Nyonya Baru

Irene hanya terdiam, ada perasaan aneh yang menggelitik di hatinya. Melihat Lewis tidak berdaya seperti ini, membuat rasa iba tiba-tiba muncul.

Ia tidak ingin mengganggu dan mengusik pria tampan ini. "Tidak," ucapnya.

Lewis terdiam dan menatap Irene dengan lekat. "Kau sampai kapanpun akan jadi milikku! Jangan pernah berpikir untuk pergi!" ucapnya tegas.

Irene hanya mengangguk dan memejamkan mata. Ia sudah cukup lelah hari ini menghadapi kelakuan Lewis yang di luar nalar.

Hingga pagi menjelang, Mark memang melakukan apa yang dia katakan semalam. Rapat terbuka para pemegang saham mulai menjadi berita pagi ini.

Pencopotan Lewis tanpa kompromi membuat banyak orang terheran.

"Maaf, Tuan. Kami tidak setuju dengan pencopotan ini! Kinerja Tuan Muda Lewis sangat bagus hingga membuat perusahaan kita semakin maju seperti sekarang!" tolak salah satu pemegang saham.

"Benar, Tuan. Kalau bukan karena tuan muda, mungkin perusahaan ini sudah bangkrut 5 tahun yang lalu,".

Mark tidak bisa membantah apapun yang dikatakan oleh mereka. Hanya saja, ia harus tetap melakukan ini untuk menggertak Lewis yang tidak menurut.

Ruang rapat itu terasa sangat panas dengan perdebatan antara pemegang saham. Ia memilih untuk menghentikan rapat sementara hingga kondisi kembali kondusif

Kini setelah berita itu tersebar, beberapa petinggi perusahaan juga ikut mengundurkan diri dan memilih untuk pergi dari perusahaan.

Mark terdiam dengan rahang yang mengeras. Ia merasa marah dengan semua petinggi yang memilih untuk resign.

"Tidak ada yang boleh keluar dari perusahaan ini!" ucap Mark dengan sangat tegas.

"Maaf, Tuan. Bulan ini kontrak saya sudah habis," jelas mereka.

Secara bersamaan, Kontrak kerja itu sudah selesai bulan ini. Sehingga membuat pria tua itu mengeram kesal.

"Perpanjang!" tukasnya.

"Maaf, Tuan. Kami sudah menemukan perusahaan baru yang menawarkan gaji dan fasilitas lebih tinggi!" tolak mereka.

"Kami permisi!" ucap salah satu dari petinggi itu keluar dari ruangan Mark tanpa menghiraukannya lagi.

"Cari tau dengan siapa mereka bekerja!" bentak Mark kenapa asistennya.

Ia tidak menyangka jika hal ini akan berdampak juga kepada karyawan. Apalagi mereka adalah petinggi perusahaan yang sudah sangat kompeten dan sulit untuk mencari pengganti.

Ia mengambil ponsel dan menghubungi Lewis. Ketika panggilan terhubung, Samar-samar ia mendengar suara wanita yang sedang keenakan.

"Lewis, siapa itu?" tanya Mark terkejut.

"Ada apa? Jika hanya untuk memaksa saya menikah, saya tidak akan pernah!" ucap Lewis dengan suara yang terdengar berat dan napas yang tidak beraturan.

"Kau! Kau sedang bersama siapa?" tanya Mark dengan wajah memerah.

Pantas saja dia tidak mau dengan Clara. Ternyata sudah memiliki simpanan!. Batin Mark dengan wajah yang memerah dan kepala yang terasa berat.

Ia sudah salah langkah!.

"Bawa gadis itu pulang untuk bertemu dengan mommy mu!" titah Mark.

Namun tidak ada jawaban apapun dari Lewis. Panggilan itu telah dimatikan secara sepihak.

Kau anak bebal! Lihat saja nanti!. Batinnya kesal.

Sementara itu di rumah sakit. Clara melihat berita yang sedang trending di sosial media. Pencopotan Lewis dan beberapa petinggi yang memilih untuk tidak memperpanjang kontrak membuat saham perusahaan turun hingga 10%.

"Kenapa Daddy sangat bodoh dan ceroboh? Pantas saja perusahaan hampir bangkrut waktu itu," ucap Clara kesal.

Ia sedikit merasa cemas, jika Lewis dicopot maka laki-laki itu akan jatuh miskin. Hanya menyisakan beberapa properti yang tidak mungkin menjadi tumpuan hidup mereka nanti.

Ia sengaja berdiri di luar kamar rawat inap Marisa, agar tidak menimbulkan kecurigaan dari wanita paruh baya itu.

Otaknya terus berpikir untuk mencari jalan keluar, namun nihil. Ia merasa buntu dan tidak memiliki solusi apapun.

Hingga beberapa saat, ia memilih untuk masuk ke dalam kamar dan tersenyum manis kearah Marisa.

"Mom, sudah bangun? Bagaimana kondisimu sekarang?" tanya Clara tersenyum manis.

"Mommy sudah lebih baik. Setelah keluar dari rumah sakit, kita akan atur pertunangan kalian. Huh, Mommy merasa tidak sekuat dulu lagi," ucap Marisa lirih.

"Mommy pasti cepat sembuh nanti. Hanya perlu pemulihan saja. Untuk acara pertunangan nanti, biar aku yang urus. Mommy tenang saja," tukas Clara membuat Marisa tersenyum kagum dengan gadis ini.

"Mom akan sangat bahagia kalau kamu jadi menikah dengan Lewis. Semoga kalian bisa langsung diberikan momongan, Mommy sudah gak sabar menimang cucu," jelas Marisa membuat raut wajah Clara berubah.

Namun ia segera tersenyum untuk menutupi rasa tidak sukanya ketika membahas tentang anak.

Aku tidak akan pernah hamil anak siapapun! Huh, enak saja menyuruh orang hamil. Gak tau apa, aku susah banget jaga bentuk badan seperti ini. Dasar tua bangka!. Batin Clara tidak suka.

Ia memilih untuk pergi dari sana sebelum rasa tidak sukanya terlihat semakin besar.

Marisa terlihat kecewa dengan kepergian Clara, namun ia tidak ingin terlalu mengekang gadis itu dan membuatnya merasa terbebani.

Clara berjalan menuju sebuat mobil yang sudah menunggunya. "Bagaimana? Apa kau sudah mendapatkan alamat Lewis?" tanya Clara.

"Sudah Nona. Apa kita akan ke sana sekarang?" tanya pengawal Clara.

Gadis itu mengangguk, mereka langsung menuju ke alamat yang diduga milik Lewis.

"Kau yakin?" tanya Clara yang melihat rumah yang tidak terlalu besar, namun memiliki halaman yang cukup luas di sana.

"Yakin, Nona. Dua kali saya mengikutinya sampai ke sini," jelas pengawal itu.

"Bagus, kita pulang saja! Besok saya ke sini sendiri," ucap Clara tersenyum sinis.

Mobil itu pergi dan meninggalkan rumah Lewis. Tanpa mereka sadari, sepasang mata tengah menatap dengan bingung.

"Apa yang kau lihat?" tanya Lewis sambil memeluk Irene dari belakang.

Wanita cantik itu baru saja membuka gorden dan langsung menatap mobil sedan hitam yang terparkir di pinggir jalan.

"Tidak!" sergahnya sambil melepaskan pelukan Lewis. "Saya akan memasak! Jangan ganggu, atau anda akan kelaparan sampai malam!" ancamnya.

Lewis tersenyum tipis, namun ia masih mengekori Irene menuju dapur.

Kedatangan mereka membuat para pelaya terkejut. Lewis memanggil Pak Man, kepala pelayan untuk mengumpulkan mereka semua.

Tak sampai lima menit, semua pelayan yang berjumlah 15 orang ditambah dengan 3 koki berkumpul di ruang tamu.

Irene terlihat bingung, ini terlalu berlebihan. Ia terdiam hingga suara Lewis memecah keheningan di sana.

"Mulai sekarang, kalian harus memanggilnya Nyonya Irene. Dia akan menjadi nyonya di rumah ini. Perlakukan dia seperti kalian memperlakukan saya!" titah Lewis membuat mereka terkejut.

"Untuk Koki, kalian hanya perlu membantunya saja. Ikuti apapun yang di katakan oleh Nyonya. Berani membantah, kalian tau akibatnya!" sambung Lewis.

Para pelayan hanya bisa mengangguk patuh. Irene terlihat sangat cantik dan natural hingga membuat beberapa dari mereka memuji kecantikan Irene.

"Tidak perlu seperti ini!" bisik Irene tidak enak hati.

Lewis hanya terdiam dan mengusir mereka semua. Setelah itu ia mengikuti Irene menuju dapur.

Benar saja, Irene tidak bisa bergerak bebas ketika memasak, karena Lewis selalu mengganggu dan memeluknya dari belakang.

"Berhentilah!" pekik Irene membuat beberapa pelayan di sana terkejut termasuk Lewis yang berdiri tidak jauh dari sana.

Episodes
1 Dijual
2 Kau!
3 Tubuhmu!
4 Membawanya kembali
5 Perjanjian
6 Menikah?
7 Ancaman
8 Melawan
9 Nyonya Baru
10 Sedikit melunak
11 Membawa masalah
12 Calon suami?
13 Menangis?
14 Merindukan anak-anak
15 Cintai aku Irene!
16 Dilabrak!
17 Cemas
18 Merayunya
19 Awal yang baru
20 Menonton
21 Merasa familiar
22 Ingin Bebas
23 Mereka Anak Saya!
24 Hak Asuh Anak
25 Sudah Jelas
26 Tuan Lewis, ayahmu!
27 Istriku hanya satu!
28 Menjijikkan
29 Mantan
30 Ayah Kalah!
31 Om Jahat!
32 Cemburu
33 Tidak Peduli
34 Akan ku rebut kembali!
35 Apa rencanamu?
36 Saling mencintai
37 Belum Menerima!
38 Dimana Ibu kami?
39 Menyerah saja Nona!
40 Jangan besar dulu, Nak!
41 Bersyukur atau menangis
42 Dia milikku!
43 Jangan pergi lagi!
44 Warisan
45 Tidak semiskin itu!
46 Balas Dendam
47 Mendukungmu!
48 Ibu yang kejam
49 Berhati-hatilah!
50 Ibu jangan pergi!
51 Tidak pantas!
52 Luluh
53 Saya ayahnya!
54 Dia yang membeliku!
55 Hancurkan mereka!
56 Curiga
57 Jangan Aneh-aneh!
58 Renovasi!
59 Penerus Lewis
60 Belum seberapa
61 Asisten Pribadi
62 Hancur!
63 Yang setimpal!
64 Sabar sedikit lagi!
65 Apa masih membenci?
66 Menciptakannya!
67 Kasus macam apa ini?
68 Permulaan tanpa akhir
69 Penuh amarah
70 Level Up!!
71 Begitu sombong
72 Karena kamu!
73 Dibayar dengan Nyawa!
74 Cari tau siapa dia!
75 Jaga dirimu!
76 Bukan Aku
77 Sisi lain.
78 Hina
79 Aku di sini
80 Sangat Kompak
81 Diusir
82 Nyawa Harus Dibayar!
83 Bertemu
84 Kalian menipu saya!
85 Pemberitaan
86 The Day
87 Aku merasa lega
88 Menyiapkan kejutan
89 Kejutan
90 Kabar baik?
91 Masih yang dulu
92 Sayang Semangat!
93 Rahasia Clara
94 Aku takut, Lewis!
95 Petunjuk
96 Bukan Kau!
97 Memisahkan Mereka?
98 Saudara Yang Terpisah?
99 Tidak mungkin
100 Terlalu Longgar?
101 Tergeletak
102 Tidak akan Merebutnya.
103 Luluh!
104 Bertahanlah, Dik!
105 Diana Jocelyn Maddison
106 Meradang!
107 Mereka Cucumu!
108 Itu aku!
109 Perusahaan Gelap
110 Tetap Percaya!
111 Pengecut!
112 Penyusup?
113 Membongkarnya
114 Titik terang?
115 Bisakah bertemu?
116 Kami akan menebusnya!
117 Dimana Ibu dan Ayah?
118 Kerahkan semua!
119 Mengawasi
120 Hancur di tanganku!
121 Kabur!
122 Mati di Tanganku!
123 Bukan Irene!
124 Kritis
125 Kemarahan Tuan Arselio
126 Ayah pembohong!
127 Tidak akan rela!
128 Kesempatan Terakhir.
129 Terimakasih
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Dijual
2
Kau!
3
Tubuhmu!
4
Membawanya kembali
5
Perjanjian
6
Menikah?
7
Ancaman
8
Melawan
9
Nyonya Baru
10
Sedikit melunak
11
Membawa masalah
12
Calon suami?
13
Menangis?
14
Merindukan anak-anak
15
Cintai aku Irene!
16
Dilabrak!
17
Cemas
18
Merayunya
19
Awal yang baru
20
Menonton
21
Merasa familiar
22
Ingin Bebas
23
Mereka Anak Saya!
24
Hak Asuh Anak
25
Sudah Jelas
26
Tuan Lewis, ayahmu!
27
Istriku hanya satu!
28
Menjijikkan
29
Mantan
30
Ayah Kalah!
31
Om Jahat!
32
Cemburu
33
Tidak Peduli
34
Akan ku rebut kembali!
35
Apa rencanamu?
36
Saling mencintai
37
Belum Menerima!
38
Dimana Ibu kami?
39
Menyerah saja Nona!
40
Jangan besar dulu, Nak!
41
Bersyukur atau menangis
42
Dia milikku!
43
Jangan pergi lagi!
44
Warisan
45
Tidak semiskin itu!
46
Balas Dendam
47
Mendukungmu!
48
Ibu yang kejam
49
Berhati-hatilah!
50
Ibu jangan pergi!
51
Tidak pantas!
52
Luluh
53
Saya ayahnya!
54
Dia yang membeliku!
55
Hancurkan mereka!
56
Curiga
57
Jangan Aneh-aneh!
58
Renovasi!
59
Penerus Lewis
60
Belum seberapa
61
Asisten Pribadi
62
Hancur!
63
Yang setimpal!
64
Sabar sedikit lagi!
65
Apa masih membenci?
66
Menciptakannya!
67
Kasus macam apa ini?
68
Permulaan tanpa akhir
69
Penuh amarah
70
Level Up!!
71
Begitu sombong
72
Karena kamu!
73
Dibayar dengan Nyawa!
74
Cari tau siapa dia!
75
Jaga dirimu!
76
Bukan Aku
77
Sisi lain.
78
Hina
79
Aku di sini
80
Sangat Kompak
81
Diusir
82
Nyawa Harus Dibayar!
83
Bertemu
84
Kalian menipu saya!
85
Pemberitaan
86
The Day
87
Aku merasa lega
88
Menyiapkan kejutan
89
Kejutan
90
Kabar baik?
91
Masih yang dulu
92
Sayang Semangat!
93
Rahasia Clara
94
Aku takut, Lewis!
95
Petunjuk
96
Bukan Kau!
97
Memisahkan Mereka?
98
Saudara Yang Terpisah?
99
Tidak mungkin
100
Terlalu Longgar?
101
Tergeletak
102
Tidak akan Merebutnya.
103
Luluh!
104
Bertahanlah, Dik!
105
Diana Jocelyn Maddison
106
Meradang!
107
Mereka Cucumu!
108
Itu aku!
109
Perusahaan Gelap
110
Tetap Percaya!
111
Pengecut!
112
Penyusup?
113
Membongkarnya
114
Titik terang?
115
Bisakah bertemu?
116
Kami akan menebusnya!
117
Dimana Ibu dan Ayah?
118
Kerahkan semua!
119
Mengawasi
120
Hancur di tanganku!
121
Kabur!
122
Mati di Tanganku!
123
Bukan Irene!
124
Kritis
125
Kemarahan Tuan Arselio
126
Ayah pembohong!
127
Tidak akan rela!
128
Kesempatan Terakhir.
129
Terimakasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!