Membawanya kembali

Irene merasa miris dengan hidupnya. "Saya bukan pela*cur!" ucap Irene lirih.

"Saya tau! Tapi Saya sudah membeli tubuhmu satu miliar. Dan sekarang kau menjadi milik saya!" tukas Lewis tanpa beban.

Irene tertawa sinis. "Bukankah Anda yang menyuruh saya untuk pergi? Kalau tau saya akan dikejar bertahun-tahun, mungkin saat itu saya bisa meminta lebih banyak!" ucapnya.

Lewis terdiam dan menatapnya dengan tajam. "Ck, ternyata kau sama saja seperti wanita murahan yang hanya memandang uang!" sindirnya.

Irene terdiam. Bahkan ia tidak memiliki harga diri di hadapan laki-laki ini. Ia hanya bisa mengutuk di dalam hati, menyumpahi Lewis agar mati dengan mengenaskan di telan Hiu dalam keadaan hidup-hidup.

Lewis menatap Irene dengan napas yang masih terasa berat. Kepalanya terasa semakin sakit karena has*rat yang tertunda.

"Berapa yang kau mau?" tanya Lewis.

"Saya tidak menjual diri!" tegas Irene membuat Lewis tersenyum sinis.

"Tapi saya sudah membeli seharga satu miliar. Tidak menjual seperti apa yang kau maksud? Apa laki-laki itu cukup membiayai hidupmu?" tanya Lewis ketus.

Ia mengingat wajah Ken yang tiba-tiba saja datang menyelamatkan Irene.

"Bukan urusan Anda!" ucap Irene ketus.

Lewis mengangguk dan berjalan mendekati gadis cantik itu. Irene langsung memasang sikap waspada, ia takut jika Lewis akan berbuat sesuatu lagi dengannya.

"Ikut dengan saya, kau akan mendapat apa pun yang kau mau. Rumah, mobil, perhiasan, kemewahan, Asal...," ucap Lewis sambil merapatkan tubuh mereka dan mengecup daun telinga Irene dengan lembut.

"Asal kau bisa melayani saya setiap waktu, kapan pun saya mau!" ucap Lewis.

Tangan Irene mengepal dan mendorong tubuh Lewis menjauh.

Plak!!

Ia menampar wajah tampan itu dengan cukup keras dan berhasil membuat Lewis menatapnya dengan lekat.

"Anda bisa mencari orang lain hanya untuk memuaskan nap*su. Saya bukan wanita panggilan yang bisa Anda perlakukan sesuka hati!" bentak Irene.

Lewis tersenyum sinis. "Kau tidak memiliki hak apapun untuk membantah! Saya tidak pernah menawarkan harga yang lebih baik dari itu kepada siapapun. Ternyata kau cukup tidak tau diri!" tukasnya.

Irene terdiam, ia masih berusaha untuk membuka pintu agar bisa keluar dari sana. Namun tidak ada cara lain kali ini.

Ia menatap Lewis yang sedang mengotak atik ponselnya. "Siapkan penerbangan sekarang dan satu set pakaian wanita!" ucap Lewis dengan suara rendah.

Terlihat jelas jika ia sedang menahan emosi. Entah kenapa hati Lewis bergetar ketika melihat gadis ini menangis.

Ia memasang kembali bajunya. Tanpa malu, Lewis membuka handuk di hadapan Irene dan memperlihatkan bentuk tubuh sempurna miliknya.

Irene terkejut dan langsung membalikkan tubuhnya agar tidak melihat keadaan Lewis.

Pria tampan itu tersenyum nakal dan langsung memeluk Irene dari belakang. "Kenapa? Bukankah kau sudah pernah melihat bahkan menyentuhnya!" ucap Lewis menggoda.

Suara baritonya membuka bulu kuduk Irene meremang. Ia hanya terdiam dengan wajah yang sudah merah padam karena malu.

"Pakai baju Anda!" pekik Irene.

Namun Lewis malah semakin menjadi dan menyentuh titik sensitif Irene hingga membuat wanita cantik itu terdiam.

Tubuhnya kembali bergetar dan membeku. Ia tidak bisa mengendalikan diri, bahkan tanpa sadar Lewis sudah mengangkatnya ke atas ranjang.

"Salah sendiri, siapa suruh kau berbeda dari perempuan yang lain!" ucap Lewis ketika berhasil menguasai Irene dalam kukungan.

"Jangan!" lirih gadis itu ketika pandangannya mulai menghitam.

Lewis tidak mendengarkannya, ia hanya sibuk dengan urusan yang harus segera ia selesaikan siang ini sebelum kembali ke kota Bartow.

"Tolong lepaskan!" suara Irene semakin lirih bahkan hampir tidak terdengar.

Lewis menatapnya dengan lekat. Entah kenapa Irene terlihat cantik dan sangat menggoda.

"Kau milikku sekarang!" bisik Lewis sebelum Irene benar-benar tak sadarkan diri.

Hingga ia menuntaskan keinginannya dan memandang wajah pucat Irene yang terlihat sangat damai.

George datang membawa pakaian untuk Irene. Lewis membantu wanita cantik itu untuk mengenakannya.

Setelah itu, ia langsung menggendong Irene dan membawanya kembali pulang. Gadis ini akan menjadi pajangan di rumahnya nanti.

Sementara itu, Ken berteriak marah kepada beberapa orang suruhan yang tidak berhasil mengejar Irene.

"Kenapa kalian begitu tidak berguna?" pekiknya.

"Maaf, Tuan Muda! Kami dihalangi, mereka ternyata begitu banyak di sini. Kami akan kembali mengejar Nona Irene!" ucap laki-laki itu.

"Pergi ke Bandara! Mereka pasti sudah bergerak ke sana!" titah Ken dengan wajah yang penuh dengan amarah.

Ia juga ikut mengejar Irene agar tidak ada yang merebut gadis itu dari tangannya.

"Tuan Muda, kami sudah mendapatkan posisi Nona Irene! Mereka sudah berada di bandara dan berjalan menuju area jet pribadi!" ucap pengawal Ken.

"Percepat! Jangan sampai kita kehilangannya!" bentak Ken dengan tidak sabar.

Ia masih berusaha untuk mengejar Irene sebelum kehilangan jejak. Setelah mencari tau siapa Lewis, ia merasa begitu khawatir dengan keadaan Irene jika bersama dengan laki-laki itu.

"Cari informasi terus! Apa hubungan mereka sebenarnya!" ucap Ken tegas.

Dia orang yang berbahaya bukan hanya di kota Bartow, tapi hampir di seluruh negara ini.

Jantung Ken semakin berdetak kencang. Mobil yang ia tumpangi terasa berjalan dengan sangat lamban.

Tak lama, mobil berhenti di pintu masuk bandara, ia langsung berlari mengejar Irene yang mungkin saja masih berada di ruang tunggu.

Menggunakan kartu VIP yang ia miliki, Ken tidak mengalami kesulitan untuk masuk ke dalam ruangan khusus yang ada di sana.

"Irene!" teriak Ken memanggilnya.

Ada beberapa ruang tunggu di sana. Ia masih terus mencari dan matanya terpaku ketika melihat George memasuki sebuah ruang tunggu di sana.

Ken langsung menghalangi pintu itu dan memaksa masuk ke dalam ruangan.

"Di mana Irene? Kalian menculiknya!" pekik Ken dengan wajah yang penuh amarah.

"Berhentilah, Tuan Ken Wilhelm. Kekuasaan dan kekuatan Anda tidak akan bisa mengalahkan kami!" ucap George menghentikan langkah Ken.

"Kembalikan Irene! Kalian tidak bisa berbuat semena-mena seperti ini!" bentak Ken sambil mencengkram kerah baju George.

Mereka saling berpandangan, hingga George menghempaskan tangan Ken dengan keras.

"Jangan membuat saya mengulang untuk kedua kalinya! Anda tidak akan bisa merebut milik Tuan Lewis, jadi berhentilah!" tegas George membuat Ken semakin murka.

Ia menerobos masuk dan berusaha untuk mencari keberadaan Irene di sana. Namun pengawal Lewis lebih dulu menghalanginya.

Sebuah hantaman keras mendarat di kepala Ken dan langsung membuat pria tampan itu kehilangan kesadaran.

"Bawa dia keluar!" titah George sebelum masuk ke dalam jet perusahaan.

Ia memandang Lewis yang sudah duduk dengan tenang dengan sabuk pengaman yang sudah melekat. Sementara Irene yang masih terlelap juga terbaring di atas kasur yang ada di sana.

"Segera berangkat! Cari informasi lebih lanjutnya tentang gadis ini!" titah Lewis.

George mengangguk patuh, ia langsung mengerjakan beberapa pekerjaan yang masih belum selesai.

Pesawat mulai take off membawa mereka kembali menuju kota Bartow.

"Ke mana kalian akan membawa saya?" tanya Irene dengan suara seraknya.

Ia langsung bangkit dan berjalan sambil terhuyung menuju ke arah Lewis.

"Kau duduklah dengan tenang!" ucap Lewis memaksa Irene untuk duduk.

Namun wanita cantik itu memberontak dan berjalan menuju pintu masuk jet dan membuat mereka terkejut.

"Berhenti atau saya akan membuka pintu ini!" teriak Irene

Terpopuler

Comments

𝓐𝔂⃝❥🍁●⑅⃝ᷟ◌ͩṠᷦụᷴfᷞi ⍣⃝కꫝ🎸❣️

𝓐𝔂⃝❥🍁●⑅⃝ᷟ◌ͩṠᷦụᷴfᷞi ⍣⃝కꫝ🎸❣️

ternyata lewis belum tahu tentang keberadaan si kembar, huh jgn2 lewis udah jatuh hati sama irene makanya dicari lagi huhu alasan aja udah beli kalau kau tahu irene dijual apa kau masih mau semena2 sama irene.

2024-12-07

0

lihat semua
Episodes
1 Dijual
2 Kau!
3 Tubuhmu!
4 Membawanya kembali
5 Perjanjian
6 Menikah?
7 Ancaman
8 Melawan
9 Nyonya Baru
10 Sedikit melunak
11 Membawa masalah
12 Calon suami?
13 Menangis?
14 Merindukan anak-anak
15 Cintai aku Irene!
16 Dilabrak!
17 Cemas
18 Merayunya
19 Awal yang baru
20 Menonton
21 Merasa familiar
22 Ingin Bebas
23 Mereka Anak Saya!
24 Hak Asuh Anak
25 Sudah Jelas
26 Tuan Lewis, ayahmu!
27 Istriku hanya satu!
28 Menjijikkan
29 Mantan
30 Ayah Kalah!
31 Om Jahat!
32 Cemburu
33 Tidak Peduli
34 Akan ku rebut kembali!
35 Apa rencanamu?
36 Saling mencintai
37 Belum Menerima!
38 Dimana Ibu kami?
39 Menyerah saja Nona!
40 Jangan besar dulu, Nak!
41 Bersyukur atau menangis
42 Dia milikku!
43 Jangan pergi lagi!
44 Warisan
45 Tidak semiskin itu!
46 Balas Dendam
47 Mendukungmu!
48 Ibu yang kejam
49 Berhati-hatilah!
50 Ibu jangan pergi!
51 Tidak pantas!
52 Luluh
53 Saya ayahnya!
54 Dia yang membeliku!
55 Hancurkan mereka!
56 Curiga
57 Jangan Aneh-aneh!
58 Renovasi!
59 Penerus Lewis
60 Belum seberapa
61 Asisten Pribadi
62 Hancur!
63 Yang setimpal!
64 Sabar sedikit lagi!
65 Apa masih membenci?
66 Menciptakannya!
67 Kasus macam apa ini?
68 Permulaan tanpa akhir
69 Penuh amarah
70 Level Up!!
71 Begitu sombong
72 Karena kamu!
73 Dibayar dengan Nyawa!
74 Cari tau siapa dia!
75 Jaga dirimu!
76 Bukan Aku
77 Sisi lain.
78 Hina
79 Aku di sini
80 Sangat Kompak
81 Diusir
82 Nyawa Harus Dibayar!
83 Bertemu
84 Kalian menipu saya!
85 Pemberitaan
86 The Day
87 Aku merasa lega
88 Menyiapkan kejutan
89 Kejutan
90 Kabar baik?
91 Masih yang dulu
92 Sayang Semangat!
93 Rahasia Clara
94 Aku takut, Lewis!
95 Petunjuk
96 Bukan Kau!
97 Memisahkan Mereka?
98 Saudara Yang Terpisah?
99 Tidak mungkin
100 Terlalu Longgar?
101 Tergeletak
102 Tidak akan Merebutnya.
103 Luluh!
104 Bertahanlah, Dik!
105 Diana Jocelyn Maddison
106 Meradang!
107 Mereka Cucumu!
108 Itu aku!
109 Perusahaan Gelap
110 Tetap Percaya!
111 Pengecut!
112 Penyusup?
113 Membongkarnya
114 Titik terang?
115 Bisakah bertemu?
116 Kami akan menebusnya!
117 Dimana Ibu dan Ayah?
118 Kerahkan semua!
119 Mengawasi
120 Hancur di tanganku!
121 Kabur!
122 Mati di Tanganku!
123 Bukan Irene!
124 Kritis
125 Kemarahan Tuan Arselio
126 Ayah pembohong!
127 Tidak akan rela!
128 Kesempatan Terakhir.
129 Terimakasih
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Dijual
2
Kau!
3
Tubuhmu!
4
Membawanya kembali
5
Perjanjian
6
Menikah?
7
Ancaman
8
Melawan
9
Nyonya Baru
10
Sedikit melunak
11
Membawa masalah
12
Calon suami?
13
Menangis?
14
Merindukan anak-anak
15
Cintai aku Irene!
16
Dilabrak!
17
Cemas
18
Merayunya
19
Awal yang baru
20
Menonton
21
Merasa familiar
22
Ingin Bebas
23
Mereka Anak Saya!
24
Hak Asuh Anak
25
Sudah Jelas
26
Tuan Lewis, ayahmu!
27
Istriku hanya satu!
28
Menjijikkan
29
Mantan
30
Ayah Kalah!
31
Om Jahat!
32
Cemburu
33
Tidak Peduli
34
Akan ku rebut kembali!
35
Apa rencanamu?
36
Saling mencintai
37
Belum Menerima!
38
Dimana Ibu kami?
39
Menyerah saja Nona!
40
Jangan besar dulu, Nak!
41
Bersyukur atau menangis
42
Dia milikku!
43
Jangan pergi lagi!
44
Warisan
45
Tidak semiskin itu!
46
Balas Dendam
47
Mendukungmu!
48
Ibu yang kejam
49
Berhati-hatilah!
50
Ibu jangan pergi!
51
Tidak pantas!
52
Luluh
53
Saya ayahnya!
54
Dia yang membeliku!
55
Hancurkan mereka!
56
Curiga
57
Jangan Aneh-aneh!
58
Renovasi!
59
Penerus Lewis
60
Belum seberapa
61
Asisten Pribadi
62
Hancur!
63
Yang setimpal!
64
Sabar sedikit lagi!
65
Apa masih membenci?
66
Menciptakannya!
67
Kasus macam apa ini?
68
Permulaan tanpa akhir
69
Penuh amarah
70
Level Up!!
71
Begitu sombong
72
Karena kamu!
73
Dibayar dengan Nyawa!
74
Cari tau siapa dia!
75
Jaga dirimu!
76
Bukan Aku
77
Sisi lain.
78
Hina
79
Aku di sini
80
Sangat Kompak
81
Diusir
82
Nyawa Harus Dibayar!
83
Bertemu
84
Kalian menipu saya!
85
Pemberitaan
86
The Day
87
Aku merasa lega
88
Menyiapkan kejutan
89
Kejutan
90
Kabar baik?
91
Masih yang dulu
92
Sayang Semangat!
93
Rahasia Clara
94
Aku takut, Lewis!
95
Petunjuk
96
Bukan Kau!
97
Memisahkan Mereka?
98
Saudara Yang Terpisah?
99
Tidak mungkin
100
Terlalu Longgar?
101
Tergeletak
102
Tidak akan Merebutnya.
103
Luluh!
104
Bertahanlah, Dik!
105
Diana Jocelyn Maddison
106
Meradang!
107
Mereka Cucumu!
108
Itu aku!
109
Perusahaan Gelap
110
Tetap Percaya!
111
Pengecut!
112
Penyusup?
113
Membongkarnya
114
Titik terang?
115
Bisakah bertemu?
116
Kami akan menebusnya!
117
Dimana Ibu dan Ayah?
118
Kerahkan semua!
119
Mengawasi
120
Hancur di tanganku!
121
Kabur!
122
Mati di Tanganku!
123
Bukan Irene!
124
Kritis
125
Kemarahan Tuan Arselio
126
Ayah pembohong!
127
Tidak akan rela!
128
Kesempatan Terakhir.
129
Terimakasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!