pantas!
52 Luluh
53 Saya ayahnya!
54 Dia yang membeliku!
55 Hancurkan mereka!
56 Curiga
57 Jangan Aneh-aneh!
58 Renovasi!
59 Penerus Lewis
60 Belum seberapa
61 Asisten Pribadi
62 Hancur!
63 Yang setimpal!
64 Sabar sedikit lagi!
65 Apa masih membenci?
66 Menciptakannya!
67 Kasus macam apa ini?
68 Permulaan tanpa akhir
69 Penuh amarah
70 Level Up!!
71 Begitu sombong
72 Karena kamu!
73 Dibayar dengan Nyawa!
74 Cari tau siapa dia!
75 Jaga dirimu!
76 Bukan Aku
77 Sisi lain.
78 Hina
79 Aku di sini
80 Sangat Kompak
81 Diusir
82 Nyawa Harus Dibayar!
83 Bertemu
84 Kalian menipu saya!
85 Pemberitaan
86 The Day
87 Aku merasa lega
88 Menyiapkan kejutan
89 Kejutan
90 Kabar baik?
91 Masih yang dulu
92 Sayang Semangat!
93 Rahasia Clara
94 Aku takut, Lewis!
95 Petunjuk
96 Bukan Kau!
97 Memisahkan Mereka?
98 Saudara Yang Terpisah?
99 Tidak mungkin
100 Terlalu Longgar?
101 Tergeletak
102 Tidak akan Merebutnya.
103 Luluh!
104 Bertahanlah, Dik!
105 Diana Jocelyn Maddison
106 Meradang!
107 Mereka Cucumu!
108 Itu aku!
109 Perusahaan Gelap
110 Tetap Percaya!
111 Pengecut!
112 Penyusup?
113 Membongkarnya
114 Titik terang?
115 Bisakah bertemu?
116 Kami akan menebusnya!
117 Dimana Ibu dan Ayah?
118 Kerahkan semua!
119 Mengawasi
120 Hancur di tanganku!
121 Kabur!
122 Mati di Tanganku!
123 Bukan Irene!
124 Kritis
125 Kemarahan Tuan Arselio
126 Ayah pembohong!
127 Tidak akan rela!
128 Kesempatan Terakhir.
129 Terimakasih
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Dijual
2
Kau!
3
Tubuhmu!
4
Membawanya kembali
5
Perjanjian
6
Menikah?
7
Ancaman
8
Melawan
9
Nyonya Baru
10
Sedikit melunak
11
Membawa masalah
12
Calon suami?
13
Menangis?
14
Merindukan anak-anak
15
Cintai aku Irene!
16
Dilabrak!
17
Cemas
18
Merayunya
19
Awal yang baru
20
Menonton
21
Merasa familiar
22
Ingin Bebas
23
Mereka Anak Saya!
24
Hak Asuh Anak
25
Sudah Jelas
26
Tuan Lewis, ayahmu!
27
Istriku hanya satu!
28
Menjijikkan
29
Mantan
30
Ayah Kalah!
31
Om Jahat!
32
Cemburu
33
Tidak Peduli
34
Akan ku rebut kembali!
35
Apa rencanamu?
36
Saling mencintai
37
Belum Menerima!
38
Dimana Ibu kami?
39
Menyerah saja Nona!
40
Jangan besar dulu, Nak!
41
Bersyukur atau menangis
42
Dia milikku!
43
Jangan pergi lagi!
44
Warisan
45
Tidak semiskin itu!
46
Balas Dendam
47
Mendukungmu!
48
Ibu yang kejam
49
Berhati-hatilah!
50
Ibu jangan pergi!
51
Tidak pantas!
52
Luluh
53
Saya ayahnya!
54
Dia yang membeliku!
55
Hancurkan mereka!
56
Curiga
57
Jangan Aneh-aneh!
58
Renovasi!
59
Penerus Lewis
60
Belum seberapa
61
Asisten Pribadi
62
Hancur!
63
Yang setimpal!
64
Sabar sedikit lagi!
65
Apa masih membenci?
66
Menciptakannya!
67
Kasus macam apa ini?
68
Permulaan tanpa akhir
69
Penuh amarah
70
Level Up!!
71
Begitu sombong
72
Karena kamu!
73
Dibayar dengan Nyawa!
74
Cari tau siapa dia!
75
Jaga dirimu!
76
Bukan Aku
77
Sisi lain.
78
Hina
79
Aku di sini
80
Sangat Kompak
81
Diusir
82
Nyawa Harus Dibayar!
83
Bertemu
84
Kalian menipu saya!
85
Pemberitaan
86
The Day
87
Aku merasa lega
88
Menyiapkan kejutan
89
Kejutan
90
Kabar baik?
91
Masih yang dulu
92
Sayang Semangat!
93
Rahasia Clara
94
Aku takut, Lewis!
95
Petunjuk
96
Bukan Kau!
97
Memisahkan Mereka?
98
Saudara Yang Terpisah?
99
Tidak mungkin
100
Terlalu Longgar?
101
Tergeletak
102
Tidak akan Merebutnya.
103
Luluh!
104
Bertahanlah, Dik!
105
Diana Jocelyn Maddison
106
Meradang!
107
Mereka Cucumu!
108
Itu aku!
109
Perusahaan Gelap
110
Tetap Percaya!
111
Pengecut!
112
Penyusup?
113
Membongkarnya
114
Titik terang?
115
Bisakah bertemu?
116
Kami akan menebusnya!
117
Dimana Ibu dan Ayah?
118
Kerahkan semua!
119
Mengawasi
120
Hancur di tanganku!
121
Kabur!
122
Mati di Tanganku!
123
Bukan Irene!
124
Kritis
125
Kemarahan Tuan Arselio
126
Ayah pembohong!
127
Tidak akan rela!
128
Kesempatan Terakhir.
129
Terimakasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!