Merindukan anak-anak

Mereka terdiam, Irene semakin merasakan sisi lembut dari Lewis. Ia hanya mengelus lembut kepala pria tampan itu berharap bisa menenangkannya.

Hingga Lewis tersadar, ia segera menatap Irene dengan tajam. "Jangan mengasihi saya!" tukasnya.

Irene mendelik kesal. "Siapa yang mengasihi anda? Baju saya basah gara-gara air mata Anda! Cih dasar penangis!" ketusnya sambil menjaga jarak dari Irene.

"Kau!" sentak Lewis, ia kembali memeluk Irene dan menghirup aroma segar dari tubuh wanita cantik itu.

Irene hanya mendelik kesal, namun ia tidak menolak pelukan Lewis. Tingkah laki-laki ini sama seperti Devon yang terlihat dewasa namun masih sangat manja.

"Tuan," panggil Irene membuat Lewis mengeratkan pelukannya.

"Saya merindukan anak-anak, mereka pasti kesulitan untuk tidur, tidak bisa makan dengan baik dan...,"

"Diamlah!" ketus Lewis.

Irene terdiam dan menatap kosong ke sembarangan arah. "Jahat!" lirih Irene sembari melepaskan pelukan mereka dengan kasar.

Lewis merasa kosong di tangannya. Ia menatap Irene dengan tajam namun membiarkan pergi.

"Jangan keluar rumah! Nanti kita cari waktu untuk bertemu mereka!" ucap Lewis sambil menutup matanya.

Irene terdiam dan menatap Lewis tidak percaya. Namun tidak bisa langsung mengiyakan ucapan laki-laki itu sebelum memastikan jika Lewis tidak akan merebut mereka darinya.

Irene memilih untuk berjalan menuju taman belakang. Ia terdiam ketika mengingat permintaan Diego dan Devon. Jika di hitung, hari ini adalah acara hari ayah di sekolah mereka.

Miris! Itu yang tengah ia rasakan. Betapa kedua anak itu menginginkan sosok seorang ayah. Bahkan kehadiran Ken pun masih tidak bisa menebus keinginan mereka.

Langit terlihat mendung, angin terasa begitu dingin mulai membelai kulit halus Irene.

Ia duduk di kursi sambil mengusap tubuhnya yang terasa dingin. Tanpa terasa air manya mengalir tanpa bisa dicegah.

"Kenapa anda duduk diluar, Nyonya? Cuaca sedang tidak bagus beberapa hari ini," ucap Satya.

Irene terkejut dan langsung mengusap air matanya. "Ah, tidak apa. Saya terbiasa dengan cuaca dingin seperti ini. Kamu tidak ada kerjaan?" tanya Irene tersenyum canggung.

"Sudah, semua sudah selesai. Kalau begitu saya pamit ke belakang dulu, Nyonya. Jaga kesehatan anda!" ucap Satya dan berlalu dari sana.

Tanpa mereka sadari, Lewis berdiri dan menatap mereka dengan tangan yang mengepal karena emosi.

Irene kembali memejamkan matanya sambil menikmati udara dingin itu. Dulu waktu hamil ia selalu senang duduk berlama-lama di luar ketika udara dingin seperti ini.

Seolah, hatinya terasa damai dan tenang karena belaian angin itu.

Lewis yang berdiri dari kejauhan menatap Irene dengan perasaan berbeda. George belum mendapatkan informasi lanjutkan tentang gadis ini. Sehingga ia hanya bisa mengamatinya setiap hari.

Ia berjalan perlahan dan memeluk Irene dari belakang. "Kenapa di sini? Kau melupakan perjanjian kita!" ucap Lewis membuat Irene terdiam.

"Sebentar saja! Saya merindukan mereka," ucap Irene lirih dengan penuh harap.

Lewis terdiam, ada perasaan kesal ketika Irene mengungkit anak-anaknya.

"Kau begitu menyayangi mereka. Kenapa kau tidak mengandung anak saya? Jika kau bilang mereka kecelakaan, bukankah benih saya lebih banyak dari pada dia?" tanya Lewis.

Irene terdiam dan menatap Lewis dengan jantung yang mulai berdetak kencang.

"Saya tidak tau. Mungkin saat itu saya dalam masa subur," ucap Irene acuh berusaha untuk menutupi rahasianya.

Lewis menatap gadis itu dengan tajam. "Siapa ayah mereka?" tukasnya.

"Saya tidak tau!" jawab Irene tanpa berani menatap Lewis.

"Lalu, kenapa kau bisa mengingat wajah saya tapi tidak dengan laki-laki itu!" tanya Lewis heran.

"Karena anda laki-laki yang sudah merenggut paksa mahkota berharga saya dan membayarnya dengan harga yang sangat murah," lirih Irene berhasil membuat Lewis terdiam.

"Bahkan saya tidak menikmati sepersen pun uang itu," sambungnya.

Lewis tidak mengatakan apapun lagi, ia hanya terdiam dan langsung menggendong Irene menuju kamar.

Gadis itu tidak memberontak, ia hanya pasrah dan menatap Lewis dengan lekat.

"Pada akhirnya saya tau seberapa berharganya tubuh ini. Bahkan untuk memilih jalan hidup sendiri saja saya tidak bisa," ucapnya lirih.

Lewis menatap iren sejenak dan melanjutkan langkah kakinya dan bermain bersama dengan Irene hingga ia puas.

"Hamil anak saya, dan kau akan mendapat apapun yang kau inginkan!" titah Lewis sambil mengecup leher Irene.

"Saya tidak menjual anak saya!" tegas Irene.

Lewis tidak menjawab lagi, karena sudah pasti ia akan kembali mencekik Irene tanpa ampun.

*

*

*

"Kak, aku tidak ingin pergi sekolah!" lirih Diego dengan wajah lesu.

Devon hanya menghela napas. "Uncle Ken juga gak bisa dihubungi. Ya sudah kita libur aja hari ini," ucapnya tidak berdaya.

"Aku merindukan ibu. Apa tidak ada jalan lain, Kak?" tanya Diego.

"Kita bisa pergi kalau tante Sofia ikut ke kota Bartow," jelas Devon tanpa menyadari jika Sofia berada di pintu kamar mereka.

"Kalian betul tidak ingin sekolah hari ini?" tanya Sofia dengan wajah penuh haru.

Dua pria kecil itu mengangguk bersamaan. "Mereka pasti akan mengejek kami lagi, Tante," jelas Diego dengan mata yang berkaca-kaca.

Sofia terenyuh. Ia memeluk dua pria kecil itu dan mengusap punggung mereka.

"Sabar, ya! Tante akan minta cuti biar kita bisa ke tempat ibu kalian. Sekarang ayo bantu tante masak!" ucap Sofia menghibur mereka.

Walaupun Devon tidak terlihat percaya, namun ucapan Sofia cukup menghiburnya.

Mereka memilih untuk memasak banyak makanan untuk menghilangkan rasa sedih dalam hati mereka.

"Ah tante cukup pandai memasak. Walaupun masakan Ibu lebih enak," puji Diego membuat Sofia mendelik.

"Ibu kalian itu jualan, kalau gak enak ya gak ada yang beli!" ketus Sofia sambil mengacak rambut Diego dengan gemas.

Pagi itu mereka bertiga menghabiskan waktu bermalasan di rumah, menonton drama dan juga bercerita banyak hal.

Setidaknya mereka bisa terhibur sebentar dan tidak terlalu merasa sedih karena berpisah dengan Irene. batin Sofia.

Terpopuler

Comments

Diah Anggraini

Diah Anggraini

kalo udah urusan bocil aku bacanya sedih

2025-01-06

1

lihat semua
Episodes
1 Dijual
2 Kau!
3 Tubuhmu!
4 Membawanya kembali
5 Perjanjian
6 Menikah?
7 Ancaman
8 Melawan
9 Nyonya Baru
10 Sedikit melunak
11 Membawa masalah
12 Calon suami?
13 Menangis?
14 Merindukan anak-anak
15 Cintai aku Irene!
16 Dilabrak!
17 Cemas
18 Merayunya
19 Awal yang baru
20 Menonton
21 Merasa familiar
22 Ingin Bebas
23 Mereka Anak Saya!
24 Hak Asuh Anak
25 Sudah Jelas
26 Tuan Lewis, ayahmu!
27 Istriku hanya satu!
28 Menjijikkan
29 Mantan
30 Ayah Kalah!
31 Om Jahat!
32 Cemburu
33 Tidak Peduli
34 Akan ku rebut kembali!
35 Apa rencanamu?
36 Saling mencintai
37 Belum Menerima!
38 Dimana Ibu kami?
39 Menyerah saja Nona!
40 Jangan besar dulu, Nak!
41 Bersyukur atau menangis
42 Dia milikku!
43 Jangan pergi lagi!
44 Warisan
45 Tidak semiskin itu!
46 Balas Dendam
47 Mendukungmu!
48 Ibu yang kejam
49 Berhati-hatilah!
50 Ibu jangan pergi!
51 Tidak pantas!
52 Luluh
53 Saya ayahnya!
54 Dia yang membeliku!
55 Hancurkan mereka!
56 Curiga
57 Jangan Aneh-aneh!
58 Renovasi!
59 Penerus Lewis
60 Belum seberapa
61 Asisten Pribadi
62 Hancur!
63 Yang setimpal!
64 Sabar sedikit lagi!
65 Apa masih membenci?
66 Menciptakannya!
67 Kasus macam apa ini?
68 Permulaan tanpa akhir
69 Penuh amarah
70 Level Up!!
71 Begitu sombong
72 Karena kamu!
73 Dibayar dengan Nyawa!
74 Cari tau siapa dia!
75 Jaga dirimu!
76 Bukan Aku
77 Sisi lain.
78 Hina
79 Aku di sini
80 Sangat Kompak
81 Diusir
82 Nyawa Harus Dibayar!
83 Bertemu
84 Kalian menipu saya!
85 Pemberitaan
86 The Day
87 Aku merasa lega
88 Menyiapkan kejutan
89 Kejutan
90 Kabar baik?
91 Masih yang dulu
92 Sayang Semangat!
93 Rahasia Clara
94 Aku takut, Lewis!
95 Petunjuk
96 Bukan Kau!
97 Memisahkan Mereka?
98 Saudara Yang Terpisah?
99 Tidak mungkin
100 Terlalu Longgar?
101 Tergeletak
102 Tidak akan Merebutnya.
103 Luluh!
104 Bertahanlah, Dik!
105 Diana Jocelyn Maddison
106 Meradang!
107 Mereka Cucumu!
108 Itu aku!
109 Perusahaan Gelap
110 Tetap Percaya!
111 Pengecut!
112 Penyusup?
113 Membongkarnya
114 Titik terang?
115 Bisakah bertemu?
116 Kami akan menebusnya!
117 Dimana Ibu dan Ayah?
118 Kerahkan semua!
119 Mengawasi
120 Hancur di tanganku!
121 Kabur!
122 Mati di Tanganku!
123 Bukan Irene!
124 Kritis
125 Kemarahan Tuan Arselio
126 Ayah pembohong!
127 Tidak akan rela!
128 Kesempatan Terakhir.
129 Terimakasih
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Dijual
2
Kau!
3
Tubuhmu!
4
Membawanya kembali
5
Perjanjian
6
Menikah?
7
Ancaman
8
Melawan
9
Nyonya Baru
10
Sedikit melunak
11
Membawa masalah
12
Calon suami?
13
Menangis?
14
Merindukan anak-anak
15
Cintai aku Irene!
16
Dilabrak!
17
Cemas
18
Merayunya
19
Awal yang baru
20
Menonton
21
Merasa familiar
22
Ingin Bebas
23
Mereka Anak Saya!
24
Hak Asuh Anak
25
Sudah Jelas
26
Tuan Lewis, ayahmu!
27
Istriku hanya satu!
28
Menjijikkan
29
Mantan
30
Ayah Kalah!
31
Om Jahat!
32
Cemburu
33
Tidak Peduli
34
Akan ku rebut kembali!
35
Apa rencanamu?
36
Saling mencintai
37
Belum Menerima!
38
Dimana Ibu kami?
39
Menyerah saja Nona!
40
Jangan besar dulu, Nak!
41
Bersyukur atau menangis
42
Dia milikku!
43
Jangan pergi lagi!
44
Warisan
45
Tidak semiskin itu!
46
Balas Dendam
47
Mendukungmu!
48
Ibu yang kejam
49
Berhati-hatilah!
50
Ibu jangan pergi!
51
Tidak pantas!
52
Luluh
53
Saya ayahnya!
54
Dia yang membeliku!
55
Hancurkan mereka!
56
Curiga
57
Jangan Aneh-aneh!
58
Renovasi!
59
Penerus Lewis
60
Belum seberapa
61
Asisten Pribadi
62
Hancur!
63
Yang setimpal!
64
Sabar sedikit lagi!
65
Apa masih membenci?
66
Menciptakannya!
67
Kasus macam apa ini?
68
Permulaan tanpa akhir
69
Penuh amarah
70
Level Up!!
71
Begitu sombong
72
Karena kamu!
73
Dibayar dengan Nyawa!
74
Cari tau siapa dia!
75
Jaga dirimu!
76
Bukan Aku
77
Sisi lain.
78
Hina
79
Aku di sini
80
Sangat Kompak
81
Diusir
82
Nyawa Harus Dibayar!
83
Bertemu
84
Kalian menipu saya!
85
Pemberitaan
86
The Day
87
Aku merasa lega
88
Menyiapkan kejutan
89
Kejutan
90
Kabar baik?
91
Masih yang dulu
92
Sayang Semangat!
93
Rahasia Clara
94
Aku takut, Lewis!
95
Petunjuk
96
Bukan Kau!
97
Memisahkan Mereka?
98
Saudara Yang Terpisah?
99
Tidak mungkin
100
Terlalu Longgar?
101
Tergeletak
102
Tidak akan Merebutnya.
103
Luluh!
104
Bertahanlah, Dik!
105
Diana Jocelyn Maddison
106
Meradang!
107
Mereka Cucumu!
108
Itu aku!
109
Perusahaan Gelap
110
Tetap Percaya!
111
Pengecut!
112
Penyusup?
113
Membongkarnya
114
Titik terang?
115
Bisakah bertemu?
116
Kami akan menebusnya!
117
Dimana Ibu dan Ayah?
118
Kerahkan semua!
119
Mengawasi
120
Hancur di tanganku!
121
Kabur!
122
Mati di Tanganku!
123
Bukan Irene!
124
Kritis
125
Kemarahan Tuan Arselio
126
Ayah pembohong!
127
Tidak akan rela!
128
Kesempatan Terakhir.
129
Terimakasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!