Petunjuk Untuk Bara

Dokter Adrian semakin ingin dekat dengan Lilis! Menurutnya Lilis adalah wanita yang unik, cantik, pekerja keras dan sederhana.

Sebaliknya Lilis menganggap biasa saja pada dokter tampan yang akhir-akhir ini selalu mengusik ketentraman hidupnya.

"Lis, antar saya pulang! Entah kenapa saya sangat merindukan Mami" pinta Bara.

Lilis hanya mengangguk! Sore itu dirinya mengantar Bara pulang ke rumahnya, sesudah itu Lilis kembali lagi.

Bara masuk kedalam rumah, ia mendapati Alex sedang membuat sesuatu di dapur seperti jus apel.

"Mami akan menyukai jus buatanku!" ucap Alex senang.

Namun sedetik kemudian Alex mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.

"Apa itu?" gumam Bara heran.

Alex menaburkan sebuah serbuk pada jus yang ada di hadapannya.

"Maaf Mami sayang, tapi aku lah yang akan mewarisi kekayaan Mami dan mendiang Papi! Kalau Mami mati, maka aku akan dengan mudah melenyapkan Kak Bara..hahaha" ucap Alex tertawa menggema.

Mendengar itu, mendidih lah darah Bara! Ia tentu tidak akan membiarkan anak pungut tidak tahu diri itu membunuh Niken.

"Sialan,, Jadi itulah balas budi mu, Alex? Jahanam" geram Bara.

Ketika Alex akan membawa gelas yang sudah terisi jus dan racun itu, Bara merebutnya dan menghempaskan ke lantai sampai berserakan.

Alex seketika mematung dengan hal yang baru saja terjadi!

"Apa itu...?" gumam Alex ketakutan.

Brughhhhh!!!!!

Bara juga menendang tubuh Alex hingga sang adik terhempas dan tubuhnya mengenai pecahan gelas.

"Arghhhhhhhhhhhhh...." ia memekik kesakitan.

Namun ketika Bara akan memukulnya lagi, tubuhnya sudah merasa lemas.

Energi yang Bara keluarkan membuat ia menjadi lemah.

"Mana mungkin di rumah ini ada setannya!" ucap Alex ketakutan.

Pelan-pelan ia merangkak, dan merasakan banyaknya pecahan gelas yang menusuk tangan dan dadanya.

"Arghhhh perih sekali" ringisnya.

Alex pun langsung pergi ke rumah sakit untuk menyembuhkan lukanya.

Bara segera berlari ke kamar Niken. Terlihat wanita paruh baya itu hanya terbaring di atas ranjang sembari memeluk poto Bara.

"Mami!" ucap Bara ia duduk di samping ranjang Niken.

"Doakan ya Mi semoga aku cepat kembali" ucap Bara dengan suara tercekat.

Ia kemudian mencium kening Niken, dan pergi dari sana.

Niken yang merasakan ada sesuatu yang dingin menyentuh keningnya langsung terbangun.

"Bara...hikhikhik.... Bara" tangis Niken.

Ketika Bara sudah berdiri di depan rumahnya, ia terkejut karena dua teman hantu Lilis sudah menunggu.

"Mau apa kalian?" tanya Bara yang merasa sungguh ketakutan.

"Ayo cepat kembali ke rumah Lilis, kamu itu ada yang mengikuti" ucap sundel bolong itu.

"Maksudnya?" tanya Bara.

"Kamu jangan sering keluar berjauhan dengan Lilis. Lilis itu penjaga kamu sayang! Ada yang ingin menawan dan menukarnya supaya makhluk itu bisa menempati ragamu" ungkap Mbak Sri.

Kedua hantu itu langsung membawa arwah Bara melayang menembus tempat demi tempat.

Pelan-pelan kedua hantu itu turun di depan rumah Lilis.

"Masuk rumah sana, jangan bandel ya nanti burung kamu kami grepe" ucap Mbak Sri.

Mendengar itu Bara langsung bergidik ngeri.

"Terimakasih Tante setan" ucap Bara.

"Jangan pakai setan dong" cebik Mbak Nik.

"Untung ganteng, kalau tidak udah aku lelepin ke sawah" ucap Mbak Sri.

Bara lalu masuk kedalam rumah Lilis. Disana Lilis sedang membersihkan toge.

Bara melihat itu merasa terharu, sebab hanya dengan Lilis lah ia bisa berkomunikasi.

"Lis!" Bara berkata sembari mentoel pipi Lilis.

"Kapan loe balik, Bara?" tanya Lilis.

"Pulang di antar Tante setan! Lis kata mereka ada yang sedang mengincar arwah saya. Lis, tolong bantu Lis, saya mau kembali ke jasad saya Lis. Tadi saya juga lihat Mami juga drop" pinta Bara.

Lilis diam, ia juga tidak mengerti bagaimana caranya mengembalikan arwah Bara kedalam jasadnya.

"Lis, bantu saya Lis! Saya yakin kamu bisa" rengek Bara.

"Maaf Bara, gue gak bisa!" ucap Lilis dengan sedih.

"Kamu kan indigo, Lis" ujar Bara.

"Iya Bara, gue memang indigo bisa lihat makhluk halus, namun gue bukan paranormal, gue gak tahu caranya gimana" rutuk Lilis merasa tidak berguna.

"Maafin gue, Bar! Bukan gue gak mau nolongin loe, tapi gue juga bingung harus gimana. Maafin gue" sambung Lilis dengan sedih.

Grep!!!

Bara tiba-tiba memeluk Lilis sembari terisak. Bara terlalu menekan Lilis membuat gadis yang sekarang ada di dekapannya merasa tak berguna.

"Maafkan saya, Lis! Saya gak bermaksud menekan kamu. Maafin saya" ucap Bara.

"Gue paham loe pasti ingin cepat kembali. Gue akan berusaha cari orang yang bisa membantu loe. Loe sabar ya Bara, gue yakin loe bisa kembali dan berkumpul sama mami loe lagi" balas Lilis yang balas memeluk Bara.

Nyaman sekali rasanya memeluk Lilis! Bara pun mendongakkan wajah Lilis hingga gadis itu memandanginya.

"Terimakasih ya Lis, kamu sudah membantu saya" ucap Bara.

Lilis mengangguk.

"Saya janji tidak akan melupakan kamu jika saya sudah kembali sadar" ucap Bara kembali.

"Iya Bar! Gue ikhlas nolongin loe" balas Lilis.

Cup!!!

Bara tiba-tiba mencium bibir Lilis, lalu melumatnya dengan lembut. Seketika Lilis mematung dengan perlakuan Bara padanya.

Bara semakin memperdalam lumatannya, menerobos mulut Lilis dan membelitkan lidahnya di lidah Lilis.

Karena merasa terbuai, Lilis pelan-pelan membalas ciuman Bara dengan lumatan-lumatan kecil.

"Ahhhhhhhhhh" desahan kecil itu berhasil lolos dari selah bibir Lilis yang tengah Bara lumat.

Keduanya langsung melepaskan tautan bibir, meskipun Bara seorang arwah, namun ia bisa menggauli wanita.

Nafas keduanya tersenggal, karena gairah yang sudah terlanjur membuncah.

"Lis, Maaf" ucap Bara tak enak hati.

Lilis hanya diam saja, ia masih terlalu lekat dengan apa yang sudah ia lakukan dengan Bara.

"Bara mencuri ciuman pertamaku!" ucap Lilis dalam hatinya.

"Bara, gue dagang dulu ya! Loe diam saja di rumah, gue khawatir kalau loe terus berada di luar rumah. Untuk jaga-jaga simpan garam ini" ucap Lilis.

Siang ini Bara tidak ikut berjualan, dirinya diam di rumah sesuai apa yang Lilis dan kedua hantu tadi ucapkan.

Lilis berjalan mendorong gerobak di bawah terik matahari. Entah kenapa dagangannya siang itu sepi, namun seseorang duduk di kursi plastik yang sudah Lilis persiapkan.

"Bakso, Neng!" ucap seseorang itu.

Seorang kakek tua berjubah putih dengan tasbih di tangannya memesan satu mangkuk bakso.

"Tunggu sebentar ya Kek!" balas Lilis ramah.

"Laris dagangannya, Neng?" tanya sang Kakek.

"Baru laku 5 mangkok Kek dari siang! Entah kenapa tumben sepi" balas Lilis.

Kakek tua itu mengangguk-angguk saja.

Lilis dengan cekatan membuatkan bakso untuk kakek itu sampai terhidang satu mangkok.

"Silahkan ini baksonya, Kek!" ucap Lilis.

Kakek itu memakannya dengan lahap dan tak sampai dua menit, seluruh bakso sudah berpindah ke dalam perut sang kakek.

"Berapa Neng?" tanyanya.

"15 ribu saja, Kek!" jawab Lilis.

Kakek tua itu merogoh dari saku jubahnya namun kakek tua itu kembali menatap Lilis.

"Neng maaf uang nya tidak ada, mungkin terjatuh di dalam" ucap sang kakek.

Bohong jika Lilis merasa tidak kecewa, namun untuk memarahi si kakek, ia tidak tega.

"Sudah tak apa, Kek" balas Lilis.

"Kamu ikhlas?" tanya Kakek itu.

"Ikhlas lillahita'alla" balas Lilis.

"Terimakasih Neng! Katakan pada temanmu kalau ingin kembali pada jasadnya harus membaca ayat kursi 100 kali, sesudah itu wudhu. Insaallah arwahnya akan kembali menyatu dengan jasadnya. Cepat pulang sekarang" perintah kakek itu.

Tak sempat bilang terimakasih, kakek itu tiba-tiba menghilang.

"Bara!!" Lilis langsung mendorong gerobaknya untuk pulang. Persetan dengan bakso, yang ia harus lakukan adalah cepat-cepat menolong Bara.

Terpopuler

Comments

Kamiem sag

Kamiem sag

jadi ntuh kakek bukan manusia

2025-02-24

0

siti Hasanah

siti Hasanah

semoga ntar bara masik mengingat lilis setelah dia sadar dr komanya

2024-12-12

1

lihat semua
Episodes
1 Permulaan
2 Bayi Bajang
3 Terungkap
4 Pocong Telanj@ng
5 Pria Pemarah
6 Curhatan Hati Santi
7 Bara Koma
8 Mau Menolong Bara
9 Tidur Satu Kamar
10 Terbongkar
11 Hamzah Yang Malang
12 Rudal Isriwil Milik Bara
13 Menolong Hamzah DKK
14 Terungkap
15 Petunjuk Untuk Bara
16 Hampir Di Perkaos
17 Di Kerjain Hantu
18 Menolong Nenek Lestari
19 Menyakitkan
20 Dunia Ini Memang Sempit
21 Tak Suka Cewek Kotor
22 Paket Dari Orang Miaterius
23 Sudah Kembali Bekerja
24 Cemburu
25 Bara Si Pria Agresif 21+ bocil di harap minggir, nonton upin-ipin saja....
26 Menolong Mayang Part 1
27 Menolong Mayang Part 2
28 Menolong Mayang Part 3
29 Video Pembu*uhan Mayang
30 Akhirnya Mengakui
31 Hancurnya Hati Seorang Ayah.....
32 Kopi Beracun
33 Sosok Ular Cantik
34 Pesan Ingin Di Maafkan
35 Pengkhianatan Sang Istri
36 40 Tahun Di Bohongi
37 Mendatangi Sang Ayah
38 Ternyata Teman Lama
39 Nasihat Ular Cantik
40 Kasih Ibu Sepanjang Masa
41 Bara Cemburu
42 Tuyul Part 1
43 Tuyul Meresahkan
44 Tertangkap
45 Terbongkar
46 KKN
47 Wanita Misterius
48 Sebuah Fakta Yang Terungkap
49 Mendatangi Rumah Kendat Kembali
50 Akan Mengatakan Yang Sebenarnya
51 Kabar Kematian
52 Pria Yang Malang
53 Masa Lalu Bahar
54 Mata Batin Azkara
55 Juragan Mata Keranjang
56 Sisi Lain Uni Bakwan
57 Di Ajak Kerumah Camer
58 Dikira Gembel
59 Realita Kehidupan
60 Membuang Anak Sendiri
61 Ketahuan Pelakunya Narji
62 Pagi Yang Manis
63 Mendapat Perlakuan Tidak Mengenakan
64 Memata-matai
65 Berhasil Mendapatkan Tanda-tangan
66 Rahasia Yang Terbuka
67 Rencana Kedatangan Calon Mertua
68 Mendadak Sekali
69 Siapa Kakek Tua Itu?????
70 Pesugihan Kalajengking
71 Teror Part 1
72 Teror Part 2 ... Tentang Katijo
73 Kerinduan Seorang Ibu
74 Siap Mencari Tahu
75 Sutinah Pergi
76 Akan Menumbalkan Fatah
77 Gagal Menumbalkan
78 Mati
79 Jangan Terlalu Baik Sama Orang
80 Membully Ular
81 Kebelet kawin
82 Santi Hilang
83 Kasihan Santi
84 Uni Bakwan Pulang
85 Di Hukum
86 Prajurit Nakal
87 Santi Bertemu Orang Tuanya.....
88 Kebelet Kawin
89 Rencana Raden Astra Loka
90 Gara-gara sebotol minuman
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Permulaan
2
Bayi Bajang
3
Terungkap
4
Pocong Telanj@ng
5
Pria Pemarah
6
Curhatan Hati Santi
7
Bara Koma
8
Mau Menolong Bara
9
Tidur Satu Kamar
10
Terbongkar
11
Hamzah Yang Malang
12
Rudal Isriwil Milik Bara
13
Menolong Hamzah DKK
14
Terungkap
15
Petunjuk Untuk Bara
16
Hampir Di Perkaos
17
Di Kerjain Hantu
18
Menolong Nenek Lestari
19
Menyakitkan
20
Dunia Ini Memang Sempit
21
Tak Suka Cewek Kotor
22
Paket Dari Orang Miaterius
23
Sudah Kembali Bekerja
24
Cemburu
25
Bara Si Pria Agresif 21+ bocil di harap minggir, nonton upin-ipin saja....
26
Menolong Mayang Part 1
27
Menolong Mayang Part 2
28
Menolong Mayang Part 3
29
Video Pembu*uhan Mayang
30
Akhirnya Mengakui
31
Hancurnya Hati Seorang Ayah.....
32
Kopi Beracun
33
Sosok Ular Cantik
34
Pesan Ingin Di Maafkan
35
Pengkhianatan Sang Istri
36
40 Tahun Di Bohongi
37
Mendatangi Sang Ayah
38
Ternyata Teman Lama
39
Nasihat Ular Cantik
40
Kasih Ibu Sepanjang Masa
41
Bara Cemburu
42
Tuyul Part 1
43
Tuyul Meresahkan
44
Tertangkap
45
Terbongkar
46
KKN
47
Wanita Misterius
48
Sebuah Fakta Yang Terungkap
49
Mendatangi Rumah Kendat Kembali
50
Akan Mengatakan Yang Sebenarnya
51
Kabar Kematian
52
Pria Yang Malang
53
Masa Lalu Bahar
54
Mata Batin Azkara
55
Juragan Mata Keranjang
56
Sisi Lain Uni Bakwan
57
Di Ajak Kerumah Camer
58
Dikira Gembel
59
Realita Kehidupan
60
Membuang Anak Sendiri
61
Ketahuan Pelakunya Narji
62
Pagi Yang Manis
63
Mendapat Perlakuan Tidak Mengenakan
64
Memata-matai
65
Berhasil Mendapatkan Tanda-tangan
66
Rahasia Yang Terbuka
67
Rencana Kedatangan Calon Mertua
68
Mendadak Sekali
69
Siapa Kakek Tua Itu?????
70
Pesugihan Kalajengking
71
Teror Part 1
72
Teror Part 2 ... Tentang Katijo
73
Kerinduan Seorang Ibu
74
Siap Mencari Tahu
75
Sutinah Pergi
76
Akan Menumbalkan Fatah
77
Gagal Menumbalkan
78
Mati
79
Jangan Terlalu Baik Sama Orang
80
Membully Ular
81
Kebelet kawin
82
Santi Hilang
83
Kasihan Santi
84
Uni Bakwan Pulang
85
Di Hukum
86
Prajurit Nakal
87
Santi Bertemu Orang Tuanya.....
88
Kebelet Kawin
89
Rencana Raden Astra Loka
90
Gara-gara sebotol minuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!