Tidur Satu Kamar

Di dalam kontrakannya Bahar sangat cemas karena sudah jam 11 malam Lilis belum juga pulang. Ponselnya juga tidak aktif.

"Asalamuallaikum" ucap Lilis dari luar.

"Alhamdulillah ya Allah" Bahar merasa lega kala suara sang putri sudah terdengar.

Ia pun lalu tergopoh-gopoh berjalan ke arah pintu dan membukanya.

"Lis kenapa baru pulang?" tanya Bahar.

"Biasa Pak keliling dulu" jawab Lilis.

"Yasudah kamu masuk, biar peralatan bakso dan gerobaknya Bapak yang bersihin" ucap Bahar.

Interaksi antara anak dan bapak ini tak luput dari perhatian Bara.

Lilis masuk kedalam rumah di ikuti Bara, sementara Bahar langsung melucuti dandang bakso untuk di bersihkan.

"Loh kok ikut ke kamar?" tanya Lilis.

"Terus saya harus di mana?" tanya Bara.

"Jangan ikut ke kamar gue, diam di sini" jawab Lilis.

"Gak mau" Bara malah nyelonong masuk kedalam kamar Lilis.

"Jangan macam-macam ya loe" kesal Lilis.

"Tenang saja, pacar saya jauh lebih cantik di banding kamu. Dadanya besar, kalau kamu itu rata tidak menggairahkan. Tenang Lis, kamu bukan tipe saya" ujar Bara.

"Bodo amat! Siapa juga yang mau sama loe. Pacar gue lebih tampan, sorry ya loe gak ada apa-apanya" balas Lilis.

Malas terus berdebat, Lilis pun masuk kedalam kamar mandi, di luar dugaan Bara malah ingin ikut masuk.

"Eitzz mau apa loe, hah?" delik Lilis.

"Mau ikut masuk" jawab Bara polos.

"Enak aja. Pergi sana" kesal Lilis.

Bara pun terpaksa menunggu Lilis mandi sembari rebahan di atas kasur busa tipis di kamar Lilis.

"Kamar dia seperti kamar korban bencana alam" ledek Bara.

Kini Lilis keluar dari kamar mandi sudah segar. Ia memakai piyama yang ledeh membuat Bara sakit mata melihatnya.

"Ya ampun Lis, kamu memakai baju keset. Mata saya sakit melihatnya" ucap Bara.

Mendengar itu seketika Lilis memelototkan matanya karena kesal.

Brughhh!!!

Lilis melemparkan bantal ke arah Bara.

"Galak sekali kamu" kesalnya.

"Bodo amat" ucap Lilis tak peduli.

"Lis pacar saya baik dan anggun loh, gak kaya kamu suka marah-marah" ucap Bara.

"Alah palingan loe koma juga dia cari cowok lain" balas Lilis.

"Gak akan ya! Marissa itu sangat mencintai saya dan setia" ujar Bara.

"Berani deh taruhan kalau cewek loe pasti selingkuh. Kalau cewek loe setia, gue kasih loe bakso yang banyak tapi kalau cewek loe selingkuh, loe harus kasih apa yang gue mau" ucap Lilis.

"Oke deal" Bara setuju.

Bara kemudian melanjutkan lagi rebahannya di atas kasur busa tipis itu, sementara Lilis meraih sebuah kaleng bekas kue yang bergambar keluarga cemara yang sedang duduk di kursi makan kita sebut aja kaleng khong guan...

"Kalau mau ngemil jangan di kamar, Lis nanti banyak semut" ucap Bara.

"Siapa juga yang mau ngemil" balas Lilis.

Ia kemudian membuka tutup kaleng itu, dan mengeluarkan isinya yang ternyata uang pecahan 20 ribu dan 50 ribu kadang ada yang 2 ribuan.

Bara bangkit lalu duduk di samping Lilis.

"Buat apa uang itu Lis?" tanya Bara.

"Buat beli laptop, kan satu tahun lagi gue skripsi" balas Lilis.

"Jadi selama ini kamu kuliah tidak punya laptop?" tanya Bara.

Lilis menggeleng.

"Kasihan Lilis" ucap Bara dalam hatinya.

Lilis menghitung uang yang ada di hadapannya di bantu oleh Bara.

"Satu juta tiga ratus" ucap Lilis.

"Tujuh ratus ribu" ucap Bara sembari menyerahkan tumpukan uang pada Lilis.

"Dua juta, masih kurang sementara harga laptop lima juta lebih" ucap Lilis sembari memijat keningnya.

"Maaf Lis, saya belum bisa bantu kamu. Ponsel saya kemungkinan hancur sewaktu terjadi kecelakaan itu. Kalau ada semua uang saya di M-banking buat kamu semua" ucap Bara sedih.

"Gpp Bar, gue juga gak perlu loe bantu. Gue bisa dagang terus" balas Lilis.

Lilis kini merebahkan tubuhnya di atas kasur busa tipis itu di susul oleh Bara.

"Loe kok tidur disini sih? Sana jangan deket-deket gue" usir Lilis.

"Terus saya harus tidur sama bapak kamu begitu? Gak mau lah" balas Bara.

"Jangan macam-macam" ancam Lilis.

"Saya tidak punya hasrat sama kamu Lis, sudah saya katakan Marisa sudah meleburkan hati saya hingga tak tersisa untuk wanita manapun" ungkap Bara.

"Terserah loe Bara" balas Lilis lalu memunggungi Bara.

Mereka pun tidur berdua dalam satu kasur yang sama.

Keesokan paginya Lilis sudah rapi dengan pakaian siap untuk berdagang bakso. Hari ini ia libur ke kampus jadi ia akan manfaatkan untuk berjualan bakso.

Bahar juga keluar dari kamarnya sudah pakai kemeja rapih dan jaket tebal.

"Loh Bapak mau kemana rapih bener?" tanya Lilis.

"Maaf Lis, Bapak lupa bilang kalau seminggu Bapak mau ke Sumedang. Uwa Hasan mau mengadakan pesta pernikahan untuk si Mayang jadi Bapak akan bantu-bantu disana sekaligus pulang kampung dan nyekar ke makan nini sama aki kamu" ungkap Bahar.

"Kok Bapak baru kasih tau sekarang kalau Mayang menikah. Pak aku belum buatkan kado" Lilis sedikit kesal pada Bahar.

"Nanti aja deh kadonya di paketin, masih keburu kok nikahnya satu mingguan lagi. Yasudah ya geulis, Bapak angkat heula, kamu baik-baik disini jaga diri" ucap Bahar lalu pergi dari kontrakannya meninggalkan Lilis sendiri.

"Bara, gue ke pasar dulu beli bahan buat bakso. Loe mau ikut atau diam disini?" tanya Lilis.

"Lis, sepertinya kamu harus antar saya ke rumah dulu. Saya rindu Mami" pinta Bara.

Lilis hanya mengangguk.

Lilis memesan sebuah taksi, menuju alamat rumah yang sudah Bara sebutkan.

Satu minggu yang lalu dirinya pergi dari rumah karena tak kuat melihat Niken terus menangisi tubuhnya yang sedang koma. Bara ingin mencari pertolongan supaya dia bisa kembali lagi sadar.

"Lis itu rumah saya!" tunjuk Bara pada sebuah rumah besar bergaya klasik mediterania.

Lilis mengangguk, ia kemudian menyuruh supir taksi berhenti.

Walau merasa heran, akhirnya sang supir berhenti beberapa menit sesudah itu Lilis menyuruh sang supir melanjutkan lagi mobilnya.

Kini Bara berjalan kearah rumahnya. Disana ia menembus pagar dan terus berjalan menuju kamarnya namun ketika ia akan masuk kedalam kamar, ia melihat Niken yang baru keluar dari kamarnya dengan wajah yang lusuh dan mata yang membengkak kemungkinan besar habis menangis.

"Mi, ini aku Mi. Aku ada di depan Mami. Mami jangan sedih" ucap Bara sama sedihnya namun Niken tak melihat dan mendengar apapun.

Niken lalu pergi dari hadapan Bara, namun dari ruang tengah terdengar suara seseorang yang ia kenal. Bara segera melihat kesana.

"Alex? Dan itu Marisa?" ucap Bara kala melihat Alex, adik angkatnya datang bersama Marisa sang kekasih.

"Pagi Mi" sapa Alex ramah.

"Pagi Alexander! Kenapa kamu memilih tinggal di apartemen ketimbang tinggal di rumah Mami, nak?" tanya Niken.

Walau Alexander anak angkatnya yang dulu dirinya dan mendiang sang suami bawa dari jalanan sewaktu Alexander berumur lima tahun namun Niken tidak pernah membeda-bedakan kasih sayang antara Bara dan Alex.

"Maafkan saya Mi, saya hanya ingin mandiri saja. Saya malu pada Mami harus terus menyusahkan Mami. Maafkan saya Mi, tapi jujur terkadang saya merindukan Kakak dan Mami. Maaf juga saya baru menjenguk Kak Bara hari ini" papar Alex.

"Tak apa Nak, jenguklah Kakakmu. Mami akan pergi ke rumah sakit dulu. Titip Kakakmu ya" balas Niken.

"Ya Mi, oh ya Marisa juga ingin menjenguk Bara, apa boleh Mi?" tanya Alex.

Niken melihat Marisa sekilas, tak bisa di pungkiri bahwa Niken tidak terlalu suka dengan kekasih sang putra namun bukan saatnya merasa suka atau tidak karena kondisi Bara yang terbaring lemah.

"Ya silahkan" balas Niken lalu pergi dari hadapan Alex dan Marissa.

Kini keduanya berjalan menuju kamar Bara.

Terpopuler

Comments

Aliya Nur hasanah

Aliya Nur hasanah

Bapak bara ke sini ke jatinangor wkwk

2024-12-23

0

Kamiem sag

Kamiem sag

jadi Marisa selingkuhnya sama Alex adik angkat yg menginginkan kematian Bara

2025-02-24

0

Zuhril Witanto

Zuhril Witanto

lanjut lagi

2025-02-15

0

lihat semua
Episodes
1 Permulaan
2 Bayi Bajang
3 Terungkap
4 Pocong Telanj@ng
5 Pria Pemarah
6 Curhatan Hati Santi
7 Bara Koma
8 Mau Menolong Bara
9 Tidur Satu Kamar
10 Terbongkar
11 Hamzah Yang Malang
12 Rudal Isriwil Milik Bara
13 Menolong Hamzah DKK
14 Terungkap
15 Petunjuk Untuk Bara
16 Hampir Di Perkaos
17 Di Kerjain Hantu
18 Menolong Nenek Lestari
19 Menyakitkan
20 Dunia Ini Memang Sempit
21 Tak Suka Cewek Kotor
22 Paket Dari Orang Miaterius
23 Sudah Kembali Bekerja
24 Cemburu
25 Bara Si Pria Agresif 21+ bocil di harap minggir, nonton upin-ipin saja....
26 Menolong Mayang Part 1
27 Menolong Mayang Part 2
28 Menolong Mayang Part 3
29 Video Pembu*uhan Mayang
30 Akhirnya Mengakui
31 Hancurnya Hati Seorang Ayah.....
32 Kopi Beracun
33 Sosok Ular Cantik
34 Pesan Ingin Di Maafkan
35 Pengkhianatan Sang Istri
36 40 Tahun Di Bohongi
37 Mendatangi Sang Ayah
38 Ternyata Teman Lama
39 Nasihat Ular Cantik
40 Kasih Ibu Sepanjang Masa
41 Bara Cemburu
42 Tuyul Part 1
43 Tuyul Meresahkan
44 Tertangkap
45 Terbongkar
46 KKN
47 Wanita Misterius
48 Sebuah Fakta Yang Terungkap
49 Mendatangi Rumah Kendat Kembali
50 Akan Mengatakan Yang Sebenarnya
51 Kabar Kematian
52 Pria Yang Malang
53 Masa Lalu Bahar
54 Mata Batin Azkara
55 Juragan Mata Keranjang
56 Sisi Lain Uni Bakwan
57 Di Ajak Kerumah Camer
58 Dikira Gembel
59 Realita Kehidupan
60 Membuang Anak Sendiri
61 Ketahuan Pelakunya Narji
62 Pagi Yang Manis
63 Mendapat Perlakuan Tidak Mengenakan
64 Memata-matai
65 Berhasil Mendapatkan Tanda-tangan
66 Rahasia Yang Terbuka
67 Rencana Kedatangan Calon Mertua
68 Mendadak Sekali
69 Siapa Kakek Tua Itu?????
70 Pesugihan Kalajengking
71 Teror Part 1
72 Teror Part 2 ... Tentang Katijo
73 Kerinduan Seorang Ibu
74 Siap Mencari Tahu
75 Sutinah Pergi
76 Akan Menumbalkan Fatah
77 Gagal Menumbalkan
78 Mati
79 Jangan Terlalu Baik Sama Orang
80 Membully Ular
81 Kebelet kawin
82 Santi Hilang
83 Kasihan Santi
84 Uni Bakwan Pulang
85 Di Hukum
86 Prajurit Nakal
87 Santi Bertemu Orang Tuanya.....
88 Kebelet Kawin
89 Rencana Raden Astra Loka
90 Gara-gara sebotol minuman
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Permulaan
2
Bayi Bajang
3
Terungkap
4
Pocong Telanj@ng
5
Pria Pemarah
6
Curhatan Hati Santi
7
Bara Koma
8
Mau Menolong Bara
9
Tidur Satu Kamar
10
Terbongkar
11
Hamzah Yang Malang
12
Rudal Isriwil Milik Bara
13
Menolong Hamzah DKK
14
Terungkap
15
Petunjuk Untuk Bara
16
Hampir Di Perkaos
17
Di Kerjain Hantu
18
Menolong Nenek Lestari
19
Menyakitkan
20
Dunia Ini Memang Sempit
21
Tak Suka Cewek Kotor
22
Paket Dari Orang Miaterius
23
Sudah Kembali Bekerja
24
Cemburu
25
Bara Si Pria Agresif 21+ bocil di harap minggir, nonton upin-ipin saja....
26
Menolong Mayang Part 1
27
Menolong Mayang Part 2
28
Menolong Mayang Part 3
29
Video Pembu*uhan Mayang
30
Akhirnya Mengakui
31
Hancurnya Hati Seorang Ayah.....
32
Kopi Beracun
33
Sosok Ular Cantik
34
Pesan Ingin Di Maafkan
35
Pengkhianatan Sang Istri
36
40 Tahun Di Bohongi
37
Mendatangi Sang Ayah
38
Ternyata Teman Lama
39
Nasihat Ular Cantik
40
Kasih Ibu Sepanjang Masa
41
Bara Cemburu
42
Tuyul Part 1
43
Tuyul Meresahkan
44
Tertangkap
45
Terbongkar
46
KKN
47
Wanita Misterius
48
Sebuah Fakta Yang Terungkap
49
Mendatangi Rumah Kendat Kembali
50
Akan Mengatakan Yang Sebenarnya
51
Kabar Kematian
52
Pria Yang Malang
53
Masa Lalu Bahar
54
Mata Batin Azkara
55
Juragan Mata Keranjang
56
Sisi Lain Uni Bakwan
57
Di Ajak Kerumah Camer
58
Dikira Gembel
59
Realita Kehidupan
60
Membuang Anak Sendiri
61
Ketahuan Pelakunya Narji
62
Pagi Yang Manis
63
Mendapat Perlakuan Tidak Mengenakan
64
Memata-matai
65
Berhasil Mendapatkan Tanda-tangan
66
Rahasia Yang Terbuka
67
Rencana Kedatangan Calon Mertua
68
Mendadak Sekali
69
Siapa Kakek Tua Itu?????
70
Pesugihan Kalajengking
71
Teror Part 1
72
Teror Part 2 ... Tentang Katijo
73
Kerinduan Seorang Ibu
74
Siap Mencari Tahu
75
Sutinah Pergi
76
Akan Menumbalkan Fatah
77
Gagal Menumbalkan
78
Mati
79
Jangan Terlalu Baik Sama Orang
80
Membully Ular
81
Kebelet kawin
82
Santi Hilang
83
Kasihan Santi
84
Uni Bakwan Pulang
85
Di Hukum
86
Prajurit Nakal
87
Santi Bertemu Orang Tuanya.....
88
Kebelet Kawin
89
Rencana Raden Astra Loka
90
Gara-gara sebotol minuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!