Cintai aku Irene!

Mayang menatap Clara dengan tajam dan tidak percaya ketika mendengar cerita dari putrinya itu.

"Kamu jangan bercanda, Clara! Sekarang di mana dia?" tanya Mayang.

"Dia ada di rumah Lewis, Bu! Dia merebut calon suamiku!" pekik Clara membuat Mayang merasa sangat marah.

"Berani-beraninya dia berbuat seperti ini! Apa dia tidak sadar diri? Ja*lang seperti dia tidak pantas untuk tuan Lewis!" ucap Mayang dengan marah.

Napasnya terasa memburu dengan wajah yang memerah menahan emosi.

Setelah lima tahun Irene menghilang, ia berpikir jika gadis itu sudah meninggal. Tetapi tidak, Irene datang seolah tengah membalas dendam kepada mereka.

"Seret dia pulang! Kita harus membuat perhitungan dengannya!" titah Mayang.

Hidup mereka cukup baik setelah Clara menjadi model yang cukup terkenal. Ditambah harta peninggalan ayah Irene, masih begitu banyak.

Mayang hanya berbohong tentang hutang yang mencapai miliaran itu, hanya untuk mengusir Irene dari rumah mewah keluarga Jocelyn.

Ia langsung menyuruh orang untuk membawa Irene dengan paksa dari rumah Lewis agar tidak mengganggu Clara yang masih berjuang untuk menjadi nyonya Maddison.

"Ibu, aku harus apa? Sekarang Mark juga sudah mencabut jabatan Lewis sebagai CEO. Kemungkinan dia tidak akan punya pekerjaan dalam waktu dekat," rengek Clara membuat Mayang frustrasi.

"Temui keluarganya! Bujuk mereka untuk membatalkan itu. Jangan sampai Tuan Lewis lepas dari genggaman kita. Atau dalam beberapa tahun kedepan, kita akan jatuh miskin!" ucap Mayang tegas.

Clara menghapus air matanya. Ia masih merasa malu dengan kejadian pagi ini di mansion Lewis. Namun kini, ia tidak memiliki cara lagi selain bertemu dan merengek kepada orang tua Lewis.

Dengan memasang wajah sedih, Clara memasuki rumah utama kediaman Maddison dan bertemu dengan orang tua Lewis.

Tepat saat berada di pintu, terlihat Marisa berjalan dengan tergesa.

"Mom, ada apa?" tanya Clara bingung.

"Daddy mu dibawa ke rumah sakit! Dia terkena serangan jantung setelah berdebat dengan Lewis. Anak itu emang benar-benar!" ucap Marisa kesal.

Wajahnya terlihat cemas, ia langsung pergi menuju rumah sakit, di ikuti oleh Clara.

Marisa mencoba untuk menghubungi Lewis, namun tidak ada jawaban dari putra semata wayangnya itu.

"Kemana dia?" tanya Marisa dengan khawatir.

Baru saja ia pulang dari rumah sakit, kini harus gantian dengan suaminya dengan penyakit yang sama.

"Mom, aku baru saja kembali dari rumah Lewis. Apa Dad datang setelah kepergianku?" tanya Clara.

Marisa terdiam, mungkin benar apa yang dikatakan Clara. Hanya saja dari mana gadis ini tau kediaman Lewis. Bahkan dalam lima tahun ini, ia selalu merengek untuk meminta alamat putranya.

"Mom, aku tau sekarang kenapa Lewis tidak ingin menikah denganku," ucap Clara lirih berhasil mengalihkan perhatian Marisa.

"Kenapa, Nak? Apa alasan Lewis selama ini?" tanya Marisa penasaran.

"Lewis..., Lewis menyimpan perempuan di mansionnya, Mom. Dan tadi pagi, ja*lang itu menampar dan mengancam akan membunuhku jika aku tidak meninggalkan Lewis," lirih Clara yang mulai tercekat.

Marisa terdiam dengan mata yang membuat sempurna. "Benarkah?" tukasnya.

"Aku tidak pernah membohongimu, Mom. Dia perempuan arogan yang tidak tau tata krama. Bahkan kepala dan seluruh pelayan di sana juga dibentaknya," jelas Clara semakin menjadi.

"Ini tidak bisa dibiarkan! Kamu tenang saja, setelah Daddy sehat kita akan mengurus ja*lang itu!" tegas Marisa.

Clara tersenyum tipis bahkan hampir tidak terlihat. Ia merasa menang kali ini dan Irene akan diusir dari rumah mewah Lewis.

Hingga mobil tiba di rumah sakit. Marisa langsung bertemu dengan George di ruang IGD.

"Nyonya!" sapa George.

"Bagaimana keadaannya? Kenapa kau membiarkan mereka berdebat?" tukas Marisa marah.

"Maaf, Nyonya!" ucap George tidak memperpanjang.

Marisa berhenti melangkah dan menatap George dengan lekat. "Siapa wanita itu?" tanya Marisa dengan wajah serius.

"Lebih baik anda melihat keadaan tuan terlebih dahulu, Nyonya!" ucap George membuat Marisa terdiam.

Ia menatap tajam asisten Lewis itu sebelum melanjutkan langkah kakinya.

George menatap tajam ke arah Clara yang berjalan dengan angkuh.

"Apa kau?" ketus Clara tidak suka.

"Sebaiknya anda mengamankan diri setelah ini. Karena tuan Lewis pasti akan murka," ucap George dingin dan berlalu dari sana.

Clara hanya menghentakkan kakinya dengan kesal dan segera mengikuti langkah kaki Marisa.

*

*

*

Irene terbangun lebih dulu dibandingkan Lewis. Ada yang berbeda dengan perasaannya. Ada firasat tidak enak yang mungkin akan menghampiri.

Ada apa ini?. Batinnya.

Ia langsung menghubungi Sofia dan anak-anaknya untuk memastikan jika mereka baik-baik saja.

"Apa ibu sakit?" tanya Devon khawatir.

"Tidak, Nak. Ibu sehat kok, hanya saja firasat ibu tidak enak. Kalian jangan jauh-jauh dari tante Sofia ya, jaga diri baik-baik, Sayang!" ucap Irene serius dengan mata yang berkaca-kaca.

"Baiklah, ibu jaga diri baik-baik di sana ya. kami menyayangi ibu," ucap Diego menangis tersedu-sedu.

Irene mengusap air matanya yang meleleh. Hingga mereka puas mengobrol, Irene menutup panggilan da menatap Lewis yang sudah terbangun.

Lewis menatap Irene dengan tajam dan tidak suka. "Kapan kau akan hamil anak saya?" tukasnya.

"Saya tidak menjual anak! Kalau mau, adopsi saja sana!" ketus Irene membuat wajah Lewis semakin datar.

"Apa?" sambungnya ketus.

"Seminggu lagi kita akan menikah! Pernikahan ini tersembunyi dan jangan sampai ada yang tau," ucap Lewis.

"Kenapa harus menikah?" tanya Irene merasa tidak suka dengan keputusan sepihak seperti ini.

"Anakku butuh pengakuan dan tercatat dengan resmi oleh negara," densus Lewis kesal.

Ia beranjak dari ranjang dan membersihkan diri. Irene hanya terdiam dengan mata yang kembali berkaca-kaca.

Status Diego dan Devon sudah terdaftar di negara tanpa ayah. Ia tidak mencantumkan satupun identitas yang asli dari Lewis dengan nama samaran dan sudah meninggal.

Lewis keluar dari kamar mandi dengan badan yang hanya berbalutkan handuk di pinggangnya.

Sejenak Irene terpana, namun ia langsung membuang muka dan kembali menatap ponsel bututnya.

"Saya tidak pulang malam ini! Kau jangan kabur atau keluar lagi. Atau, dua anak itu akan saya bunuh!" tegas Lewis.

Irene terdiam dan menatapnya dengan datar. Ia hanya mengangguk dan membantu Lewis untuk mengenakan pakaian kerja.

Ia memasangkan dasi dengan telaten tanpa menyadari tatapan dan senyuman Lewis yang begitu lembut.

Lewis memeluk pinggang Irene dan mengecup bibir gadis itu dengan lembut hingga membuat Irene terkejut dengan tindakannya.

Entah kenapa, laki-laki ini selalu bisa membuatnya lemah dan tidak bisa memberontak ketika sudah merasakan sentuhan dan belaiannya.

Irene memejamkan mata dan membalas ciu*man Lewis, hingga pria tampan itu melepaskan pagutannya dan tersenyum nakal

"Apa? Siapa suruh kau begitu menggoda!" tukasnya kembali mengecup bibir Irene sekilas.

Irene hanya terdiam dengan wajah yang merona malu. Ia berusah untuk menyembunyikan ekspresi wajahnya. Namun sayang, Lewis sudah melihat semuanya dan terkekeh dengan senang.

Ia menatap Irene dengan lekat. "Cintai aku Irene! Ini perintah dan tugasmu sebagai istri!" ucapnya terdengar lembut.

Irene terkejut dan terdiam. Ia tidak tau harus menjawab ucapan Lewis seperti apa. Ia tidak pernah mencintai siapapun sebelumnya selain Sims Jocelyn, Ayahnya sendiri.

"Aku...,"

Episodes
1 Dijual
2 Kau!
3 Tubuhmu!
4 Membawanya kembali
5 Perjanjian
6 Menikah?
7 Ancaman
8 Melawan
9 Nyonya Baru
10 Sedikit melunak
11 Membawa masalah
12 Calon suami?
13 Menangis?
14 Merindukan anak-anak
15 Cintai aku Irene!
16 Dilabrak!
17 Cemas
18 Merayunya
19 Awal yang baru
20 Menonton
21 Merasa familiar
22 Ingin Bebas
23 Mereka Anak Saya!
24 Hak Asuh Anak
25 Sudah Jelas
26 Tuan Lewis, ayahmu!
27 Istriku hanya satu!
28 Menjijikkan
29 Mantan
30 Ayah Kalah!
31 Om Jahat!
32 Cemburu
33 Tidak Peduli
34 Akan ku rebut kembali!
35 Apa rencanamu?
36 Saling mencintai
37 Belum Menerima!
38 Dimana Ibu kami?
39 Menyerah saja Nona!
40 Jangan besar dulu, Nak!
41 Bersyukur atau menangis
42 Dia milikku!
43 Jangan pergi lagi!
44 Warisan
45 Tidak semiskin itu!
46 Balas Dendam
47 Mendukungmu!
48 Ibu yang kejam
49 Berhati-hatilah!
50 Ibu jangan pergi!
51 Tidak pantas!
52 Luluh
53 Saya ayahnya!
54 Dia yang membeliku!
55 Hancurkan mereka!
56 Curiga
57 Jangan Aneh-aneh!
58 Renovasi!
59 Penerus Lewis
60 Belum seberapa
61 Asisten Pribadi
62 Hancur!
63 Yang setimpal!
64 Sabar sedikit lagi!
65 Apa masih membenci?
66 Menciptakannya!
67 Kasus macam apa ini?
68 Permulaan tanpa akhir
69 Penuh amarah
70 Level Up!!
71 Begitu sombong
72 Karena kamu!
73 Dibayar dengan Nyawa!
74 Cari tau siapa dia!
75 Jaga dirimu!
76 Bukan Aku
77 Sisi lain.
78 Hina
79 Aku di sini
80 Sangat Kompak
81 Diusir
82 Nyawa Harus Dibayar!
83 Bertemu
84 Kalian menipu saya!
85 Pemberitaan
86 The Day
87 Aku merasa lega
88 Menyiapkan kejutan
89 Kejutan
90 Kabar baik?
91 Masih yang dulu
92 Sayang Semangat!
93 Rahasia Clara
94 Aku takut, Lewis!
95 Petunjuk
96 Bukan Kau!
97 Memisahkan Mereka?
98 Saudara Yang Terpisah?
99 Tidak mungkin
100 Terlalu Longgar?
101 Tergeletak
102 Tidak akan Merebutnya.
103 Luluh!
104 Bertahanlah, Dik!
105 Diana Jocelyn Maddison
106 Meradang!
107 Mereka Cucumu!
108 Itu aku!
109 Perusahaan Gelap
110 Tetap Percaya!
111 Pengecut!
112 Penyusup?
113 Membongkarnya
114 Titik terang?
115 Bisakah bertemu?
116 Kami akan menebusnya!
117 Dimana Ibu dan Ayah?
118 Kerahkan semua!
119 Mengawasi
120 Hancur di tanganku!
121 Kabur!
122 Mati di Tanganku!
123 Bukan Irene!
124 Kritis
125 Kemarahan Tuan Arselio
126 Ayah pembohong!
127 Tidak akan rela!
128 Kesempatan Terakhir.
129 Terimakasih
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Dijual
2
Kau!
3
Tubuhmu!
4
Membawanya kembali
5
Perjanjian
6
Menikah?
7
Ancaman
8
Melawan
9
Nyonya Baru
10
Sedikit melunak
11
Membawa masalah
12
Calon suami?
13
Menangis?
14
Merindukan anak-anak
15
Cintai aku Irene!
16
Dilabrak!
17
Cemas
18
Merayunya
19
Awal yang baru
20
Menonton
21
Merasa familiar
22
Ingin Bebas
23
Mereka Anak Saya!
24
Hak Asuh Anak
25
Sudah Jelas
26
Tuan Lewis, ayahmu!
27
Istriku hanya satu!
28
Menjijikkan
29
Mantan
30
Ayah Kalah!
31
Om Jahat!
32
Cemburu
33
Tidak Peduli
34
Akan ku rebut kembali!
35
Apa rencanamu?
36
Saling mencintai
37
Belum Menerima!
38
Dimana Ibu kami?
39
Menyerah saja Nona!
40
Jangan besar dulu, Nak!
41
Bersyukur atau menangis
42
Dia milikku!
43
Jangan pergi lagi!
44
Warisan
45
Tidak semiskin itu!
46
Balas Dendam
47
Mendukungmu!
48
Ibu yang kejam
49
Berhati-hatilah!
50
Ibu jangan pergi!
51
Tidak pantas!
52
Luluh
53
Saya ayahnya!
54
Dia yang membeliku!
55
Hancurkan mereka!
56
Curiga
57
Jangan Aneh-aneh!
58
Renovasi!
59
Penerus Lewis
60
Belum seberapa
61
Asisten Pribadi
62
Hancur!
63
Yang setimpal!
64
Sabar sedikit lagi!
65
Apa masih membenci?
66
Menciptakannya!
67
Kasus macam apa ini?
68
Permulaan tanpa akhir
69
Penuh amarah
70
Level Up!!
71
Begitu sombong
72
Karena kamu!
73
Dibayar dengan Nyawa!
74
Cari tau siapa dia!
75
Jaga dirimu!
76
Bukan Aku
77
Sisi lain.
78
Hina
79
Aku di sini
80
Sangat Kompak
81
Diusir
82
Nyawa Harus Dibayar!
83
Bertemu
84
Kalian menipu saya!
85
Pemberitaan
86
The Day
87
Aku merasa lega
88
Menyiapkan kejutan
89
Kejutan
90
Kabar baik?
91
Masih yang dulu
92
Sayang Semangat!
93
Rahasia Clara
94
Aku takut, Lewis!
95
Petunjuk
96
Bukan Kau!
97
Memisahkan Mereka?
98
Saudara Yang Terpisah?
99
Tidak mungkin
100
Terlalu Longgar?
101
Tergeletak
102
Tidak akan Merebutnya.
103
Luluh!
104
Bertahanlah, Dik!
105
Diana Jocelyn Maddison
106
Meradang!
107
Mereka Cucumu!
108
Itu aku!
109
Perusahaan Gelap
110
Tetap Percaya!
111
Pengecut!
112
Penyusup?
113
Membongkarnya
114
Titik terang?
115
Bisakah bertemu?
116
Kami akan menebusnya!
117
Dimana Ibu dan Ayah?
118
Kerahkan semua!
119
Mengawasi
120
Hancur di tanganku!
121
Kabur!
122
Mati di Tanganku!
123
Bukan Irene!
124
Kritis
125
Kemarahan Tuan Arselio
126
Ayah pembohong!
127
Tidak akan rela!
128
Kesempatan Terakhir.
129
Terimakasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!