Melawan

Lewis langsung pergi menuju rumah sakit di mana Marisa dibawa. Raut wajah khawatirnya tidak bisa disembunyikan lagi.

Ia segera mengirim pesan kepada Irene dan mengatakan jika ia tidak pulang malam ini.

Namun Lewis bukan anak yang bodoh. Ia tau hanya akal-akalan Marisa saja, ini bukan yang pertama. Namun biasanya tidak sampai ke rumah sakit seperti sekarang.

"Percepat!" ucap Lewis.

Mobil melaju semakin cepat menuju rumah sakit. Ia berulang kali memeriksa ponselnya, tapi Irene sama sekali tidak membalas pesannya.

Wajah Lewis terlihat muram dan kesal. Setidak peduli inikah Irene kepadanya?.

Hingga mobil berhenti di depan IGD, Lewis langsung turun dan melihat Marisa tengah terbaring dengan infus dan oksigen yang sudah terpasang.

"Mom?" panggil Lewis khawatir.

"Kamu datang, Nak?" tanya Marisa lirih.

Ia meraih tangan Lewis dan menggenggamnya dengan lembut. "Mommy sudah sakit-sakit begini, apa kamu masih belum ingin menikah?" tanya wanita tua itu.

"Sebaiknya Mom memikirkan kesehatan saja! Jangan menambah beban pikiran, aku tidak akan menuruti keinginanmu walaupun Mom menghembuskan napas terakhir hari ini!" ucap Lewis tegas.

"Kamu!" sentak Marisa sembari memegang dadanya yang terasa sakit.

Mark yang melihat itu langsung mendorong Lewis dengan kasar. "Kalau kau tidak ingin mengikuti keinginannya, Jangan kau sakiti dia dengan kata-kata kasarmu!" bentak Mark membuat raut muka Lewis semakin dingin.

"Dad, tenanglah. Jangan marahi Lewis. Yang penting sekarang Mommy bisa sembuh dulu," bujuk Clara.

Mark hanya menatap Lewis dengan tajam. "Besok kalian harus tunangan, atau lihat apa yang akan saya lakukan setelah ini! Mommymu sedang tidak sehat dan kau berani membantahnya!" ancam Mark membuat Lewis semakin muram.

Clara tersenyum tipis. Tak ada satupun yang menyadari raut wajah bahagianya. Ia hanya berusaha khawatir ketika melihat Marisa yang sudah terlelap di atas brankar.

"Lewis, Mommy sedang sakit. Aku harap kamu tidak membantah dan membuat Mommy kambuh," ucap Clara dengan lembut sembari meraih tangan Lewis.

Namun secara kasar, Lewis menghempaskan tangan Clara. Ia menatap gadis itu dengan tajam dan remeh.

"Mau mati sekalipun orang tua saya, kau tidak akan pernah saya nikahi!" ketus Lewis.

Clara terdiam, ia hanya bisa menunduk menyembunyikan wajah kesalnya. Namun ia berusaha untuk tersenyum, seolah perkataan Lewis tidak mengganggunya.

"Setidaknya kalau bukan denganku, kamu juga harus menikah dengan orang lain kan? Sayangnya Mommy hanya menginginkanku," ucap Clara lirih.

Lewis tidak mengucapkan apapun lagi, ia berjalan menjauh meninggalkan tempat itu. Ia sudah muak dengan semua ini. Tidak ada satupun orang yang bisa mengendalikannya.

Derap langkah kaki terdengar mendekat, ia melihat Mark berjalan dengan wajah yang tidak bersahabat.

"Apa kau pikir kali ini Mommy mu kembali berakting?" tanya Mark.

"Tidak! Bahkan jika berakting pun, saya masih datang dan khawatir," ucap Lewis.

"Sudah seperti ini, apa kau masih keras kepala?" tanya Mark.

Lewis terdiam, ia hanya menatap Langit dengan mata tajamnya. "Apa yang sudah wanita itu berikan kepada kalian? Apa kalian tidak tau bagaimana dia di luaran sana?" tanya Lewis membuat Mark menatapnya tajam.

"Mommy tidak pernah salah dalam penglihatannya. Clara gadis yang baik. Dia tidak pernah menuntut apapun, sudah lima tahun dan kamu masih tidak menatapnya?" tukas Mark.

"Dad," panggil Lewis. Wajahnya terlihat semakin suram dan tidak berdaya. "Jika memang dia gadis baik, kenapa bukan kau saja yang menikahinya?" sindir Lewis membuat Mark meradang.

"Kau anak yang tidak tau diri! Jika kau tidak mau menikahinya, semua warisanmu akan saya tarik!" ancam Mark.

Lewis menatapnya dengan tajam. "Silahkan! Kalau bukan karena saya, perusahaan anda sudah lama bangkrut dan tenggelam. Jika anda masih mau, silahkan saja ambil!" tukasnya.

Lewis berjalan dan meninggalkan Mark yang menatapnya terpaku dengan penuh amarah.

"Jangan pernah melihatkan wajah kau lagi di hadapanku!" tegas Mark membuat langkah kaki Lewis terhenti.

"Tidak akan!" jawab Lewis sambil tersenyum sinis.

Ia berjalan masuk ke dalam ruang rawat Marisan dan melihat wanita cantik itu tengah duduk sambil mengobrol dengan Clara.

"Mom, semoga kamu baik-baik saja. cepat sembuh dan jangan berharap lebih banyak. Daddy sudah mengambil semua warisanku dan juga perusahaan, dia juga sudah mengusirku. Mungkin kita tidak akan bertemu kembali," jelas Lewis membuat bola mata Clara dan Marisa membulat kaget.

"Apa yang kamu bicarakan? Tidak mungkin Daddymu berkata seperti itu!" bantah Marisa.

"Maaf!" ucapnya lirih. "Aku pamit!" sambungnya dan berjalan keluar dari ruangan itu.

Ia menatap Mark yang masih berdiri di tepi balkon dengan wajah emosi. "Selamat malam, tuan Mark Maddison!" sapanya terakhir kali dan langsung pergi dari sana.

"Kau!" pekiknya. "Lewis, kembali!" teriak Mark tidak terima.

Namun pria taman itu tidak menghiraukan sama sekali panggilan dari Mark. Ia melanjutkan langkah kakinya dengan perasaan yang bercampur aduk.

Sejak kecil mereka selalu seperti ini, dan akan terus seperti ini!. batin Lewis.

Ia hanya menghela napas, dari kecil ia tidak pernah di anggap. Bahkan sekarang pun juga sama.

Ia melangkah masuk ke dalam mobil. "Ke Rumah!" titahnya.

Tanpa sadar air matanya mulai menggenang. Semua kepahitan masa kecil kembali membayang dalam ingatannya.

Ia mengambil ponsel dan menghubungi George di sana.

"Bawa orang-orang kita keluar dari perusahaan Midd Corp. Siapkan anak cabang perusahaan ZX Grub dalam waktu dekat!" titah Lewis membuat George terdiam.

"Mark sudah mengambil alih perusahaan!" sambungnya.

"Baik, akan saya urus semua secepatnya, Tuan!" ucap George tanpa membantah.

Lewis pulang dengan perasaan yang bercampur aduk. Ia langsung melangkah menuju kamar dan melihat Irene yang sudah terlelap.

Tanpa mengeluarkan sepatah katapun, ia masuk dalam pelukan wanita cantik itu dan menyesap aroma manis yang mampu membuatnya tenang.

"Anda sudah pulang?" lirih Irene ketika merasa tidurnya terusik.

"Hmm, tidurlah!" titah Lewis terdengar begitu lirih.

Ia membenarkan posisi tidur mereka dan saling berpelukan. Namun Irene menyadari ada hal yang berbeda dari laki-laki ini.

"Anda kenapa?" tanya Irene berusaha untuk melihat wajah Lewis.

"Tidak! Kau tidurlah! Suasana hati saya sedang tidak bagus!" ketus Lewis membuat Irene kesal.

Ia mencubit pinggang Lewis dengan keras hingga membuat pria tampan itu meringis.

"Kau cari mati hah?" pekiknya.

"Masa bodo!" ketus Irene.

Ia tidur membelakangi Lewis dengan perasaan kesal. Sementara pria tampan itu hanya terdiam dan memeluknya.

"Saya bangkrut mulai hari ini. Orang tua saya mengambil alih perusahaan karena menolak untuk menikah," ucap Lewis membuat Irene terkejut.

Mereka terdiam, namun Irene tidak serta merta mempercayai ucapan itu dan menganggapnya angin lalu.

"Apa kau akan meninggalkan saya, kalau seandainya nanti saya jatuh miskin?" tanya Lewis.

Terpopuler

Comments

𝓐𝔂⃝❥🍁●⑅⃝ᷟ◌ͩṠᷦụᷴfᷞi ⍣⃝కꫝ🎸❣️

𝓐𝔂⃝❥🍁●⑅⃝ᷟ◌ͩṠᷦụᷴfᷞi ⍣⃝కꫝ🎸❣️

wahh lewis dalam kejam dia ada sisi suram menyedihkan, kasian juga lewis. semoga baik2 aja setelahnya.

2024-12-07

1

lihat semua
Episodes
1 Dijual
2 Kau!
3 Tubuhmu!
4 Membawanya kembali
5 Perjanjian
6 Menikah?
7 Ancaman
8 Melawan
9 Nyonya Baru
10 Sedikit melunak
11 Membawa masalah
12 Calon suami?
13 Menangis?
14 Merindukan anak-anak
15 Cintai aku Irene!
16 Dilabrak!
17 Cemas
18 Merayunya
19 Awal yang baru
20 Menonton
21 Merasa familiar
22 Ingin Bebas
23 Mereka Anak Saya!
24 Hak Asuh Anak
25 Sudah Jelas
26 Tuan Lewis, ayahmu!
27 Istriku hanya satu!
28 Menjijikkan
29 Mantan
30 Ayah Kalah!
31 Om Jahat!
32 Cemburu
33 Tidak Peduli
34 Akan ku rebut kembali!
35 Apa rencanamu?
36 Saling mencintai
37 Belum Menerima!
38 Dimana Ibu kami?
39 Menyerah saja Nona!
40 Jangan besar dulu, Nak!
41 Bersyukur atau menangis
42 Dia milikku!
43 Jangan pergi lagi!
44 Warisan
45 Tidak semiskin itu!
46 Balas Dendam
47 Mendukungmu!
48 Ibu yang kejam
49 Berhati-hatilah!
50 Ibu jangan pergi!
51 Tidak pantas!
52 Luluh
53 Saya ayahnya!
54 Dia yang membeliku!
55 Hancurkan mereka!
56 Curiga
57 Jangan Aneh-aneh!
58 Renovasi!
59 Penerus Lewis
60 Belum seberapa
61 Asisten Pribadi
62 Hancur!
63 Yang setimpal!
64 Sabar sedikit lagi!
65 Apa masih membenci?
66 Menciptakannya!
67 Kasus macam apa ini?
68 Permulaan tanpa akhir
69 Penuh amarah
70 Level Up!!
71 Begitu sombong
72 Karena kamu!
73 Dibayar dengan Nyawa!
74 Cari tau siapa dia!
75 Jaga dirimu!
76 Bukan Aku
77 Sisi lain.
78 Hina
79 Aku di sini
80 Sangat Kompak
81 Diusir
82 Nyawa Harus Dibayar!
83 Bertemu
84 Kalian menipu saya!
85 Pemberitaan
86 The Day
87 Aku merasa lega
88 Menyiapkan kejutan
89 Kejutan
90 Kabar baik?
91 Masih yang dulu
92 Sayang Semangat!
93 Rahasia Clara
94 Aku takut, Lewis!
95 Petunjuk
96 Bukan Kau!
97 Memisahkan Mereka?
98 Saudara Yang Terpisah?
99 Tidak mungkin
100 Terlalu Longgar?
101 Tergeletak
102 Tidak akan Merebutnya.
103 Luluh!
104 Bertahanlah, Dik!
105 Diana Jocelyn Maddison
106 Meradang!
107 Mereka Cucumu!
108 Itu aku!
109 Perusahaan Gelap
110 Tetap Percaya!
111 Pengecut!
112 Penyusup?
113 Membongkarnya
114 Titik terang?
115 Bisakah bertemu?
116 Kami akan menebusnya!
117 Dimana Ibu dan Ayah?
118 Kerahkan semua!
119 Mengawasi
120 Hancur di tanganku!
121 Kabur!
122 Mati di Tanganku!
123 Bukan Irene!
124 Kritis
125 Kemarahan Tuan Arselio
126 Ayah pembohong!
127 Tidak akan rela!
128 Kesempatan Terakhir.
129 Terimakasih
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Dijual
2
Kau!
3
Tubuhmu!
4
Membawanya kembali
5
Perjanjian
6
Menikah?
7
Ancaman
8
Melawan
9
Nyonya Baru
10
Sedikit melunak
11
Membawa masalah
12
Calon suami?
13
Menangis?
14
Merindukan anak-anak
15
Cintai aku Irene!
16
Dilabrak!
17
Cemas
18
Merayunya
19
Awal yang baru
20
Menonton
21
Merasa familiar
22
Ingin Bebas
23
Mereka Anak Saya!
24
Hak Asuh Anak
25
Sudah Jelas
26
Tuan Lewis, ayahmu!
27
Istriku hanya satu!
28
Menjijikkan
29
Mantan
30
Ayah Kalah!
31
Om Jahat!
32
Cemburu
33
Tidak Peduli
34
Akan ku rebut kembali!
35
Apa rencanamu?
36
Saling mencintai
37
Belum Menerima!
38
Dimana Ibu kami?
39
Menyerah saja Nona!
40
Jangan besar dulu, Nak!
41
Bersyukur atau menangis
42
Dia milikku!
43
Jangan pergi lagi!
44
Warisan
45
Tidak semiskin itu!
46
Balas Dendam
47
Mendukungmu!
48
Ibu yang kejam
49
Berhati-hatilah!
50
Ibu jangan pergi!
51
Tidak pantas!
52
Luluh
53
Saya ayahnya!
54
Dia yang membeliku!
55
Hancurkan mereka!
56
Curiga
57
Jangan Aneh-aneh!
58
Renovasi!
59
Penerus Lewis
60
Belum seberapa
61
Asisten Pribadi
62
Hancur!
63
Yang setimpal!
64
Sabar sedikit lagi!
65
Apa masih membenci?
66
Menciptakannya!
67
Kasus macam apa ini?
68
Permulaan tanpa akhir
69
Penuh amarah
70
Level Up!!
71
Begitu sombong
72
Karena kamu!
73
Dibayar dengan Nyawa!
74
Cari tau siapa dia!
75
Jaga dirimu!
76
Bukan Aku
77
Sisi lain.
78
Hina
79
Aku di sini
80
Sangat Kompak
81
Diusir
82
Nyawa Harus Dibayar!
83
Bertemu
84
Kalian menipu saya!
85
Pemberitaan
86
The Day
87
Aku merasa lega
88
Menyiapkan kejutan
89
Kejutan
90
Kabar baik?
91
Masih yang dulu
92
Sayang Semangat!
93
Rahasia Clara
94
Aku takut, Lewis!
95
Petunjuk
96
Bukan Kau!
97
Memisahkan Mereka?
98
Saudara Yang Terpisah?
99
Tidak mungkin
100
Terlalu Longgar?
101
Tergeletak
102
Tidak akan Merebutnya.
103
Luluh!
104
Bertahanlah, Dik!
105
Diana Jocelyn Maddison
106
Meradang!
107
Mereka Cucumu!
108
Itu aku!
109
Perusahaan Gelap
110
Tetap Percaya!
111
Pengecut!
112
Penyusup?
113
Membongkarnya
114
Titik terang?
115
Bisakah bertemu?
116
Kami akan menebusnya!
117
Dimana Ibu dan Ayah?
118
Kerahkan semua!
119
Mengawasi
120
Hancur di tanganku!
121
Kabur!
122
Mati di Tanganku!
123
Bukan Irene!
124
Kritis
125
Kemarahan Tuan Arselio
126
Ayah pembohong!
127
Tidak akan rela!
128
Kesempatan Terakhir.
129
Terimakasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!