Merayunya

Setelah beberapa waktu mencari keberadaan Irene. Ken akhirnya berhasil menemukan di mana wanita cantik itu berada.

Ia sudah mengamati mansion Lewis beberapa hari dan mencari celah untuk membawa Irene kembali.

Ia segera menghubungi Irene dengan tidak sabar.

"Ada apa Ken?" tanya Irene yang masih terjaga.

"Aku ada di luar! Kamu lihat ke jendela bagian belakang ini dekat pohon mangga," ucap Ken membuat Irene terkejut.

Ia langsung melihat kearah yang ditunjuk oleh Ken.

"Kamu bisa melompati pohon itu, aku akan menyambutmu dibalik tembok!" titah Ken membuat Irene ragu.

Satu sisi ia ingin pulang dan merawat kedua putranya, namun di sisi lain ia sudah terikat dengan perjanjian bersama dengan Lewis.

"Ayo Ren! Kita gak punya banyak waktu lagi!" desak Ken membuat Irene semakin bimbang.

Jika ia pergi hari ini, sudah dipastikan anak-anaknya menjadi taruhan. Karena Lewis dengan berani menjadikan mereka sebagai ancaman jika Irene berani melanggar kontrak.

Ia menatap foto kedua putranya dengan raut wajah sedih. Cukup lama Irene berpikir, hingga ia memilih untuk patuh kepada perjanjian yang sudah disepakati.

"Ken, terima kasih atas niat baikmu. Aku, aku tidak bisa!" lirih Irene membuat Ken terdiam.

"Ren, anak-anak mu sedang sakit. Apa kamu sudah tidak peduli lagi dengan mereka?" pekik Ken dengan marah.

"Aku lebih takut laki-laki ini membawa mereka jauh, Ken! Pulanglah! Jangan membahayakan diri sendiri. Dia bukan tandingan kita," lirih Irene dengan air mata yang mengalir.

Ken hanya mengeraskan rahangnya dan menatap tajam ke arah jendela. "Ren, sudah sejauh ini! Kita bisa membawa mereka pergi ke luar negeri! Aku akan membiayai semua kebutuhan kalian!" tegasnya.

"Ken, Cukup!" tukas Irene sambil menghela napas. "Maaf! Biar aku yang menanggung semuanya! Salahku yang sudah terlibat dari awal dengannya," sambung wanita cantik itu.

"Apa maksudmu?" tanya Ken bingung.

"Ken, aku minta kamu untuk berhenti sampai di sini! Dia terlalu berbahaya. Kamu tidak akan bisa melawannya," peringatan Irene membuat Ken benar-benar terdiam.

Ia sadar bagaimana posisinya di hati Irene. Bahkan sebanyak apapun pengorbanan yang ia berikan, Irene tetap saja memandangnya sebagai sahabat dan tidak lebih.

"Ren, aku sudah melakukan semuanya untukmu! Bahkan khawatirku tidak berharga bagimu sedikitpun!" lirih Ken dengan rasa kecewa.

Irene hanya terdiam, ia tidak ingin bertindak gegabah karena Lewis pasti akan melakukan apa yang sudah disepakati.

Ia tidak ingin kehilangan Diego dan Devon, hanya mereka yang ia miliki. Sementara Lewis masih sangat sulit untuk ia pelajari.

Sifatnya yang berubah-ubah dan emosinya yang masih terlihat labil, membuat Irene kesulitan untuk mencari titik lemah pria tampan itu.

"Ken, Maaf! Kita sudah membahas ini sebelumnya. Aku akan membujuk dia untuk membawaku bertemu dengan anak-anak!" ucap Irene tegas.

Ken hanya terdiam. Rahangnya mengeras menahan emosi yang bergejolak di hatinya. Semua usaha yang sudah ia lakukan terasa sia-sia karena gadis ini.

"Ren, sekali lagi aku bertanya, Apa kamu tidak ingin ikut pulang denganku?" tanya Ken dengan suara rendahnya.

Irene terdiam, ia memahami bagaimana posisi Ken. Namun semua tidak bisa dipaksakan dengan alasan apapun.

"Aku tidak! Maaf Ken, aku lebih sayang nyawa putraku lebih dari apapun!" ucap Irene tegas.

Ken hanya terdiam dan mematikan panggilan itu. Mobil yang membawanya juga perlahan menjauh dari Mansion.

Irene hanya bisa meneteskan air mata melihat kepergian Ken. Ia sadar, konsekwensi apa yang akan ia ambil jika salah melangkah.

Pada akhirnya, ia memilih untuk kembali merayu Lewis agar mengizinkannya untuk kembali ke kota Sanford.

Tanpa banyak pikir, Irene langsung menghubungi George dan meminta bantuan laki-laki itu untuk merayu Lewis.

"Nanti akan saya sampaikan kepada Tuan, Nyonya! Apa ada hal lain?" tanya George.

"Tolong bantuannya, Asisten George. Mereka masih membutuhkan saya!" lirih Irene.

"Baik, Nyonya," jawab George.

Irene terdiam ketika mendengar teriakan Lewis di balik telepon.

"Nanti saja tanyakan setelah emosinya mereda!" ucap Irene membuat George terdiam.

Setelah menjawab, George langsung mematikan ponsel. Ia menatap Lewis yang masih berdebat di perusahaan dengan Mark yang masih saja bersikeras untuk menikahkannya dengan Clara.

Dengan kesal, Lewis melempar sertifikat pernikahannya di atas meja. "Saya sudah menikah!" ucapnya lirih.

Semua orang terdiam, Mark mengambil sertifikat itu dan terkejut bukan main. Ia menatap Lewis dengan sangat marah.

"Sudahlah Tuan Mark! Tuan muda sudah menikah! Anda harus mengalah dan menurunkan ego anda! Kita tidak bisa seperti ini terus menerus," ucap salah satu pemegang saham.

"Betul sekali, Tuan Mark! Jika anda bersikeras untuk menurunkan tuan Lewis, maka saya akan mundur sekarang juga!".

Lewis hanya mengeraskan rahang. Ia ingin keluar dari perusahaan ini, namun saham yang ia miliki di sini sangat banyak dan sangat tidak mungkin ia tinggalkan begitu saja.

Mark menatap semua orang dengan tajam. Ia menghela napas berat dengan dada yang terasa sesak.

"Baiklah, saya mengalah!" ucap Mark pasrah

Mereka semua bernapas lega. Berita ini langsung diterbitkan agar tidak membuat saham perusahaan semakin merosot.

Lewis langsung kembali ke ruangannya dan memeriksa berkas-berkas yang sudah terbengkalai selama ia tinggalkan.

"Tuan!" panggil George.

Lewis tetap fokus pada pekerjaannya, namun ia selalu mendengar apa yang dikatakan asistennya ini.

"Katakan!" tegas Lewis dengan wajah datar.

"Ini tentang Nyonya Irene!" ucap George membuat tangan Lewis terhenti.

"Kenapa dia?" tanya Lewis itu menatap tajam.

"Apa tidak sebaiknya anak-anak Nyonya Irene kita bawa ke sini, Tuan? Mereka sedang sakit dan baru saja dilarikan ke rumah sakit," ucap George membuat Lewis menatapnya semakin tajam.

"Biarkan saja!" tukas Lewis membuat George terkejut.

"Tuan! Anda begitu paham bagaimana rasanya diabaikan," ucap George membuat Lewis mengeraskan rahang.

Ia menatap George tidak suka. "Pergilah!" titahnya membuat George menghela napas.

"Saya permisi, Tuan!" pamitnya.

"Jangan bawa Irene! Bawa saja anak-anaknya ke sini! Suruh orang untuk membereskan kamar dan panggil dokter!" Tegas Lewis membuat George tersenyum tipis.

Ia yakin, jika Lewis masih memiliki sedikit kasih sayang di balik sikap kasarnya.

George mengangguk paham dan langsung menyiapkan jet perusahaan untuk menjemput Diego dan Devon.

Lewis menatapnya dengan pandangan yang tidak terarah. Ucapan Irene dan George telah menyentuh hingga titik terendahnya.

Sejenak, Lewis terdiam. Ia mengusap wajahnya dan menatap ponsel yang sedang menyala. Irene tengah menghubunginya.

"Apa?" jawab Lewis dengan ketus.

"Terima kasih banyak, Tuan! Pulanglah lebih awal, saya akan memasak makanan kesukaan anda!" ucap Irene dengan suara tercekat.

"Hmm! Layani saya malam ini dengan baik!" ketus Lewis membuat Irene mengangguk pasti.

"Saya akan persiapkan semuanya!" ucap Irene terdengar sangat bahagia.

"Tarik ucapanmu kemarin!" titah Lewis.

Irene terdiam, ia berpikir maksud dari ucapan Lewis. "Baik, Tuan! Saya tarik ucapan saya kemarin!" ucapnya.

Lewis mematikan panggilan itu tanpa menjawab apapun lagi. Sedikit ia merasa tenang mendengar rayuan Irene yang begitu manis tanpa paksaan.

Terpopuler

Comments

evi carolin

evi carolin

kaku banget jd org emosi melulu mo ini itu berantem dl jd cape sendirikan /Facepalm/

2024-12-08

1

Diah Anggraini

Diah Anggraini

rasanya pen getok aje tuh palanya lewis pake centong nasi

2025-01-06

1

El_Tien

El_Tien

Harusnya, kalau memang butuh itu, jangan ketus, kamu ribet amat sih Lewis! Apa emang semua cowok kek gini ya? 🤣🤣🤣

2024-10-30

1

lihat semua
Episodes
1 Dijual
2 Kau!
3 Tubuhmu!
4 Membawanya kembali
5 Perjanjian
6 Menikah?
7 Ancaman
8 Melawan
9 Nyonya Baru
10 Sedikit melunak
11 Membawa masalah
12 Calon suami?
13 Menangis?
14 Merindukan anak-anak
15 Cintai aku Irene!
16 Dilabrak!
17 Cemas
18 Merayunya
19 Awal yang baru
20 Menonton
21 Merasa familiar
22 Ingin Bebas
23 Mereka Anak Saya!
24 Hak Asuh Anak
25 Sudah Jelas
26 Tuan Lewis, ayahmu!
27 Istriku hanya satu!
28 Menjijikkan
29 Mantan
30 Ayah Kalah!
31 Om Jahat!
32 Cemburu
33 Tidak Peduli
34 Akan ku rebut kembali!
35 Apa rencanamu?
36 Saling mencintai
37 Belum Menerima!
38 Dimana Ibu kami?
39 Menyerah saja Nona!
40 Jangan besar dulu, Nak!
41 Bersyukur atau menangis
42 Dia milikku!
43 Jangan pergi lagi!
44 Warisan
45 Tidak semiskin itu!
46 Balas Dendam
47 Mendukungmu!
48 Ibu yang kejam
49 Berhati-hatilah!
50 Ibu jangan pergi!
51 Tidak pantas!
52 Luluh
53 Saya ayahnya!
54 Dia yang membeliku!
55 Hancurkan mereka!
56 Curiga
57 Jangan Aneh-aneh!
58 Renovasi!
59 Penerus Lewis
60 Belum seberapa
61 Asisten Pribadi
62 Hancur!
63 Yang setimpal!
64 Sabar sedikit lagi!
65 Apa masih membenci?
66 Menciptakannya!
67 Kasus macam apa ini?
68 Permulaan tanpa akhir
69 Penuh amarah
70 Level Up!!
71 Begitu sombong
72 Karena kamu!
73 Dibayar dengan Nyawa!
74 Cari tau siapa dia!
75 Jaga dirimu!
76 Bukan Aku
77 Sisi lain.
78 Hina
79 Aku di sini
80 Sangat Kompak
81 Diusir
82 Nyawa Harus Dibayar!
83 Bertemu
84 Kalian menipu saya!
85 Pemberitaan
86 The Day
87 Aku merasa lega
88 Menyiapkan kejutan
89 Kejutan
90 Kabar baik?
91 Masih yang dulu
92 Sayang Semangat!
93 Rahasia Clara
94 Aku takut, Lewis!
95 Petunjuk
96 Bukan Kau!
97 Memisahkan Mereka?
98 Saudara Yang Terpisah?
99 Tidak mungkin
100 Terlalu Longgar?
101 Tergeletak
102 Tidak akan Merebutnya.
103 Luluh!
104 Bertahanlah, Dik!
105 Diana Jocelyn Maddison
106 Meradang!
107 Mereka Cucumu!
108 Itu aku!
109 Perusahaan Gelap
110 Tetap Percaya!
111 Pengecut!
112 Penyusup?
113 Membongkarnya
114 Titik terang?
115 Bisakah bertemu?
116 Kami akan menebusnya!
117 Dimana Ibu dan Ayah?
118 Kerahkan semua!
119 Mengawasi
120 Hancur di tanganku!
121 Kabur!
122 Mati di Tanganku!
123 Bukan Irene!
124 Kritis
125 Kemarahan Tuan Arselio
126 Ayah pembohong!
127 Tidak akan rela!
128 Kesempatan Terakhir.
129 Terimakasih
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Dijual
2
Kau!
3
Tubuhmu!
4
Membawanya kembali
5
Perjanjian
6
Menikah?
7
Ancaman
8
Melawan
9
Nyonya Baru
10
Sedikit melunak
11
Membawa masalah
12
Calon suami?
13
Menangis?
14
Merindukan anak-anak
15
Cintai aku Irene!
16
Dilabrak!
17
Cemas
18
Merayunya
19
Awal yang baru
20
Menonton
21
Merasa familiar
22
Ingin Bebas
23
Mereka Anak Saya!
24
Hak Asuh Anak
25
Sudah Jelas
26
Tuan Lewis, ayahmu!
27
Istriku hanya satu!
28
Menjijikkan
29
Mantan
30
Ayah Kalah!
31
Om Jahat!
32
Cemburu
33
Tidak Peduli
34
Akan ku rebut kembali!
35
Apa rencanamu?
36
Saling mencintai
37
Belum Menerima!
38
Dimana Ibu kami?
39
Menyerah saja Nona!
40
Jangan besar dulu, Nak!
41
Bersyukur atau menangis
42
Dia milikku!
43
Jangan pergi lagi!
44
Warisan
45
Tidak semiskin itu!
46
Balas Dendam
47
Mendukungmu!
48
Ibu yang kejam
49
Berhati-hatilah!
50
Ibu jangan pergi!
51
Tidak pantas!
52
Luluh
53
Saya ayahnya!
54
Dia yang membeliku!
55
Hancurkan mereka!
56
Curiga
57
Jangan Aneh-aneh!
58
Renovasi!
59
Penerus Lewis
60
Belum seberapa
61
Asisten Pribadi
62
Hancur!
63
Yang setimpal!
64
Sabar sedikit lagi!
65
Apa masih membenci?
66
Menciptakannya!
67
Kasus macam apa ini?
68
Permulaan tanpa akhir
69
Penuh amarah
70
Level Up!!
71
Begitu sombong
72
Karena kamu!
73
Dibayar dengan Nyawa!
74
Cari tau siapa dia!
75
Jaga dirimu!
76
Bukan Aku
77
Sisi lain.
78
Hina
79
Aku di sini
80
Sangat Kompak
81
Diusir
82
Nyawa Harus Dibayar!
83
Bertemu
84
Kalian menipu saya!
85
Pemberitaan
86
The Day
87
Aku merasa lega
88
Menyiapkan kejutan
89
Kejutan
90
Kabar baik?
91
Masih yang dulu
92
Sayang Semangat!
93
Rahasia Clara
94
Aku takut, Lewis!
95
Petunjuk
96
Bukan Kau!
97
Memisahkan Mereka?
98
Saudara Yang Terpisah?
99
Tidak mungkin
100
Terlalu Longgar?
101
Tergeletak
102
Tidak akan Merebutnya.
103
Luluh!
104
Bertahanlah, Dik!
105
Diana Jocelyn Maddison
106
Meradang!
107
Mereka Cucumu!
108
Itu aku!
109
Perusahaan Gelap
110
Tetap Percaya!
111
Pengecut!
112
Penyusup?
113
Membongkarnya
114
Titik terang?
115
Bisakah bertemu?
116
Kami akan menebusnya!
117
Dimana Ibu dan Ayah?
118
Kerahkan semua!
119
Mengawasi
120
Hancur di tanganku!
121
Kabur!
122
Mati di Tanganku!
123
Bukan Irene!
124
Kritis
125
Kemarahan Tuan Arselio
126
Ayah pembohong!
127
Tidak akan rela!
128
Kesempatan Terakhir.
129
Terimakasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!