Ancaman

Irene menatap Lewis yang terlihat begitu khawatir. Namun tangan nakalnya tetap meraba kulit Irene yang mulai terlihat memerah.

"Tangan anda kondisikan!" ketus Irene sambil memukul tangan pria tampan itu.

"Diamlah!" ucap lewis tak kalah ketus.

Hingga dokter datang dan memberikan salep untuk bekas merah di kulit Irene.

Lewis menatap gadis itu dengan tajam, seolah tengah meminta pertanggungjawaban atas apa yang terjadi hari ini.

"Apa?" ketus Irene membuat Lewis kesal.

"Jika ini terjadi lagi, mereka tidak akan melihat matahari besok pagi!" ancam Lewis dengan tegas.

Irene terlihat bingung, ia tidak mengerti dengan laki-laki ini. Pemikiran Lewis yang terasa aneh dan tidak masuk akal.

"Kau dengar tidak? Jangan sampai kau terluka atau mereka akan menerima akibatnya!" tegas Lewis membuat Irene mengangguk pasrah.

"Jangan terlalu berlebihan!" lirih Irene.

"Kalau kau terluka, Saya tidak akan bisa tidur nyenyak!" ucap Lewis membuat Irene tersadar seperti apa posisinya di hadapan laki-laki ini.

Irene hanya mengangguk. Ia berjalan keluar dari kamar menuju dapur. Lewis hanya menatapnya dengan penuh arti tanpa melarang sedikitpun.

Irene berjalan sembari memperhatikan interior rumah yang terlihat begitu indah. Rumah ayahnya dulu tak kalah indah dari ini, hanya saja semua sudah berubah semenjak kedua orang tuanya meninggal, dan semua hartanya dikuasai oleh ibu tiri yang tamak.

Ada beberapa pelayan yang menatapnya dengan bingung. Irene hanya tersenyum canggung dan tidak memperdulikan mereka.

"Permisi, pinjam dapurnya sebentar!" ucap Irene.

Satya, kepala dapur hanya terdiam menatap Irene tanpa berkedip.

"Siapa kamu?" tanya Satya tidak mempersilahkan Irene menyentuh barang-barang di dapur.

"Tenanglah, Saya hanya ingin memasak untuk Tuan Lewis," ucap Irene.

"Kamu siapanya Tuan? Apa kamu penyusup?" tanya Satya curiga.

Kedatangan Irene memang tidak diketahui oleh para pelayan, sebab mereka datang saat malam menjelang dan tidak ada satupun pelayan yang melihat kedatangannya.

"Saya, hanya temannya saja. Jangan khawatir, saya masih sayang nyawa," ucap Irene sambil menghela napas.

Satya terdiam, namun ia tidak melarang Irene memasak sesuatu. Ia mengawasi gadis itu dengan teliti, berharap tidak ada bahan berbahaya yang di campurkan oleh gadis ini.

"Nona?" panggil George berhasil mengalihkan perhatian para pelayan yang ada di sana.

"Asisten George, ada apa?" tanya Irene mengernyit.

"Apa anda sudah selesai? Tuan ingin makan di atas," tanya George.

"Sedikit lagi selesai, saya juga melebihkannya untuk anda," ucap Irene tersenyum manis.

Hanya masakan sederhana yang bisa ia buat. Steik sapi setengah matang, kentang goreng dan juga saos barbeque yang terlihat menggoda.

Hingga semua masakan selesai, Irene langsung membawanya menuju balkon kamar, di mana Lewis tengah duduk sembari menghembuskan asap rokok yang terasa menusuk hidung.

"Tuan, ayo makan!" ajak Irene.

Lewis hanya menatap piring tanpa menyentuhnya sama sekali. Irene paham, ia hanya bisa menghela napas pelan.

"Tidak ada racun di dalamnya. Atau anda mau tukar dengan punya saya?" tanya Irene.

Lewis mengangguk, Irene langsung menukarnya dengan hati-hati. Namun Lewis masih saja menatap makanannya dengan ragu.

Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Irene memotong daging dan memakannya.

"Jangan macam-macam kau! Atau lihat saja nanti akibatnya! Diego dan Devon, saya sudah tau di mana mereka tinggal," ucap Lewis menatap Irene dengan tajam.

"Terserah anda! Jika sampai anda menyentuh mereka, lihat apa yang akan saya lakukan setelah itu!" ancam Irene membuat Lewis tersenyum remeh.

Mereka makan dengan tenang tanpa bersuara. Masakan Irene cukup lezat dan juga memanjakan lidahnya.

"Apa kau bisa memasak yang lain?" tanya Lewis.

"Tentu saja! Kalau tidak, mengapa restoran itu bisa berkembang dan memiliki banyak pelanggan!" ketus Irene.

"Ganti menu setiap hari! Saya akan memecat semua koki yang ada!"ucap Lewis membuat Irene tersentak.

"Jangan berlebihan!" ketusnya.

Lewis hanya terdiam dan melanjutkan makan tanpa sepatah katapun

"Malam ini saya akan pergi, kau jangan ke mana-mana!" ucap Lewis yang tengah mengganti baju.

Irene mengangguk pasti. Dalam hati ia berseru senang, karena bisa mengobrol dengan dua pria kecilnya yang begitu mengemaskan.

Lewis hanya terdiam dan bersiap untuk pergi ke rumah orang tuanya malam ini.

Ia akan mengawasi Irene dari jauh melalui CCTV, berjaga agar gadis itu tidak kabur dan kembali menghilang.

Mobil mewah yang membawa Lewis tiba di halaman rumah besar yang sangat indah. Rumah di mana ia dilahirkan dan dibesarkan tanpa bimbingan orang tua.

Walaupun mereka tidak pernah memiliki waktu untuknya, ia selalu menghargai mereka dengan baik layaknya seorang anak.

"Lewis, akhirnya kamu pulang!" ucap Marisa, ibunda Lewis.

"Mom, apa kabar? Suasana hatiku sedang tidak baik hari ini," ucap Lewis memberikan batasan kepada mereka agar tidak melewati batas malam ini.

Clara yang berada di sana tersenyum ragu dan menghampiri Lewis dengan manja. "Aku membantu Mom memasak tadi, ayo kita cicipi," ajaknya.

Lewis menepis tangan Clara dan menatapnya tajam. "Saya sudah makan!" ketusnya tanpa menghiraukan gadis cantik itu lagi.

Clara cemberut, namun seolah kehilangan malu, ia mengikuti langkah kaki Lewis dan berusaha untuk menyenangkannya.

"Dad, apa kabar?" tanya Lewis menyapa Mark, ayahnya.

"Baik! Duduklah, sudah lama kita tidak makan bersama!" Titah Mark.

Lewis mengangguk, ia hanya terdiam dan tidak berbicara. Sementara Clara masih saja mengoceh, mencari perhatian Lewis dan juga membangun citra baik di hadapan calon mertuanya.

"Lewis, kapan kamu akan menikah? Clara sudah menunggumu hampir lima tahun ini. Bukankah kamu semakin tua nanti?" tanya Marisa.

Lewis menatapnya dengan tidak suka. "Aku tidak! Aku akan memilih istriku sendiri, jadi tolong jaga batasan!" tegasnya.

Marisa terdiam, ia menghela napas dalam. "Mommy semakin tua, Clara gadis yang baik. Kenapa kamu masih keras kepala seperti ini?" tanya Marisa dengan mata yang berkaca-kaca.

"Mom! Makanlah dengan baik, jaga kesehatanmu. Jika kamu hanya meminta cucu, aku akan berikan tapi tidak dengan dia!" bujuk Lewis.

Ia mengusap punggung Marisa dengan lembut. "Mommy tidak ingin menantu dari keluarga yang tidak jelas. Kamu harus menikah dengan Clara secepatnya! Mommy akan mengatur semua dengan baik, besok kalian harus tunangan!" titah Marisa tegas.

Lewis menatapnya dengan datar. Jika wanita tua ini bukan ibunya, mungkin Lewis memilih untuk membunuh dari pada harus bersikap lembut seperti ini.

"Jangan melewati batas!" ketus Lewis.

Mark hanya menggeleng dan melanjutkan makannya tanpa menanggapi ucapan Marisa.

Sementara Clara hanya bisa tersenyum tipis mendengar perintah dari Marisa.

Akhirnya, besok malam aku akan memiliki Lewis dan akan menikah dalam waktu dekat!. batinnya senang.

Hingga makan malam selesai, Lewis memilih untuk segera pulang tampa mengucapkan apapun lagi.

Ia sudah merindukan Irene. Napasnya mulai terasa berat dan tidak beraturan ketika mengingat wajah gadis itu tengah berada dalam kukungannya.

Namun dering ponsel membuyarkan lamunannya. Mark menelpon di sana.

"Ya, Dad?" jawab Lewis.

"Ke Rumah sakit sekarang! Mommy tiba-tiba pingsan," pekik Mark terdengar panik.

Terpopuler

Comments

𝓐𝔂⃝❥🍁●⑅⃝ᷟ◌ͩṠᷦụᷴfᷞi ⍣⃝కꫝ🎸❣️

𝓐𝔂⃝❥🍁●⑅⃝ᷟ◌ͩṠᷦụᷴfᷞi ⍣⃝కꫝ🎸❣️

lah mom tiba2 pengsan, waktu kecil aja ngak perhatian sama lewis tiba besar mau atur2 kehidupan lewis mana lewis ngak marah yaa. clara juga ngak punya rasa malu apa udah ditolak.

2024-12-07

1

lihat semua
Episodes
1 Dijual
2 Kau!
3 Tubuhmu!
4 Membawanya kembali
5 Perjanjian
6 Menikah?
7 Ancaman
8 Melawan
9 Nyonya Baru
10 Sedikit melunak
11 Membawa masalah
12 Calon suami?
13 Menangis?
14 Merindukan anak-anak
15 Cintai aku Irene!
16 Dilabrak!
17 Cemas
18 Merayunya
19 Awal yang baru
20 Menonton
21 Merasa familiar
22 Ingin Bebas
23 Mereka Anak Saya!
24 Hak Asuh Anak
25 Sudah Jelas
26 Tuan Lewis, ayahmu!
27 Istriku hanya satu!
28 Menjijikkan
29 Mantan
30 Ayah Kalah!
31 Om Jahat!
32 Cemburu
33 Tidak Peduli
34 Akan ku rebut kembali!
35 Apa rencanamu?
36 Saling mencintai
37 Belum Menerima!
38 Dimana Ibu kami?
39 Menyerah saja Nona!
40 Jangan besar dulu, Nak!
41 Bersyukur atau menangis
42 Dia milikku!
43 Jangan pergi lagi!
44 Warisan
45 Tidak semiskin itu!
46 Balas Dendam
47 Mendukungmu!
48 Ibu yang kejam
49 Berhati-hatilah!
50 Ibu jangan pergi!
51 Tidak pantas!
52 Luluh
53 Saya ayahnya!
54 Dia yang membeliku!
55 Hancurkan mereka!
56 Curiga
57 Jangan Aneh-aneh!
58 Renovasi!
59 Penerus Lewis
60 Belum seberapa
61 Asisten Pribadi
62 Hancur!
63 Yang setimpal!
64 Sabar sedikit lagi!
65 Apa masih membenci?
66 Menciptakannya!
67 Kasus macam apa ini?
68 Permulaan tanpa akhir
69 Penuh amarah
70 Level Up!!
71 Begitu sombong
72 Karena kamu!
73 Dibayar dengan Nyawa!
74 Cari tau siapa dia!
75 Jaga dirimu!
76 Bukan Aku
77 Sisi lain.
78 Hina
79 Aku di sini
80 Sangat Kompak
81 Diusir
82 Nyawa Harus Dibayar!
83 Bertemu
84 Kalian menipu saya!
85 Pemberitaan
86 The Day
87 Aku merasa lega
88 Menyiapkan kejutan
89 Kejutan
90 Kabar baik?
91 Masih yang dulu
92 Sayang Semangat!
93 Rahasia Clara
94 Aku takut, Lewis!
95 Petunjuk
96 Bukan Kau!
97 Memisahkan Mereka?
98 Saudara Yang Terpisah?
99 Tidak mungkin
100 Terlalu Longgar?
101 Tergeletak
102 Tidak akan Merebutnya.
103 Luluh!
104 Bertahanlah, Dik!
105 Diana Jocelyn Maddison
106 Meradang!
107 Mereka Cucumu!
108 Itu aku!
109 Perusahaan Gelap
110 Tetap Percaya!
111 Pengecut!
112 Penyusup?
113 Membongkarnya
114 Titik terang?
115 Bisakah bertemu?
116 Kami akan menebusnya!
117 Dimana Ibu dan Ayah?
118 Kerahkan semua!
119 Mengawasi
120 Hancur di tanganku!
121 Kabur!
122 Mati di Tanganku!
123 Bukan Irene!
124 Kritis
125 Kemarahan Tuan Arselio
126 Ayah pembohong!
127 Tidak akan rela!
128 Kesempatan Terakhir.
129 Terimakasih
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Dijual
2
Kau!
3
Tubuhmu!
4
Membawanya kembali
5
Perjanjian
6
Menikah?
7
Ancaman
8
Melawan
9
Nyonya Baru
10
Sedikit melunak
11
Membawa masalah
12
Calon suami?
13
Menangis?
14
Merindukan anak-anak
15
Cintai aku Irene!
16
Dilabrak!
17
Cemas
18
Merayunya
19
Awal yang baru
20
Menonton
21
Merasa familiar
22
Ingin Bebas
23
Mereka Anak Saya!
24
Hak Asuh Anak
25
Sudah Jelas
26
Tuan Lewis, ayahmu!
27
Istriku hanya satu!
28
Menjijikkan
29
Mantan
30
Ayah Kalah!
31
Om Jahat!
32
Cemburu
33
Tidak Peduli
34
Akan ku rebut kembali!
35
Apa rencanamu?
36
Saling mencintai
37
Belum Menerima!
38
Dimana Ibu kami?
39
Menyerah saja Nona!
40
Jangan besar dulu, Nak!
41
Bersyukur atau menangis
42
Dia milikku!
43
Jangan pergi lagi!
44
Warisan
45
Tidak semiskin itu!
46
Balas Dendam
47
Mendukungmu!
48
Ibu yang kejam
49
Berhati-hatilah!
50
Ibu jangan pergi!
51
Tidak pantas!
52
Luluh
53
Saya ayahnya!
54
Dia yang membeliku!
55
Hancurkan mereka!
56
Curiga
57
Jangan Aneh-aneh!
58
Renovasi!
59
Penerus Lewis
60
Belum seberapa
61
Asisten Pribadi
62
Hancur!
63
Yang setimpal!
64
Sabar sedikit lagi!
65
Apa masih membenci?
66
Menciptakannya!
67
Kasus macam apa ini?
68
Permulaan tanpa akhir
69
Penuh amarah
70
Level Up!!
71
Begitu sombong
72
Karena kamu!
73
Dibayar dengan Nyawa!
74
Cari tau siapa dia!
75
Jaga dirimu!
76
Bukan Aku
77
Sisi lain.
78
Hina
79
Aku di sini
80
Sangat Kompak
81
Diusir
82
Nyawa Harus Dibayar!
83
Bertemu
84
Kalian menipu saya!
85
Pemberitaan
86
The Day
87
Aku merasa lega
88
Menyiapkan kejutan
89
Kejutan
90
Kabar baik?
91
Masih yang dulu
92
Sayang Semangat!
93
Rahasia Clara
94
Aku takut, Lewis!
95
Petunjuk
96
Bukan Kau!
97
Memisahkan Mereka?
98
Saudara Yang Terpisah?
99
Tidak mungkin
100
Terlalu Longgar?
101
Tergeletak
102
Tidak akan Merebutnya.
103
Luluh!
104
Bertahanlah, Dik!
105
Diana Jocelyn Maddison
106
Meradang!
107
Mereka Cucumu!
108
Itu aku!
109
Perusahaan Gelap
110
Tetap Percaya!
111
Pengecut!
112
Penyusup?
113
Membongkarnya
114
Titik terang?
115
Bisakah bertemu?
116
Kami akan menebusnya!
117
Dimana Ibu dan Ayah?
118
Kerahkan semua!
119
Mengawasi
120
Hancur di tanganku!
121
Kabur!
122
Mati di Tanganku!
123
Bukan Irene!
124
Kritis
125
Kemarahan Tuan Arselio
126
Ayah pembohong!
127
Tidak akan rela!
128
Kesempatan Terakhir.
129
Terimakasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!