Hamzah Yang Malang

Hari itu cuaca tampak terik sekali membuat Lilis tak henti-hentinya mengelap keringat dengan handuk yang tersampir di lehernya.

Namun ia tidak lelah mendorong gerobaknya karena ada Bara yang membantu di sampingnya.

"Bara, loe gak cape?" tanya Lilis.

Bara menggelengkan kepalanya.

"Saya tidak cape dan tidak merasakan panas sedikitpun, Lis" jawab Bara.

Lilis berhenti di depan indoapril ngin membeli minuman dingin namun indoapril menyuruh Lilis membawa gerobaknya ke halaman mini market itu.

"Serius boleh mangkal di sini?" tanya Lilis.

"Boleh Mbak, pegawai indoapril suka makan bakso juga" balas pegawai mini market itu

Dan benar saja, pegawainya yang telah ganti ship berbondong-bondong mendatangi gerobak Lilis.

"Bakso 10 mangkok, antar kedalam ya Mbak" ucap salah satu pegawai indoapril itu.

"Siap Mas, tunggu sebentar ya nanti saya antarkan ke dalam" balas Lilis.

Pegawai indoapril itu pun masuk kembali ke dalam dan menunggu Lilis mengantarkan baksonya.

Tak lama semua bakso-bakso yang dipesan oleh pegawai indoapril itu sudah siap, Lilis pun langsung mengantarkan ke dalam.

"Lis kamu capek banget ya?" tanya Bara.

"Capek sih tapi senang juga banyak yang beli" balas Lilis.

Lilis pun duduk di samping Bara menunggu pembeli yang lain namun netra Bara melihat bahwa ada anak kecil meminta-minta pertolongan kepada orang-orang yang lewat namun tak dihiraukan.

"Lis lihat anak itu" tunjuk Bara.

Lilis melihat anak itu namun Lilis tidak melihat wajahnya karena anak itu berdiri di seberang jalan dan membelakangi dirinya.

"Iya kasihan banget anak itu" balas Lilis.

"Tapi kenapa orang-orang kaya nggak peduli gitu ya?" ucap Bara dengan heran.

Lilis pun hanya menggelengkan kepalanya namun tiba-tiba anak kecil itu sudah ada di depan mereka. Lilis dan Bara heran karena wajah anak kecil itu seperti orang yang babak belur.

"Kak tolong aku" ucap anak kecil itu berharap Lilis dan Bara mau membantunya.

"Adek kamu kenapa?" tanya Lilis.

Seketika anak kecil itu langsung merasa bahagia karena Lilis bisa melihat dirinya.

"Kakak bisa melihat aku?" tanya anak kecil itu.

"Yah memangnya kena? Mana orang tuamu?" tanya Lilis.

Anak Itu menggeleng, dia menangis namun tangisannya bukan air mata melainkan darah.

Kini Lilis yakin jika bocah itu bukan manusia.

"Kamu hantu?" tanya Lilis.

Bocah itu hanya mengangguk sedih.

"Tolong Hamzah, Kak! Hanya kakak yang bisa menolongku" ucap anak itu.

"Ceritakan sama Kakak kamu kenapa?" tanya Lilis memandang iba kepada hantu anak kecil itu.

"Aku anak penghuni panti asuhan di sana Kak! Aku sudah meninggal tetapi jasadku belum dikuburkan. Aku disiksa dan dilecehkan oleh pemimpin panti asuhan..hikhikhik" ungkap anak itu.

"Maksudnya di lecehkan bagaimana, Dek?" tanya Bara.

Tiba-tiba anak itu memelorotkan celananya membuat Lilis dan Bara saling pandang.

"Kamu mau apa, Dek?" tanya Bara.

Anak itu tiba-tiba menungging dan memperlihatkan lubang anusnya yang koyak serta lebar seperti terowongan.

"Astagfirullah, Ya Allah" Lilis seketika menangis melihat hal yang mengerikan itu.

Hatinya teriris sakit.

"Biadab!! Ini tidak bisa di biarkan. Lis, kita harus menolong dia, Lis kasihan" ucap Bara.

"Tapi gimana caranya, Bara?" tanya Lilis.

"Kita pasti bisa, Lis. Demi anak-anak itu. Mereka layak mendapatkan keadilan" balas Bara.

"Bagaimana bisa kamu di perlakukan seperti itu, Dek? Kakak tidak bisa membayangkan bagaimana menderitanya kamu sewaktu masih hidup" ucap Lilis sembari terisak.

"Ustadz Galih dan Pak Abdi yang melakukan ini, Kak! Teman-temanku juga banyak yang sudah jadi korban dan adek bayi berumur 2 tahun juga sudah di sod*mi sampai meninggal dan jasadnya di simpan di lemari pendingin bersama jasadku" ucap anak itu sedih.

"Keparat mereka! Saya baru tahu ada manusia jahanam seperti itu" ucap Bara dengan emosi.

"Sabar Bara sabar" balas Lilis.

Tak lama pegawai indoapril datang membawa setumpuk mangkok kosong.

"Jadi berapa Mbak?" tanya pegawai indoapril itu.

"150 rb Mas!" jawab Lilis.

Pria itu segera membayarnya dan langsung kembali kedalam mini market itu.

"Tolong Hamzah, Kak" anak itu merengek lagi.

"Iya sayang, Insyaallah Kakak akan menolong kamu" balas Lilis.

"Bara kita mulai dari mana?" tanya Lilis.

"Begini saja, kita mulai dari sekarang. Aku dan anak ini akan pergi ke panti asuhannya sementara kamu lanjutkan saja berjualan" jawab Bara.

"Good boy, loe Bara" ucap Lilis senang.

Kini Bara dan Hamzah pergi ke panti asuhan tempat Hamzah meregang nyawa sementara Lilis melanjutkan lagi berjualan.

"Kak, Kakak hantu juga?" tanya Hamzah.

"Bukan! Kakak Arwah makannya masih berat tidak bisa melayang namun tidak berwujud. Kakak koma makannya arwah Kakak berkeliaran" jawab Bara.

"Oh begitu! Kakak cantik tadi baik ya, mau menolong Hamzah apalagi dia bisa lihat makhluk halus" ucap Hamzah teringat pada Lilis.

"Namanya Lilis, dia memang orangnya baik" balas Bara.

Mereka berdua berjalan menapaki jalanan aspal untuk menuju panti asuhan durjana itu.

"Masih jauh?" tanya Bara.

"Itu Kak bangunannya" jawab Hamzah menunjuk sebuah bangunan lantai dua yang masih baru bercat hijau muda.

"Loh bukannya ini bangunan tempat Mami bersedekah? Ya ini bener, aku pernah mengantar Mami kesini" ucap Bara dalam hatinya.

Bara tidak habis pikir dengan tempat yang seharusnya menjadi tempat berlindung bagi anak-anak yatim piatu malah menjadi neraka bagi mereka.

Keduanya lalu masuk kedalam panti asuhan yang bertuliskan "YAYASAN DAN PANTI ASUHAN AL'FAUZAN"

Bara dan Hamzah melihat seseorang yang baru keluar dari ruang kantor sembari membetulkan celananya.

"Dia itu ustadz Galih" tunjuk Hamzah.

"Brengsek! Gelar Ustadz pantasnya di sandang oleh orang yang alim dan berilmu agama tinggi, bukan di sandang oleh pria brengsek sepertimu" geram Bara.

Tak lama keluarlah seorang anak laki-laki berjalan mengangkang sembari memegangi belakangnya dan menangis.

"Itu Kak Hilmi" ucap Hamzah.

"Apa dia melakukan itu lagi?" tanya Bara.

"Iya Kak! Ustadz Galih selalu melecehkan kami di ruang kantor nya agar tidak ketahuan. Tidak sampai di situ saja, Pak Abdi tukang bersih-bersih panti juga suka melakukan pelecehan" ungkap Hamzah.

Bara geram, ia lalu berjalan ke arah dimana Galih saat ini hendak masuk kedalam masjid.

Brak!!!

Bara tendang bok*ng ustadz cabul itu dengan sangat keras hingga tersungkur dan menabrak tembok.

"Arghhhhhhhhhh" dia memekik kesakitan.

Tak cukup disana saja, Bara langsung menginjak kedua kaki dan burung milik Galih hingga pria itu tak sadarkan diri.

"Kakak" Hamzah berlari menghampiri Bara.

"Kak dia pingsan?" tanya Hamzah.

"Iya" jawab Bara dengan nada dingin.

"Kak, Hamzah mohon segera ungkap kejahatan mereka. Kasihan teman-teman harus menjadi korban kebrutalan ustadz galih dan Pak Abdi" pinta Hamzah.

"Kamu tenang saja ya, Kakak dan Kak Lilis akan membantu sebisanya" balas Bara

Bara pun lalu mengajak Hamzah kembali menemui Lilis di depan indoapril.

Terpopuler

Comments

Nayla Nazafarin

Nayla Nazafarin

knp bara bisa nendang?
emang arwah bisa kontak fisik??

2024-11-30

0

tina rahayu

tina rahayu

lucu ibun cuka +adu jotos dong😆

2025-01-30

0

lihat semua
Episodes
1 Permulaan
2 Bayi Bajang
3 Terungkap
4 Pocong Telanj@ng
5 Pria Pemarah
6 Curhatan Hati Santi
7 Bara Koma
8 Mau Menolong Bara
9 Tidur Satu Kamar
10 Terbongkar
11 Hamzah Yang Malang
12 Rudal Isriwil Milik Bara
13 Menolong Hamzah DKK
14 Terungkap
15 Petunjuk Untuk Bara
16 Hampir Di Perkaos
17 Di Kerjain Hantu
18 Menolong Nenek Lestari
19 Menyakitkan
20 Dunia Ini Memang Sempit
21 Tak Suka Cewek Kotor
22 Paket Dari Orang Miaterius
23 Sudah Kembali Bekerja
24 Cemburu
25 Bara Si Pria Agresif 21+ bocil di harap minggir, nonton upin-ipin saja....
26 Menolong Mayang Part 1
27 Menolong Mayang Part 2
28 Menolong Mayang Part 3
29 Video Pembu*uhan Mayang
30 Akhirnya Mengakui
31 Hancurnya Hati Seorang Ayah.....
32 Kopi Beracun
33 Sosok Ular Cantik
34 Pesan Ingin Di Maafkan
35 Pengkhianatan Sang Istri
36 40 Tahun Di Bohongi
37 Mendatangi Sang Ayah
38 Ternyata Teman Lama
39 Nasihat Ular Cantik
40 Kasih Ibu Sepanjang Masa
41 Bara Cemburu
42 Tuyul Part 1
43 Tuyul Meresahkan
44 Tertangkap
45 Terbongkar
46 KKN
47 Wanita Misterius
48 Sebuah Fakta Yang Terungkap
49 Mendatangi Rumah Kendat Kembali
50 Akan Mengatakan Yang Sebenarnya
51 Kabar Kematian
52 Pria Yang Malang
53 Masa Lalu Bahar
54 Mata Batin Azkara
55 Juragan Mata Keranjang
56 Sisi Lain Uni Bakwan
57 Di Ajak Kerumah Camer
58 Dikira Gembel
59 Realita Kehidupan
60 Membuang Anak Sendiri
61 Ketahuan Pelakunya Narji
62 Pagi Yang Manis
63 Mendapat Perlakuan Tidak Mengenakan
64 Memata-matai
65 Berhasil Mendapatkan Tanda-tangan
66 Rahasia Yang Terbuka
67 Rencana Kedatangan Calon Mertua
68 Mendadak Sekali
69 Siapa Kakek Tua Itu?????
70 Pesugihan Kalajengking
71 Teror Part 1
72 Teror Part 2 ... Tentang Katijo
73 Kerinduan Seorang Ibu
74 Siap Mencari Tahu
75 Sutinah Pergi
76 Akan Menumbalkan Fatah
77 Gagal Menumbalkan
78 Mati
79 Jangan Terlalu Baik Sama Orang
80 Membully Ular
81 Kebelet kawin
82 Santi Hilang
83 Kasihan Santi
84 Uni Bakwan Pulang
85 Di Hukum
86 Prajurit Nakal
87 Santi Bertemu Orang Tuanya.....
88 Kebelet Kawin
89 Rencana Raden Astra Loka
90 Gara-gara sebotol minuman
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Permulaan
2
Bayi Bajang
3
Terungkap
4
Pocong Telanj@ng
5
Pria Pemarah
6
Curhatan Hati Santi
7
Bara Koma
8
Mau Menolong Bara
9
Tidur Satu Kamar
10
Terbongkar
11
Hamzah Yang Malang
12
Rudal Isriwil Milik Bara
13
Menolong Hamzah DKK
14
Terungkap
15
Petunjuk Untuk Bara
16
Hampir Di Perkaos
17
Di Kerjain Hantu
18
Menolong Nenek Lestari
19
Menyakitkan
20
Dunia Ini Memang Sempit
21
Tak Suka Cewek Kotor
22
Paket Dari Orang Miaterius
23
Sudah Kembali Bekerja
24
Cemburu
25
Bara Si Pria Agresif 21+ bocil di harap minggir, nonton upin-ipin saja....
26
Menolong Mayang Part 1
27
Menolong Mayang Part 2
28
Menolong Mayang Part 3
29
Video Pembu*uhan Mayang
30
Akhirnya Mengakui
31
Hancurnya Hati Seorang Ayah.....
32
Kopi Beracun
33
Sosok Ular Cantik
34
Pesan Ingin Di Maafkan
35
Pengkhianatan Sang Istri
36
40 Tahun Di Bohongi
37
Mendatangi Sang Ayah
38
Ternyata Teman Lama
39
Nasihat Ular Cantik
40
Kasih Ibu Sepanjang Masa
41
Bara Cemburu
42
Tuyul Part 1
43
Tuyul Meresahkan
44
Tertangkap
45
Terbongkar
46
KKN
47
Wanita Misterius
48
Sebuah Fakta Yang Terungkap
49
Mendatangi Rumah Kendat Kembali
50
Akan Mengatakan Yang Sebenarnya
51
Kabar Kematian
52
Pria Yang Malang
53
Masa Lalu Bahar
54
Mata Batin Azkara
55
Juragan Mata Keranjang
56
Sisi Lain Uni Bakwan
57
Di Ajak Kerumah Camer
58
Dikira Gembel
59
Realita Kehidupan
60
Membuang Anak Sendiri
61
Ketahuan Pelakunya Narji
62
Pagi Yang Manis
63
Mendapat Perlakuan Tidak Mengenakan
64
Memata-matai
65
Berhasil Mendapatkan Tanda-tangan
66
Rahasia Yang Terbuka
67
Rencana Kedatangan Calon Mertua
68
Mendadak Sekali
69
Siapa Kakek Tua Itu?????
70
Pesugihan Kalajengking
71
Teror Part 1
72
Teror Part 2 ... Tentang Katijo
73
Kerinduan Seorang Ibu
74
Siap Mencari Tahu
75
Sutinah Pergi
76
Akan Menumbalkan Fatah
77
Gagal Menumbalkan
78
Mati
79
Jangan Terlalu Baik Sama Orang
80
Membully Ular
81
Kebelet kawin
82
Santi Hilang
83
Kasihan Santi
84
Uni Bakwan Pulang
85
Di Hukum
86
Prajurit Nakal
87
Santi Bertemu Orang Tuanya.....
88
Kebelet Kawin
89
Rencana Raden Astra Loka
90
Gara-gara sebotol minuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!