Perjanjian

"Apa kau gila?" bentak Lewis langsung menggendong Irene dengan paksa.

Ia mendudukkan gadis itu di kursi dan memasangkan sabuk pengaman dengan erat.

"Lepas!" teriak Irene berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman Lewis.

Pria tampan itu mendekatkan dirinya dan membuat Irene terdiam seketika. Ia menutup wajahnya dengan tangan, berjaga jika Lewis melakukan sesuatu.

"Tenang, atau kau saya lempar ke laut!" bisik Lewis yang berhasil membuat Irene membeku.

"Anda membawa saya ke mana?" tanya Irene mulai menangis.

"Pulang!" tukasnya.

"Sejak malam itu, saya tidak punya rumah lagi untuk pulang," lirih Irene sembari menghapus air matanya dengan kasar.

Lewis terdiam, ia masih mencerna ucapan Irene yang mengisyaratkan banyak hal.

Namun gadis ini memang kehilangan rumah sebagai tempat bernaung dan keluarga tempat berkeluh kesah.

Mereka hanya terdiam, hingga dengkuran halus keluar dari mulut Irene. Gadis itu terlihat sangat lelah, baik tubuhnya maupun emosi.

"Tuan, Sepertinya Nona memiliki dua putra kembar," ucap George mengernyit.

"Anak siapa?" tanya Lewis mengencangkan rahangnya.

"Di sini tidak ada informasi apapun. Usia mereka 4 tahun satu bulan, jika dihitung dengan hari itu, kemungkinan bukan anak anda!" Jelas George membuat Lewis menatap laptop yang berisikan catatan apa saja yang dilakukan Irene selama lima tahun ini.

"Di mana mereka sekarang?" tanya Lewis.

"Saya belum mendapatkan alamat mereka!" ucap George mengusap kepalanya yang terasa berat.

"Biarkan saja! Cari tau siapa ayah mereka. Nanti akan saya tanya kepada gadis ini!" titah Lewis.

Tangannya mengepal sambil menatap Irene dengan emosi yang tidak bisa dijelaskan.

Beraninya kau hamil anak orang lain!. Batin Lewis marah.

Hingga pesawat mendarat di bandara kota Bartow. Lewis langsung menggendong Iren dan kembali ke mansion mewahnya.

*

*

Sementara itu di rumah Sofia, Devon menatap laptopnya dengan geram. Ia tidak menyangka jika Ayah banjingan itu akan bertindak secepat ini untuk menjemput ibu mereka.

Ia sudah meminta bantuan Ken, namun pria tampan itu tidak bisa di andalkan.

Kini ia harus mencari cara untuk membantu sang ibu agar terlepas dari ayah banjingannya itu.

"Kenapa aku masih kecil?" keluhnya dengan perasaan kecewa dan sedih.

Ia hanya menghela napas beberapa kali. Irene sudah terbang meninggalkan kota Sanford tanpa bisa di cegah.

"Kak? Apa Ibu akan baik-baik saja?" tanya Diego yang baru saja masuk ke dalam kamar.

Ia terlihat khawatir dengan air mata yang mulai menggenang. Diego duduk di samping Devon dengan kepala yang tertunduk.

"Ibu kita wanita yang kuat, dek. Semoga saja ayah banjingan itu memperlakukan ibu dengan baik. Aku akan cari cara untuk menjemput ibu ke sana," ucap Devon sambil mengelus kepala Diego dengan lembut.

Mereka saling berpelukan, uang yang ditinggalkan Irene cukup untuk melakukan perjalanan jauh ke kota Bartow. Namun mengingat usia mereka yang masih anak-anak, akan cukup sulit untuk pergi tanpa bimbingan orang dewasa.

"Apa kita akan diam di sini sampai ibu kembali, Kak?" tanya Diego lirih.

"Kita tunggu kabar dari ibu saja, Dek," hibur Devon.

Mereka menatap layar laptop yang menampilkan keberangkatan Irene dan juga kebodohan Ken ketika mencegah kepergian ibunya.

"Sekarang aku paham kenapa Ibu tidak menyukai Uncle Ken," cibir Diego.

Devon hanya bisa menghela napas beratnya. Jika dulu mereka mendukung Irene dan Ken menikah, sekarang tidak lagi.

"Dia laki-laki yang tidak terlalu berguna!" ucap Diego semakin mencibir.

Mereka hanya bisa menunggu informasi dari Irene nanti. Mengingat keberadaan mereka tidak diketahui oleh ayah badjingan itu.

"Kak, bagaimana kalau kita juga dijemput paksa?" tanya Diego.

"Ibu sudah menyembunyikan kita selama ini, usia kita juga sudah diakali oleh ibu. Kemungkinan mereka akan percaya dengan penjelasan ibu," jelas Devon.

Mereka hanya menghela napas, bahkan kini malam semakin larut Irene belum juga menghubungi mereka.

Semoga ibu baik-baik saja. Batin Diego.

*

*

"Mana ponsel saya, Tuan?" tanya Irene tidak berdaya.

Lewis tidak melepaskannya sedari tadi, hingga kini ia merasa begitu lelah.

"Untuk apa ponsel butut itu? Apa kau akan menelpon anak-anak itu?" tanya Lewis kesal.

Irene berusaha untuk lepas dari kukungan Lewis. Wajahnya pucat pasi dan gemetaran. Ia masih berusaha untuk menekan trauma yang ia miliki.

Namun itu semua terasa sangat sulit, ia beberapa kali berteriak dan juga menendang Lewis.

Bukannya marah, Lewis justru semakin bersemangat.

"Siapa ayah mereka?" tanya Lewis mencengkram leher Irene.

"Bukan urusan anda!" ketus Irene sembari menahan tangan Lewis.

"Beraninya kau hamil anak orang lain!" bentak Lewis.

Irene masih berusaha untuk melepaskan tangan Lewis, namun pria tampan itu tidak bergerak sedikitpun.

Napasnya kini sudah terasa sesak, namun Lewis tidak memiliki belas kasih sedikitpun kepadanya.

Sebentar Lewis langsung menyadari tindakannya dan segera melepaskan cengkramannya dari leher Irene hingga membuat gadis itu terbatuk.

"Siapa ayah mereka?" tanya Lewis sambil menatap Iren dengan tajam.

"Ayah mereka sudah mati! Jangan ganggu anak-anak saya, mereka tidak tau apapun!" ucap Irene tegas.

Lewis hanya bisa menahan emosinya agar tidak mencekik Irene kembali.

"Kalau begitu, kau harus hamil anak saya!" titah Lewis dengan tegas.

Bola mata Irene membulat sempurna mendengarkan permintaan laki-laki ini.

Ia hanya bisa menggeleng dengan amarah yang mulai menguasai dirinya.

"Saya tidak! Saya tidak akan hamil anak anda!" tolak Irene berhasil membuat tatapan Lewis semakin tajam dan dingin.

"Beraninya kau menolak! Lihat apa yang akan saya lakukan kepada anak-anak itu!" ancam Lewis sembari mengambil ponselnya.

Irene terkejut dan langsung merebut ponsel itu dengan kasar. "Apa yang Anda lakukan?" pekiknya tidak berdaya.

"Kemarikan ponsel saya! Mereka harus mati, kau tidak boleh mengandung anak siapapun!" bentak Lewis.

"Anda! Anda! Anda badjingan yang tidak punya hati!" teriak Irene sambil menangis tersedu.

Lewis menggertakkan giginya menahan amarah. "Kau hanya tinggal memilih, Hamil anak saya atau kau tidak akan melihat mereka lagi selamanya!" ucap Lewis.

Ia berdiri dan beranjak dari sana. Mengingat bagaimana Irene bisa hamil dengan laki-laki lain, membuat darahnya mendidih.

Sementara Irene hanya menangis sesegukan di atas ranjang. Dari dulu bahkan sampai sekarang, ia tidak pernah bisa melawan orang lain.

Apa yang harus aku lakukan? Jika dia tau Diego dan Devon anaknya, apa dia akan merebut mereka dariku?. batin Irene tidak berdaya.

Ia tenggelam dalam pikirannya hingga ia tersadar ketika pintu kamar mandi terbuka. Lewis keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya.

Wajah Irene merona ketika melihat pahatan indah tubuh Lewis. Ia berusaha untuk duduk dengan tatapan kosong.

"Tuan!" panggil Irene membuat aktivitas Lewis berhenti.

"Anda yakin ingin memiliki anak tanpa cinta?" tanya Irene.

Lewis terdiam. "Tidak masalah, saya yang akan mencintai mereka!" ucapnya enteng.

"Apa Anda akan membuang saya setelah anak itu lahir?" tanya Irene dengan tatapan mata yang dalam.

"Tergantung sikapmu!" jawab Lewis mencibir.

"Apa saya boleh mengajukan perjanjian?" Tanya Irene membuat Lewis menatapnya tidak senang.

Terpopuler

Comments

𝓐𝔂⃝❥🍁●⑅⃝ᷟ◌ͩṠᷦụᷴfᷞi ⍣⃝కꫝ🎸❣️

𝓐𝔂⃝❥🍁●⑅⃝ᷟ◌ͩṠᷦụᷴfᷞi ⍣⃝కꫝ🎸❣️

miris sekali irene kenapa lewis jahat sama dia adeh sedih aku, kalau kau tahu mereka anak2 mu masih mau kau berbuat jahat lewis haiish kayak ngak ada perempuan lain aja 🙄

2024-12-07

1

lihat semua
Episodes
1 Dijual
2 Kau!
3 Tubuhmu!
4 Membawanya kembali
5 Perjanjian
6 Menikah?
7 Ancaman
8 Melawan
9 Nyonya Baru
10 Sedikit melunak
11 Membawa masalah
12 Calon suami?
13 Menangis?
14 Merindukan anak-anak
15 Cintai aku Irene!
16 Dilabrak!
17 Cemas
18 Merayunya
19 Awal yang baru
20 Menonton
21 Merasa familiar
22 Ingin Bebas
23 Mereka Anak Saya!
24 Hak Asuh Anak
25 Sudah Jelas
26 Tuan Lewis, ayahmu!
27 Istriku hanya satu!
28 Menjijikkan
29 Mantan
30 Ayah Kalah!
31 Om Jahat!
32 Cemburu
33 Tidak Peduli
34 Akan ku rebut kembali!
35 Apa rencanamu?
36 Saling mencintai
37 Belum Menerima!
38 Dimana Ibu kami?
39 Menyerah saja Nona!
40 Jangan besar dulu, Nak!
41 Bersyukur atau menangis
42 Dia milikku!
43 Jangan pergi lagi!
44 Warisan
45 Tidak semiskin itu!
46 Balas Dendam
47 Mendukungmu!
48 Ibu yang kejam
49 Berhati-hatilah!
50 Ibu jangan pergi!
51 Tidak pantas!
52 Luluh
53 Saya ayahnya!
54 Dia yang membeliku!
55 Hancurkan mereka!
56 Curiga
57 Jangan Aneh-aneh!
58 Renovasi!
59 Penerus Lewis
60 Belum seberapa
61 Asisten Pribadi
62 Hancur!
63 Yang setimpal!
64 Sabar sedikit lagi!
65 Apa masih membenci?
66 Menciptakannya!
67 Kasus macam apa ini?
68 Permulaan tanpa akhir
69 Penuh amarah
70 Level Up!!
71 Begitu sombong
72 Karena kamu!
73 Dibayar dengan Nyawa!
74 Cari tau siapa dia!
75 Jaga dirimu!
76 Bukan Aku
77 Sisi lain.
78 Hina
79 Aku di sini
80 Sangat Kompak
81 Diusir
82 Nyawa Harus Dibayar!
83 Bertemu
84 Kalian menipu saya!
85 Pemberitaan
86 The Day
87 Aku merasa lega
88 Menyiapkan kejutan
89 Kejutan
90 Kabar baik?
91 Masih yang dulu
92 Sayang Semangat!
93 Rahasia Clara
94 Aku takut, Lewis!
95 Petunjuk
96 Bukan Kau!
97 Memisahkan Mereka?
98 Saudara Yang Terpisah?
99 Tidak mungkin
100 Terlalu Longgar?
101 Tergeletak
102 Tidak akan Merebutnya.
103 Luluh!
104 Bertahanlah, Dik!
105 Diana Jocelyn Maddison
106 Meradang!
107 Mereka Cucumu!
108 Itu aku!
109 Perusahaan Gelap
110 Tetap Percaya!
111 Pengecut!
112 Penyusup?
113 Membongkarnya
114 Titik terang?
115 Bisakah bertemu?
116 Kami akan menebusnya!
117 Dimana Ibu dan Ayah?
118 Kerahkan semua!
119 Mengawasi
120 Hancur di tanganku!
121 Kabur!
122 Mati di Tanganku!
123 Bukan Irene!
124 Kritis
125 Kemarahan Tuan Arselio
126 Ayah pembohong!
127 Tidak akan rela!
128 Kesempatan Terakhir.
129 Terimakasih
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Dijual
2
Kau!
3
Tubuhmu!
4
Membawanya kembali
5
Perjanjian
6
Menikah?
7
Ancaman
8
Melawan
9
Nyonya Baru
10
Sedikit melunak
11
Membawa masalah
12
Calon suami?
13
Menangis?
14
Merindukan anak-anak
15
Cintai aku Irene!
16
Dilabrak!
17
Cemas
18
Merayunya
19
Awal yang baru
20
Menonton
21
Merasa familiar
22
Ingin Bebas
23
Mereka Anak Saya!
24
Hak Asuh Anak
25
Sudah Jelas
26
Tuan Lewis, ayahmu!
27
Istriku hanya satu!
28
Menjijikkan
29
Mantan
30
Ayah Kalah!
31
Om Jahat!
32
Cemburu
33
Tidak Peduli
34
Akan ku rebut kembali!
35
Apa rencanamu?
36
Saling mencintai
37
Belum Menerima!
38
Dimana Ibu kami?
39
Menyerah saja Nona!
40
Jangan besar dulu, Nak!
41
Bersyukur atau menangis
42
Dia milikku!
43
Jangan pergi lagi!
44
Warisan
45
Tidak semiskin itu!
46
Balas Dendam
47
Mendukungmu!
48
Ibu yang kejam
49
Berhati-hatilah!
50
Ibu jangan pergi!
51
Tidak pantas!
52
Luluh
53
Saya ayahnya!
54
Dia yang membeliku!
55
Hancurkan mereka!
56
Curiga
57
Jangan Aneh-aneh!
58
Renovasi!
59
Penerus Lewis
60
Belum seberapa
61
Asisten Pribadi
62
Hancur!
63
Yang setimpal!
64
Sabar sedikit lagi!
65
Apa masih membenci?
66
Menciptakannya!
67
Kasus macam apa ini?
68
Permulaan tanpa akhir
69
Penuh amarah
70
Level Up!!
71
Begitu sombong
72
Karena kamu!
73
Dibayar dengan Nyawa!
74
Cari tau siapa dia!
75
Jaga dirimu!
76
Bukan Aku
77
Sisi lain.
78
Hina
79
Aku di sini
80
Sangat Kompak
81
Diusir
82
Nyawa Harus Dibayar!
83
Bertemu
84
Kalian menipu saya!
85
Pemberitaan
86
The Day
87
Aku merasa lega
88
Menyiapkan kejutan
89
Kejutan
90
Kabar baik?
91
Masih yang dulu
92
Sayang Semangat!
93
Rahasia Clara
94
Aku takut, Lewis!
95
Petunjuk
96
Bukan Kau!
97
Memisahkan Mereka?
98
Saudara Yang Terpisah?
99
Tidak mungkin
100
Terlalu Longgar?
101
Tergeletak
102
Tidak akan Merebutnya.
103
Luluh!
104
Bertahanlah, Dik!
105
Diana Jocelyn Maddison
106
Meradang!
107
Mereka Cucumu!
108
Itu aku!
109
Perusahaan Gelap
110
Tetap Percaya!
111
Pengecut!
112
Penyusup?
113
Membongkarnya
114
Titik terang?
115
Bisakah bertemu?
116
Kami akan menebusnya!
117
Dimana Ibu dan Ayah?
118
Kerahkan semua!
119
Mengawasi
120
Hancur di tanganku!
121
Kabur!
122
Mati di Tanganku!
123
Bukan Irene!
124
Kritis
125
Kemarahan Tuan Arselio
126
Ayah pembohong!
127
Tidak akan rela!
128
Kesempatan Terakhir.
129
Terimakasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!